PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2

PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2
Salam kenal


__ADS_3

Askar tidak tahu apa yang terjadi, hanya memperhatikan bagaimana lelaki itu sangat bersikeras untuk menghadang langkah Razika.


Akan tetapi Razika keras kepala dan tepat berjalan pergi, seakan jelas dia menghindar dari kejaran lelaki satu ini.


"Hei, berhentilah dulu, dengarkan aku." Ucap dia yang tidak menyerah.


"Kau tidak memiliki hak untuk memerintahku Erdo, jangan paksa aku." Balas Razika dengan keras.


Dimana saat mereka masuk ke tempat ramai, awalnya lelaki yang cukup sabar menghadapi tingkah keras kepala Razika kini mulai emosi.


Orang-orang disekitar Razika pun saling berbisik, mulai membicarakan mereka berdua yang menarik perhatian.


"Bukankah itu anak tuan tanah."


"Sampai segitunya dia mengejar seorang wanita."


"Terlebih lagi dia itu Razika, apa yang tuan Erdo harapkan."


Askar tentu mendengar semua bisikan dari orang-orang sekitar yang jelas-jelas menujukan perkataan kurang menyenangkan atas sosok Razika.


Sejak awal Askar tidak tahu apa pun tentang kehidupan Razika, tapi dijelaskan dulu saat anggota kelompok matahari merah pernah berkata, jika mereka ingin mengubah nasib.


Dan memang Askar menyadari kalau kehidupan masing-masing anggota dari kelompok matahari merah adalah sekumpulan para makhluk yang memiliki nasib terpuruk di dunia ini.


Sedangkan Sam ingin membawa mereka untuk menaklukkan dimensi Noir agar terhindar dari serangan makhluk alam semesta atas, walau tujuan Sam adalah menyembunyikan ras manusia dimensi mortal dari mereka.


Kembali ke permasalahan Razika dan lelaki bernama Erdo.


Erdo semakin tidak bisa menahan emosi karena Razika benar-benar menolak setiap perkataannya, hingga satu tindakan menujuk ke cara kekerasan.


Sebuah tangan yang sudah melayang mendekat ke arah Razika dengan kekuatan energi untuk menamparnya, walau Razika bisa saja menghindar, tapi tidak ada kesempatan, karena dia secara langsung menjaga Xiza.


"Hei kakak, bukankah kau terlalu kasar dengan seorang wanita." Suara itu datang tepat sebelum tangan Erdo sampai di wajah Razika.


Askar muncul tepat dibelakang Erdo yang menahan serangannya, tentu dia tidak memiliki rasa takut lagi melakukan tindakan di kota Loyi ini.


Karena sekarang Askar sudah mendapat dukungan dari para wali di kerajaan alam semesta bawah, selama tindakan Askar bukan untuk merugikan orang lain.


"Siapa kau ?." Ucap Erdo dengan nada yang tidak nyaman di dengar.


"Aku Askar, salam kenal." Santai saja Askar menjawab.

__ADS_1


"Apa urusanmu dengan ini."


"Apa kau keberatan jika aku sedang melindungi dia."


"Tentu saja, karena kau tidak memiliki hubungan apa pun dengan masalahku."


"Sepertinya kau salah sangka, karena aku memiliki hubungan dengannya, maka dari itu aku melindunginya."


Tanpa segan-segan Askar menarik paksa tangan Erdo dan melemparkan tubuhnya jauh hingga menghantam dinding rumah.


Banyak orang berhamburan pergi, karena terkejut dengan keras benturan tubuh Erdo.


"Siapa lelaki itu yang berani bersikap kepada Erdo."


"Mungkin dia sudah gila melakukan hal itu kepada anak tuan tanah."


"Aku yakin akan ada masalah disini, sebaiklah kita pergi."


"Itu benar, aku takut...."


Para penonton pun mulai berbisik kembali karena melihat tindakan Askar seakan bukan hal baik, karena seketika itu juga lima sosok bertubuh besar berdiri menghadang Askar.


"Tuh kan mereka datang."


"Ayo pergi, cepat... Cepat."


Semua orang yang merasa paham atas sosok Erdo, dengan ketakutan mereka berhamburan pergi karena takut terkena imbas atas pertarungan yang akan terjadi.


