PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2

PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2
terdengar meragukan


__ADS_3

Di ujung selatan kota kerajaan dari alam semesta kerajaan beladiri, terdapat sebuah lembah besar yang luasnya hampir sama dengan wilayah kota.


Tempat itu di sebut sebagai 'green hell valley' lembah neraka hijau, tentu nama itu tidaklah sederhana, karena terbentang 35.067 km² lembah luas berisi pohon-pohon besar dan penuh binatang iblis setara tingkat lord alam guru ke atas.


Bahkan ada empat monster yang jauh lebih kuat lagi, sebagai pemegang wilayah kekuatan dari empat arah hutan lembah neraka hijau.


Lembah ini sendiri sudah ada sebelum alam semesta kerajaan beladiri berdiri, wilayah khusus tanpa berani Varjo de hores mengusik kekuasaan para monster penguasa.


Tapi sekarang ada seribu tiga ratus dua belas peserta yang telah terseleksi, mereka menunggu instruksi dari seorang pengawas sebelum memulai seleksi tahap ketiga dalam turnamen.


"Selama empat belas hari, kalian semua akan di tempatkan dalam setiap wilayah lembah, cari dua ratus pedang yang kami sebarkan di seluruh tempat ini, entah bagaimana cara kalian bertahan hidup, tapi disini kami tidak akan memberi bantuan apa pun."


Sebuah resiko besar karena memang hanya mereka-mereka yang memiliki kekuatan diatas lord alam setengah saint ke atas mampu bertahan melawan para monster di dalam sana.


Askar dengan Karlina dan Su yiu tentu sudah mengambil rencana untuk menyelesaikan seleksi kali ini dengan berkerja sama, terlebih Askar tidak ingin jika mereka berdua mengalami masalah.


Tapi tidak untuk Fei sui sue, Askar sedikit menjauh dari wanita satu ini karena kejadian yang dia lakukan beberapa hari lalu.


Memang benar Askar mendapatkan keuntungan dari kegiatan bersama Fei sui sue, begitu juga untuk dirinya, tapi cara yang Wanita itu lakukan tidak membuat Askar senang.


Bahkan terlihat lemas wajah cantik dari Fei sui sue yang menyesal karena jelas Askar tidak ingin mendekat kepadanya.


"Saudari Fei sui sue bagaimana jika kau ikut dengan kami." Bertanya Karlina yang masih menganggapnya sebagai teman satu padepokan beladiri pedang semesta.


"Aku tidak....." Lirih Fei sui sue menjawab dan berhenti ketika melihat Askar yang tidak perduli atas jawabannya.


"Ada apa dengan anda saudari Fei, kau terlihat tidak sehat." Ucap Karlina merasa khawatir atas sikap yang ditunjukan oleh Fei sui sue.


"Aku baik-baik saja, hanya aku tidak merasa nyaman jika harus menganggu kalian bertiga." Fei sui sue pun mencari alasan dan tidak memiliki niat untuk tetap berada di sekitar mereka.


Segera tangan Karlina menahan Fei sui sue untuk pergi, hubungan yang terjalin tidak satu atau dua tahun, menjadikan Karlina menganggap wanita ini lebih dari sekedar teman.

__ADS_1


Walau Fei sui sue cukup vulgar dalam berbicara dan sesekali mencari-cari kesempatan untuk bermacam hal, tapi Karlina jelas tidak ingin Fei sui sue tidak nyaman.


"Kenapa kau bicara seperti itu, kita sama-sama dari satu padepokan, saling membantu tentu bukan masalah." Ucap Karlina sembari menarik tubuh Fei sui sue.


"Tapi bagaimana dengan Askar." Ucap Fei sui sue yang mengalihkan pandangannya dari arah Askar.


Karlina merasa ada yang tidak beres antara Askar dan Fei sui sue, karena dari awal mereka berdua cukuplah akrab, bahkan saling bercanda satu sama lain.


Dan sekarang hubungan keduanya sangatlah renggang, untuk beberapa hari ini saja, tidak satu kali pun mereka saling bertukar sapa.


"Askar bagaimana." Bertanya Karlina kepada Askar.


