
Apa yang Askar lakukan, menjadi perhatian bagi semua murid disekitarnya, mereka menganggap dia bodoh memang tidaklah salah.
Karena siapa mau mengajukan tantangan kepada dua orang yang sudah dipastikan menjadi juara.
Tapi komentar para tetangga itu sudah menjadi hal biasa, bahkan jika tidak ada orang mencemooh dirinya mungkin Askar akan kesepian, galau dan meratapi nasib.
Askar pribadi menyukai suatu momen dimana saat orang lain menganggapnya bukan siapa-siapa, namun ketika mereka tahu kemampuan Askar, dan hancur berantakan saat tahu bahwa anggapannya menjadi kesalahan.
Para penonton berteriak-teriak tidak jelas, entah karena tindakan Askar, atau pun pelampiasan masalah pribadi yang mereka miliki.
Tapi saat ini, dengan satu langkah awal untuk memulai pertandingan, dari ke dua wanita memang dipastikan oleh Askar akan mencapai langkah ke 900 ke atas.
Sebuah bakat yang di hitung oleh pilar batu memang di lihat secara langsung melalui tubuh dan potensi untuk mereka capai, tapi ada beberapa faktor dimana itu bisa berubah.
Antara menjadi lebih tinggi atau pun semakin rendah, yaitu kerja keras. Saat pilar batu menyatakan satu orang memiliki bakat untuk sampai di langkah 900, maka kerja keras adalah satu poin tambahan. Dan itu mampu mengubah segalanya.
Setiap anak tangga yang mereka berempat pijak, akan semakin kuat tekanan energi di langkah selanjutnya. Untuk langkah awal hingga lima ratus, menjadi batas apakah mereka layak untuk menjadi ahli beladiri atau tidak.
Lima ratus langkah menuju puncak adalah penentuan yang menujukan seberapa tinggi pencapaian setiap orang dalam hidupnya.
"Askar jangan salahkan aku jika nanti kau kehilangan seribu koin kristal berharga milikmu, dan memintamu bersujud meminta maaf kepada Resra." Terlihat begitu bersemangat Resya jika soal koin.
"Jangan khawatirkan itu, aku bukan orang yang mengingkari janji, seribu koin bukan hal penting, bisa menjadikanmu pelayanku, dan menikmati yang enak-enak, lima ribu koin pun itu harga murah." Balas Askar yang terlihat santai untuk menanggapi perkataan Resya.
"Cih, harusnya aku naikkan harga taruhan ini tadi." Kata Resya dengan kesal sendiri.
"Penawaran tidak bisa di ubah." Sindir Askar.
Perjalanan tidak terasa berat, ya semua ini belum muncul sensasi tekanan yang diterima oleh tubuh, sehingga dipastikan sampai ke langkah lima ratus tidak ada yang berubah.
"Aku penasaran dari mana kau mendapatkan koin kristal sebanyak itu." Pertanyaan lain pun datang.
__ADS_1
"Ini rahasia perusahaan, yang jelas aku tidak melakukan cara curang atau pun pemalsuan." Berkata Askar dengan membaca isi pikiran Resya.
Walau kenyataannya dua juta koin kristal milik Askar adalah pemberian dari Davendra, sedangkan Davendra sendiri yang menipu Varjo de hores, ayah mereka sendiri karena menjual replika pedang dewa pemangsa kematian.
Yang curang Davendra, bukan Askar, walau mereka adalah satu orang, tapi berbeda cerita, jadi ucapan Askar tidaklah salah.
"Terserah kau saja, yang jelas aku akan mengalahkan mu dan membuatmu bersujud di hadapan Resra." Sekali lagi Resya menegaskan secara langsung.
"Bagiamana dengan tujuanmu mendapat seribu koin."
"Itu adalah hadiah bonus dari tujuan awal ku untuk membalas sakit hati Resra." Satunya tanpa ragu.
Karlina melihat Askar yang berjalan dibelakang, lelaki itu cukup santai untuk menyediakan seribu koin kristal, dan mungkin akan kehilangan semuanya.
