PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2

PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2
bersinkronasi


__ADS_3

Suara Ke'su terdengar jelas dari balik pintu... "Dewi Asy apa kau baik-baik saja."


"Ya.. tentu ... Jangan khawatir." Gugup dan tidak bisa mengendalikan diri Asy hanya menjawab seadanya.


Tentu suara Ke'su membuat Asy bingung, Askar tidak menujukan niat untuk berhenti mempermainkan tubuhnya dengan sentuhan-sentuhan lembut di setiap aset pribadi.


Secara ... Tubuh Asy yang baru adalah seorang per*awan, dia sangat sensitif terhadap permainan jari jemari Askar hingga membuat dirinya tidak terkendali.


"Tapi Dewi, aku merasa jika aliran energi anda sangat tidak stabil, aku ingin memastikan kalau lelaki itu tidak berbuat yang tidak-tidak." Balas Ke'su dan pintu pun perlahan terbuka.


"Jangan dibuka." Suara Asy mengalir sebuah energi.


Seketika tubuh Ke'su tidak mampu untuk meneruskan untuk membuka pintu, itu karena Asy menggunakan perintah darah mutlak yang tidak bisa Ke'su bantah.


"Dewi, biarkan aku masuk, aku hanya ingin melihat keadaan anda." Ke'su mencoba memberontak.


"Jika kau berani mematahkan perintah dari ku, aku akan menyuruhmu pulang kembali ke alam semesta api mulia." Berkata Asy dengan ancaman.


Ke'su tidak berani lagi melawan perintah darah yang menahan gerakannya, terlebih lagi tujuan utama sebagai penjaga Asy akan kena pecat.


"Tapi..."


"Tidak ada kata tapi, cepat kau pergi dan jangan buka pintu tanpa perintah dariku." Tegas ucapan Asy kepada Ke'su.


"Baiklah Dewi Asy, jika terjadi sesuatu segera panggil aku." Balas Ke'su yang kembali menutup pintu.


Asy yang berusaha sekuat tenaga untuk menahan suara mendesah dari mulutnya hingga berkeringat, kini lepas landas bersama aliran basah tempat tangan Askar menyentuh.


"Aku kira kau tidak menginginkan apa pun dari semua ini." Terlihat jelas Askar menujukan sebuah senyum untuk menggoda Asy.


"Apa kau tidak bisa berhenti dulu, aku tidak ingin orang lain mendengar suara desahanku yang aneh." Gumam Asy sedikit kesal.


"Itu tidaklah aneh, bagiku itu terdengar sangat merdu." Tapi Askar dengan jelas merayu Asy dengan sebuah senyuman.

__ADS_1


Dengan semua pakaian yang terlepas dari tubuh Asy, semua lekuk tubuh penuh keindahan kulit putih sedikit sawo kuning tentu menujukan pesona seorang wanita eksotis.


Perlahan namun pasti, tangan Askar bergerak membelai lembut lekuk tubuh penuh keringat karena hasrat memuncak dari dalam tubuh Asy.


Dari belakang, satu tangan Askar tidak berhenti mempermainkan bagian bawah dan satu tangan lainnya memainkan daging empuk yang bergoyang-goyang mengikuti gerakan tangan.


Askar benar-benar membuat seorang Dewi pujaan klan Phoenix tidak berdaya, dia tidak sedikit pun melawan dominasi Askar untuk menjelajahi setiap lekuk tubuhnya.


Kulit saling bersentuhan, dirasakan energi panas muncul dari dalam tubuh Asy, bahkan kepulan aura panas membuat warna putih sedikit kuning Asy menjadi merah merona.


"Askar... Aku tidak kuat lagi." Untuk ke dua kalinya tubuh Asy menegang dan menjepit Askar dalam pelukan kuat.


"Aku belum memulai permainan utama, tapi kau sudah dua kali keluar." Bisik Askar yang juga menggigit daun telinga Asy.


"Diam kau." Jelas sekali wajah merah merona Asy malu-malu untuk membalas tatapan mata dari Askar.


Wajah yang saling mendekat, Askar kecup bibir Asy dan sedikit gigitan lembut, beranjak turun menuju leher, dan pundak, semakin turun, semakin Asy menikmati waktu, semakin basah pula apa yang dimiliki ketika Askar memanjakan dirinya dengan lembut.


