PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2

PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2
gedung dewan


__ADS_3

Kehadiran Omen yang datang secara tiba-tiba dan melempar tubuh raja kera langit hingga jatuh menang menjadi bantuan untuknya, meski begitu Askar cukup terkejut melihat kucing belang-belang oren putih itu.


"Omen apa yang kau lakukan di sini." Bertanya Askar karena memang dia tidak memberi perintah apa pun kepadanya pergi ke alam semesta kerajaan beladiri.


"Davendra mengusulkan kepadaku untuk menjaga anda di sini." Jawab Omen.


"Lantas bagiamana dengan Rea." Askar lebih bertanya tentang keadaan istrinya yang hamil disana.


"Nona Rea sangat baik, terlebih ada Asy dan Sina, jadi bukan masalah besar, karena aku sendiri mengkhawatirkan anda tuan." Balas Omen.


"Baiklah kita bahas nanti saja, karena kera itu sudah datang lagi." Askar mengarahkan pandangan kebawah.


Raja kera langit, dia bukan binatang iblis sembarangan, kekuatan dan ketahanan tubuh bisa dikatakan luar biasa, serangan Omen sekali pun hanya sekedar luka lecet di kulitnya.


"Bukankah ini sebuah kecurangan karena kau membawa bantuan." Raja kera langit seakan tidak menyukai adanya gangguan dari sosok lain.


"Aku sendiri tidak tahu jika kucingku akan datang, jadi maaf kalau itu membuat pertarungan kita terganggu." Askar cukup memahami perasaan orang yang sedang bersemangat dan diganggu oleh hal lain.


Melihat sosok Omen kini berada di samping Askar, perhatiannya jelas sekali tertuju dengan serius, karena aura kekuatan cahaya keemasan yang muncul dari tubuh seekor binatang kecil.


"Aku ingin tahu, jenis apa binatang iblis peliharaan mu itu manusia." Bertanya raja kera langit dengan penasaran.


"Dia bukan binatang iblis, hanya seekor kucing rumahan yang malas." Askar pun menjelaskan.


"Tidak pernah aku melihat seekor kucing yang memiliki aura kekuatan begitu murni." Kera itu cukup jeli untuk sekedar membedakan jenis aura dari binatang lain.


"Aku pun tidak terlalu paham, tapi kucingku ini memiliki jiwa dari binatang Suci." Jawab Askar.


Adanya perasaan akrab membuat Raja kera semakin serius melihat Omen, perhatian yang ditujukan kepada peliharaan milik Askar itu, membuatnya penasaran.


Bagaimana pun dirinya sudah hidup jauh lebih lama dari para manusia yang mendiami alam semesta kerajaan beladiri.


"Binatang suci yang aku kenal hanya ada satu, dan itu adalah peliharaan dewi Sunawa." Balas raja kera untuk apa yang dia ketahui.

__ADS_1


"Nah itu dia, kucingku ini memakan jiwa dari Sphinx." Askar tidak membantah anggapan raja kera.


"Pantas saja, aku merasa pernah menyaksikan aura seperti kucingmu." Berkata kera itu dan menurunkan tongkatnya.


Askar tidak benar-benar mengerti apa yang membuat raja kera langit ini melenyapkan aura kemarahan akibat Askar mengganggunya tidur.


Tapi cukup lega, jika makhluk itu tidak lagi melanjutkan pertarungan, karena dalam beberapa hal, Askar masih belum mampu mengendalikan kekuatannya saat ini.


Pencapaian tingkat lord alam awal keabadian saat membuka skill pemangsa, memiliki jenis energi yang berbeda dari biasanya.


Sebuah energi yang berevolusi secara paksa karena skill pemangsa, Askar merasa tidak nyaman saat energi itu didalam tubuhnya bercampur aduk, dan menjadi tidak stabil.


Memang benar, kekuatannya dalam lord alam awal keabadian sangatlah luar biasa, bahkan ketahanan fisiknya sendiri berkali-kali lipat dari kondisi normal.


"Jadi apa kita akan melanjutkan pertarungan ini, atau tidak." Askar meminta klarifikasi dari raja kera.