"Aku tidak masalah jika kau ingin mengajak nona Fei." Balas Askar dengan sikap biasa saja.


Meski begitu memang jelas dilihat untuk sikap Askar tidak menujukan permusuhan, tapi tetap saja ada sesuatu yang mengganjal diantara mereka.


Waktu sudah berada di tengah hari, para peserta pun sudah beranjak turun ke bawah lembah, mereka semua terlihat begitu percaya diri dan bersemangat dalam seleksi tahap ketiga.


Dengan ketiga wanita bersamanya dalam satu kelompok, Askar mengambil rute wilayah selatan, yang menurut informasi dari Re menggunakan zona persepsi, terdapat lebih sedikit binatang iblis berkeliaran.


Terlebih lagi, hanya sedikit orang-orang yang mengambil tempat paling ujung dari lembah neraka hijau ini.


"Askar kau yakin kita harus pergi kemari." Bertanya dengan sedikit waspada ke segala arah.


"Apa kau meragukanku Lina." Ucap Askar yang berani bertaruh untuk tindakannya.


"Tidak juga, tapi akan jadi masalah jika sampai kita menghadapi monster binatang iblis tingkat tinggi."


Biar pun begitu, Karlina tentu percaya untuk menyerahkan segala sesuatunya kepada Askar, dimana tidak mungkin Askar membawa mereka kedalam bahaya.


"Percayakan saja padaku, aku tidak pernah membawa orang-orang ke tempat yang salah." Jawab Askar.

__ADS_1


"Padahal kau sendiri adalah orang yang sesat." Sindir Karlina cukup paham atas isi pikiran lelaki satu ini.


"Memang kau anggap aku apa."


Berada di dasar lembah ujung selatan, sebuah tempat yang menjadi rawa, pohon-pohon bakau tinggi menjulang ratusan meter dan tiga kelebat bayangan lewat dalam kecepatan tinggi.


Meski tempat ini adalah lokasi paling strategis yang di lihat oleh zona persepsi, tapi tetap beberapa monster masih ada di sekitar mereka.


"Askar kau mengatakan jika tempat ini cukup aman." Karlina sedikit menggerutu karena tahu bahwa sudah ada monster yang mengawasi, tepat setelah mereka datang.


"Ya harusnya kau tahu, tempat ini adalah sarang para monster, tentu mereka ada di sekitar kita, jika yang kita temui adalah calo tiket, maka kita ada di terminal." Jawab Askar seakan bukan masalah untuk mengatasi makhluk-makhluk yang bersembunyi.


"Apa itu terminal." Balik Karlina bertanya.


"Jangan anggap serius, itu hanya sekedar kiasan."


"Baiklah."


Bersiap dengan sebilah pedang ditangan, Askar melihat dimana sosok bayangan itu bersembunyi, dan tanpa perlu menunggu tiga sosok yang datang mulai menyerang, Askar segera saja melempar pedang di tangannya.


Ketiga binatang iblis itu keluar, mereka adalah sosok makhluk hitam dengan dua tangan runcing seperti sabit, bisa dianggap bahwa mereka seperti belalang sembah, tapi berdiri dengan dua kaki.


Pergerakan cepat dan akurat, sayatan tangan sabit itu datang, mereka semua segera menghindar, tapi dilihat arah serangan belalang sembah berakhir, dengan mudah memotong batang pohon yang berdiri tegak dan kokoh.


"Bukankah itu sangat berbahaya." Karlina jelas tidak bisa membayangkan bagaimana jika serangan belalang sembah mengenai tubuh mereka.


"Kalau begitu usahakan agar leher kita tetap aman." Jawab Askar memberi penjelasan.


"Itu tidak menutup kemungkinan untuk kita terbunuh Askar."


"Selama aku ada disini aku pastikan kalian berdua selamat."

__ADS_1


"Bagaimana dengan saudari Fei." Karlina mengikut sertakan Fei sui sue yang sejak awal Askar tidak perhatikan.


"Aku lupa jika dia juga ada disini, kalau begitu aku akan usahakan." Seakan tidak perduli Askar hanya memberi sedikit jawaban, itu pun terdengar meragukan.


__ADS_2