PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2

PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2
sama-sama menang


__ADS_3

Ini adalah batas yang menentukan apa Askar atau su yiu mampu membangkitkan potensi untuk melampaui batas seorang lord didalam tubuh mereka.


Semua orang menyaksikan, tidak percaya, lebih tepatnya, mereka menolak percaya, dimana dua orang itu akan mampu melangkah hingga akhir.


Sedangkan dalam sejarah alam semesta kerajaan beladiri, dan semua murid di padepokan beladiri pedang semesta hanya satu orang yang mampu berada di puncak menara itu.


Dia adalah sang pendiri, sosok yang membangun padepokan beladiri pedang semesta dan menara puncak semesta, sang penghancur, dewa bencana, Mahesa.


Karena jauh sebelum dibentuknya alam semesta kerajaan beladiri, wilayah ini menjadi tempat penjagaan sang dewa bencana Mahesa.


Walau dirinya adalah keturunan dragonic, dia lebih memilih mengasingkan diri diwilayah lain, karena satu alasan, kesombongan para ras dragonic atas kekuatan diatas manusia yang membuat Mahesa pergi.


Dan juga, atas kemampuan beladirinya itu, menjadikan sosok Mahesa memiliki julukan lain, dewa bencana dewa penghancur, dewa naga, atau pun dewa beladiri.


Julukan dewa beladiri sendiri diambil karena dia menjadi makhluk pertama yang menciptakan seni bertarung menggunakan senjata.


Tapi setelah dewa Mahesa lenyap dan dikabarkan telah tewas melawan kaisar akhir zaman di masa lampau, membuat para manusia datang untuk menguasai wilayah yang dulu Mahesa gunakan sebagai tempatnya hidup.


Sedangkan ketiga guru besar yang masih menyaksikan Askar dan Su yiu diam di atas untuk berusaha menapakkan kaki di langkah terakhir.


Kini Karlina dengan membawa Resya turun, berjalan menghadap kepada tiga guru besar dengan membungkuk memberikan penghormatan.


Tapi secara khusus Karlina menunjukan penghormatan kepada Wajoi, dimana lelaki tua satu itu adalah guru Karlina langsung dan yang membawa dia ke padepokan ini.


"Tuan guru, maaf membuat anda kecewa."


"Kecewa, aku tidak merasakan hal itu, kau sudah berusaha, bahkan mampu melampaui dua langkah sebagai batasanmu."


"Tapi aku tidak mampu mengalahkan mereka berdua." Yang Karlina maksudkan adalah Askar dan Su yiu.


"Aku tidak mempermasalahkannya, bahkan aku merasa tidak yakin jika kau mampu mengalahkan mereka berdua." Ucap watoi kepada Karlina.


Karlina mengangkat kepalanya, dia mempertanyakan dari mana isi pikiran gurunya itu hingga memberi pernyataan cukup membuat Karlina bingung.

__ADS_1


"Kenapa guru tahu jika aku tidak mampu mengalahkan Askar."bertanya Karlina karena ingin mengetahui alasan dibalik ucapan sang guru.


"Kau tidak akan tahu, tapi aku sudah membuka mataku dan melihatnya sendiri.... bahwa lelaki yang mengalahkan bakatmu itu bukanlah manusia biasa, dia istimewa, seseorang dengan kekuatan yang jauh diluar batas pemahaman kita." Jawab watoi atas sepengetahuan dirinya.


"Apa wanita itu juga." Karlina pun merasa penasaran atas sosok Su yiu.


"Ya mereka berdua, adalah bakat-bakat yang jauh diatas kami, termasuk tuan Loe Teu Yiu sendiri." Mengangguk watoi menjawab.


Pernyataan Wajoi atas Askar dan Su yiu bukanlah tanpa alasan, mata yang dia tutupi itu mampu menujukan segalanya, sebuah berkah dari ilhai untuk siapa pun tidak menyembunyikan sebuah rahasia.


Termasuk apa yang watoi lihat dari Askar, dimana dia memang tidak tahu kekuatan macam apa dari tubuh Askar itu, tapi konsentrasi energi miliknya sangat mengerikan.


Yang jelas manusia biasa tidak memiliki kekuatan seperti yang Askar tunjukan, ditambah lagi ada pula delapan titik sinar terpancar terang berputar-putar di dalam jiwa lelaki satu itu.