Dia mengobrol dengan Resya seakan kejadian besar hari ini, tidak berarti apa pun, apa yang menjadi rasa percaya diri Askar itulah, membuat Karlina penasaran.
"Askar...?." Panggil Karlina.
"Ah ya hadir." Jawab Askar yang mendekat kepada Karlina.
"Jika kau memiliki banyak koin kristal di sakumu, kenapa kau rela kehilangan semua itu demi satu tindakan bodoh ini." Berkata Karlina seperti apa yang dia pikirkan.
"Kenapa kau anggap ini bodoh ?."
"Tentu saja, jika kau adalah aku, aku lebih memilih bersujud meminta maaf, dan menyimpan semua uang itu untuk hidup lebih baik." Jawab Karlina dengan alasan tepat.
Cara berpikir Karlina tidaklah salah, yang salah adalah keuangannya. Karena dia tidak tahu jika askar memiliki lebih, dan biar pun membuang seribu koin, itu bukan hal penting.
"Maka biar aku jelaskan." Ucap Askar.
"Hmmmm."
__ADS_1
"Apa kau memiliki keluarga ?."
"Ya, hanya adik-adik ku yang berharga." Jawabnya.
"Jika aku boleh tahu, jika mereka berharga, apa adik-adik mu dijual ?."
"Jangan berkata macam-macam Askar, mereka tidak akan aku jual walau ada yang memberikan kekayaan sebanyak apa pun." Ditunjukan kemarahan kepada Askar karena asal saja dia berbicara.
"Karena itu, aku menganggap kecantikan wanita itu berharga, seribu koin tidaklah penting, selama aku memiliki kau, Resya atau pun Su Yiu, dan menikmati yang enak-enak bersama kalian." Jawab Askar dengan jelas.
Karlina tidak menyangka dengan cara berpikir Askar, tapi dia merasa cukup paham, dimana sudah banyak wanita yang menjadi selir atau pun sekedar teman tidur demi mendapatkan harta.
Memang tidak menyenangkan ketika semua dinilai dengan materi, tapi itulah kenyataan yang harus dihadapi oleh siapa pun.
Terlebih kebutuhan hidup yang harus Karlina tanggung tidaklah sedikit, dia memiliki tiga orang adik dan hanya dirinya sendiri, orang untuk mengurus mereka.
Kini Askar melihat ke arah su yiu, tanpa perlu dia bertanya apa pun, wanita satu ini sangat fokus untuk menapaki setiap anak tangga demi sekantung koin kristal.
"Ayam bakar madu, ikan kukus, roti isi, daging panggang...." Masih banyak yang su yiu gumamkan sendiri.
Askar merasa paham isi pikiran Su yiu hingga rela melakukan taruhan dengannya walau sebenarnya itu tidak perlu, sebab Askar sudah berjanji untuk menjaga su yiu.
Alasannya sangat sederhana, su yiu ingin menggunakan semua itu untuk memuaskan diri, demi menikmati makanan yang tidak pernah dia cicipi.
Karena terlalu lama dia hidup di alam semesta pedang tanpa tanding, tidak ada hal baru, tapi ketika pertama kali su yiu menikmati makanan dari alam semesta lain, kini dirinya memiliki tujuan.
Langkah semua orang sudah melewati batas 500 anak tangga, dan mulai dari sini, telapak kaki mereka merasakan sebuah sengatan.
Ini adalah efek langsung yang dirasakan oleh tubuh setiap orang, dimana akan semakin kuat di hingga mencapai puncak.
Sedangkan batas separuh perjalanan di menara semesta adalah titik awal untuk menujukan bakat seseorang, jika potensi dalam tubuh sedang di uji.
__ADS_1
Akankah mereka terus berjalan atau dihentikan oleh tekanan energi yang menolak kemampuan tanpa potensi melampaui batas.
Karlina, su yiu atau pun Resya, mereka bertiga cukup yakin jika dengan kerja keras selama ini akan menujukan hasil dan mendapat kemenangan dari Askar.