
Dua aura antara hitam dan emas terbagi menjadi masing-masing bagian, semua orang sadar kemampuan yang Askar keluarkan saat ini bukan sembarangan.
Melihat kemunculan aura gelap yang menyebar dan berputar di sekeliling Askar tentu memberi perasaan merinding hingga ke punggung.
Tapi cahaya kuning keemasan lain tergabung dalam satu tubuh, dan tidak saling bertentangan dengan kekuatan gelap yang Askar keluarkan.
Para wali yang masih menyaksikan pertarungan Askar mulai mengerutkan kening, dimana mereka merasa risih jika itu menjadi hal buruk.
"Apa itu kekuatan iblis." Ucap wali Jaga dengan wajah bingung.
"Tidak, aku kenal betul aura dari kekuatan iblis, dan auranya berwarna ungu gelap, bukan hitam pekat." Jawab kakek Esa.
"Lantas kekuatan apa itu."
"Entahlah, tapi memang ada beberapa kekuatan yang menujukan aura gelap pekat." Kakek Esa sedikit ragu untuk memberi kesimpulan dari kemampuan Askar.
"Yang jelas siapa bocah ini sebenarnya, ada banyak kemampuan dan kekuatan aneh didalam tubuhnya, bahkan dia sendiri melampaui tiga batas tingkatan yang lebih tinggi." Semakin tuan Jaga memikirkan Askar, semakin penasaran dia kepada Askar.
Sagna dan Resla yang tadinya cukup sombong karena mampu membalikkan keadaan dalam perlawanan terhadap Askar, kini harus mengerutkan kening.
Siapa yang bisa menyangka, wujud baru dengan transformasi memberi peningkatan secara signifikan, dan terlampau besar.
Mereka tidak bisa lagi bertarung sendiri-sendiri, penggabungan teknik bertarung harimau dan phoenix menjadi satu-satunya pilihan demi melawan Askar.
"Satu kesalahan tentu kita akan kalah." Ucap Sagna yang bersiap dalam posisi menyerang.
"Aku tahu itu, dan seharusnya kau mengkhawatirkan dirimu sendiri, jika tidak mampu mengikuti langkahku." Resla seakan tidak perduli atas peringatan Sagna.
Walau begitu, mereka berdua adalah satu pasangan yang sudah bertarung puluhan kali dan menjadi terkenal di alam semesta kerajaan bawah.
"Aku mengerti, jadi kita tidak mungkin bertarung dengan ragu-ragu." Sagna memahami perkataan Resla.
"Sejak awal kita terlalu meremehkan, dan kali ini dia benar-benar serius." Resla pun sadar akan hal itu.
Teknik bertarung ganda Phoenix dan harimau : jurus ke pertama.
__ADS_1
Melesat Sagna dan Resla dalam kecepatan tinggi, pukulan dua pukulan dari mereka datang di dua arah yang berlawanan.
Askar tetap diam, tapi bukan berarti Askar tidak mampu mengikuti kecepatan mereka dalam menyerang, karena dengan satu langkah mudur, dia mudah saja untuk menghindar.
Dua tangan memukul tubuh mereka hingga terpental jatuh dengan mudah, jelas itu sudah menujukan jauh perbedaan kekuatan seperti langit dan bumi.
"Kalian masih meremehkanku, sampai sekarang kalian belum menggunakan skill, jika merasa yakin mampu mengalahkan ku dengan teknik beladiri saja, maka jangan harap lebih." Ucap Askar yang memancing keduanya untuk serius.
Sagna dan Resla kembali bangkit dengan rasa sakit yang cukup kuat karena pukulan Askar secara telah.
"Memang benar, aku atau pun resla tidak menggunakan kekuatan skill, dan itu terdengar meremehkan, tapi ini adalah keputusan kami." Sagna yang jelas menolak untuk bertarung dengan skill tidak menujukan keraguan dalam setiap serangannya.
Termasuk untuk Resla, gerakan tangan lincah dan cepat, mengayun dan memukul, bersamaan dengan Sagna, menjadi satu kombinasi dari serangan harimau dan phoenix.
Serangan demi serangan silih berganti, Askar terus bergerak untuk menghindar dan menangkis, membalas serta bertahan, ganas pukulan Harimau, dan cepat tarian Phoenix, bisa dibayangkan jika mereka menggabungkan dengan kekuatan skill.
