
Azela bukan sekedar orang tua biasa, dia adalah sosok yang pernah mewarisi kekuatan keajaiban hidup dari dewa Sunawa.
Dari setiap generasi, Azela satu-satunya orang yang hampir mampu memaksimalkan potensi dari kekuatan keajaiban hidup hingga tingkat terakhir.
Tapi sayangnya, mendapat kesempurnaan dalam kekuatan seorang dewa, dia pun harus melangkah ke tingkat dewa sejati.
Sedangkan tingkat itu, bukan sembarang orang bisa mendapatkannya, melainkan mereka-mereka yang dikaruniai berkah dari Tuhan saja untuk mampu mencapai tingkat tertinggi.
Askar jelas tidak merasa yakin untuk mampu mengalahkan Azela yang notabenenya adalah Lord alam saint suci tahap akhir.
Terlebih lagi kemampuan yang dia miliki dalam pertarungan jauh lebih tinggi dari pada Askar, ini cukup membuktikan kepantasan dirinya sebagai keturunan Dewi Sunawa.
Dengan membuka skill pemangsa gerbang kelima murka penguasa, itu cukup untuk bersaing dalam hal kekuatan, ditambah latihan kepada kakek Loe Teu Yiu membuat Askar memahami bermacam gerakan yang sesuai.
Tentu saja sangat bermanfaat untuk melawan para musuh yang jauh lebih kuat, bahkan sekali pun itu adalah seorang lord alam saint suci.
"Aku sebelumya menganggap jika kau tidak lebih dari orang yang berlagak hebat, hanya karena menjadi lord alam semesta kerajaan bawag, kepalamu sudah sebesar gunung, tapi kini aku tahu jika kau tidak hanya membual."
"Bisakah anda tidak berbicara dulu ratu Azela, karena aku tidak memiliki waktu untuk membalas perkataanmu."
"Itu yang aku harapkan, selama kau sibuk, pembangkitan jiwa Sphinx akan selesai."
Askar tidak lagi menjawab ucapan Azela, dia pun harus berkonsentrasi penuh dalam pertarungan, dimana Azela jelas menujukan niat membunuh untuk orang yang menggangu tujuannya.
Pertarungan antara dia dan Azela hanya sebuah pengalihan waktu agar dua belas orang itu menyelesaikan penyerapan energi jiwa Phoenix.
Dan Askar tidak memiliki waktu banyak, dimana zona persepsi menujukan Asy sudah mencapai batas.
Keajaiban hidup : malaikat Penghakim.
Tanpa ragu kemampuan dari keajaiban hidup pun Askar gunakan, sesosok makhluk berwujud manusia bersayap delapan menampakan diri dibalik punggung.
Azela menyadari jika perkataan Askar mengenai kepemilikan kekuatan keajaiban hidup memang benar, sebab wujud malaikat Penghakim menjadi bukti nyata.
"Bagaimana mungkin kau bisa mendapatkan kekuatan keajaiban hidup, jangan-jangan kau mengambil paksa inti darah milik silviana."
__ADS_1
"Tidak, aku tidak melakukannya, tapi Silviana sendiri yang memberikan inti darahnya untuk menyelamatkanku."
"Jika memang begitu, aku akan ambil kembali inti darah yang sudah kau terima."
Itu memang benar adanya, saat Askar berada diambang kematian, Silviana memberikan tetesan inti darah yang menarik kembali jiwa Askar.
Tapi siapa sangka, jika tubuh Askar yang nyatanya adalah seorang renkarnasi dewa Asyura, menjadikan inti darah kekuatan keajaiban hidup bangkit.
Satu ayunan pedang ditangan malaikat Penghakim mengarah langsung ke arah Azela, kekuatan yang luar biasa hingga dinding gua ditempat mereka bertarung berguncang kuat.
"Kau tidak boleh merusak rencana ku, aku rela menanggung dosa untuk membalas dendam." Berkata Azela yang sama-sama mengalirkan energi besar dan mewujudkan tiga sosok makhluk seperti milik Askar.
Biar pun Azela sudah melepaskan kekuatan keajaiban hidup kepada Silviana, tapi tidak seluruh kemampuan Azela lenyap begitu saja.
Termasuk juga dengan Silviana, dimana dia tidak menuangkan seluruh inti darah pemberian Dewi Sunawa kepada Askar, karena hal itu Silviana masih memiliki kekuatan keajaiban hidup secara penuh.
