PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2

PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2
cicilan panci


__ADS_3

Askar yang kini berstatus sebagai seorang lord dari alam semesta kerajaan bawah kini menampakan diri ke wilayah selatan dari kota kerajaan Loyi.


Wilayah para orang-orang dibawah garis kemiskinan, dan tempat-tempat kumuh untuk mereka tinggali.


Pemandangan memang tidak menyenangkan untuk dilihat, mereka-mereka sekumpulan dengan pakaian sederhana, bahkan kurang layak.


Tentu tujuan Askar adalah kediaman keluarga Razika, dimana dia ingin menjelaskan segala hal yang pernah terjadi ketika mereka bertemu dangdut melakukan sebuah kesalahan.


Pada dasarnya Askarlah yang telah berbuat salah, hingga Razika menanggung semua akibat sendirian, sampai saat ini, ketika xizu terlahir di dunia dan Askar tidak mungkin melupakannya.


Tepat di hadapan kedua orang tua Razika, Askar menujukan raut wajah bersalah dan menunduk hormat sebagai permintaan maaf ... "Saat itu aku terbawa suasana untuk mendapat peningkatan kekuatan, hingga tanpa aku sadari Razika menjadi korban."


Satu sosok lelaki tua yang bernama Werdha, dimana dia adalah ayah dari Razika mengangguk perlahan setelah mendengar penjelasan Askar.


"Tunggu apa maksudmu tuan, korban ?, Korban apa ?." Begitu jawaban Werdha yang tidak paham atas perkataan Askar.


Entah Werdha hanya berpura-pura tidak tahu, atau memang dia tidak memahami arti dari ucapan yang Askar katakan.


Binggung Askar untuk menjelaskan lebih rinci atas kejadian yang telah mereka lakukan, karena hal itu hanya akan mengumbar aib tentang Askar.


"Intinya adalah, xizu adalah anakku, yang terlahir akibat kecelakaan." Balas kembali untuk memberi penjelasan lebih sederhana.


"Aku tidak tahu jika kecelakaan sampai membuat orang lain hamil." sindir Werdha yang jelas tahu akan ungkapan Askar.


"Kecelakaan apa pun, terserahlah." Pasrah Askar atas tanggapan Werdha.


"Aku mengerti." Entah apa yang dimengerti itu.


"Yang jelas aku ingin meminta maaf, karena perbuatan itu, Razika harus menanggung malu dan beban hidup sampai sekarang." Berkata kembali Askar.


Setiap pasang mata mengarahkan pandangan kepada Askar, mereka tentu menujukan sikap hormat karena dirinya adalah seorang lord di alam semesta kerajaan bawah.


Walau begitu Askar masih belum mendapat jawaban pasti, dan apa yang akan dilakukan oleh Ayah Razika dengan semua kejadian akibat perbuatan Askar.


"Kami tidak mengharapkan lebih, hanya saja kau bisa menjanjikan kepada kami bahwa Razika akan bahagia..."


"Tentu saja." Potong Askar dengan anggukan kepala yang tegas.

__ADS_1


"Termasuk juga xizu...."


"Pastinya."


"Ayah dan ibunya...."


"Aku rasa itu memang perlu."


"Saudara-saudaranya."


"Ok, ok, aku mengerti."


"Hutang, tunjangan, kompensasi, tabungan masa depan, rumah, uang belanja, uang susu, uang jajan, uang keperluan mendadak...."


"Tunggu jangan diteruskan, aku tahu, kerajaan akan menjamin kehidupan Razika, xizu dan anggota keluarga lain, tapi tolong jangan berlebihan." Jawab Askar yang memotong perkataan Werdha dengan cepat.


Askar merasa jika diteruskan hal-hal tidak perlu akan Werdha minta, bahkan mungkin cicilan panci pun akan dia sebutkan juga.


"Baguslah kalau anda mengerti tuan Askar." Tentu senyuman itu memiliki makna yang sangat dalam bagi Askar.


Tapi seharusnya alam semesta kerajaan bawah tidak memiliki masalah jika menitipkan keluarga Razika dalam perlindungan mereka.


Paling tidak ini menjadi pembayaran yang pantas untuk sebuah jabatan sebagai seorang lord, dan tentu masih ada kembaliannya.