Tentu akan semakin berbahaya bagi lawan, terlebih untuk orang-orang yang setara dengan mereka, tidak akan ada satu pun kesempatan membalas dari awal sudah mendapat kekalahan telak.
"Kalian berdua memang sosok pemilik bakat luar biasa, tapi sayang sekali, harga diri untuk menyembunyikan skill, membuat kalian akan kalah." Ucap Askar yang berniat menghancurkan harga diri mereka.
"Itu masalah kami, dan bukan urusanmu." Ucap Sagna yang melayangkan satu pukulan lurus penuh energi besar mendarat di hadapan Askar.
"Baiklah, aku tidak akan memaksa kalian."
Teknik bertarung ganda Phoenix dan harimau : jurus ke lima.
Bayangan Phoenix dan harimau seakan nyata dipandangan mata, ketika energi terpancar kuat membentuk dua sosok makhluk yang dikenal sebagai penguasa binatang.
Tapi Askar merasa tidak nyaman, karena dengan satu jentikan jari, tercipta ledakan besar energi hitam yang menyebar dan mendorong keduanya jauh terlempar.
"Pada akhirnya Askar lah yang membuktikan diri sebagai pemenangnya."
"Walau begitu dia memang bukan lawan sembarangan."
"Aku rasa tidak ada salahnya memberikan kursi lord kepada Askar."
__ADS_1
Semua orang menyaksikan kalau Askar adalah satu-satunya kandidat yang masih bisa berdiri tanpa dikalahkan oleh lawan lain.
Askar berjalan dengan perlahan mendekati tubuh Resla dan Sagna yang kini hanya diam tanpa bergerak.
"Maafkan aku karena terlalu berlebihan." Ucap Askar untuk menghormati mereka berdua.
Saat Askar berbalik, secara tiba-tiba, tubuhnya menjadi berat, seakan ada kekuatan misterius menimpa dan menahan gerakannya.
"Skill ruang : kendali gravitasi."
Askar berbalik untuk melihat keadaan Resla dan Sagna, tapi saat itu juga, pukulan kuat dari Resla menghantam tubuh tanpa bisa dia tangkis.
Sagna membuang harga dirinya, dan menggunakan skill yang dia sembunyikan, yaitu pengendalian gravitasi, dimana segala objek dalam wilayah energi akan merasakan dampaknya.
Askar yang terlempar segera kembali ke posisi awal untuk bertahan..."Jika kau ingin menyerang setidaknya beritahu terlebih dahulu, aku belum siap."
"Ini namanya serangan kejutan, jika aku memberitahu terlebih dahulu, maka bukan kejutan namanya."
"Sepertinya itu memang benar, ngomong-ngomong dimana Resla."
Askar baru menyadari, jika saat ini hanya ada Sagna yang berjalan mendekat, sedangkan Resla lenyap entah kemana.
Zona persepsi menangkap sesuatu bergerak cepat kearahnya, Askar berniat menghindar, tapi kendali gravitasi dari Sagna kuat mengunci pergerakan Askar menjadi sangat lambat.
Tidak sempat untuk Askar pergi, dan satu pukulan lain bersarang di wajah, dia adalah Resla, dengan kemampuan melenyapkan diri secara penuh.
Biar pun amor transformasi golden darkness terbilang cukup kuat menahan serangan Resla tapi sulit untuk menghindar.
Kegelapan dan cahaya emas, berputar di antara kedua telapak tangan, saling tergabung dan mulai bersinkronasi.
Skill cahaya kegelapan : golden dawn.
Efek gravitasi lenyap dari tubuh Askar, dan bergerak menjauh, pedang besar dia siapkan ditangan, tanpa ragu ayunan kuat menghantam tubuh Resla yang jelas tidak terlihat.
Resla tidak lagi bisa melawan dia pingsan seketika setelah menerima serangan telak oleh pedang Askar.
__ADS_1
Dan tanpa ragu, bergerak cepat melayangkan pedang ke arah Sagna, ditahan kuat oleh gravitasi, tapi keras Askar mengerahkan kekuatan penuh, hingga ruang kendali gravitasi pecah karena benturan dua energi antara dua serangan saling beradu.
Sagna pun tidak lagi bisa menghindar, pedang besar Askar menghantam tubuhnya dan terlempar jatuh.