PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2

PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2
muncul dan menghilang


__ADS_3

Di sudut lain...


Seorang lelaki yang duduk di atas kursi dengan seekor kucing yang ada di pangkuan, menunjukkan senyum penuh makna, ketika dia merasakan kekuatan Dahsyat hadir tidak jauh dari tempat tinggalnya.


Davendra jelas mengetahui jika Askar dan semua orang akan tiba hari ini, tapi dibalik itu semua, Dia pun menyadari akan adanya sebuah kondisi yang memaksa Askar untuk bertarung.


Omen masih mengingat dengan jelas, saat dimana mereka baru memasuki alam semesta awal penciptaan, terlebih dari mata kepalanya sendiri, Askar diserang oleh kakek Loe Teu Yiu.


"Tuan apa Anda tidak mau bertindak karena Pak Tua itu menyerang Askar." Bertanya Omen selagi memperhatikan arah dimana kepulan asap terbentuk.


"Itu tidak perlu, karena hari ini Ini adalah sebuah penentuan untuk kepantasan Askar di mata kakek Loe Teu Yiu." Balas Davendra yang menjawab pertanyaan Omen.


Omen jelas tidak mengetahui alasan dibalik tindakan kakek Loe Teu Yiu, sebab dirinya harus hilang kesadaran atas pedang roh yang ditusukkan kedalam jiwanya.


"Tapi Bukankah ini terlalu berlebihan, jika Askar salah langkah, makanya nyawa adalah taruhannya." Omen tentu merasa khawatir dengan kondisi Askar.


"Aku ada disini ini masih hidup dan masih sehat, jika melawan kakek Loe Teu Yiu aku tewas, apa mungkin aku bisa membalikkan waktu menuju masa lalu." Berkata Davendra dengan santai.


Semua yang terjadi tentu ada alasannya, dan masa depan pun hadir karena alasan dari masa lalu, Davendra tahu jika Askar akan tetap hidup, tanpa perlu dia bantu atau pun menghentikan pertarungan Loe Teu Yiu.


Bahkan ini mungkin menjadi titik terang untuk kehidupan Askar, jika Davendra mengganggu, itu akan berpengaruh terhadap dirinya di masa depan nanti.


"Baiklah Tuanku, jika memang ini memang harus terjadi, maka aku akan hanya bisa berharap semua akan baik-baik saja." Jawab Omen tanpa bisa menyembunyikan rasa khawatirnya.


Kembali ke pertarungan Askar dan kakek Loe Teu Yiu....


Melihat Bagaimana Kakak Loe Teu Yiu melukai Omen itu membuat Askar hilang kendali dan tanpa ragu menggunakan serangan tingkat tinggi kepadanya.


Satu serangan andalan Askar melepaskan teknik naga hitam secara penuh sebuah kekuatan yang memang tidak lemah.


Hanya saja kekuatan kakek Loe Teu Yiu berada jauh di atas Askar, dan dibalik tebalnya asap sisa-sisa Ledakan dari dahsyatnya lintasan naga, Sang Penguasa pedang berdiri hanya dengan luka lecet karena menerima serangan Aster secara langsung.


Askar merasa yakin dengan kekuatan yang dia gunakan, seorang lord alam setengah saint akan tewas seketika menerima serangan lintasan naga tanpa melakukan perlindungan.

__ADS_1


Tapi bagi seorang lord alam keabadian tertinggi, seperti Loe Teu Yiu itu tidak lebih dari angin sepoi-sepoi yang membawa sedikit rasa geli di tubuhnya.


"Jika dengan serangan lintasan naga tidak berpengaruh apa pun, maka ini sangat gawat." Gumam Askar menunjukan senyum lemas.


Sejak awal Askar memang merasa takut, jika dia menemukan lawan seperti Sang Penguasa pedang, hanya untuk beberapa waktu sebelumnya kakek Loe Teu Yiu menjadi sekutu.


Walau kini pasar tidak tahu apa yang membuat kakek Loe Teu Yiu berbalik melawan Askar, jika itu hanya sekedar salah bicara pastinya dia lebih memilih membicarakannya terlebih dahulu.


"Kakek tolong berhenti, aku tidak ingin bertarung." Berkata Askar yang berusaha membicarakan tentang masalah ini.