Teriak Azela dengan perintah untuk ketiga malaikat menyerang dan kekuatan tempur mahkluk itu sama seperti seorang lord alam monarch.
Dan Askar kalah jumlah, saat sekarang, dalam kekuatan sepuluh malaikat Penghakim, dirinya hanya mampu mengeluarkan satu.
Hanya saja, ini bukan waktu yang tepat untuk dirinya saling beradu dengan Azela, karena di tempat lain keadaan Asy sangatlah penting.
Askar berusaha kabur, tapi tetap saja Azela tidak membiarkan dirinya pergi begitu saja, tidak ada waktu untuk meladeni pertarungan ini.
Skill pemangsa gerbang ke enam : raja penguasa.
Teknik Garuda emas : sepuluh langkah Garuda emas.
Di tarik pedang dewa pemangsa kematian kebelakang, bersiap dalam kuda-kuda satu kaki kedepan, ruang menjadi lambat.
Gambar pijakan dan setiap titik arah serangan bertepat di setiap tubuh malaikat dibelakang tubuh Azela.
Dalam kecepatan sepersekian detik, arah serangan Askar bergerak tanpa bisa di hentikan oleh siapa pun. Ini menjadi kunci andalan dalam serangan jarak dekat dari teknik rahasia Garuda emas.
Keganasan pedang dewa pemangsa kematian yang mendesah tidak berhenti di setiap ayunan, mengubah malaikat dua diantara tiga makhluk menjadi debu cahaya.
__ADS_1
Hanya tersisa satu, dan itu bisa dia serahkan kepada malaikat di pihaknya, sebuah kesempatan yang muncul, Askar tidak ragu, berlari secepat mungkin saat Asy hanya berjarak tiga puluh meter dan guncangan besar menjatuhkan pijakan Askar.
Suara retak terdengar secara tiba-tiba, lapisan segel hancur dan lenyap ketika sosok tidak diharapkan datang.
"Aku, pangeran ku*nyuk dari klan Phoenix datang, mana orang yang berani-beraninya membawa dewiku." Teriak Ke'su saat dia berhasil menghancurkan dinding segel pembatas.
Tapi ini menjadi kesalahan, dimana kesempatan satu-satunya untuk menarik tubuh Asy gagal karena Askar jatuh.
Tepat dihadapan Askar yang masih berbaring ditanah dengan tangannya mengarah ke pada asy, dia bisa melihat jika seluruh aliran energi milik Phoenix telah diambil paksa hingga habis.
"Kau pangeran to*lol, kenapa kau harus datang." Teriak Askar penuh kemarahan.
"Kenapa kau memanggilku begitu, aku datang untuk membantumu." Jelas jika Ke'su merasa tersinggung atas ucapan Askar.
"Si*al, si*al, si*al, harusnya aku tidak pernah membawamu." Untuk kesekian kali dia menyesal karena sudah membawa Ke'su dalam perjalanannya.
Tiba-tiba saja, wujud Sphinx yang terkurung dalam gelembung ditengah-tengah segel prasasti mulai berkecamuk kuat.
Sosok itu muncul dalam wujud transparan, namun jiwanya kembali hidup, dan mencari wadah untuk menjadi tubuh baru.
Azela berlari, Askar tahu jika dia ingin mengambil jiwa Sphinx dan memasukan itu kedalam tubuhnya, tapi askar cepat menarik kaki Azela hingga jatuh.
"Apa yang kau lakukan, cepat lepaskan aku." Teriak Azela dengan menginjak-injak kepala Askar untuk melepaskan cengkraman tangannya.
"Omen aku berharap kepadamu." Ucap Askar.
Dari tangan lain, seekor kucing kecil yaitu Omen, Askar lemparkan untuk masuk kedalam tubuh nyatanya kembali.
"Omen makan jiwa Sphinx itu." Perintah Askar yang berusaha menahan Azela pergi.
"Baik tuanku."
Jika jiwa chimera dalam tubuh Omen sudah dihancurkan oleh Aryon sebelumnya, dan kini Omen hanya memiliki sedikit kekuatan untuk bertahan hidup.
Tapi dengan memakan jiwa Sphinx maka Omen akan kembali mendapatkan kekuatannya, bahkan jauh lebih kuat lagi.
__ADS_1
(untuk kali ini kita up normal kakak, jam 8 pagi and jam 8 malam... maaf ya kakak)