
Varjo dan Suzong tidak tahu apa yang terjadi, tapi saat mereka merasakan adanya tekanan kuat dari sekumpulan energi super tinggi, keduanya segera menciptakan lapisan pelindung.
Hanya saja kerusakan akibat serangan yang tiba-tiba itu ada seribu lebih bahtera angkasa hancur, termasuk para pasukan alam semesta kerajaan beladiri dan alam semesta keabadian menjadi korban.
"Sial ada yang menyerang saat kita tidak siap." Varjo merasa kesal untuk kerusakan yang terjadi.
"Apa itu dari kerajaan suci yang mengintai kita dari belakang." Suzong jelas memiliki anggapan bahwa merekalah yang melakukan rencana serangan itu.
"Aku yakin pasti mereka, karena tidak mungkin pasukan kita berkhianat." Tegas Varjo memposisikan alam semesta kerajaan suci yang notabenenya adalah lawan.
Segera mereka melepaskan kecepatan penuh untuk keluar dari lubang hitam, karena bisa saja serangan lain datang untuk kedua kalinya.
"Bagaimana dengan Askar, apa dia selamat." Bertanya Suzong yang tentu mengkhawatirkan sang anak dalam takdir.
"Jangan khawatirkan itu dulu, tuan Suzong, kita harus menyelamatkan diri, jika serangan itu datang lagi, kita akan kalah." Varjo masih lebih mementingkan hidup untuk dirinya sendiri.
Tentu apa yang Suzong khawatirkan adalah karena Askar menjadi satu-satunya alasan dia mendekati Varjo de hores, jika sekarang Askar tewas maka orang dalam ramalan itu bukanlah dia.
Tapi kedua penguasa itu pun sadar, bahwa akan sangat berbahaya jika mereka menerima serangan seperti sebelumnya, dan cukup beruntung Suzong menyadari adanya tekanan energi yang datang.
Sehingga mereka berdua masih sempat menciptakan perisai perlindungan, demi bertahan dalam energi penghancuran yang pasti akan membunuh mereka.
Saat tidak ada yang menyadari bahwa serangan itu berasal dari tempat Askar, dan posisinya tertutupi oleh puing-puing bahtera, Askar segera membuka gerbang dimensi yang sudah di berikan tanda ke lokasi alam semesta kerajaan suci.
Ini jelas sudah direncakan oleh Askar, semua langkah dan tindakannya sudah diberitahukan kepada Azela sehingga dia sudah mempersiapkan segalanya.
Perpindahan Askar sudah di nantikan oleh orang-orang dari penjaga istana, termasuk membawakan pakaian kepada semua pasukan khususnya untuk segera berganti kostum.
"Fei kau mau tetap disini atau ikut bertarung denganku melawan Varjo." Bertanya Askar untuk tindakan Fei sui sue selanjutnya.
__ADS_1
"Tunggu Askar, aku masih belum paham, siapa kau sebenarnya." Balik Fei bertanya karena meski dia sudah diberitahu, tapi kejadian ini jelas membuatnya bingung.
"Aku adalah Askar, dari awal aku tepatlah Askar, dan sudah aku katakan jika tujuanku adalah melawan Varjo, karena sebenarnya aku bukan berasal dari alam semesta kerajaan beladiri." Perjelas Askar walau bukan semua itu yang dia rahasiakan.
"Sekarang aku mengerti kenapa orang-orang dari alam semesta kerajaan suci tahu tentang kedatangan mu."
"Apa karena ini kau akan berubah pikiran dan melawanku." Askar secara khusus bertanya, dia jelas tidak nyaman jika Fei sui sue memiliki masalah dengan orang-orang dari alam semesta kerajaan suci.
"Tidak juga, karena sejak awal aku tidak pernah perduli akan jadi apa alam semesta kerajaan beladiri." Fei sui sue menjawab dengan tersenyum biasa.
Fei sui sue tentu sudah memutuskan semua ini sejak lama, dari awal tidak ada hal yang baik untuk dirinya hidup di dalam alam semesta kerajaan beladiri.
