PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2

PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2
tersenyum pula


__ADS_3

Keras dirasakan pukulan Su yiu, dia adalah lord alam kaisar tahap akhir, Askar tidak siap untuk bertahan dan sakit membekas di pipi.


"Kenapa kau memukulku ?." Sontak saja Askar terkejut karena tindakan dari Su yiu.


Bagaimana tidak, tidak ada angin atau hujan, seorang wanita cantik dengan wajah polosnya itu datang memukul Askar, sambil tersenyum pula.


Tentu Askar tidak ingin membayangkan jika gadis cantik ini memiliki kelainan dalam otaknya, tapi berusaha Askar memahami kenapa dia melakukan itu.


"Kakek mengatakan bahwa untuk menguji seorang calon suami aku harus memukulnya, jika dia tidak tewas maka cukup memenuhi standar kualitas yang kakek inginkan." Itu yang Su yiu jawab atas pertanyaan Askar bahkan tidak merasa bersalah dengan jawabannya.


Entah yang salah adalah Su yiu atau kakek tua itu dengan memberi pengajaran tidak biasa dalam mencari seorang lelaki.


"Aku tidak bisa membayangkan bagaimana dengan kondisi mereka setelah dipukul olehmu." Lemas Askar menjawab dengan gelengan kepala perlahan.


Tapi sejenak Loe Teu Yiu berjalan maju menghadap kepada Askar..."Sebagian besar lelaki itu mengadu kepada orang tua mereka."


"Terus ?."


"Aku yang menghajar orang tua mereka." Jawab kakek Loe Teu Yiu dengan menujukan wajah sombong.


Entah apa yang sedang dia sombong kan dengan metode untuk Su yiu mencari suaminya, sedangkan dia tidak ingin sembarang orang bisa mendapatkan kesempatan untuk mendekati cucunya.


Sejenak Askar terdiam, dia merasa aneh atas sikap yang ditujukan oleh kakek Loe Teu Yiu tentang tindakan Su Yiu sendiri.


Sedangkan kehadiran kakek loe teu yiu datang tentu tidak hanya sekedar mampir dan tanpa sengaja menyelamatkan Askar dari serangan Quan Qian.


"Lantas kenapa aku juga di pukul oleh cucumu, kakek Yiu." Berkata Askar.


"Kau adalah calon suami yang tepat untuk Su Yiu." Santai Kakek Loe Teu Yiu menjawab.


"Tunggu, tunggu sebentar." Askar pun mengangkat tangan.


"Apa kau menolak." Bertanya Kakek Loe teu yiu.


"Tidak juga sih, tapi untuk saat ini aku tidak bisa menambah istri, bahkan aku menolak tawaran dari nona Virnda." Jawab Askar yang sedikit menujukan sikap ragu-ragu.


"Kenapa memang ?."


"Aku memiliki tujuan yang cukup merepotkan, rumit dan berbahaya, tentu aku menahan diri untuk menjalin hubungan dengan wanita lain, terlebih lagi kedua istriku pasti akan ngambek." Balas Askar dengan tersenyum lemas.


Rea dan Sina memang tidak terlalu mengekang Askar dalam mencari istri lain, tapi tidak untuk sekarang, karena ada banyak hal yang sangat penting untuk dilakukan.


Mereka jelas tidak ingin ada wanita lain menjadi penghalang bagi tujuan untuk Askar sekarang, terlebih batas waktu tiga tahun akan semakin membatasi tindakan Askar.

__ADS_1


"Aku tahu itu Askar, karena ini takdir yang sudah di tetapkan oleh dewa Davendra, untuk membawa Su yiu kepadamu." Jawab Kakek Loe Teu Yiu menyebut nama sosok yang jelas Askar ketahui.


Nama itu terdengar jelas di telinga Askar, lelaki yang nyatanya adalah dia sendiri, penuh misteri tentang setiap tindakan, seakan dia memang telah mengatur segala hal untuk Askar.


Tapi bukan hanya Askar saja yang terkejut, melainkan semua wali di sekitarnya dan mendengarkan perkataan Loe Teu Yiu tentu tidak menduga ada campur tangan dari sesosok dewa awal penciptaan.


Askar berdiri dan berbisik kepada Kakek Loe Teu Yiu .... "Jadi anda tahu tentang kehadiran dewa Davendra dan juga hubungan antara aku dan dewa Davendra."


"Tidak hanya itu Askar, aku tahu semua rahasia yang kau sembunyikan di dalam tubuhmu, dan kitab tanpa terjemahan dari dunia mu adalah jawaban tentang semua takdir untuk kau lalui." Jawab kakek loe teu yiu dengan berbisik pula.


