PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2

PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2
lebih ganas


__ADS_3

Su yiu tidak tahu dimana keberadaan dari Jariko, karena kemampuan dari teknik serangan debu angkasa membuat tubuhnya bergerak dalam kecepatan yang jauh lebih tinggi.


Tapi bisa dia saksikan jika tebasan demi tebasan menggores ke sekitar arena, menghancurkan lantai batu yang keras, dan terus bergerak menuju ke tempat Su yiu.


Ini tidak baik, dimana kekuatan dewa kematian sekedar mampu dia gunakan untuk meniadakan energi, tapi kemampuan Jariko adalah teknik dari tubuhnya.


Kecuali jika su yiu mampu naik level dalam menggunakan kekuatan dewa kematian, karena saat itu dia bisa mengubah realitas tubuh nyata lawan.


Selain itu, kekuatan Su yiu sudah diambang batas, dia tidak mungkin menggunakan penghancur realitas kembali.


Kalau saja ada sedikit energi tersisa, maka Su yiu, bisa menghancurkan senjata yang di gunakan oleh Jariko.


"Apa su yiu bisa mengatasi serangan ini." Askar bergumam sendiri dengan menujukan ekspresi wajah rumit.


"Askar kenapa kau menunjukkan ekspresi yang tidak menyenangkan, apa Su yiu berada dalam posisi kalah ?." ucap guru Gorongo yang menebak isi pikiran dari Askar.


"Aku tidak bisa memungkiri hal itu karena saat ini Su yiu sudah kehabisan energinya." Jawab Askar dengan wajah lemas.


Sebagai seorang lord alam Kaisar tahap akhir melawan lord alam sains Suci tahap awal tentu bukan perkara mudah, bahkan Su yiu bisa bertahan sampai sekarang adalah sebuah keajaiban.


"Kalau begitu, kita hentikan pertandingan ini, karena Jariko serius menyerang Su yiu dengan teknik rahasianya, dia bisa celaka." Gorongo bersiap dalam langkah maju.


Tapi Askar memperhatikan jika Su yiu memejamkan matanya, dia berkonsentrasi untuk melawan serangan Jariko tanpa menggunakan kekuatan dewa kematian.


"Tuan Gorongo, jangan ganggu mereka."


"Kenapa kau selalu menghentikan aku Askar, jika su yiu terluka, Aku tidak tahu harus berbicara apa Kepada tuan Loe Teu Yiu." Gorongo terlihat kesal atas tindakan Askar.


"Percayalah, jika Su Yiu bisa melawan Jariko, karena dia adalah murid khusus dari sang penguasa pedang, tentu su yiu memiliki beberapa metode mengatasi serangan ini." Askar mencoba menenangkan Gorongo.


Sejenak guru besar Gorongo melihat ke arah su yiu, dia benar-benar berkonsentrasi penuh dengan pegangan tangan di pedang yang masih tersimpan di dalam sarungnya.

__ADS_1


Semakin dekat serangan Jariko, hingga berselang jarak beberapa meter untuk menebas tubuh su yiu, mata gadis cantik itu terbuka lebar.


Ditariknya pedang dengan kecepatan tinggi, dan secara mengejutkan, teknik su yiu itu menghentikan Jariko yang tidak bisa dilihat oleh semua orang.


Pedang Jariko pun pecah, Su yiu lah yang sudah tepat sasaran di titik lemah senjata untuk dia hancurkan menjadi kepingan-kepingan kecil.


Tanpa menunggu lama, gerakan su yiu berikutnya, adalah satu kepastian dimana pedang itu meluncur cepat ke leher Jariko.


Waktu bergerak lambat, tidak terhentikan atau pun di hindari oleh Jariko, dan ini menjadi kekalahan bagi lawan tanpa bisa dibantah lagi.


"Bagaimana mungkin kau mampu melihat gerakan dari serangan ku." Ucap Jariko tidak percaya.


"Apa kau tahu, aku sudah melihat serangan sepertimu ini ratusan kali, dan kemampuan yang kau lakukan masihlah berada jauh di bawah kakek Loe Teu Yiu." Su yiu secara tegas menjawab pertanyaan dari Jariko.


"Ini tidak mungkin, serangan yang aku miliki adalah teknik khusus keluarga kerajaan." Semakin sulit untuk Jariko percaya.


