
Kakek Loe Teu Yiu memang jelas merasakan adanya dua kekuatan saling beradu didalam kawah gunung, tapi dia tidak terpikir jika keduanya bertarung dalam kondisi terendam magma super panas.
"Mengatur aliran energi untuk melindungi tubuh dari panas magma saja sudah susah minta ampun, kenapa mereka berdua malah bertarung, apa mereka tidak takut gosong." Gumam kakek Loe Teu Yiu yang menggeleng kepala dengan perlahan.
"Tenang saja tuan Loe, Askar menerima dengan sadar untuk melawan Lao'mo didalam kawah, seharusnya dia pun tahu batasannya." Ucap Pangeran Ke'su yang mencoba menyerah semua kesalahan kepada keputusan Askar.
"Ya.... Aku tahu itu, tapi tetap saja, ini bukan ujian ketahanan lagi, karena mereka bertarung dibawah sana."
"Sejak awal syaratnya adalah siapa yang bertahan paling lama, dan terserah mereka mau melakukan apa pun." Ke'su tersenyum puas karena dianggap Askar tidak mungkin bergerak leluasa dalam kawah gunung.
Bagi penguasa pedang sendiri yang sudah mencapai lord alam keabadian tertinggi masih ragu untuk masuk kedalam kawah.
Panas yang mampu meleburkan batu adamantium hitam jelas sangat berbahaya, biar pun klan Phoenix memiliki ketahanan terhadap panas, tapi mereka pun memiliki batas.
Apalagi Askar yang berasal dari keturunan manusia tentu kekebalannya jauh lebih kecil dari pada klan Phoenix, dan harus dilakukan dengan pertarungan pula.
Tapi benturan dua gelombang energi datang dan semakin membabi-buta, getaran permukaan gunung yang besarnya hingga ratusan kilometer ini, seakan ingin runtuh dan meledak karena energinya dari Askar.
Dan dua hari berlalu dengan semua getaran gempa yang terus menerus mengguncang seluruh permukaan gunung.
"Apa yang mereka lakukan di dalam sana."
"Bermain lompat tali ?."
"Bagaimana bisa itu mengakibatkan guncangan sebesar ini dan juga tidak mungkin bermain lompat tali kalau berdua saja."
"Aku merasa takut jika gunung ini meledak dan menghancurkan wilayah kita."
Sedikit logika tidak masuk akal yang masuk ke dalam percakapan antara dua penduduk klan Phoenix di wilayah sekitar gunung.
Sedangkan di dalam kawah.
Terlihat Askar cukup santai membalas setiap serangan pedang dari Lao'mo tanpa kesulitan yang berarti.
Rumit wajah Lao'mo dengan segala penyesalan karena memberi Askar kesempatan untuk naik tingkat ke lord alam guru.
Siapa yang bisa menyangka, jika askar adalah sosok mampu bersaing melawan dirinya, di saat kesenjangan besar antara lord alam guru dengan lord alam setengah saint menjadi satu hal mustahil.
"Askar apa kau tahu seberapa besar ketakutan kami jika seluruh jiwa dari Phoenix yang nyata lenyap." Ucap Lao'mo atas sebuah pertanyaan.
"Apa perlu aku menjawabnya ?." Balas Askar seakan tidak perduli.
"Itu tidak perlu, karena harusnya kau sadar kami sangat senang saat tahu masih ada satu jiwa yang bisa kami lindungi, tapi kau ingin membawanya."
__ADS_1
"Bukan aku yang ingin membawa Asy pergi, tapi dia sendiri lah yang meminta." Askar pun tidak ingin menjadi kambing hitam.
Dia tahu hal itu membuat klan Phoenix kesal, tapi Askar hanya mengikuti keinginan Asy, entah menjadi sebuah kebaikan, atau berakhir buruk semua yang terjadi adalah tentang kebahagiaan Asy.
"Apa bedanya ?, Kau bisa menolak dan biarkan dewi Asy hidup disini." Tapi Lao'mo tidak bisa menerima jawaban Askar.
"Itu tidak mungkin, karena permintaan dari seorang wanita yang jatuh cinta kepadaku, adalah satu kemutlakan." Dengan senyum sombong Askar tunjukan untuk menjawab pertanyaan Lao'mo.
"Kau akan menghancurkan keabadian dari sang Phoenix." Balas Lao'mo dengan segala kemarahan akibat jawaban Askar.
