
Alam semesta api mulia, kota Sourina.
Didalam rumah Salora yang bertipe seadanya, bahkan tidak bermodel khusus, hanya sepetak rumah dengan tiga ruangan untuk tempat tinggal.
Semua terlihat begitu menikmati waktu malam dengan kebersamaan di ruang tamu, walau tidak ada acara sinetron tentang Mas Al dan Andin, tapi Rea dan semua wanita bisa saling mengakrabkan diri.
Pembahasannya cuma satu kisah cinta mereka kepada satu lelaki yang dengan rakus membawa setiap wanita dalam pelukannya.
Damai sejahtera dirasakan oleh Askar, adalah satu ketika dirinya hadir di tengah-tengah kebahagiaan semua orang yang dia cintai.
Melihat bagaimana rea, Sina dan Asy tertawa-tawa untuk menceritakan bermacam hal tentang kehidupan Askar, atau pun sedikit candaan yang nyaman untuk semua orang dengar.
Sedangkan kakek loe teu yiu dan Su yiu berada di luar, mereka mengatakan untuk berlatih, sehingga Askar masih cukup asing akan kehadiran gadis muda yang diinginkan oleh Davendra sebagai kekasihnya itu.
Sampai hari ini Askar tidak pernah percaya jika hidup sebagai reinkarnasi dewa Asyura akan membawa dirinya pergi ke bermacam tempat.
Ini cukup untuk disombongkan oleh anak-anaknya kelak, jika keluarga lain berlibur di luar negeri, maka keluarga Askar berlibur ke luar angkasa.
Jika mereka bisa sombong hanya karena jalan-jalan ke tembok besar China, ayah mereka sudah melihat tembok besar yang menjulang ribuan kilometer di kota Loyi.
Andai pun anak lain masih bisa sombong karena melihat pemandangan gunung Fuji di Jepang, Askar secara langsung merasakan magma didalam gunung paling mengerikan di alam semesta api mulia.
Bahkan saat anak lain merasa bangga dengan status sang ayah sebagai manager perusahaan bunga matahari, Askar adalah seorang penguasa alam semesta kerajaan bawah.
Hanya saja semua itu sekedar sebuah cerita, Askar merindukan Arya, Aryana, Syfa dan Sis'ly (itu nama yang diberikan Askar untuk anaknya dengan Si.) Karena tidak memperlihatkan secara langsung tentang perjalanan di alam semesta atas kepada anak-anaknya.
"Baiklah, sebaiknya kita beristirahat, karena besok perjalanan akan sangat lama." Ucap Askar kepada semua orang.
"Apa perlu aku antar Askar." Berkata Asy yang menujukan senyum penuh makna.
"Aku sangat bersedia jika kau ingin mengantarkan aku, mungkin setelah itu kita bisa melakukan sesuatu." Askar pun membalas senyuman itu.
__ADS_1
"Sesuatu seperti apa yang kau maksud."
"Ya kau tahu, tentang rencan untuk melakukan perkembangbiakan keturunan jiwa Phoenix yang asli." Tanpa ragu Askar mengatakan secara langsung.
"Itu bisa kau lakukan nanti, kali ini kami akan meluangkan waktu untuk berbicara, pergi sana." Sina tegas mengusir Askar.
Askar sedikit kecewa karena dia tidak bisa diantarkan oleh Asy, tanpa perlu beralasan, karena hubungan antara mereka berdua diketahui oleh Sina atau pun Rea.
Walau pada akhirnya itu hanya sekedar ucapan Asy untuk menggoda Askar, karena sejak dulu dia sangat senang, ketika Askar merasa malu atau pun kesal.
Secara khusus, Askar berjalan keluar untuk beranjak pergi ke bahtera angkasa karena disanalah dia akan tidur.
Tapi seketika Askar memperhatikan sosok wanita yang mengayunkan sebilah pedang tipis dan lelaki tua untuk mengarahkan setiap gerakan.
Mereka adalah su yiu dan kakek Loe Teu Yiu, Askar pun sejenak diam untuk melihat tentang apa yang mereka lakukan.
