
Sampai di pertandingan ini, tidak ada yang mengetahui jenis kekuatan dari Payou, hanya sebuah pertarungan beladiri senjata tanpa ada efek skill dia gunakan.
Selain itu dia mampu bertarung melawan empat orang dalam satu waktu berurutan tanpa istirahat untuk sekedar mengisi perut.
Tapi kali ini Askar membuktikan, bahwa dalam pertarungan senjata, dia mampu memojokkan Payou dengan setiap serangan kuat dari pedang berat yang menggoyahkan kuda-kuda pijakan kakinya.
Askar mengayunkan pedang dalam dua benturan serangan penuh kekuatan energi tingkat tinggi.
Satu benturan pedang Askar, mendorong mundur Payou lima langkah, kemampuan skill penciptaan ruang akselerasi penuh dan pembaca masa depan, menjadi keuntungan tersendiri untuk menghindar dari serangan Payou.
Ini jelas sangat membantu, dimana satu serangan pun tidak ada yang bisa melukai tubuh Askar, ditambah perbedaan tingkat kekuatan yang tidak terlalu besar, menjadikan Askar berada di atas angin.
"Sungguh penilaian ku kepadamu memang benar, mungkin kau bisa membuatku semakin bersemangat dalam pertarungan ini."
"Jika begitu, pikirkan saja untuk melindungi kepalamu, karena aku tidak akan memberi ampun."
"Membunuh itu di larang kau tahu."
"Tidak, aku hanya akan memisahkan kepala dan tubuhmu, karena percuma saja kau memiliki kepala kalau tidak pernah menggunakannya."
"Bukankah itu sama saja."
Askar secara langsung melemparkan pedang berat di tangan ke arah Payou dalam kecepatan tinggi dan dari belakang dirinya berlari mengejar.
Seperti yang di ajarkan oleh sang tuan penguasa pedang Loe Teu Yiu, untuk tidak berfokus dalam ayunan kekuatan lengan.
Dengan melompat ke sisi sebelah kanan dari tubuh Payou, pedang yang bisa dia hindari, diambilnya saat ada di udara.
Hanya perlu membelokan sedikit arah pedang yang di lempar itu, Askar secara mudah mengarahkan kembali untuk menyerang Payou.
Walau begitu, dia bukan lawan yang mudah untuk Askar kalahkan dengan ayunan pedang biasa, satu nilai lebih dengan menggunakan pedang berat.
Efek benturan yang hampir menyamai sebuah gunung jatuh, ditangkis kembali oleh payou, kuda-kuda pijakan sekuat apa pun, dirasakan mampu melemparkan dirinya jatuh.
Kesempatan terbuka, dimana Askar bersiap dengan satu serangan lain yang lebih kuat lagi dari semua ini.
__ADS_1
Skill pemangsa gerbang kelima murka penguasa.
Teknik sepuluh langkah Garuda emas.
Delapan titik serangan yang muncul di setiap bagian tubuh Payou seakan membuat waktu tidak bergerak, Askar hanya perlu mengikuti alur di setiap langkahnya.
Satu tebasan, dua tebasan, tiga, empat, lima kali serangan Askar dalam kecepatan tinggi, tidak bisa dihindari oleh payou.
Belum berhenti sampai disitu, tebasan ke enam mengarah ke satu titik di pangkal paha, dilanjut tebasan ke tujuh dan tebasan ke delapan akan menyelesaikan semua.
Akan tetapi, Askar merasa aneh, dimana semua begitu lancar, tidak ada hambatan, Payou tidak melawan untuk kuncian teknik sepuluh langkah Garuda emas.
Bahkan saat Askar melawan makhluk dari kerajaan gelap sebagai kaki tangan raja iblis Radulu Dooma, dia bisa mematahkan serangan ini, sedangkan Payou yang jauh lebih kuat seakan pasrah saja.
"Dengan begini kau berakhir." Askar siap mengayunkan serangan ke delapan.
"Benarkah begitu." Payou berucap.
Suara dentingan jam terdengar di telinga Askar, dibelakang tubuh Payou, satu buah lingkaran bulat dan garis pembatas, memberikan gambaran seperti sebuah jam.
