
Wilayah tempat Askar menjelajah tidaklah dirinya seorang, karena beberapa peserta lain pun memilih hutan bakau dari ujung selatan lembah neraka hijau.
Salah satu dari semua peserta itu adalah Le Wei murid perguruan gunung pedang suci yang dianggap oleh sebagian orang sebagai sosok terkuat di generasi muda.
Dan nyatanya itu memang benar, nama Le Wei menduduki peringkat teratas dari trending topik karena semua prestasi yang dia dapatkan, membawa perguruan gunung pedang suci ke puncak tertinggi padepokan beladiri terkuat diatas istana beladiri surgawi dan padepokan tujuh pedang.
Wajah tampan, berambut panjang hitam, dan pedang hitam yang mengeluarkan aura gelap, menjadi ciri khas seorang lelaki bernama Le Wei.
Kini sosok lelaki itu berdiri diantara tumpukan para bangkai binatang iblis yang sudah terpotong hingga darah membasahi seluruh tubuhnya.
Tersenyum lepas sosok Le Wei seakan menikmati pembantaian yang telah dia lakukan kepada puluhan binatang iblis di wilayah hutan bakau.
Para peserta seleksi lain yang menyaksikan pertarungan Le Wei dari awal, sangat jelas terlihat jika mereka terkagum-kagum bahkan sampai lupa bernafas.
"Lelaki ini memang sangat mengagumkan, cara dia bertarung seperti tidak memiliki rasa takut."
"Benar jika dikatakan dia adalah sosok yang pantas menggantikan posisi Varjo de hores di masa depan nanti."
"Dan juga.... Para wanita yang menjadi pelayannya itu sungguh luar biasa cantik, aku tidak akan menolak jika harus melayani Le Wei asal bisa menikmati pelayannya itu."
Bermacam komentar dari mereka-mereka yang mengakui seberapa tangguh sosoknya, tapi tidak satu pun dia perdulikan.
Hanya melompat turun dan para pelayan wanita yang secara tanggap memberikan kain pembersih untuk menghilangkan semua bekas darah di wajah Le Wei.
"Tuan bagaimana, apa anda terluka." Ucap salah seorang wanita pelayan yang mengkhawatirkan kondisinya.
"Mereka menarik, semua binatang iblis itu cukup memberi perlawanan, tapi tidak sampai memuaskan, aku ingin bertemu dengan penguasa hutan ini." Jawab Le Wei yang merasa kurang bersemangat.
"Aku bahkan merasa penguasa hutan selatan ini pun tidak akan mampu melawan anda tuan." Puji para pelayan itu untuk sekedar mencari perhatian dari tuan mereka.
"Jika memang begitu, seleksi kali ini benar-benar tidak berguna." Terhembus nafas panjang dengan tatapan mata tajam.
__ADS_1
Le Wei berjalan pergi, dua pedang emas yang dibawa oleh para pelayannya itu menujukan jika dia berhasil mengalahkan para binatang iblis di sarang mereka.
Ke empat pelayan wanita yang dia bawa, tentunya berasal dari perguruan gunung pedang suci, para murid pilihannya sendiri hanya untuk menemani dirinya bertarung.
Soal mereka mampu bertahan atau tidak, Le Wei sudah bisa mengakui seberapa besar kekuatan masing-masing dari para pelayannya itu.
Tidak tanggung-tanggung, yang terlemah diantara mereka adalah lord alam setengah saint suci tahap menengah, tentu bisa dipastikan bahwa para wanita ini adalah murid-murid berbakat.
Beranjak pergi dan kembali menjelajah lebih luas lagi untuk wilayah hutan selatan, tanpa di sadari Le Wei menemukan sesuatu yang cukup menarik.
Tiga wanita cantik yang berdiam diri di dekat lubang besar berlumpur serta bau, ini jarang dia temui, dan membuat Le Wei penasaran.
"Tuan kenapa anda begitu memperhatikan ketiga wanita itu." Ucap salah satu pelayan karena melihat Le Wei diam mengarahkan pandangan kepada mereka.
"Aku ingin tahu apa yang mereka lakukan di sana." Tunjuk Le Wei ke sebuah lubang yang menjadi sarang bintang iblis.
