
Taurus melompat tinggi, ayunan gada datang dari atas dan berniat menghantam langsung ke tubuh Davendra.
Jelas sekali bahwa gada besar ditangan Taurus bukan senjata sembarangan, itu adalah senjata kelas lord original, dimana sama artinya berasal dari zaman kuno.
Alam semesta samudera bintang memang memiliki kekayaan yang luar biasa besar, segala hal dengan tujuan memperkuat pasukan mereka, sangat diutamakan, terlebih bagi ketua rasi bintang.
Hanya saja, Taurus salah memilih lawan, karena dia adalah dewa penciptaan dan makhluk yang sudah melampaui batas keabadian tertinggi.
Davendra menciptakan sebilah pedang besar yang siap melawan balik gada dari Taurus, dan dua benturan serangan mereka mengguncang seluruh wilayah yang ada di sekitar.
Tanah-tanah retak dan terlempar ke angkasa, tidak ada rasa terkejut bagi Davendra, karena Taurus tidak lebih dari bocah ingusan kemarin sore.
Walau bicara soal bakat, di usia sepuluh ribu tahun dia mampu mencapai lord alam saint suci tahap akhir menujukan bahwa kemampuannya sangatlah tinggi.
Dengan satu gerakan, Davendra melempar tubuh besar Taurus tanpa mampu bertahan, dia berguling jatuh dan membentur tebing hingga runtuh.
Tapi serangan itu masih belum cukup untuk membuat lelaki satu ini menyerah, dia kembali bangkit dan semakin terlihat serius.
Aliran energi dalam tubuh Taurus menjadi berbeda, semakin kuat dan semakin ganas, bisa Davendra rasakan jika kekuatan itu masih bisa bertambah kuat lagi.
Bayangan dari lembu hitam pun muncul, besar yang menyerupai sebuah gunung, dan kekuatan penghancur tingkat tinggi, memang diakui sangat berbahaya.
Taurus berlari datang bersama dengan bayangan lembu yang memporak-porandakan seluruh pohon hanya dengan langkah kaki itu.
Davendra mengalirkan energi skill penciptaan, dimana cahaya merah menyala terang membentuk sebuah perisai besar menghadang tandukan dari sang lembu.
Keras suara benturan menghempas semua bahtera angkasa yang sudah cukup jauh pergi melewati atmosfer.
"Bocah besar, jika otakmu sama besarnya dengan perutmu itu, harusnya kau bisa berpikir kalau kau tidak akan mampu mengalahkan ku." Ucap Davendra kepada Taurus.
Dan ketika itu juga, dari atas langit pedang besar menghujam turun dengan kecepatan tinggi, menancap di tubuh lembu.
__ADS_1
Taurus tidak mampu bertahan, hanya merasakan efek ledakan pedang yang jatuh oleh Davendra, membuat tubuhnya terluka berat dan hanya tergeletak di tanah.
"Aku sudah memberi peringatan secara halus kepadamu, tapi kau tidak menganggap apa pun yang aku katakan." Davendra berjalan mendekat.
Taurus berusaha bangkit, namun luka yang dia terima jelas berakibat fatal bagi tubuhnya, menyeret paksa dengan tangan dan berusaha menghindar dari arah datangnya Davendra.
Tapi tanpa ragu, pedang ditangan Davendra memotong kedua kaki Taurus, rasa sakit menjalar ke otak, teriakan keras hingga mulut berbusa pun tidak akan ada yang mendengar.
Semua bawahan lebih memilih pergi tanpa mau ikut campur untuk urusan tuannya, mereka tahu siapa sosok Davendra, mereka pun lebih sayang nyawa dari pada membela orang seperti Taurus.
"Jika kau berani membunuhku, aku yakin hydra dan semua rasi bintang tidak akan melepaskan mu." Teriak Taurus dengan rasa sakit yang tidak tertahankan.
"Apa kau tahu, jika alam semesta samudera bintang berniat membunuhku, dan mereka mampu, sudah sejak dulu hydra melakukannya, tapi kenapa sampai sekarang aku masih hidup ?, Harusnya kau berpikir demikian." Jawab Davendra dengan santai.