"Tidak perlu banyak bicara, angkat pedangmu gunakan seluruh kekuatanmu, dan lawan aku sampai batas kemampuan mu." Itu yang dikatakan oleh kakek Loe Teu Yiu.


"Bahkan jika kakek katakan itu dengan mudah, Aku tidak tahu apa kekuatanku yang sekarang, cukup mampu untuk mengalahkan mu kakek." Lemas Askar memikirkan cara dia melawan sang penguasa pedang.


"Jika memang kau tidak ingin bertarung maka biar aku akhiri di sini." Balas Loe Teu Yiu dengan tangan terangkat.


Sebuah pedang tidak terlihat di tangan mengeluarkan cahaya merah yang menjulang tinggi ke atas langit.


"Aku tidak punya pilihan lain, karena kakek meminta untuk bertarung, maka akan aku lakukan." Tegas jawaban Askar.


Transformasi hukum kegelapan dan cahaya : golden darkness.


Pedang dewa pemangsa kematian.


Skill pemangsa gerbang ke lima : murka penguasa.


Skill penciptaan ruang : akselerasi penuh.


Skill penciptaan ruang : penglihatan masa depan.


Keajaiban hidup : regenerasi tanpa batas.


Keajaiban hidup : malaikat Penghakim.

__ADS_1


Hukum kegelapan : lord of underworld.


Hukum kegelapan : pengrusakan .


Kekuatan yang dipendam dalam tubuh Askar pun dia keluarkan semua, termasuk dua sosok makhluk dari kekuatan keajaiban hidup dan hukum kegelapan.


Peningkatan yang signifikan membuat energi Askar melonjak naik hingga setara seorang lord alam saint suci tahap menengah.


Malaikat Penghakim dan tuan kuburan, dua sosok itu segera saja bergerak, ketika tiang cahaya dari pedang Loe Teu Yiu berayun jatuh.


Dua makhluk itu pun menghadang kekuatan Loe Teu Yiu, hingga benturan tiga kekuatan antara cahaya kegelapan dan pedang dari kakek Loe Teu Yiu saling beradu.


Siapa pun yang menyaksikan akan pertempuran ini, sudah gemetar ketakutan, dimana tiga kekuatan besar mampu membuat seluruh permukaan tanah berguncang, sedangkan wilayah dataran alam semesta awal penciptaan lima kali besar dunia mereka.


Tanpa Askar bertindak menghentikan serangan Loe Teu Yiu, maka seluruh kehidupan di alam awal penciptaan akan musnah seketika.


Seorang lord alam keabadian tertinggi memang bukan makhluk biasa, kekuatan yang satu langkah lagi mencapai tingkat dewa.


Askar tidak menunggu sampai kakek Loe Teu Yiu bergerak menyerang terlebih dahulu dengan satu langkah cepat berayun pedang Dewa pemangsa kematian mengarah ke tubuh.


Tapi bukan namanya sang penguasa pedang, jika kalah hanya karena satu serangan dari anak kemarin sore yang baru menjelajahi alam semesta atas setengah tahun lalu.


Biarpun ingatan Asyura dihitung sebagai pengalaman pribadi, kekuatan Askar masih belum cukup untuk menyamai pengalaman Asyura.


Kakek Loe Teu Yiu menujukan seberapa jauh perbandingan kekuatan antara Askar dan dirinya, pedang dewa pemangsa kematian yang sudah mengeluarkan suara nyaring masih mudah di tangkis.


Kekuatan tidak terlihat ditangan kakek Loe Teu Yiu memang sejenis senjata roh, tapi itu dia ciptakan dengan membentuk energi sebagai wujud pedang.


Berbeda dengan pedang milik safir, karena pedang Loe Teu Yiu hanya sebuah energi yang dia bentuk menyerupai karakternya pedang roh.


Tapi sang penguasa pedang tentu memiliki senjata utama yang masih dia simpan. Biar pun begitu, senjata Loe Teu Yiu sangat sulit untuk Askar hadapi, pedang itu bisa muncul dan menghilang seperti keinginan pemiliknya,


Dimana kecepatan tinggi yang bergerak mengarah ke leher Askar, hampir tidak bisa dia lihat, bahkan dengan penglihatan masa depan dan akselerasi penuh.

__ADS_1


__ADS_2