Bagaimana tidak, kemampuan yang diturunkan langsung oleh ayahnya itu dikatakan bahwa orang lain bukan siapa-siapa, selain pengkhianat alam semesta kerajaan beladiri.


"Aku tidak tahu apa yang kau katakan, tapi kakek loe teu yiu bisa menggunakannya jauh lebih ganas dari milikmu." Balas Su yiu.


Askar terkejut mendengar semua yang dikatakan oleh Su Yiu, ya dia memang tahu jika tuan penguasaan pedang adalah eksistensi dengan kemampuan beladiri senjata tingkat dewa.


Dan pada akhirnya, pelatihan yang diberikan kakek Loe Teu Yiu memiliki banyak manfaat untuk Su yiu bertarung.


Tanpa ragu su yiu mengulurkan tangan untuk meminta taruhan yang dijanjikan oleh Jariko, dengan wajah lemas, dia mengeluarkan sekantong koin kristal seperti perjanjian mereka.


"Tapi nona Su yiu apa kau benar-benar tidak mau berpikir lagi untuk ikut denganku." Ucap Jariko tentang hal lain.


"Maaf, aku tidak tertarik sedikit pun." Jawaban Su yiu tetap dan tidak berubah.


*******

__ADS_1


Secara langsung Resya menyaksikan kekalahan Jariko oleh Su Yiu, begitu juga untuk guru Tisumi yang notabenenya adalah ibu dari istri tambahan Varjo de hores.


Tisumi tidak menyangka, teknik andalan yang selalu dibanggakan oleh varjo, jika ayahnya mampu menciptakan teknik pedang terkuat di alam semesta kerajaan beladiri.


"Tuan Loe Teu Yiu ternyata sudah memiliki penerus yang sangat hebat, bahkan mungkin akan jauh melampaui sosok penguasa pedang itu sendiri." Gumam Tisumi dengan mata terbuka lebar.


Resya berjalan mendekati Tisumi, keduanya sama-sama melihat pertarungan ini dengan rasa terkejut.


"Ibu... Apa yang akan dikatakan ayah, jika tahu teknik andalannya di patahkan oleh seorang gadis ini." Ucap Resya dengan senyum mengejek.


"Varjo tidak akan tinggal diam, dia pasti akan mencari tahu tentang Su yiu, tapi Jariko tidak mungkin menceritakan hal memalukan ini kepadanya." Tisumi cukup paham atas sikap Jariko.


Kewibawaan Varjo de hores tidak boleh di usik, hanya karena kekalahan anak-anaknya, tentu menjadi rasa malu yang tidak bisa di tutupi.


Tapi setelah su yiu mengalahkan Jariko, sosok lain sudah berdiri di sampingnya, Payou semakin tertarik untuk melawan Su yiu.


Biarpun sebelumnya dia ingin bertarung dengan Askar, dan saat tuannya dikalahkan tujuannya berbalik kepada Su yiu, karena semua yang dia lakukan membuatnya semakin bersemangat.


"Nona untuk apa kau terburu-buru turun, aku sudah disini, dan siap bertarung melawanmu." Ucap Payou.


Askar yang bisa merasakan energi su yiu sudah habis, segera muncul untuk membela tunangannya.


Berdiri bersilang tangan didepan dada, sikap tangguh di tunjukan tanpa takut membalas perkataan dari Payou.


"Tuan Payou, apa kau tidak malu, melawan seorang gadis yang sudah dua kali berturut-turut bertarung." Askar secara langsung mengomentari tindakan Payou.


Semua orang pun menyadari, kondisi Su yiu tidaklah stabil, bahkan untuk sekedar berdiri, langkah kakinya terlihat lemas.


"Askar apa kau tahu, aku bosan menunggu lawan yang kuat muncul, sedangkan semua orang di sini, hanya sampah, tapi kau dan gadis ini membuatku tertarik." tegas jawaban Payou menujukan penghinaan.


telinga semua orang terangkat mendengar ucapan Payou, satu persatu, dari masing-masing perguruan, melompat naik ke atas arena.

__ADS_1


mereka semua tidak terima atas perkataan Payou dan berniat menujukan diri, jika anggapannya tentang sampah hanya omong kosong belaka.


"Baiklah, kau urus masalahmu dengan mereka, aku tidak mau ikut campur." Askar bergegas turun dan membawa Su Yiu pergi.


__ADS_2