PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2

PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2
malaikat Penghakim


__ADS_3

Ini jelas diluar dugaan, jika su yiu mampu membangkitkan sebagian kecil dari kekuatan dewa kematian, sebuah penghancuran realitas.


Dimana segala macam bentuk materi nyata akan ditiadakan dalam sekejap, namun saat ini, kekuatan yang dimiliki oleh Su Yiu masih terbatas.


Jika kekuatan Lutos dapat dia gunakan secara penuh, maka sebuah planet akan mampu dia lenyapkan dalam satu jentikan jari. Jelas terlihat akan rasa ngeri ketika harus berhadapan dengan dewa kematian.


"Tunggu sebentar, jika harus melawan kekuatan dewa kematian, bukankah terlalu berlebihan." Ucap Askar dengan penolakan.


"Kau terlalu banyak menawar Askar, apa sulitnya dengan melawan seorang gadis yang baru beranjak dewasa." Kakek loe teu yiu menjawab dengan kesal.


"Ini bukan soal tawar menawar, apa lagi bertanya dia gadis atau sudah janda, hanya saja, tanpa aku membuka kekuatan dari dewa awal penciptaan, nyawaku bisa terancam." Askar jelas tidak ingin mengambil resiko.


Biar pun dia tidak akan dibunuh, tapi tetap saja akan mampu kekuatan dewa kematian itu melenyapkan dua lengan dan kakinya, tanpa bisa di regenerasi pula.


"Baiklah, baiklah, tapi jangan berlebihan." Kakek Loe Teu Yiu pun memahaminya.


"Aku mengerti." Jawab Askar.


Askar cukup tahu dengan semua kemampuan dari Lutos, tapi satu-satunya dewa yang mampu menghadapi kekuatan dewa kematian, hanya milik Sunawa.


Keajaiban hidup menjadi lawan yang bertahan, ketika Lutos mengeluarkan serangan penghancur realitas. Semua informasi itu berasal dari ingatan Asyura, karena cukup sering mereka berdua saling bertengkar dan tidak pernah ditentukan siapa pemenangnya.


Dari kedua tangan Askar muncul cahaya kuning keemasan yang mengalir ke seluruh tubuh, dia lebih mengutamakan keselamatan diri dengan membentuk lapisan pertahanan.


Sejak awal Askar tentu tidak terpikir untuk saling berkelahi hingga mereka kehilangan nyawa, dengan kekuatan keajaiban hidup, Askar pun merasa tenang jika harus menerima serangan dewa kematian.


Terlebih lagi dengan peningkatan di lord alam guru, kekuatan keajaiban hidup pun ikut berkembang, dimana dia menciptakan kekuatan khusus, berupa sosok sepuluh malaikat yang memiliki kekuatan tinggi.


Hanya saja, itu tidak Askar perlukan untuk pertarungan melawan Su yiu, biar pun sekedar uji kelayakan, tapi aura membunuh terasa hingga ke belakang punggung.


Sebilah pedang lain muncul, kali ini lapisan energi dari keajaiban hidup pun memberi ketahanan terhadap senjata.


"Baiklah mari kita lanjutkan lagi." Tegas ucapan Askar yang bersiap dalam kuda-kudanya.

__ADS_1


Teknik pedang milik Loe Teu Yiu memang tidak bisa dianggap enteng, walau gerak Su yiu belum sempurna, tapi dalam beberapa kesempatan, pedang tipis yang digunakan oleh Su yiu hampir menyayat leher Askar.


Sekali lagi, mengarah tanpa ragu, satu tangkisan pedang terpotong lurus dan tidak bisa Askar hentikan.


Skill penciptaan ruang : akselerasi.


Lingkaran wilayah tempat Askar berakselerasi menyebar cepat demi mendapatkan satu celah untuk melawan.


Tapi ruang akselerasi tiba-tiba saja pecah, ini adalah kekuatan dewa Lutos, skill penciptaan ruang pun mampu di paksa hancur tanpa bisa Askar gunakan.


Itu membuat Askar tidak bisa menghindari serangan Su yiu, dalam pandangan Askar, gerakan pedang tipis hampir menyentuh kulit.


Memang benar jika kekuatan Lutos tidak berpengaruh terhadap tubuh Askar, tapi teknik pedang su yiu bisa memotong senjatanya lord sekali pun, jelas leher Askar dalam bahaya.