Jelas saja, tanpa ragu satu pengawal melayangkan pukulan mengarah kepada Askar dengan kekuatan penuh, walau begitu, mereka masih belum cukup untuk melukai dirinya.


Sekali pun Askar mereka memiliki tingkat kekuatan setara sebagai sosok lord alam kaisar tahap akhir seperti Askar, tapi Askar jelas mampu melampaui batas dari tingkat lawan.


Dan hanya perlu beberapa kali ayunan tangan satu persatu pengawal terlempar jatuh tanpa bisa memberikan luka kepada Askar.


"Kau mencari masalah dengan orang yang salah." Erdo berkata setelah dirinya bangkit.


"Ya aku tahu, karena aku jelas salah mengira kau adalah orang." Balas Askar dengan memanasi Erdo.


"Pintar sekali kau bicara seenaknya sendiri kepada orang yang berstatus lebih mulia denganmu." Erdo tentu merasa tersinggung atas ucapan Askar.


"Tentu saja, karena sekarang aku sedang mendengarkan makhluk tidak jelas membanggakan dirinya sendiri yang tidak berguna." Askar tidak kehabisan kata untuk membuat Erdo emosi.

__ADS_1


Askar tahu seberapa tinggi pencapaian Erdo dalam hal kekuatan, dia pun seorang lord alam kaisar tahap akhir, sama seperti dirinya.


Dalam hal bakat pun Erdo mampu bertahan dengan sosok yang jauh lebih kuat satu tahap, tapi Askar tentunya merasa yakin bisa mengalahkan Erdo walau tidak menggunakan skill pemangsa.


Askar sudah mempersiapkan sebilah pedang ditangan dan Erdo pun mengeluarkan senjata tombak bermata tajam.


Niat serius terpancar jelas di mata mereka berdua, satu langkah cepat dan penuh kekuatan mulai di tujukan, tapi seketika semua berubah dalam sekejap mata.


"Dimana lelaki itu, dimana." Ucap Askar yang bingung dengan kejadian ini.


Tapi mengarah kepada Razika, Askar tahu jika dia dipindahkan secara paksa oleh kekuatan manipulasi ruang milik Razika.


"Kau salah memilih musuh Askar, lebih baik kau menjauh dan bersembunyi, kalau bisa pergi dari kerajaan ini." Berkata Razika yang memberi peringatan.


Hanya saja Askar tersenyum mengejek karena jelas saat ini dia tidak lagi takut untuk melawan siapa pun, bahkan jika itu Erdo yang semua orang merasa takut dengannya.


"Kenapa kau terlalu takut, aku bisa menghajarnya sekarang." Ucap Askar yang menujukan emosi kepada Erdo.


"Kau tidak tahu Askar, Erdo untukmu menang bukanlah masalah, tapi orang-orang dibelakang Erdo adalah masalah sebenarnya." Perjelas Razika atas rasa khawatirnya.


"Memangnya kenapa ?."


"Paman lelaki itu adalah salah satu wali di kerajaan, dan dia bukan lawan sembarangan, bahkan kekuatanmu saat ini hanya perlu satu tepukan tangan saja."


Askar memang tidak terlalu mengenal sosok lelaki bernama Erdo itu, tapi dengan para pengawal setingkat lord alam kaisar, bisa dipastikan jika dia memiliki status besar didalam kerajaan.


"Baiklah aku akan urus itu nanti, yang jadi masalah sekarang, kau mau pergi kemana Razika." Bertanya Askar tentang tujuan Razika.


"Entahlah, yang jelas aku tidak bisa lagi pulang untuk sekarang." Jawabnya dengan nada lemas.


"Kalau begitu, ikutlah denganku." Pinta Askar.


"Tidak, aku masih belum memberikan kesempatan untukmu." Tapi balasan dari Razika tidak ingin menerima permintaan Askar.


"Lupakan soal kesempatan itu, yang jelas aku tidak ingin Xiza tidur di luar." Balas Askar.


Kini Razika menjadi ragu, tapi di kota ini tidak ada yang ingin membantu dirinya, hanya Askar yang saat ini bisa dia mintai tolong.


"Baiklah kalau begitu, tapi ingat jangan anggap aku sudah memaafkannya Askar."


"Aku tahu, aku sangat tahu hal itu."

__ADS_1


__ADS_2