
Askar menyelinap pergi dari ruang kamar tempatnya istirahat, walau itu hanya sekedar istilah, pada akhirnya Askar tidak benar-benar beristirahat karena dua wanita itu.
Entah itu Su yiu atau pun Karlina, Askar tidak menganggap bahwa apa yang mereka berdua lakukan di atas ranjang adalah sebuah persaingan.
Sedangkan satu sama lain berusaha keras membuktikan diri demi mendapat pengakuan dari Askar, tentang siapa yang lebih baik di atas ranjang.
Dan pada akhirnya, mereka berdualah yang kalah oleh Askar, karena dia sendiri tidak main-main untuk membuat mereka lemas tidak berdaya, agar tahu bahwa tujuan Su yiu dan Karlina sangatlah percuma.
Tapi malam yang semakin larut ini membawa Askar pergi dari ruang kamarnya sendiri adalah untuk menjawab panggilan Fei sui sue.
Meninggalkan Karlina dan Su yiu di dalam ruangan karena mereka pun masih terlelap setelah pertarungan dengan Askar.
Ini sudah Askar pikirkan, bahwa tawaran dari Fei sui sue cukup membuatnya tertarik, karena memang sejak awal Askar dikejar waktu untuk mencari kekuatan.
Selama saling menguntungkan antara kedua belah pihak, Askar tidak menolaknya tindakan Fei sui sue, walau pun sedikit hati ada yang membuat Askar enggan.
Wanita itu tidak menujukan perasaan apa pun untuk sebuah hubungan yang lebih intim, jelas Askar mengingat kejadian saat dirinya melakukannya kepada Razika secara paksa.
Berjalan ke sebuah ruangan yang berada di ujung beranda lantai 7 penginapan, Askar mengetuk pintu kamar milik Fei sui sue.
"Masuklah, pintunya tidak terkunci." Sautan suara Fei sui sue terdengar.
Askar sendiri memang sudah bisa mengetahui jika wanita itu masih terjaga dan menunggu kedatangannya hingga larut malam.
Saat Askar berjalan memasuki tempat Fei sui sue, aroma wangi yang khas seperti bunga Jasmine tercium jelas di hidungnya, dan beberapa pernak pernik untuk menambah suasana.
Secara sengaja wanita ini mempersiapkan kedatangan Askar, dimana dia sendiri merasa yakin jika Askar akan datang untuk menjawab tawaran itu.
Lampu redup, aroma wangi dan wanita yang berjalan datang dari balik pintu kamar dengan pakaian minim terbuka dari paha hingga ke dada.
"Aku tahu kau akan datang Askar." Ucapnya dengan sebuah senyuman penuh makna.
"Ya... Aku hanya berpikir jika ini tawaran yang cukup menggiurkan, tidak ada ruginya untuk kita berdua." Askar pun menjawab dengan alasannya sendiri.
__ADS_1
"Hanya itu ?."
"Memang kau berharap apa lagi."
"Setidaknya kau merasa senang, karena sekarang yang ada di hadapanmu adalah wanita cantik." Ucap Fei sui sue yang memang menyombongkan kecantikannya.
"Ya harus aku akui itu, tapi sedikit hati aku tidak menganggap apa pun kepadamu nona Fei." Askar dengan jelas membantah ungkapan Fei sui sue.
"Sungguh sangat disayangkan, jadi apa kau hanya akan berdiri disana, atau duduk dan minum teh terlebih dahulu." Balas kembali Fei dengan senyuman manis ala kadarnya.
Askar tidak menolak tawaran Fei sui sue itu, karena memang dia hanya menyodorkan secangkir minuman untuk menemani waktu mereka berdua dalam berbincang-bincang.
"Nona parfum apa yang kau gunakan." Bertanya Askar dengan tidak nyaman.
"Ekstrak bunga melati merah, parfum ini sangat mahal, kau tahu." Fei sui sue jelas merasa bangga atas apa yang dia miliki.
"Tidak perduli jika itu mahal atau pun apa, aku hanya tidak terlalu menyukai aroma menyengat seperti ini."
"Apa perlu aku menggantinya." Balas Fei sui sue bertanya.
"Baguslah kalau begitu."
Dalam perbincangan singkat dengan Fei sui sue, Askar mencoba menikmati waktu sebelum tujuannya di mulai.
