PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2

PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2
menahan diri


__ADS_3

Dihadapan Askar wanita satu ini benar-benar tidak memiliki keraguan untuk melunasi hutang akan taruhan yang pernah mereka lakukan.


Askar sedikit melirik, dia pun terbawa akan hasrat akan kecantikan yang sudah pasrah saja membuka semua baju dan memperlihatkan setiap lekuk tubuh mulus penuh gairah itu.


"Aku tidak ingin melakukannya." Ucap Askar dengan tekad kuat menahan emosi.


"Kenapa, apa kau sudah tidak tertarik lagi dengan seorang wanita." Resya pun jelas mencoba memancing Askar.


"Ya bukan begitu juga, aku hanya merasa sayang dengan nyawaku ." Jawabnya untuk sebuah alasan.


Askar bukan tidak tertarik untuk menikmati tubuh indah yang Resya miliki, kecantikannya pula bisa membuat Askar tidak terkendali.


Hanya saja, keselamatan Askar di alam semesta kerajaan beladiri dipertaruhkan jika harus menolak pernikahan yang telah di tetapkan oleh Varjo.


Askar pun mengambil satu persatu pakaian Resya yang tergeletak di lantai, meski dia tahu bahwa wanita ini berusaha menahan diri, walau dia tidak terbiasa di perhatikan oleh lelaki dalam kondisi yang memalukan.


"Sebaiknya kau menggunakan pakaianmu lagi, aku takut kau masuk angin." Sebenarnya bukan itu alasan Askar.


Melainkan semakin lama dia menyaksikan Resya telan*Jang, semakin dia tidak bisa menahan diri.


Wanita itu membenahi diri, pakaian sutra yang sebelumnya dia lepas kini kembali menyelimuti lekuk tubuh mulus tanpa cacat milik Resya.


Resya duduk dengan semua perasaan rumit yang terus berputar-putar di atas kepalanya, memikirkan tentang masa depan, pernikahan yang tidak pernah dia harapkan, bukan cinta seharusnya, dan tuntutan orang tua secara paksa.


Sekali lagi Resya menghembuskan nafas panjang, berat dan penuh dengan keputusasaan, hanya karena lelaki satu ini, segala yang dia miliki berubah drastis, putar balik dan suram, yaitu untuk dirinya sendiri.


"Aku benar-benar tidak mengerti, kenapa semua ini harus terjadi kepadaku." Gumam Resya dengan tatapan lemas dan sayu.


"Sejak awal kau sendiri yang memulainya." Ucap Askar yang tidak ingin disalahkan karena masalah dari wanita itu.

__ADS_1


"Tapi karena kau juga... Kenapa saat itu kau menginginkan sebuah taruhan." Resya masih kesal akan tindakan Askar.


"Hei itu juga karena kau menerimanya, bukankah kita sama-sama dalam posisi bersalah disini." Askar membalik keadaan dan situasi antara mereka.


Seharusnya Askar tidak perlu perduli untuk mengurus permasalahan Resya, karena dia sendiri yang membuat semua ini menjadi rumit, sehingga dia lah yang harus mengatasinya.


Askar membawa segelas air minum yang dia berikan kepada Resya, seketika diambil dan habis dalam satu tegukan, kemudian Askar pun duduk disebelah wanita yang sedang murung itu.


"Mustahil aku menolak pernikahan ini sekarang, jika aku lakukan, Varjo dan ibumu pasti akan membunuhku." Jelas Askar tidak bisa bertindak nekad sekarang.


"Bahkan aku lebih ingin kau dibunuh sekalian, agar aku tidak pusing seperti sekarang." Gumam Resya tersenyum mengejek.


"Maaf jika itu tidak bisa aku lakukan, karena ada banyak hal untuk aku selesaikan di masa depan nanti." Balas Askar yang mendengar ucapan lirih darj Resya.


Jika saja sejak awal Resya memberikan apa yang Askar minta, dia jelas masih bisa membantah hubungan ini kepada tisumi, sebelum Varjo de hores tahu.


Tanpa alasan yang tepat hubungan keduanya sangatlah rumit, tapi tuntutan dari Askar atau pun Resya menjadi jalan buntu.