Lepas dari permasalahan yang keluarga Razika beri kepada Askar.


Damai suasana hati ketika sosok anak lelaki kecil didalam gendongan Sina mengarahkan tangan ingin meraih dirinya.


Sebuah hubungan darah tentu tidak bisa di tutupi, jelas ada semacam ikataan takdir yang membuat Askar rela menunduk dan merendahkan diri demi mendapatkan kesempatan untuk melihat anaknya, Xizu.


Tanpa perduli apa pun, Askar mengambil Xizu dari pelukan Sina, dia tersenyum cerah, seakan ini pertama kali Razika melihat kebahagiaan xizu yang benar-benar tulus.


"Seakan xizu tahu jika kau adalah ayahnya Askar." Ucap Razika berjalan mendekat dengan selintas senyum yang jarang dia keluarkan.


"Tentu saja, karena aku memiliki aura khusus yang menujukan diri sebagai seorang ayah." Jawab Askar dengan bangga.


"Bicara apa kau itu." Sindir Sina yang melihat senyum kesombongan dari wajah Askar.

__ADS_1


Rea yang belum memiliki kesempatan untuk mendapatkan seorang anak dari Askar tentu merasa sepi, tapi semua bisa dia tutupi dengan melihat kebahagiaan anak-anak Askar yang lain.


Xizu pun sangat menikmati pelukan Rea, ketika dia mengambilnya dari Askar, bagaimana pun Rea memiliki aura yang memberikan rasa damai ketika di dekatnya.


Dan Askar mengakui hal itu, karena setiap kali melakukan kegiatan rutin bersama, ada sensasi khusus yang membuat askar menikmati waktu dengan Rea.


Kemungkinan besar itu karena tubuh ilahi yang dia miliki, memberikan aura yang sangat positif bagi orang didekatnya, tapi entahlah itu semua.


"Nah Askar, apa yang akan kau lakukan setelah ini." Bertanya Razika dengan perasaan cukup rumit.


"Aku harus pergi ke tiga tempat, alam semesta api mulia, alam semesta awal penciptaan dan alam semesta kerajaan beladiri." Ucap Askar menjawab pertanyaan Razika.


"Sepertinya kau sangat sibuk."


"Ya kau benar, ini tidak hanya menjadi kesibukanku, tapi juga sangat berbahaya." Askar tidak mengada-ada untuk hal itu.


"Kalau begitu, kenapa kau harus melakukannya."


"Itu demi dua istri tercintaku ini." Sedikit Askar melirik Rea dan Sina.


Dipandang Rea dan Sina dengan tatapan sendu oleh Razika, tapi jelas dia tidak begitu saja berubah pikiran untuk memberi Askar kesempatan.


"Karena hal itu, dengan status sebagai lord alam semesta kerajaan bawah ini, aku memiliki penjaga di belakangku sehingga tidak ada yang perlu aku takutkan untuk pergi ke alam semesta lain." Ucap Askar kembali atas semua kemungkinan yang terjadi.


"Walau begitu kau berhati-hatilah Askar, di alam semesta api mulia mungkin masih mudah karena tidak terlalu besar perbedaannya, tapi alam semesta penciptaan, sangat berbahaya, banyak monster yang luar biasa kuat." Balas kembali Razika dengan wajah malu-malu.


"Hmmm apa kau mengkhawatirkan ku." Askar seakan menyambungkan hal itu dengan hal lain.


"Tidak, sedikit pun tidak." Tegas jawaban Razika dengan wajah merah merona.


"Benarkah begitu."


"Aku yakin begitu." Razika keras berteriak untuk menyembunyikan isi pikirannya kepada Askar.


Askar tentu tidak melupakan tujuan lain untuk pergi ke alam semesta kerajaan beladiri, walau belum pasti Askar mampu melawan orang-orang kuat didalamnya, tapi Askar mendapat informasi tentang keadaan Silviana.


(note : sebenarnya ini bukan hal penting, karena terlalu bingung mencari tulisan cerita, semua kata yang ditulis hanya sekedar tambahan untuk target kata dalam satu chapter ini hingga seribu kata, terimakasih.)

__ADS_1


__ADS_2