PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2

PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2
cuma tiga


__ADS_3

Askar memasuki dunia imajinasi.


Dimana tujuannya kini adalah roh kontrak yang dia ambil dari Remure Tianmu, yaitu Rudolfo.


Entah kenapa Aza menginginkan roh satu ini untuk dia ambil, sedangkan dalam segi kekuatan, dia sendiri, Raja roh Aza El haramale, adalah yang terkuat, di dunia astral.


Sosok berwujud seperti iblis hitam berkepala tiga, dengan dua tanduk melengkung ke atas, dan enam tangan yang masing-masing bisa mengeluarkan senjata.


Sebelumya Rudolfo hampir lenyap karena iktakan kontrak dengan Remure Tianmu diputus paksa oleh Aza, tapi dengan kehadirannya di dunia imajinasi, tubuh yang sebelumnya transparan menjadi lebih nyata.


Dan tepat di hadapannya, sosok roh kecil berekor api, cukup serius menatap kepada Rudolfo. Aza El haramale benar-benar memperhatikan secara langsung.


Untuk Askar sendiri ini terlihat aneh, dimana tidak pernah dia tahu jika Aza begitu perhatian dengan roh lain, sedangkan dirinya selalu membanggakan diri sebagai roh terkuat.


"Aza apa yang kau lihat dari roh ini." Ucap Askar kepada Aza.


"Aku cukup yakin tuan, jika Rudolfo ini memang memiliki kekuatan luar biasa, walau aku masih jauh diatasnya, tapi saat aku berada di dunia astral, dia adalah roh yang mungkin saja menyamai kekuatanku." Tanpa alasan Aza pun angkat bicara atas sosok Rudolfo.


"Oh begitu, tapi aku merasa itu bukan alasanmu." Askar cukup yakin jika perkataan Aza tidak sesederhana itu.


"Ya sebenarnya, aku hanya ingin menjadikan dia sebagai teman di dunia imajinasi ini." Berkata Aza dengan malu-malu.


Askar tidak tahu jika selama ini dia merasa bosan dengan hidup sendiri di dunia imajinasi, sedangkan kawan yang biasanya diajak bicara hanya sebuah pedang dan Silviana.


"Tapi tuan, saat anda bisa mengendalikan kekuatan Rudolfo sebagai roh kontrak, dia memiliki banyak manfaat." Ucap Aza atas hal lain.


"Apa yang kau ketahui."


"Tiga bagian tubuh Rudolfo adalah berbeda, jika anda mampu bertransformasi menjadi satu, maka anda pun bisa membagi jiwa anda." Itu jawaban Aza.


"Yang artinya." Askar gagal paham.


"Selama satu bagian tubuh Rudolfo tidak lenyap, anda tidak akan pernah mati."


Askar terkejut mendengar pernyataan Aza, ini sebuah keberuntungan jika bisa digunakan dalam setiap pertarungan.


Untuk beberapa alasan, Askar sangat memikirkan keselamatannya jika harus bertarung melawan para ahli yang lebih kuat.

__ADS_1


Tapi dengan membagi jiwa kedalam bentuk transformasi bersama Rodolfo, dia akan tetap selamat biar pun di bunuh oleh musuhnya.


Dengan perlahan Askar melangkahkan kakinya mendekat, saat itu juga tatapan mata Rudolfo secara langsung mengarah kepada Askar. Tidak ada tanda-tanda untuk menyerang, karena mungkin dia sadar, kebebasan yang dia dapatkan adalah berkat dari lelaki satu ini.


"Aku bertanya kepadamu, Rudolfo, apa yang ingin kau lakukan ?." Ucap Askar dengan serius.


Askar tidak akan memaksa dia untuk ikut dengannya, karena secara pribadi dia mencoba memahami keinginan dari Rudolfo, apa yang dia pilih maka itu adalah jawabannya.


"Sudah ribuan tahun aku dibawa keluar dengan paksa dari dunia astral, selama itu pula aku memberontak untuk bebas."


"Jadi kau ingin kembali saja ke dunia astral ?."


"Tidak juga, di sana tidak banyak yang bisa aku lakukan, hanya berdiam diri sebagai roh penjaga untuk waktu lama."