Dan itu bergerak terbalik dua kali, seakan keajaiban terjadi untuk Payou, dimana serangan ke delapan tidak meruntuhkan tubuhnya.
"Apa kau terkejut dengan apa yang terjadi Askar." Dengan tersenyum Payou menujukan sebuah alasan kenapa dia cukup sombong.
"Harusnya dengan semua serangan itu, kau tidak lagi mampu bergerak." memang begitu yang diketahui oleh Askar
"Dan itu memang benar, tapi sayangnya kemampuan yang aku gunakan sangatlah spesial." Payou memiliki alasannya.
"Bagaimana mungkin." Askar menolak percaya.
"Karena kekuatanku adalah menuliskan kembali segala yang terjadi dalam tubuh, sama seperti sebelum kau melayangkan serangan super cepat itu, aku kembali dalam kondisi semula." Jawab Payou cukup meremehkan Askar tanpa ragu memberi informasi.
"Tidak mungkin, kalau begitu kau..."
"Itu benar, aku mendekati keabadian, ini adalah skill ruang, pengatur kehidupan." Balas Payou secara bangga.
__ADS_1
Askar kini menyadarinya, kenapa dalam pertarungan yang keras dan tidak mungkin mudah bagi siapa pun, Payou bisa melawan empat orang secara terus menerus.
Dia tidak merasa Lelah, dia tidak terluka, dan dia tidak merasakan efek apa pun untuk semua serangan yang telah dia terima. Karena bagi Payou itu tidak pernah terjadi.
Tapi bukan berarti dia tidak kehilangan apa pun, sebab satu kali penggunakan skill luar biasa itu, hampir menyusutkan separuh kekuatan dalam tubuhnya dan hanya berpengaruh kepada dirinya sendiri.
"Kini aku tahu, kenapa kau bisa bertarung melawan banyak orang sekaligus." Ucap Askar atas spekulasinya.
"Sepertinya kau salah Askar." Payou menolak perkataan itu.
"Apa yang salah."
"Aku baru menggunakan skill ini, dan nyatanya semua lawan yang aku hadapi, memang tidak lebih dari sekedar sampah, hanya kau saja yang bisa membuatku melepaskan kekuatanku." Terlintas senyum penuh semangat dari Payou.
"Aku tidak merasa beruntung setelah mendengar perkataanmu." Jawab Askar dengan tersenyum lemas.
Askar tidak menyangka, bahwa dari semua pertarungan Payou, yang membuat dirinya menang, memanglah karena kemampuan bertarungnya di atas rata-rata.
"Bisa kau katakan, bagimana cara mengalahkan mu." Askar bertanya.
"Jika kau mampu membunuhku secara langsung tanpa memberikan aku kesempatan skill ini aktif, atau.... Tunggu kenapa aku harus mengatakannya kepadamu." Berhenti Payou karena baru saja sadar.
"Apa itu salah." Balik Askar bertanya.
"Itu tidak benar, harusnya kau berusaha mencari cara mengalahkan ku, bukan karena aku keceplosan mengatakan kelemahan skill ini." Payou menyadari hal itu.
"Ehh, itu menyusahkan, jika ada yang mudah kenapa harus susah-susah." Jawab Askar tanpa merasa bersalah.
Askar bisa tahu, penggunakan skill yang hampir mendekati keabadian ini, tentu memiliki batas, dan batasannya adalah saat energinya habis.
Walau ada kemungkinan Payou bisa melakukan dengan cara lain, tapi konsekuensi yang akan dia terima jelas tidaklah murah.
Jika bukan karena ini adalah latih tanding antar padepokan beladiri, Askar mungkin berniat membunuh Payou dengan rising dragon road dari teknik naga hitam.
Tanpa ada kekuatan pertahanan yang mumpuni, Payou mustahil menghentikan kekuatan luar biasa dari serangan jarak jauh terkuat milik dewa pemangsa itu.
__ADS_1
Sebuah kematian telak tentu akan dia dapat dan itu sangatlah mudah, hanya saja membunuh dilarang dalam peraturan pertandingan, maka Askar tidak punya pilihan, selain bertarung hingga Payou menyerah.
"Aku tahu ini akan menyusahkan." gumam Askar sendiri.