Malaikat Penghakim.


Tanpa ragu-ragu kilatan cahaya lepas dari tubuh Askar, sesosok penampakan makhluk bersayap delapan yang ada tepat dibelakang Askar.


Melihat Su Yiu bangkit kembali, dan menujukan sebuah ekspresi tersenyum karena menikmati pertarungan, dia pun tidak ragu untuk datang melawan.


Pedang tipis itu kini dipenuhi energi dewa kematian, hingga dua serangan Su Yiu dan malaikat keajaiban hidup bertemu, seakan dunia terbagi menjadi dua warna kuning keemasan dan hitam pekat.


"Su yiu berhenti." Suara kakek Yiu itu datang dengan lintasan senjata untuk mematahkan kedua serangan yang bertemu.


Satu tebasan sang penguasa pedang melempar dua kekuatan dewa ke angkasa, meledak, hingga menggetarkan langit dalam skala besar.


Dengan patuh kepada perintah sang kakek, su yiu menarik kembali pedangnya kebelakang, Askar pun menarik kekuatan keajaiban hidup kedalam tubuh.


Kakek Loe Teu Yiu tentu merasakan kejanggalan ketika dua kekuatan dewa saling beradu, bahkan dia takut ada hal buruk jika pertarungan mereka di teruskan.


Nyatanya tindakan yang di ambil oleh Kakek Yiu menjadi perhatian untuk Askar, biar pun itu adalah sebagian kecil dari tingkat maksimum kekuatan dewa. tetap saja, tidak sembarang orang bisa menghentikannya.


Tapi sang penguasa pedang, Loe Teu Yiu dengan mudah melemparkan dua kekuatan yang saling beradu ke atas langit.

__ADS_1


Terlebih lagi, karena ledakan itu semua orang berhamburan keluar untuk melihat kondisi langit yang berubah menjadi kuning keemasan bercampur hitam pekat.


Termasuk juga dengan Rea, Sina dan Asy, hanya ketika melihat Askar, mereka bertiga pun memahami tentang apa yang terjadi.


"Apa yang kalian berdua lakukan tengah malam begini." Ucap Sina dengan kesal.


"Itu benar, bagaimana aku warga datang dan menggerebek kalian." Asy pun ikut ambil bagian untuk berbicara.


"Hei ... Aku merasa tidak sedang melakukan hal yang tidak-tidak." Balas Askar dengan kesal.


"Aku sempat takut, jika kekuatan itu pecah dan menghancurkan seluruh kota Sourina." Itu yang di rasakan oleh Rea.


Memang benar, jika kakek Loe Teu Yiu tidak menghentikan dua kekuatan itu, maka seluruh kota akan hancur lebur menjadi debu.


Askar mengarahkan pandangan kepada Su yiu, dia tampak tenang saat kakeknya memerintahkan untuk berhenti, sedangkan Loe Teu Yiu mengangguk tak lazim akan kejadian ini.


"Baiklah, untuk sekarang kita berhenti dulu." Ucap kakek Loe Teu Yiu dengan jelas.


"Eeehhh, apa tidak dianggap selesai saja." Tapi Askar merasa enggan.


Bukan tanpa alasan, atau pun menolak kalah terhadap Su yiu, tapi dia tidak nyaman jika harus bertarung kembali dengan seorang wanita.


"Itu tidak bisa, kau harus melawannya, demi mengembangkan potensi Su yiu akan kekuatan dewa kematian." Itu menjadi tujuan sang penguasa pedang.


"Aku sih mengerti, tapi...." Risih Askar mengatakan isi pikirannya.


"Sudahlah, kau memang pantas menjadi pendamping Su yiu, hanya saja, kau masih lemah, terlebih kau terlalu mengandalkan kekuatan dewa pemangsa, jika itu diketahui oleh penguasa alam semesta lain, mereka pasti mengincarmu Askar."


Itu memang benar adanya, tanpa kekuatan dewa pemangsa, Askar selalu kesulitan melawan musuh yang jauh lebih kuat.


Dan juga kekuatan Asyura tentu akan menarik perhatian para penguasa alam semesta demi mendapatkan kekuatan dari dewa awal penciptaan.


"Karena itu, mulai sekarang, kau harus berlatih denganku." Berkata Loe Teu Yiu kepada Askar.

__ADS_1


__ADS_2