
Su yiu berdiri diam dalam tatapan tajam melihat serangan kuat berwujud tangan energi yang datang.
Semua orang merasa was-was, termasuk Gorongo, dan guru besar lain, kecuali Askar, dia sendiri sudah bisa menebak apa yang akan terjadi.
Aliran energi abnormal muncul dari dalam tubuh Su yiu, seketika itu, tangan bayangan retak dan lenyap sebelum menyentuh tubuhnya.
Tidak ada yang bisa memahami tentang tindakan Su Yiu, semua percaya jika gadis itu akan jatuh ketika menerima kenyataan, bahwa lawan jauh lebih kuat.
"Apa ?, Apa yang terjadi ?." Ucap Gorongo bingung.
"Tuan Gorongo, harusnya anda melihatnya, jika serangan orang itu tidak berpengaruh kepada Su yiu." Askar tidak berniat menjelaskan lebih terperinci.
"Memang aku melihatnya, tapi kenapa bisa seperti itu." Bagaimana juga Gorongo baru pertama kali melihat kemampuan su yiu.
"Aku juga tidak tahu, tapi alasan tuan Loe Teu Yiu membawa Su Yiu karena dia memiliki kekuatan ini." Askar memberi alasan lain.
Kekuatan dewa kematian Lutos, tidak boleh diketahui orang lain, jika sampai terjadi, maka akan ada banyak niat jahat yang menginginkan su yiu sebagai target.
Tidak hanya itu, guru besar Quo Li dari perguruan teratai hitam yang sebelumnya meremehkan su yiu, kini membuka mata lebar-lebar.
Seakan tidak percaya dengan apa yang dia lihat, tapi kenyataannya, Su Yiu masih berdiri tanpa luka sedikit pun.
Dan satu rasa terkejut itu, memberi kesempatan bagi Su yiu menyerang, tidak ada persiapan, saat gerakan kakinya membawa kecepatan tinggi.
Ayunan pedang tipis itu, melayang jatuh ke kepala lawan, berhenti tepat sebelum tebasan melekat di kulit, jika tidak nyawa sudah lepas dari tubuh.
"Berhenti, Su yiu menang, perguruan teratai hitam kalah." Suara hakim pertandingan pun menyatakan kekalahan lawan.
Biar pun Su yiu masih terbilang kalah dalam tingkat kekuatan, tapi di tujukan kepada semua orang, bahwa dirinya bukan wanita biasa, dia mengalahkan lawan yang jauh diatasnya.
"Wanita ini kuat, terlalu kuat."
"Jika dia berniat menebas kepala lelaki itu, nyawanya sudah lunas."
"Kini aku tahu, kenapa Askar menyerahkan pertandingan kepada Su yiu."
__ADS_1
Setiap orang yang awalnya merasa kasihan kepada Su yiu, sekarang menujukan senyum lemas, mereka tidak bisa membantahnya, jika anggapan mereka salah.
Di sisi lain, payou tersenyum penuh semangat, biar pun tujuan utama adalah melawan Askar, tapi siapa sangka, sosok wanita satu ini, jauh diatas harapannya.
Dirinya sudah siap melangkah menuju atas arena, tapi sebuah tangan menghentikan, dia adalah Jariko, tuannya sendiri yang tidak mengijinkan payou bertarung melawan Su Yiu.
"Ada apa tuan ?." Payou bingung atas sikap Jariko.
"Ini bukan waktumu untuk bertarung, biar aku sendiri yang melawannya." Jawab Jariko untuk satu alasan kepada Su Yiu.
"Baik tuan." Payou tidak bisa membantah perintah tuannya.
Walau dia menantikan pertarungan melawan Askar, tapi dia menolak, hanya dengan mengalahkan Su yiu, maka Askar akan mau datang untuk bertarung.
Tapi ketika tuannya menujukan minat untuk bertarung, maka dia pun mengurungkan niat yang sudah menggebu-gebu.
"Tuan berhati-hatilah, jika dalam pertarungan pedang anda mungkin bisa menang, tapi kekuatan abnormal dari wanita ini, sangat kuat." Payou memberi peringatan.
"Aku tahu itu."
Jariko melompat tinggi menuju atas arena, dimana Su Yiu yang baru berniat untuk turun sudah di hadang olehnya.