"Itu tidak perlu, aku akan melupakan kejadian kali ini, tapi tolong jangan lakukan hal yang sama lagi." Jawab raja kera dengan sikap berbeda.


"Paling tidak aku lebih berharap agar kau bisa berkunjung secara baik-baik."


"Mungkin suatu hari nanti." Askar tidak bisa menjanjikan hal ini, tapi jika saja ada keberuntungan, dia sendiri ingin raja kera langit berada di pihaknya.


Ini tentu membuat Askar bingung atas perubahan sikap dari raja kera, merasa aneh, karena raja kera langit yang kekuatannya mampu membuat Askar kerepotan, segera bersikap lembut hanya karena kehadiran Omen.


Hanya diam, ketika melihat raja kera itu pergi, terbang cepat ke Utara, dan lenyap seketika dari pandangan mata Askar.


*******


Karlina, Su yiu atau pun Fei sui sue harap-harap cemas untuk mengkhawatirkan Askar, karena siapa pun bisa tahu, pertarungan mereka berdua terlalu mengerikan.


Dalam beberapa menit itu, kekuatan mereka berdua di wilayah selatan hutan neraka hijau benar-benar menyisakan kerusakan besar.


Banyak pohon-pohon besar tumbang, lubang ratusan meter terbentuk begitu dalam, sedangkan ada banyak korban dan sebagian besar dari mereka adalah para binatang iblis.

__ADS_1


Hingga satu sosok turun dari atas langit berawan mendung, itu jelas adalah Askar, dan seekor kucing Oren bersama dengannya.


Entah itu Karlina atau Fei sui sue bingung, darimana datangnya kucing itu, sedangkan sejak awal tidak ada dari mereka membawa seekor peliharaan.


"Askar darimana kau mengambil kucing ini." Bertanya Karlina yang bingung.


"Aku tidak mengambilnya, dia sendiri yang datang kemari." Jawab Askar karena memang Omen datang sendiri.


Lepas dari kebingungan dua wanita yang baru pertama kalinya melihat Omen, berbeda dengan Su yiu, dimana dia cukup akrab dan sering bermain sama-sama.


"Tuan Omen kau datang kemari." Ucap Su yiu yang memang tahu nama kucing di samping Askar.


"Adik Su yiu, untuk apa kau mengajak kucing ini berbicara." Karlina tidak menganggap itu hal aneh, bagaimana pun seekor kucing di alam semesta atas, hanya sekedar binatang hias, dan tidak bisa berbicara.


"Nona Su yiu, aku disini karena ingin memastikan keadaan tuan Askar." Jawab Omen.


Suara itu keluar dari mulut seekor kucing, Karlina dan Fei sui sue tidak bisa menyembunyikan rasa terkejut atas apa yang mereka berdua dengar.


"Apa aku sedang berimajinasi, atau kucing ini memang bisa bicara." Fei sui sue masih menolak percaya.


"Saudari Fei, anda tidak salah dengar, karena aku pun juga melihat kucing ini bicara." Karlina meyakinkan Fei sui sue untuk ketidakpercayaan itu.


"Nona-nona sekalian, jangan anggap aku ini seekor kucing kampung biasa, aku masih keturunan kucing terhormat, dan bermartabat." Omen merasa tidak nyaman dari cara kedua wanita itu memberi tanggapan tentang dirinya.


"Ternyata ini bukan imajinasiku."


Askar benar-benar tidak paham, karena adanya Omen, dia diabaikan oleh mereka semua, bahkan tidak ada kekhawatiran sedikit pun dari Karlina, Fei sui sue, atau pun Su yiu.


"Apa seaneh itu melihat seekor kucing bisa bicara, sedangkan di tempat tinggalku, tikus sekali pun menggunakan baju jas berdasi di dalam gedung dewan." Gumam Askar yang kesal sendiri.


Sedangkan untuk saat ini, Askar sudah mendapatkan empat pedang emas sebagai tanda menyelesaikan tugas di seleksi ketiga turnamen.


Hanya perlu menunggu tiga hari, sampai seleksi di hutan neraka hijau berakhir dan saat itulah Askar keluar dari tempat ini.

__ADS_1


__ADS_2