Kekuatan dan kecepatan ayunan pedang dari Lao'mo semakin ganas mengarah kepada Askar, sejak awal tidak ada keraguan untuknya membunuh tapi sekarang dia benar-benar menggunakan seluruh energi demi melakukan itu.
Hanya saja setelah peningkatan itu, Askar tidak menganggap Lao'mo sebagai lawan berat, hanya satu orang, dia pangeran Ke'su saja yang masih belum mampu untuk Askar kalahkan.
Jika satu tebasan pedang dari Lao'mo sama dengan segelas susu, maka Askar adalah gelas yang besar hingga mampu menampung semua tebasan kepadanya.
Dalam hal ini, seandainya Askar membuka gerbang keenam dengan semua kekuatan maksimal dia mungkin mampu mengimbangi pangeran Ke'su, tapi tidak untuk waktu lama.
Terlebih lagi dia pun memiliki garis darah Phoenix, wujud transformasi yang bisa meningkatkan kekuatan Ke'su menjadi masalah berat dalam pertarungan.
"Jangan menganggap kau sudah menang hanya karena sebuah peningkatan kecil." Lao'mo tidak tahu kapan harus berhenti.
"Sebuah peningkatan yang kau anggap kecil ini adalah kekuatan untuk membalasmu." Jawab Askar.
Teknik naga hitam : lintasan naga.
*******
Tepat di atas kawah, isi perut dalam gunubg pun akhirnya tumpah, dan kakek loe teu yiu segera melompat pergi meninggalkan lereng.
Seburan lahar yang menyebar dengan panas luar biasa, tentu bukan hal baik untuk wilayah sekitar, terlebih lagi pemukiman dari klan Phoenix tidak jauh.
Melihat bahaya jika lahar panas yang tumpah akan mengakibatkan bencana, ditariknya sebilah pedang tanpa wujud, dan membentuk garis lurus membelah bumi.
Semua itu demi menahan laju lahar untuk jatuh ke wilayah sekitar, sebuah bantuan kecil karena klan Phoenix memang menjadi bagian dari perjalanan hidupnya.
"Apa Askar selamat." Gumam kakek Loe Teu Yiu yang tidak bisa memastikan.
Memang benar dia memiliki janji untuk melindungi Askar, tapi dalam ujian ini, semua itu tertutupi oleh sekumpulan magma, antara selamat atau tidak, itu menjadi urusan Askar sendiri.
Karena hal inilah kakek loe teu yiu menahan Askar untuk mengikuti rencana pangeran Ke'su, dia tidak bisa menghentikan tindakan Lao'mo jika memang berniat membunuh Askar.
Dilihat satu sosok yang berdiri melayang tepat diatas puncak, dengan tubuh dipenuhi asap dia membawa orang lain.
__ADS_1
"Askar ."
"Askar."
Kakek loe teu yiu dan pangeran Ke'su mengucapkan satu nama secara bersamaan, tapi terdengar dengan nada yang berbeda.
Dia adalah orang yang keluar, tapi ditangan sosok Lao'mo tidak sadarkan diri hingga Askar bawa keluar.
Jelas sekali raut wajah pangeran Ke'su sangat rumit untuk dijelaskan, dia yang ingin menyingkirkan Askar, tapi dirinya sendirilah yang kalah.
(Note : Berikut adalah kekuatan yang sudah Askar dapat.
Skill penciptaan senjata : unsur senjata tingkat Lord.
- skill penciptaan elements : lima elements Air, tanah, petir, angin, api, semua tingkat tiga.
- skill penciptaan dimensi level maksimal : dunia imajinasi, ingatan marmer, pembentukan dimensi.
- skill penciptaan ruang : akselerasi penuh, zona hampa, prediksi masa depan.
- skill penciptaan ultimate : ilusi dan kenyataan terbuka.
- Skill pemangsa. 6 dari 8 gerbang terbuka.
• teknik pertahanan raja singa merah
• teknik serangan dekat sepuluh langkah Garuda emas
• teknik serangan jauh lintasan naga hitam
- Hukum kegelapan level 5.
- keajaiban hidup level 4.
- kekuatan iblis tingkat lord.
- element unique : Api Phoenix merah.
- roh kontrak : Aza El haramale.
- penguasaan pedang dewa pemangsa kematian : 40 %
- seni beladiri pernafasan tahap kesempurnaan.
__ADS_1
- Transformasi fusion : golden darkness.
- New : element unique : beku abadi.)