"Aku tidak akan memaksamu, jika kau lebih memilih bebas, aku lepaskan kau dari dunia ini. Dan jika kau mau mengakuiku sebagai tuan, ya sebenarnya tidak banyak yang bisa kau dapat, tapi aku pastikan, aku akan merawatmu seperti Aza El haramale."


Askar tidak ingin memaksa Rudolfo, akan merepotkan jika dia menolak patuh, dan melawan balik tuannya seperti saat Remure Tianmu diserang olehnya.


"Ngomong-ngomong, namaku bukan Rudolfo, itu hanya panggilan yang diberikan oleh Tianmu."


"Jelek sekali dia mencari nama, jadi siapa namamu."


"Baiklah, Zeak, jawab apa yang ingin kau pilih." Dengan tegas Askar bertanya.


"Biar kan aku mengikuti anda."


Saat itu juga tangan Askar bercahaya, lingkaran prasasti segel perjanjian kontrak roh, terbentuk di hadapan keduanya.


Tanpa ada penolakan, Zeak pun menerima perjanjian sebagai pengikut Askar dan selalu siap jika kekuatannya harus digunakan dalam pertarungan.


Melakukan perjanjian dengan lebih dari satu roh tentu bukan sesuatu yang bisa dilakukan oleh banyak orang, dimana energi milik Askar pun akan diberikan kepada Zeak.


Jika itu hanya roh-roh kelas teri, tentu bukan masalah besar, tapi Zeak yang hampir menyamai kekuatan Aza, membutuhkan jumlah yang tidak sedikit.


Akan beresiko untuk Askar mengeluarkan dua roh sekelas mereka secara bersamaan, dalam beberapa nafas tentu energinya akan terkuras habis.


Tapi Askar cukup yakin, kekuatan Zeak dibutuhkan karena bahaya yang akan terjadi di masa depan, membuatnya harus mempertaruhkan nyawa.

__ADS_1


"Dengan begini aku memiliki teman sesama roh untuk di ajak bicara, dan pekerjaanku akan jauh lebih ringan." Ucap Aza dengan tersenyum senang.


"Biar pun aku menjadikan Zeak sebagai roh kontrak, bukan berarti kau bisa bersantai Aza."


"Ya aku tahu itu tuan."


*******


Di luar tempat Askar melakukan meditasi.


Tiga orang menyelinap masuk kedalam sebuah kawasan rumah para murid akademi yang menjadi tempat mereka beristirahat.


Sosok bayangan yang bergerak secara tersembunyi, tanpa suara, tanpa aura kehadiran, bahkan para penjaga gerbang pun tidak mampu mendeteksi pergerakan mereka bertiga.


"Kita harus menyelesaikan ini dengan sempurna, agar tidak membuat tuan muda Remure kecewa." Ucap salah satu perlahan .


"Aku tahu itu, tapi siapa sangka bocah ini mampu mengalahkan tuan muda Remure, aku tidak yakin bisa mengalahkannya." Balas orang kedua.


"Tidak usah kau pikirkan hal itu, selama pekerjaan kita berhasil, gaji kita akan dinaikkan." Sosok ketiga menanggapi pula.


Melangkah berhati-hati diatas genting, menuju sebuah rumah dimana Askar tinggal.


Atas kekalahannya melawan Askar, Remure mengirimkan para ahli yang memang di kirimkan oleh keluarganya sebagai penjaga.


"Tapi aku memiliki informasi, jika saat ini Askar tidak dalam kondisi prima, dan membutuhkan waktu sampai tiga hari." Berkata kembali orang ketiga.


"Jika memang begitu, aku rasa ini cukup mudah." Saurnya kembali orang pertama dengan serius.


"Baiklah ayo kita masuk."


Askar membuka mata, dia menyadari akan kehadiran orang yang tanpa permisi berdiri diatas genting.


Gambaran zona persepsi mengungkapkan wujud mereka berempat, dan hanya satu orang yang membuat Askar tidak nyaman.


Seorang lord alam saint suci tahap akhir, tidak ada orang sekuat itu di padepokan beladiri pedang semesta ini, tapi siapa sangka jika musuhnya memiliki orang yang berbahaya untuk mereka kirimkan menyerang Askar.


Askar duduk diam bersila, saat tiga sosok berdiri mengelilingi tanpa ada niat membunuh Askar pergi.

__ADS_1


"Loh kenapa kailan cuma bertiga, mana satunya." Bertanya Askar.


__ADS_2