Beberapa hal di ceritakan kepada Askar, tentang dirinya yang sebenarnya adalah sepupu dari Resya de hores, karena ibu dari mereka berdua adalah kakak beradik.
Askar sedikit bersyukur, jika secara garis besar, Fei sui sue tidak memiliki hubungan apa pun dengan Varjo de hores, hanya sebuah ikatan keluarga yang terjalin karena pernikahan guru besar Tisumi.
Jika tidak, Askar jelas menolak keinginan Fei sui sue untuk berkolaborasi dalam teknik meditasi gabungan jiwa, bahkan dia pun akan dianggap lawan oleh Askar.
Pada kenyataannya Tisumi terpaksa menikah dengan Varjo karena tuntutan kedua orang tua yang menginginkan kekuasaan dari penguasa alam semesta kerajaan beladiri.
Dan satu yang menjadi masalah adalah, kehadiran Tisumi tidak di terima secara baik-baik oleh para istri varjo, berbeda dengan wanita lain, karena dia salah satu istri yang paling Varjo inginkan.
__ADS_1
"Askar apa kau tahu kenapa tuan Varjo sangat menginginkan guru besar Tisumi." Ucap Fei sui sue.
"Aku tidak tahu pasti, tapi aku bisa merasakan ada kekuatan tidak biasa dari dalam tubuh guru Tisumi." Askar memang jelas tahu karena memiliki zona persepsi.
"Kau benar, karena dia adalah pemilik tubuh ilahi langit ke enam, satu dari tujuh tubuh ilahi yang sangat langka dan hanya terlahir satu setelah lima ratus ribu tahun." Itu yang dijelaskan oleh Fei sui sue
"Pantas saja orang itu kemaruk ingin mendapatkan wanita berkelas seperti guru Tisumi dan Silviana." Gumam Askar karena tahu sifat dari Varjo de hores.... "Tapi kenapa guru besar Tisumi ada di sini, bukankah dia seharusnya ada di istana kerajaan beladiri."
Pertanyaan lain pun datang dari isi pikiran Askar.
"Karena tujuan tuan varjo tidak tercapai, dan menganggap Tisumi tidak lagi berguna." Jawab Fei sui sue.
"Ah.... Jadi sebenarnya dia hanya ingin mendapat keturunan dari tubuh ilahi Tisumi." Askar menyimpulkan.
"Itu benar, dan tapi nyatanya anak yang dilahirkan oleh tubuh ilahi guru Tisumi bukanlah tubuh ilahi, sehingga tuan Varjo membebaskannya untuk pergi."
Entah kenapa Askar menyangkut pautkan masalah keluarga dari Varjo de hores dan Tisumi dengan ketidaksenangan Resya akan Jariko.
Meski pun demikian Resya, dan Resra adalah dua putri dari Varjo de hores, secara langsung mereka masih mendapat perhatian layaknya putri raja.
Askar menikmati perbincangan dengan Fei sui sue, dia pun merasa jika wanita ini tidaklah buruk seperti yang dirinya pikirkan.
Terlebih lagi rambut hitam lurus dan ekspresi wajah dari Fei sui sue terlihat sangat menawan, ditambah dua gundukan daging yang montok terbuka lebar dengan pakaian minim.
'Tidak... Tidak.. kenapa kau tertarik dengan wanita ini.' Askar menolak pikirannya sendiri.
"Aku rasa sudah waktunya." Ucap Fei sui sue dengan melirik kepada Askar.
Terlintas senyum menawan yang di tunjukan oleh Fei sui sue, dia berdiri dan mulai melangkahkan kakinya menuju Askar.
Seakan tubuh Askar terdiam menyaksikan Fei sui sue duduk di pangkuannya, dia terpana, hasratnya memuncak, hingga senjata tajam yang dia simpan dari balik celana pun tidak bisa dibohongi.
Askar mencari tahu alasan, kenapa dia tidak bisa mengendalikan diri dengan sosok Fei sui sue, dan meronta-ronta ingin menikmati tubuh yang ada di hadapannya.
__ADS_1
'Parfum ini....'
Dan saat Askar menyadari itu, Fei sui sue sudah melepas semua kain yang dia kenakan, mulai bermain-main dengan Askar.