Tentu watoi merasa tertarik atas kekuatan yang ada didalam tubuh Askar.


*******


Askar benar-benar tidak menyangka jika dirinya ditekan oleh kekuatan besar secara habis-habisan.


Tapi Su yiu mengeluarkan energi gelap yang melapisi seluruh tubuhnya, itu kekuatan dewa kematian Lutos.


Entah kenapa Askar tahu tujuan dari Su yiu, dia ingin menghancurkan efek menara puncak semesta dengan kekuatan pengubah realitas ini.


Hanya saja ini tidaklah mudah, struktur yang dibentuk oleh kekuatan dari dalam menara, membutuhkan banyak waktu untuk sekedar mengurai dan membentuknya kembali.


Melihat tindakan Su Yiu yang sudah mengambil rencana memenangkan taruhan, Askar tidak bisa menunggu sampai Su yiu menyelesaikan kekuatan dewa kematian.


Dan saat itu juga Askar tidak ragu lagi untuk membuka kekuatan skill pemangsa gerbang ke lima murka penguasa.


Kemunculan dua kekuatan besar dia atas puncak menara menjadikan seluruh wilayah padepokan beladiri pedang semesta berguncang keras.


Semua orang terkejut, memang ini bukan kekuatan yang jarang dimiliki oleh orang lain, tapi rasa kejutan itu datang karena dua orang pemiliknya masih terlalu muda.

__ADS_1


"Aku ingin tahu seberapa besar potensi dua orang ini di masa depan nanti."


"Ini akan sangat menyenangkan jika mereka tidak salah mengambil jalan hidup."


"Itu benar, dengan kemampuan yang mungkin melampaui tuan Loe Teu Yiu, tentu menjadi masalah besar jika mereka tidak bisa mengendalikannya."


Tiga komentar dari masing-masing guru besar menggambarkan seberapa khawatir mereka terhadap masa depan Askar dan Su yiu.


Suasana menjadi lebih tegang, dimana pilar batu sudah menuliskan nama Askar serta su yiu dibawah Loe Teu Yiu, dengan jumlah langkah yang sama.


Tidak berhenti sampai disitu, benturan dua kekuatan dewa yang saling berdekatan tidak berhenti berkecamuk, Askar dan Su yiu mulai mampu menggerakkan tubuh walau berat tetap di terima oleh tubuh.


Tapi tetap tidak mau mereka menyerah begitu saja, dan saat pijakan di langkah terakhir mereka letakkan, ledakan besar muncul, kemudian menyebar kesegala penjuru.


Semua efek yang menahan tubuh mereka pun terlepas, Askar segera merebahkan tubuh diatas lantai puncak menara.


Walau tidak menimbulkan kerusakan fatal, tapi rasa lelah yang Askar terima jelas masih membuatnya lemas, begitu juga dengan Su yiu.


"Kita seimbang, jadi apa yang kau inginkan Su yiu." Ucap Askar selagi melihat Su Yiu tergeletak di sampingnya.


"Apa maksudmu Askar." Su yiu balik bertanya.


"Kita akan sama-sama menang, kau akan mendapatkan koin kristalku, dan kau memberikan apa yang aku mau, atau kita sama-sama kalah, kita tidak mendapatkan apa pun dari semua ini." Itu yang dikatakan oleh Askar.


Su yiu merasa paham tentang ucapan Askar, jelas bahwa dia pun ingin mendapatkan koin yang menjadi tujuannya itu, tapi pilihannya, adalah dia harus memberikan apa yang Askar inginkan.


"Kalau begitu, aku ingin sama-sama menang." Jawab Su yiu sudah memikirkan segala sesuatunya.


"Apa kau yakin." Askar bertanya, karena dia tidak memaksa jawaban Su yiu.


"Tentu saja, karena pada akhirnya aku juga akan menjadi istrimu, apa salahnya dengan menerima hal ini." Balas Su yiu untuk sebuah alasan.


"Itu terdengar sangat menyenangkan." Tersenyum Askar saat melihat Su Yiu.

__ADS_1


Entah kenapa Askar merasa jika Su Yiu yang sekarang sudah merasa yakin untuk ikut bersama Askar sebagai wanitanya, Askar memang mengharapkan hal ini.


Tapi siapa sangka, jika su yiu mengatakan sendiri tanpa banyak penilaian seperti yang dia lakukan saat mereka bertarung.


__ADS_2