"Kenapa kau berdiri menghadangku, aku tidak sedang membawa makanan." Asal saja Su Yiu mengartikan niat Jariko.
"Nona aku tidak tertarik dengan makanan, aku lebih tertarik denganmu."
"Maaf tapi aku tidak." Langsung saja su yiu menolak.
Lengkungan senyum di wajah Jariko seketika turun beberapa derajat, dia merasa tersinggung atas ucapan Su yiu.
Ini pertama kali dalam hidupnya, ada seseorang yang menolak ajakan Jariko, sebagai pangeran kerajaan beladiri, semua wanita selalu berebut posisi untuk mendapat perhatian.
Tapi sikap Su yiu jelas berbeda dari kebanyakan wanita, dan itulah yang membuat Jariko tertarik, walau pun tidak dia mendapat balasan positif.
"Kalau begitu nona Su Yiu, boleh aku bertarung dengan anda." Ucap Jariko dengan sopan.
__ADS_1
"Giliran ku sudah selesai, lawan saja orang lain jika kau bernafsu untuk bertarung." Balas Su yiu dengan sengit.
"Ini tidak sama nona Su yiu, karena aku sangat tertarik untuk mengenalmu lebih dekat, jadi aku ingin melawan anda." Jariko masih dengan sikap sopan membalas perkataan Su yiu.
"Sudah aku katakan aku tidak tertarik mengenalmu." Tapi tidak berubah pendiriannya.
Tegas jawaban Su Yiu untuk kesekian kali menolak permintaan Jariko, biar begitu, tidak ada niat lelaki ini menyingkir.
"Baiklah bagaimana dengan ini, mari kita bertarung, jika nona Su yiu bisa mengalahkan ku, aku akan berikan apa pun yang kau minta, tapi jika nona kalah, aku ingin bisa makan malam bersama dengan anda." Itu yang Jariko inginkan dari Su yiu.
Alis su yiu terangkat, dimana dia terpikirkan satu hal, ya taruhan ini bisa membuat dirinya tertarik untuk makanan, hanya itu.
Biar pun kalah su yiu tetap mendapatkan satu hal yang memang menjadi keinginannya, tidak lebih.
"Askar bagaimana ?." Bertanya su yiu kepada Askar.
Secara langsung Jariko terpikir, jika ketergantungan su yiu kepada Askar terasa aneh, dimana ini lebih dari sekedar seorang teman.
Hingga Askar melompat datang ke atas arena untuk membantu su yiu menentukan pilihan yang diajukan oleh Jariko.
Bagaimana pun, Su yiu kurang ahli dalam berunding, jika dia hanya mengikuti keinginan, maka tidak ada alasan untuknya menolak.
Tapi Askar jelas memiliki tanggung jawab untuk menjaga su yiu seperti yang dikatakan oleh Loe Teu Yiu.
Sejenak Askar berbisik, dia membicarakan hal lain yang tentunya dimengerti oleh wanita ini dengan mudah, dan saat mendapat keputusan, Askar melihat Jariko.
"Tuan Jariko, bagaimana jika kita ganti taruhannya, jika su yiu menang, kau berikan Seribu koin kristal kepadanya, dan jika kalah, akan seperti yang kau inginkan." Askar mencoba mewakili su yiu dalam berunding.
"Itu bisa aku terima." Dengan mudah Jariko menerima permintaan Askar.
Sekilas isi pikiran Jariko menujukan satu hal lain yang dia tidak bisa mengerti tentang Askar dan Su yiu.
"Ngomong-ngomong, apa hubungan kalian berdua." Ucap kembali Jariko.
"Kami ?, Hmmm bisa aku katakan, jika su yiu adalah tunangan ku." Sangat jelas Askar mengatakannya.
__ADS_1
Lengkungan senyum Jariko, semakin turun, kini tidak terlihat wajahnya bahagia, karena pernyataan dari Askar itu, bahkan sepintas dirasakan aura marah muncul kemudian lenyap.
Dia tidak terpikir, jika wanita yang membuatnya tertarik adalah milik orang, tentu Askar menjadi perbandingan, bahwa dirinya masih lebih baik dari pada lelaki seperti Askar.