Askar jelas tidak ingin ada orang lain mengetahui tentang segala yang dia sembunyikan, kekuatan dewa pemangsa, adalah satu-satunya rahasia yang tidak mungkin untuk askar ungkapkan kepada publik.


"Aku mengerti sekarang, mari kita bicarakan semua ini di tempat yang seharusnya, aku harus menjaga rahasia ini." Berkata Askar dengan tujuannya.


"Baiklah kalau begitu...tapi sebaiknya kita urus dulu masalah tentang orang yang berniat membunuhmu." Jawab Kakek loe teu yiu memahami tanggapan Askar.


"Aku mengerti..." Askar mengangguk setuju, begitu pula para wali kerajaan yang tentunya harus bertanggung jawab atas keselamatan Askar.


*******


Di dalam ruangan kediaman keluarga Satya.


Satu sosok bayangan datang menghampiri Satya dengan membungkuk hormat, dia adalah pesuruh lelaki yang berniat menyingkirkan Askar dan mengirimkan pendekar mata api, Quan Qian.


"Apa !!!!."


"Itu benar tuan."


"Apa itu mungkin jika Askar mampu mengalahkan lord alam setengah saint tahap akhir."


"Bukan Askar yang mengalahkan Quan Qian."


"Lantas siapa, katakan padaku... jika dia berniat mencampuri urusanku, maka aku akan habisi mereka, bahkan aku akan mengirimkan pembunuh dari alam semesta lain yang jauh lebih kuat." Dengan keras Satya bersuara.


Dia tampak marah, tidak main-main berucap dalam emosi meluap-luap, tidak berhenti... "Mereka salah memilih lawan, keluarga Satya bisa menyewa pembunuh setingkat lord alam saint kalau mau, dan siapa pun itu, harus merasakan akibatnya karena membuatku marah."


"Tuan tenanglah, karena dia bukan sosok sembarangan." Berkata lelaki yang menjadi bawahannya itu dengan wajah takut.


Bukan karena kemarahan Satya, tapi karena membayangkan siapa sosok yang membantu Askar dalam pertarungan melawan Quan Qian.


"Jangan mengoceh, katakan siapa, apa dia kakek Esa, dia hanya orang tua yang sedikit lebih kuat, sedangkan di alam semesta lain masih banyak yang lebih kuat lagi." Tersenyum sombong karena ucapan yang merasa lebih tinggi dari siapa pun.


"Dia adalah..."

__ADS_1


"Cepat katakan." Potong Satya tanpa sabar.


"Tuan..."


"Tuan siapa."


"Sabar dulu napa, biar pun aku diberikan gaji besar untuk menjadi bawahan anda, tapi aku masih sayang kepada nyawaku sendiri." Keras suara bawahannya dengan berani.


"Baiklah, katakan."


"Tuan Loe Teu Yiu, penguasa pedang, dari alam semesta pedang tanpa tanding." Jawab bawahan Satya dengan jelas.


Satu tegukan air ludah terdengar jelas di tenggorokan Satya, kokoh kaki yang berdiri penuh semangat dan sombong, kini runtuh saat mendengar satu nama disebutkan.


"Pe... Pe... Penguasa pedang, Loe... Teu... Yiu." Gemetar Satya mengucapkan nama itu.


Jelas Satya tahu siapa sosok loe teu yiu, tidak berhenti tubuhnya gemetar ketakutan, karena dia sendiri yang sudah mengirimkan Quan Qian, jika ada yang tahu, maka habislah sudah kehidupan Satya.


"Apa kau memanggilku." Suara itu datang dari balik pintu.


Sosok lelaki tua berjalan dengan sekumpulan orang yang ada dibelakangnya, salah satunya adalah Askar dan tuan Jaga, kakak dari Satya itu sendiri.


"Satya kau melakukan tindakan tidak terpuji, kau harus mendapat hukuman atas perbuatanmu." Berkata paman Jaga yang kini datang untuk bertemu.


(note : Daftar alam semesta atas yang baru di ketahui.


- Alam semesta keabadian.


- Alam semesta samudera bintang.


- Alam semesta penguasa naga.


- Alam semesta pedang tanpa tanding.


- Alam semesta kerajaan beladiri.


- Alam semesta dunia beku dan api mulia.


- Alam semesta kerajaan suci.


- Alam semesta awal penciptaan.


- Alam semesta dunia gelap.

__ADS_1


- Alam semesta kerajaan bawah.)


__ADS_2