"Mungkin saja mereka tersesat, lihat saja, mereka seperti tidak ada niatan untuk masuk ke dalam sarang binatang iblis." Asal saja pelayan itu menjawab.
"Sungguh tuan Le Wei yang hebat, tidak hanya tampan dan kuat, tapi anda juga baik hati, tidak sombong serta rajin menabung." Balas mereka dengan memuji sesuatu yang tidak berguna.
Para wanita pun semakin bersemangat untuk mencari perhatian, pujian-pujian yang mereka ucapakan hanya sekedar syarat agar bisa terus berada di samping lelaki tampan seperti Le Wei.
Bergerak mendekat Le Wei menampakan diri tanpa ragu di hadapan para wanita dengan tersenyum lepas.
Tapi siapa sangka, sesuatu yang mengejutkan dilihat oleh Le Wei, karena satu diantara ketiga wanita itu dikenalnya.
"Fei.... Fei sui sue." Ucap Le Wei dengan membuka mata saat melihat wanita yang dia kenal.
Fei sui sue pun terkejut saat tahu jika sosok yang baru saja datang itu adalah kenalannya, dan itu pun membuat dua teman lain bingung.
"Saudari Fei, apa anda mengenal lelaki ini." Bertanya Karlina yang merasa aneh atas sikap Fei sui sue.
__ADS_1
"Ya untuk beberapa asalan kami pernah bersama-sama." Jawab Fei dengan wajah aneh tanpa tersenyum secara terpaksa.
Penjelasan dari Fei sui sue membuat Karlina paham, bahwa lelaki satu ini juga pernah menjadi korban permainannya untuk sebuah kepuasan.
Tapi melihat sikap dari Fei sui sue, ada sebuah keganjalan untuk sekedar teman sepermainan, dimana Le Wei sendiri menujukan senyum yang begitu lebar saat melihat Fei sui sue.
"Nona Fei, aku mencarimu selama ini, tapi kenapa kau tiba-tiba saja pergi." Bertanya Le Wei untuk alasannya sendiri.
"Bukankah sudah aku katakan jika hubungan kita tidak lebih dari satu malam, tapi kenapa kau masih mencariku." Terdengar suara Fei sui sue menolak perasaan lelaki tampan yang dia kenal.
"Tentu aku tidak bisa melupakan kejadian malam itu, sampai sekarang aku hanya menginginkanmu."
"Kau memiliki banyak wanita di sampingmu, jadi untuk apa kau menginginkanku." Sikap Fei sui sue tegas dalam menolak Le Wei.
Karlina semakin bingung, karena dari sudut mana pun memang lelaki bernama Le Wei adalah sosok paling diminati oleh para wanita, hanya saja Fei sui sue begitu keras menolaknya.
"Saudari Fei aku merasa jika dia benar-benar mencintaimu, tapi kenapa kau tidak mau." Bisik Karlina penasaran.
"Itunya kecil, dan juga baru beberapa menit sudah keluar." Balas Fei sui sue dengan berbisik pula.
"Eeeehhhhh."
"Percuma tampan kalau sebesar jari kelingking."
Kini Karlina tahu kenapa Fei sui sue menolak ajakan Le Wei, berpikir pula dengan semua wanita yang ada di sampingnya itu, tidak lebih dari mencari nama atas ketenaran Le Wei.
Tidak berselang lama, gemuruh keras muncul dari dalam lubang besar yang menjadi sarang binatang iblis. Hingga satu sosok manusia keluar dengan tubuh yang terselimuti lumpur busuk.
Su yiu dan Karlina tersenyum cerah saat melihat Askar datang, mereka mendekat dan ingin segera memeluknya, tapi berhenti tepat saat dicium aroma tidak sedap yang bisa membuat mereka mut*ah.
"Ada apa ?, Kenapa kalian tidak melanjutkannya." Ucap Askar yang berdiri dengan pose menerima pelukan.
__ADS_1
"Sebaiknya kau mandi terlebih dahulu, kau sangat kotor." Ucap Karlina dengan ekspresi jijik saat melihat Askar.