Setiap tebasan berayun seperti membelah angin, itu tidak menujukan seberapa besar kekuatan seseorang dalam bertarung, melainkan teknik pedang yang Loe Teu Yiu ajarkan adalah tentang pemahaman.
"Secara pribadi, bagaimana pendapat kakek dengan Askar." Bertanya Su yiu atas satu nama.
"Dia memang memiliki bakat, dan kekuatan yang melampaui batas tingkatannya, dalam hal ini dia adalah sosok spesial untuk menjadi pendampingmu." Jawab kakek itu dengan mengelus janggut.
"Kakek ingin aku hanya mengakui seorang lelaki, jika dia memang lebih kuat darimu, jadi apa Askar bisa melampaui kakek ?." Ucapan itu terdengar jelas di telinga Askar.
"Ya aku tahu, jadi bisa kau nilai sendiri, seberapa pantas lelaki yang di inginkan oleh dewa Davendra, apa dia pantas atau tidak." Balas kakek Loe Teu Yiu dengan jawabannya.
Askar merasa pusing sendiri jika harus disandingkan dengan seorang penguasa pedang yang mampu bersaing melawan sosok binatang terbiasa di jagat raya, penguasa naga.
Jika dimasa depan nanti, memang Askar memiliki kemungkinan untuk beradu tanding dengan Loe Teu Yiu tapi itu nanti, dan sekarang Askar tidak lebih seperti seekor nyamuk, kalah dengan sekali tepuk.
Tapi dengan sengaja, saat Askar akan pergi ke bahtera angkasa untuk beristirahat, suara itu datang.
__ADS_1
"Benar begitu Askar." Ucapan itu dari Kakek loe teu yiu.
Askar pun berbalik dan menujukan senyuman rumit, sejak awal Kakek loe teu yiu menyadari akan kehadirannya dari tempat Askar berdiri.
Tanpa ragu Askar pun mendekat, Su yiu dengan tegas menatap tajam kepadanya, cukup canggung untuk berbicara karena dirasakan niat membunuh dari gadis cantik itu.
"Jadi bagiamana aku harus menjawabnya ?." Ucap Askar menyambung kembali pertanyaan dari kakek loe teu yiu.
"Tentu kau sudah tahu, jika su yiu ingin membuktikan apakah kau pantas atau tidak." Sang penguasa pedang pun menujukan senyum penuh makna.
Askar tahu kekuatan Su yiu adalah seorang lord alam kaisar tahap menengah, dan Askar lord alam guru tahap menengah.
Seharusnya itu cukup untuk mengalahkan Su yiu dan membuktikan kemampuan, tapi sejak dulu Askar tidak pernah menyukai perkelahian dengan seorang wanita.
"Bisa kita lakukan dengan cara sederhana, aku masih lelah karena menyelam didalam magma kemarin." Askar mencari alasan.
"Dengan kekuatanmu sekarang, harusnya dalam satu hari semua energi yang terkuras didalam pertarungan kemarin sudah pulih."
"Ya soal itu." Askar ragu untuk menjawab.
Hanya saja Askar bisa melihat jika Su yiu menginginkan sebuah pertarungan, walau lawannya adalah sosok yang memiliki kekuatan satu tingkat lebih tinggi, tatapan mata itu tidak gentar sedikit pun.
"Baiklah kalau begitu." Dengan terpaksa Askar menerima keinginan kakek Loe Teu Yiu.
"Tapi ingat Askar, jangan gunakan kekuatan dewa Asyura, apa pun yang terjadi."
Loe Teu Yiu yang memang tahu akan kekuatan didalam tubuh Askar, dan Askar pun sadar, untuk apa dia menggunakan pembukaan gerbang skill pemangsa demi melawan su yiu.
"Aku mengerti kakek, itu cukup berlebihan jika harus digunakan melawan Su yiu."
"Hanya saja, kau tidak boleh meremehkan lawan, karena siapa tahu, lawanmu bisa memutar balik keadaan." Tersirat sebuah makna dari ucapan kakek Yiu.
__ADS_1
Askar tidak tahu kekuatan seperti apa yang di miliki su yiu, dia harus berhati-hati karena, gadis ini adalah pembawa takdir Dewi kematian, Lutos.