PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2

PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2
simbol


__ADS_3

Menggunakan tiga tetes air bunga keabadian yang Askar tanam di dunia imajinasi, tubuh Rea kembali normal kembali seakan persalinan sebelumnya tidak pernah terjadi.


Bunga keabadian memang sangat mujarab untuk mengembalikan kondisi seseorang yang sudah kehabisan energi secara besar-besaran.


Belum lagi seorang ahli beladiri yang melahirkan hampir sama dengan pertarungan panjang melawan puluhan orang dalam satu waktu.


Memang keselamatan Rea terjamin, tapi tidak menutup kemungkinan akan lebih menguras energi untuk lebih lama dalam kondisi pembukaan.


Tapi sekarang Rea bisa bergerak bebas setelah Askar memberi tiga tetes bunga keabadian yang memiliki kemurnian energi alam tersimpan didalamnya.


Di sisi lain.....


Melihat bagaimana Sinamemperhatikan Hara, wajah yang cantik namun tegas itu menujukan ekspresi sedih, karena mungkin ingatannya kepada Syfa.


Sudah cukup lama dia meninggalkan rumah, rasa rindu kepada anak perempuannya itu jelas membuat Sina bersedih.


"Sina apa kau mengingat Syfa." Ucap Askar yang memahami isi hati Sina.


"Ya... Begitulah." Sina mengangguk perlahan.


"Apa kau mau kembali ke rumah kita bersama dengan Asy." Bertanya Askar kepada istrinya satu ini.


Askar memang sudah merencanakan untuk Sina singgah dulu ke alam semesta api mulia, di klan Phoenix selagi Askar menyelesaikan urusannya.


Entah dia akan betah atau tidak, hanya untuk dua tahun terakhir sebelum Askar kembali, tujuan membawa Silviana pergi dari Varjo de hores harus dia lakukan.


"Tapi bagaimana denganmu Askar." Balik Sina bertanya tentang Askar.


"Aku akan lebih lama di alam semesta kerajaan beladiri." Askar pun menjawab atas tujuannya.


"Terus janjimu dengan kakak Elica bagaimana." Sina bertanya kembali.


"Akan aku usahakan untuk kembali tepat waktu." Tentu Askar yakin jika dia akan pulang.


Lima tahun seperti janjinya kepada Elica, Askar tentu tidak akan melupakan hal itu, karena dia merasa serius akan marah saat Askar tidak menepatinya.


Satu langkah sudah membawa Askar ke tujuan, menjadi prajurit khusus di dalam alam semesta kerajaan beladiri, akan membuka kesempatan membawa pergi Silviana.

__ADS_1


Membalas dendam atas perbuatan Sirjo dan Varjo de hores membayar semua yang mereka berdua lakukan kepada anak buah Askar.


Suara teriakan tangisan Hara membawa Askar untuk segera mendekat, karena dia tidak bisa membiarkan anaknya itu menangis.


Anak dari Rea, Madhava Hara, tentu sama seperti anak-anak Askar yang lain, dimana sejak kelahirannya kekuatan itu sudah terlihat, dia adalah pemilik kekuatan tubuh ilahi.


Ketika melihat Hara yang sedang menangis, simbol aneh di dadanya muncul, sebuah lingkaran dengan tulisan bahasa kuno dan Askar yang memiliki ingatan Asyura tentu mampu membaca.


"Langit ke tujuh." Gumam Askar memahami arti dari tulisan di dada Hara.


"Memang simbol apa itu Askar." Rea yang jelas tidak tahu tentang seluk beluk para pemilik tubuh ilahi.


"Aku hanya memiliki sedikit informasi, Hara adalah pemilik kekuatan tubuh ilahi yang sangat langka yaitu langit ke tujuh." Jawab Askar seadanya dari ingatan Asyura.


Biar pun ingatan Asyura memiliki banyak informasi, ditambah milik As sa'ah, tubuh ilahi langit ke tujuh sangatlah minim dari segala hal di alam semesta.


Hanya terlahir setelah lima ratus ribu tahun sekali, tapi siapa sangka Hara adalah pemiliknya sekarang.


"Jadi apa bedanya dengan tubuh ilahi milikku." Rea pun membandingkan.


"Semoga tidak menjadi masalah karena hal ini."