Sekali pun alam semesta kerajaan beladiri hancur, Fei sui sue lebih mementingkan dirinya untuk tetap hidup, tanpa perlu mengurus masalah Varjo de hores.
Tapi kini tujuan Fei sui sue jelas berbeda, dia lebih ingin menikmati waktu bersama Askar, entah dia berada di mana pun, Fei sui sue akan berusaha mengikutinya.
"Biar aku disini saja, aku tidak terlalu menyukai aroma peperangan." Fei sui sue menolak ajakan Askar.
Semua yang dia kendalikan itu, diperintahkan olehnya untuk tetap di kerajaan suci dan melindungi tempat ini jika ada serangan.
Saat perintah Askar di ucapkan seketika itu juga ingatan mereka digantikan oleh ingatan baru tanpa pernah merasa ragu.
"Baiklah, tapi ingat jangan berbuat macam-macam di tempat ini." Ucap Askar sembari mengelus kepala Fei.
"Aku tahu, aku lebih khawatir kepadamu Askar."
"Aku akan kembali, aku berjanji." Jawab Askar sedikit keyakinan.
*******
__ADS_1
Seketika ribuan bahtera keluar dari lubang hitam, kerajaan suci dan semua aliansi tanpa ragu-ragu melakukan serangan secara bersamaan.
Bagi mereka ini seperti serangan dua arah, dimana sebelumnya dari belakang kekuatan besar sudah menghancurkan banyak bahtera yang berisi para pasukan.
Dan kini dari depan pula mereka dihujani serangan energi, meskipun demikian, segera balasan dari bahtera kerajaan beladiri dan alam semesta keabadian, mampu melawan balik dengan cepat.
Dari tempat Varjo de hores dia segera memastikan semua armada bahtera angkasa telah keluar dari lubang hitam, tapi cukup disayangkan ketika dia tahu bahwa bahtera yang di gunakan oleh Askar tidak tampak dimana pun.
"Si*al kenapa mereka tahu jika kami melakukan serangan hari ini." Secara langsung kemarahan Varjo jelas terasa.
Kematian menantu yang sangat dia banggakan itu tentu membuat harapannya hancur, dia tentu sangat percaya jika masa depan alam semesta kerajaan beladiri akan semakin berjaya di tangan Askar.
Tapi nyatanya takdir berkata lain, dia hancur saat serangan super besar itu datang, tentu Varjo terbayang seberapa sedih Resya ketika tahu bahwa lelaki yang dia cintai telah tewas.
"Varjo, jika kau ingin meratapi kematian Askar, lebih baik kau selesaikan semua ini terlebih dahulu." Berkata Suzong yang jelas merasakan kondisi serangan bahtera dari kerajaan suci membuat mereka terpojok.
"Baiklah aku akan melakukannya." Tegas jawaban Varjo dan mengeluarkan baju zirah emas di tubuhnya.
Dengan semua kemarahan yang telah memuncak itu, Varjo de hores menampakan diri di medan perang, tepat berdiri di atas bahtera angkasa membawa sebilah pedang bercahaya putih perak.
Tanpa ragu, aliran energi super besar dikerahkan oleh Varjo masuk ke dalam mata pedang, satu ayunan dia lepaskan mengarah ke tempat musuh berada.
Skill dimensi : pemotong ruang.
Sebuah kemampuan dimensi yang memiliki jangkauan luas, hanya satu ayunan itu memotong dimensi, memotong satu persatu bahtera yang diincar oleh Varjo secara terarah.
Sebuah kerugian yang jelas sangat besar diterima oleh kerajaan suci, dari awal mereka sudah kalah jumlah, dan kehadiran Varjo sendiri memperburuk keadaan untuk semua orang.
Sekali lagi Varjo berniat menggunakan kemampuan pemotong dimensi, tapi tepat saat ayunan itu dilepaskan, seorang wanita berambut pirang datang dan membentuk lapisan pelindung emas.
__ADS_1
Sebuah kemampuan keajaiban hidup dari ratu Azela, meski tidak sekuat milik Silviana, dikarenakan energi keajaiban hidup yang Azela punya sekedar sisa-sisa garis darah keturunan saja.