PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2

PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2
fitnah


__ADS_3

Resya kembali ke rumah yang dibeli secara khusus untuk tinggal selama berlatih di padepokan beladiri pedang semesta.


Jika tidak maka Resya atau pun Resra harus tinggal dalam asrama yang di sediakan oleh padepokan, namun juga mereka harus mematuhi segala peraturan untuk hidup disiplin.


Sedangkan di rumah yang mereka singgahi ini, tidak akan ada satu orang pun berani mengatur segala keinginan mereka dengan alasan apa pun.


Tapi itu juga karena harga diri mereka yang merasa jauh lebih tinggi sebagai anak penguasa alam semesta kerajaan beladiri.


Dan untuk saat ini kembalinya Resya ke dalam rumah dengan perasaan campur aduk, rumit, dan marah atas tindakan Askar yang mempermalukan dirinya.


"Resya kau sudah pulang." Satu sosok wanita menampakan diri ketika Resya membuka pintu kamar.


Tisumi menyaksikan sendiri putrinya berjalan dengan wajah kesal dan hampir menangis, tanpa sekali pun mencoba melirik kepada dirinya.


Begitu pula satu wanita lain yang jauh lebih muda dari Resya merasa aneh atas sikap kakak perempuannya itu.


Sedangkan ketika membahas permasalahan peringkat di menara puncak semesta, dia tidak sampai ingin menangis seperti sekarang .


"Resra apa kau tahu apa yang terjadi pada kakakmu itu." Bertanya Tisumi kepada anaknya.


"Aku yakin ini tentang Askar." Jawab wanita yang baru muncul dari balik pintu kamar.


"Karena lelaki bernama Askar itu ?, apa masalahnya ?." Tisumi merasa aneh atas sikap Resya.


Dia tidak menganggap Askar memiliki sikap jahat, atau pun sering menyingung orang lain yang berada dibawah tingkatan yang dia miliki.


Karena setelah beberapa hari Askar menujukan diri sebagai sosok bakat terbaik, dia hanya menyaksikan jika Askar lebih seperti lelaki mesum yang sering menggoda wanita.


"Entahlah ibu, apa mungkin kakak ingin membalas perbuatan Askar kemarin." Balas Resra dengan membawa kejadian itu.


"Harusnya dia menerima kenyataan, jika Askar jauh lebih berpotensi dan bakatnya diatas rata-rata."


"Tapi ibu ini menujukan jika Askar itu menghina kita sebagai keluarga kerajaan." Resra jelas tidak bisa melupakan perbuatan Askar.


"Tidak ada masalah apa pun, walau kita adalah keluarga kerajaan atau bukan, jika Askar jauh lebih baik, dia pantas mendapat penghormatan." Tapi Tisumi tetap menujukan cara pandang positif kepada Askar.


Berpindah ke dalam kamar Resya.

__ADS_1


Rasa sakit karena cambuk yang Askar lepaskan di tubuhnya bukan masalah besar, dalam sekejap kulitnya kembali seperti semula dengan efek regenerasi tanpa meninggalkan bekas.


Bahkan sejak awal Askar tidak benar-benar menyerang Resya sekuat tenaga, jika menang dia berniat melukai Resya, anggota tubuhnya bisa saja terlepas untuk satu serangan.


Tapi penghinaan yang dia dapat, cukup membuatnya malu, sebagai seorang anak dari Varjo de hores penguasa alam semesta kerajaan beladiri, Resta tidak pernah mendapat perlakukan seperti ini.


"Aku pastikan kau akan mendapat Balasannya aksara." Gumam Resya yang berguling-guling diatas ranjang.


Ketukan pintu terdengar, saat Resya tidak bisa mengendalikan emosi mengingat setiap kejadian yang disebabkan oleh Askar.


Berusaha Resya menyembunyikan raut wajah sedih yang masih membuatnya terlihat kavau, karena dia tidak ingin terlihat lemah didepan adiknya.


"Kakak aku masuk." Resra membuka pintu.


"Resra ada apa ?." Jawa Resya berpura-pura baik-baik saja.


Dia adalah seorang adik yang hanya berselang dua tahun dari usia Resya, antara mereka berdua yang memiliki ikatan darah persaudaraan, tidak mungkin bisa diam ketika melihat salah satu sedang sedih.