"Memang siapa yang berani mencari masalah karena anakku, jika ada, biar aku selesaikan hidup mereka." Tegas ungkapan Askar yang akan melindungi anaknya itu.


Tapi hanya karena tubuh ilahi biasa, sebuah negara akan berusaha mendapatkan mereka, terlebih lagi untuk Hara, dipastikan alam semesta pun bisa berperang demi kekuatan langit ke tujuh.


*******


Di sebuah tempat, alam semesta kerajaan beladiri.


Sano yang kini duduk sendirian sembari menunggu kehadiran orang lain cukup gelisah karena ini menyangkut masa depannya sebagai pemimpin bintang Taurus.


Tugas yang diberikan oleh Hydra jelas tidaklah mudah, walau dia bisa saja menerobos masuk dan membawa Silviana, tapi bagaimana dengan para penjaga, serta Varjo de hores itu sendiri.


Tapi tidak berselang lama, dua sosok yang dia tunggu akhirnya menampakan diri. Dimana seorang lelaki kurus dan wanita cantik serta penuh aura menggoda.


"Sano untuk apa kau memanggil kami kemari." Ucap lelaki kurus yang baru saja datang ke tempat Sano.

__ADS_1


"Kakak Scorpio, kakak Aquarius, terimakasih sudah mau menyempatkan diri untuk datang kemari." Sano pun membalas sopan saat menghadapi dua sosok yang jelas masih memiliki ikatan dengannya.


"Sudah tidak perlu banyak basa basi, katakan apa tujuanmu." Balas Aquarius dengan nada datar.


Mereka berdua orang penting di dalam kekuasaan alam semesta samudera bintang, karena jabatan mereka adalah anggota dua belas bintang penjaga utama.


Tentu Sano memanggil dua saudaranya itu untuk suatu alasan, dan jelas berhubungan dengan tindakannya yang ingin membawa Silviana.


"Jadi begini kakak, aku ingin meminta bantuan untuk menjagaku saat membawa Silviana dari istana milik Varjo de hores." Ucap Sano untuk alasannya.


"Harusnya kau tahu, jika tugas ini kau harus melakukannya sendiri, Tuan hydra tidak akan membiarkan kami membantumu." Kini giliran Scorpio yang angkat bicara.


"Aku akan melakukannya sendiri, tapi aku khawatir dengan orang yang memberikan bantuan kepadaku nanti." Sano pun merasa tidak nyaman untuk mempercayai orang itu.


"Siapa dia." Bertanya Scorpio.


"Suzong, penguasa alam semesta keabadian." Nama itu disebutkan oleh Sano.


Keduanya jelas mengenal siapa sosok Suzong, tapi tidak menyangka bahwa Sano berhubungan dengan lelaki yang menjadi penguasa alam semesta keabadian.


Ekspresi yang ditujukan oleh Aquarius menjawab ungkapan tentang Suzong, bagaimana pun hubungan antara alam semesta keabadian dan samudra bintang, bukan sesuatu yang bisa diajak bekerjasama.


Tapi atas dasar apa seorang penguasa menawarkan sebuah bantuan kepada Sano, mereka tentu memilikirkan bahwa ada udang dibalik batu.


"Kenapa kau mau menerima orang itu untuk membantumu." Tegas ucapan Scorpio, karena cara Sano bukan sesuatu yang bisa dipahami oleh mereka.


"Dia sendiri memaksaku untuk menerima bantuannya." Sano pun menjelaskan perihal tujuan yang diketahui oleh Suzong.


"Jadi apa kau pikir kami berdua mampu melawan Suzong." Rumit isi pikiran Scorpio saat tahu ada Suzong di alam semesta kerajaan beladiri.


"Tidak bukan seperti itu kakak, aku hanya ingin kakak berdua, mengawasi tindakan Suzong, karena aku merasa dia pun memiliki tujuan lain." Jawab Sano yang sudah memikirkannya.


Scorpio dan Aquarius pun mengangguk paham, Sano yang masih satu saudara dengan mereka menjadi alasan kenapa harus ikut membantu.


"Baiklah... Tapi ingat kami hanya akan bertindak setelah kau keluar dari alam semesta kerajaan beladiri."


"Itu memang yang aku butuhkan kakak." Sano pun menujukan senyum cerah karena dua saudaranya itu mau membantu.

__ADS_1


__ADS_2