"Baiklah kita mulai." Ditunjukan sebuah senyuman penuh makna kepada Asy.


"Ada apa Asy ?, Apa kau menjadi ragu ?." Askar bertanya karena melihat Asy yang malu-malu.


"Tidak bukan itu, tapi tubuhku masih suci, jangan gunakan pembesaran alat vit*al yang kau miliki, aku tidak akan mampu menahannya." Asy tahu saat dia berada dalam tubuh Sina.


"Tenang saja, kali ini aku tidak akan melakukan itu." Berkata Askar untuk meyakinkan Asy.


Asy percaya apa yang dia katakan, dimana dia tidak lagi menghentikan tindakan Askar ketika tubuhnya ditarik paksa dalam pelukan.


Tanpa melawan Asy dibawa duduk ke atas kursi, dan sesuatu yang sudah berdiri tegak tanpa lawan, cukup membuat mata Asy terbuka lebar.


Biar pun tidak menggunakan energi iblis untuk menambah besar ukuran, tapi Asy pun bisa tahu jika ukuran senjata Askar lebih dari perkiran.


Tapi dia tidak bisa lagi mundur, karena secara kuat tangan Askar memaksa untuk Asy mengikuti keinginannya, dan perlahan, sedikit demi sedikit ujung senjata pun mulai ditelan.

__ADS_1


"Askar tunggu sebentar, aku tidak kuat." Ucap Asy dengan suara lirih.


Ini cukup wajar karena tubuh Asy yang baru masih belum tersentuh oleh Askar, sehingga semua masih rapat dan sempit, itu cukup menyakitkan jika Askar paksa masuk.


Melihat bagaimana Asy menahan rasa sakit yang membuat selang*kangan kram, nafas naik turun dan keringat bercucuran membasahi kulit.


Dalam beberapa nafas Asy sudah mengendalikan diri dari rasa sakit karena pertama kali dia melakukan ini bersama Askar di tubuh baru.


"Aku akan memasukkannya lebih dalam lagi." Ucap Askar sembari berbisik.


Asy pun mengangguk perlahan, dia menggigit bibir ketika sedikit demi sedikit mulai ditelan habis oleh lubang di tubuh Asy.


Darah yang membasahi senjata, dan rasa panas menyelimuti lubang tubuh Asy seperti ingin memanggang burung dalam oven.


"Jika aku tidak memiliki ketahanan dari api, aku yakin burungku sudah matang." Ucap Askar yang tersenyum lemas.


"Ini memang terjadi pada tubuh para Phoenix, bagi mereka yang tidak mampu bertahan terhadap kekuatan api tentu akan menjadi masalah." Balas Asy dengan penjelasannya.


"Untungnya aku mampu bertahan."


Askar dan Asy melanjutkan ke langkah berikutnya, dimana berawal dari satu gerakan naik, tubuh Asy semakin tegang dan semakin keras menjepit senjata Askar dengan kuat.


Dirasakan seluruh tubuh tersengat aliran listrik yang membuat dirinya lemas, tapi Askar secara langsung mendorong kembali tubuh Asy untuk turun.


Hanya dua gerakan itu, semakin banyak keringat bercucuran, terlebih untuk bagian bawah yang tumpah-tumpah menetes deras membasahi lantai.


Askar sekarang tidak perduli dan terus membawa tubuh Asy naik turun berulang kali, sekuat tenaga sang Dewi Phoenix menahan desahan yang takut untuk di dengarkan oleh orang lain.


Daging bergoyang-goyang, Askar tidak lepas cengkraman di pinggang Asy yang langsing, kulit halus dibelai lembut dan jelas ekspresi kenikmatan di wajah Asy sudah tidak bisa tergambarkan.


Dan saat kesekian kali Asy mencapai puncak kenikmatan, aliran energi teknik meditasi gabungan jiwa dilakukan oleh Askar.


Dimana saat itu juga seluruh energi dalam tubuh Asy di serap habis dalam sekejap dan melakukan sinkronisasi untuk menggabungkan dua energi.

__ADS_1


(Note : seperti biasa hari Minggu kita tidak up ya kakak, nanti hari Senin akan kita up tiga chapter, jadi mohon maaf.)


__ADS_2