Dan karena adiknya itu juga, Resya menantang Askar saat mengetahui penyebab Resra bersedih, hanya saja, diluar dugaan dia pun dibuat kacau oleh Askar.


"Kakak maafkan aku."


"Karena aku, kakak dipermainkan oleh Askar."


"Ini bukan masalah besar, saat ini kakak sendiri memang tidak bisa membalas perbuatannya, tapi kakak berjanji, dia akan mendapat Balasannya."


"Apa tidak lebih baik, jika kita menceritakan masalah ini kepada kakak Jariko, aku yakin dia akan membalas Askar dengan lebih kejam."


Jariko de hores sendiri adalah kakak lebih tua dari anak Varjo de hores di lain istrinya, dan saat ini Jariko berada di istana beladiri surgawi.


Memang mereka tidak saling berhubungan darah, tapi siapa pun yang menghina keluarganya tentu tidak akan dibiarkan.


"Resra, jangan katakan apa pun kepada Jariko." Resya menujukan sikap tegas.


"Kenapa memang kakak."


"Ini adalah masalah kita, masalah antara aku dan Askar, jangan libatkan orang lain." Jawab Resya tanpa keraguan.

__ADS_1


"Kakak Jariko bukan orang lain."


"Ingat Resra, bagaimana nyonya Dilasi menganggap kita bukan bagian dari kerajaan beladiri." Sebuah kejadian dimana menjadi alasan bagi Resya.


"Aku tahu itu kakak, tapi Kakak ingat jika kakak Jariko membela kita saat ibu di fitnah."


"Jangan bahas itu, aku sudah membulatkan tekad, jika suatu saat nanti, aku akan membayar semua penghinaan terhadap fintah ibu kita."


Walau pun Varjo de dan masih menganggap mereka sebagai keluarga kerajaan, tapi tidak dengan istri ayah yang lain.


Semua itu karena satu hal, yaitu dukungan Varjo de hores atas bakat yang dimiliki oleh Resya, sehingga anak-anaknya lain merasa kurang diperhatikan.


Masing-masing memiliki masalah sendiri, termasuk untuk Resya dan Resra, hanya saja masalah tentang Askar tidak ingin Resya melibatkan orang lain.


Ini akan menjadi penghinaan bagi mereka dan ditertawakan jika ada yang tahu Resya sebagai pelayan Askar.


*******


Di dalam ruang pelatihan padepokan beladiri pedang semesta.


Askar sekedar mencari waktu luang untuk melihat lokasi dimana Karlina sedang berlatih dengan satu guru besar bernama Watoi.


Dari beberapa penggemar wanita Askar, dia tidak mendapat informasi mengenai sosok watoi, karena sampai sekarang, lelaki tua bermata tertutup kain itu tidak pernah menujukan kekuatan sejatinya.


Biar pun begitu, beberapa informasi mengatakan, jika guru besar Watoi memiliki pengetahuan yang sangat luas, dia mengetahui segala hal, dan tidak ada satu pun rahasia tersembunyi dari balik mata itu.


Melihat Karlina diam dalam meditasi dan melatih konsentrasi pengolahan energi yang ingin dia kembangkan lagi.


Memang benar jika dimasa depan nanti, dia memiliki kekuatan yang mungkin menyamai sosok loe teu yiu, jika Karlina berada dalam pengajaran guru yang tepat.


"Bocah Askar ada perlu apa anda datang kemari, bukankah ini bukan tempat anda berlatih." Sebuah suara datang dari seorang lelaki tua yang kini berdiri di samping Askar.


Tanpa perlu watoi membuka mata, seakan setiap langkah kaki itu melihat segala hal di sekitarnya.


"Aku hanya ingin melihat Karlina, apa dia cukup kompeten dalam berlatih atau tidak." Ucap Askar mencari alasan.


"Jadi bagaimana menurutmu." Guru besar watoi tidak keberatan untuk Askar melihat-lihat.

__ADS_1


Dan juga, dia sendiri merasa penasaran atas sosok Askar yang dimana dia menyaksikan sendiri keanehan dari dalam tubuhnya itu.


__ADS_2