"Tapi aku adalah rasi bintang penjaga utama, hydra akan membalaskan dendam kematian ku."
"Aku tidak perduli, bahkan jika Hydra membawa 88 ketua rasi bintang untuk melawanku, aku akan menghancurkan mereka menjadi debu." Sebuah ucapan yang menggambarkan seberapa besar kekuatan sosok dari dewa awal penciptaan.
Di atas bahtera angkasa, semua orang secara terkejut melihat sosok berjubah hitam yang mereka kenal sebagai dewa penciptaan Davendra menampakan diri.
Tanpa ragu, dilemparkan tubuh Taurus yang tidak lagi utuh ke depan semua orang, dalam kondisi memperihatinkan dan dinyawa hampir lunas. Tidak ada satu orang pun berani mendekat.
Karena Davendra masih berdiri dan menatap kearah semua orang dengan cara yang tidak menyenangkan.
"Bawa orang itu ke hadapan hydra, katakan padanya, jika ada orangnya mencampuri urusanku di wilayah alam semesta awal penciptaan, aku akan datang dan menghancurkan alam semesta samudera bintang." Tegas ucapan Davendra dengan lantang.
"Baik dewa Davendra." Sontak mereka menjawab bersamaan.
Walau itu hanya sekedar ancaman, Davendra tidak akan melakukan apa pun terhadap alam semesta samudera bintang secara berlebihan.
Sebab, dimasa depan nanti, masih ada poin penting yang harus Askar kerjakan dan itu berhubungan dengan Hydra serta 88 rasi bintang lainnya.
__ADS_1
Melihat bagaimana kondisi Taurus tampak kritis, dan mungkin bisa di pastikan menjadi kerbau guling, jika Davendra berniat membunuhnya.
Tapi siapa sangka dirinya masih diberi kesempatan untuk bernafas lebih lama, walau jaminan Taurus bisa bertahan terlalu tipis.
Ini hanya sebagian kecil dari kekuatan maha dahsyat yang di miliki oleh seorang dewa awal penciptaan.
Bisa saja Davendra bertindak melawan para diktator yang mengatasnamakan dirinya sebagai penguasa kasta tertinggi dan menghancurkan alam semesta lebih lemah.
Bagi dirinya ini sangatlah mudah, tapi seakan percuma membela kebenaran, sedangkan hidup yang kini Davendra jalani, tidak ada satu pun orang mampu menanggungnya.
Dia telah di khianati oleh para manusia, dia di paksa menanggung semua beban oleh kondisi yang diciptakan manusia itu sendiri, sebuah ironi hidup bagi Davendra.
*******
Di ujung langit alam semesta awal penciptaan, satu bahtera terlihat, dan itu adalah milik alam semesta bulan yang terbelah.
Dari kejauhan Ah Meng memperhatikan setiap hal yang terjadi antara ketua rasi bintang Taurus dengan dewa Davendra.
Semua itu memang sudah di rencanakan oleh Ah meng, dia secara langsung menghasut salah satu orang dari rasi bintang agar bisa di manfaatkan untuk melawan Davendra.
Sebagian besar ketua rasi bintang tidak akan mau bertindak nekad hanya untuk mendapatkan seorang wanita, karena sosok Davendra membuat siapa pun takut.
Tapi tidak untuk Taurus, ketidaktahuan tentang sosok Davendra membuat Ah Meng mudah saja menghasut lelaki satu ini.
Dia mengatakan jika Davendra sudah terlalu lemah untuk melawan, dan kekuatan Taurus bisa mengatasinya dengan mudah.
Sebagai generasi muda yang di agung-agungkan atas bakatnya itu, Taurus merasa bersemangat, dimana Phoenix merah adalah makhluk berharga dan pantas di perjuangkan.
"Paling tidak dengan cara ini, aku bisa melampiaskan rasa benciku kepada para ketua ras bintang yang sombong itu." Tertawa Ah Meng dengan puas.
Tanpa pernah perduli atas kondisi Taurus, bahtera angkasa yang di gunakan Ah Meng segera pergi, untuk menghindari para bawahan Taurus, jika mereka tahu bahwa dirinya ada saat pertarungan.
__ADS_1