(Ketika ijab Kabul dilakukan, secara tiba-tiba pintu terbuka keras dan dan satu sosok lelaki datang sembari mengatakan 'aku keberatan', terjadilah sebuah pertikaian dahsyat, dan berakhir tragis, antara keduanya yang saling menyukai, tapi di tolak oleh kedua orang tua, karena mereka sama-sama lelaki.)


Dari kisah itu Askar paham, dia bisa saja menggunakan alur setingan seperti di sinetron, hingga menjadikan rencana ini sebagai judul 'pernikahan yang ditolak'.


"Maaf saja, tapi aku tidak pernah memiliki kekasih." Jawab Resya sedikit malu-malu.


"Huh !!!??." Askar terkejut secara berlebihan.


"Apa masalahmu, kau terkejut seakan jelas itu menghinaku."


"Kau seorang putri, cantik, menawan, wow, dan anak orang kaya pula, tidak pernah pacaran, apa kau selama ini hidup dalam gua." Askar tidak bisa membayangkan kehidupan yang Resya jalani.

__ADS_1


"Jangan sembarang kau bicara, aku tidak pernah memiliki kekasih karena semua lelaki takut dengan ayah ku." Perjelas Resya akan posisinya.


"Entah kenapa aku bisa paham soal itu." Dari segala hal yang terjadi dalam hidup Askar, jelas ada beberapa bagian untuk dirinya menghadapi ayah mertua yang keras, kejam, dan beringas.


Semakin banyak Resya berpikir, semakin dia bertemu jalan buntu, dia terkurung dalam lingkaran antara semua masalah yang tidak memiliki solusi.


"Bagiamana jika kau meminta bantuan kepada orang bayaran untuk berpura-pura menjadi kekasihmu dan berusaha merebut mu dariku." Coba Askar membicarakan rencana lain.


"Apa kau pikir ada orang yang berani menentang keputusan ayah, di alam semesta ini, dia adalah orang terkuat, jika dia merasa tidak suka tentu siapa pun orang yang membuatnya marah bisa saja terbunuh." Resya tidak menganggap itu akan berhasil.


"Aku pikir posisi ini sama seperti yang aku alami sekarang." Gumam Askar.


Untuk sekarang Askar tidak ingin mengambil resiko, penyerangan ke alam semesta kerajaan suci terjadi sebentar lagi, dan pernikahan mereka sudah di tentukan.


Jika Askar memiliki untuk membatalkannya, maka posisi sebagai pemimpin pasukan khusus akan terancam, sedangkan dia sudah mengatur rencana besar demi membalas dendam kepada Varjo dan Sirjo.


"Tidak ada pilihan lain, kita lakukan saja." Askar tidak bisa memikirkan tentang rencana yang mungkin bisa di terima Resya.


"Ya sepertinya memang harus terjadi, tapi aku memiliki sebuah kondisi Askar." Jelas wanita ini tidak ingin menerima apa pun.


"Apa itu."


"Aku hanya akan memberikan satu permintaan mu itu, hanya sekali dan aku akan pergi." Tegas keputusan Resya dengan permintaan kepada Askar.


"Aku mengerti, dan sejak awal hanya itu yang aku inginkan." Paham Askar atas keinginan Resya dan dia pun tidak melarangnya.


Askar hanya menginginkan energi dalam teknik meditasi gabungan jiwa bersama Resya, walau kemungkinan sekecil apapun, dia ingin meningkatkan kekuatan menjadi lord alam awal keabadian.


Tapi jelas besar jarak yang harus Askar lewati tidaklah sedikit, dimana untuk orang-orang biasa, mereka membutuhkan waktu ratusan ribu tahun demi mencapai tingkat lord alam awal keabadian.

__ADS_1


Memang Askar tidak berharap banyak untuk hal ini, tapi Resya memiliki sedikit potensi dalam tubuhnya itu sebagai tubuh ilahi yang belum bangkit.


Jika anggapan Askar benar, maka saat teknik meditasi gabungan jiwa dia lakukan, ada satu kesempatan untuk Askar menyerap energi murni dalam tubuh Resya, sekaligus membuka potensi tubuh ilahinya.


__ADS_2