PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2

PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2
ingatan


__ADS_3

Davendra kembali ke rumahnya.


Dimana saat ini semua orang berkumpul di dalam ruangan, sedangkan dua kucing berdiri di halaman depan.


"Tuanku, apa yang sebenarnya terjadi." Ucap Omen putih abu-abu.


"Tamu yang datang itu tidak berniat baik di tempat ini, jadi aku singkirkan mereka." Jawab Davendra dengan mudahnya.


"Memang siapa saja mereka tuan." Balik Omen bertanya kembali.


"Hanya kerbau kecil dari alam semesta samudera bintang." Itu yang Davendra tahu.


"Oh bocah Taurus bernama Sano itu."


"Darimana kau tahu." Terkejut Davendra jika Omen tahu siapa dia.


"Apa tuan lupa, dulu anda pernah bertemu dengan lelaki itu." Seakan Omen tahu apa yang terjadi.


"Dimana ?."


"Alam semesta kerajaan beladiri."


Sejenak Davendra terdiam, dia merasa aneh atas ucapan Omen, secara sadar, Davendra tidak ingat sedikit pun jika pernah melihat sosok Taurus sebelumnya.


Tapi jika ucapan Omen benar, maka saat dirinya masih sebagai Askar, pertemuan dengan Taurus di alam semesta kerajaan beladiri, adalah ketika dia masih berada di padepokan beladiri pedang semesta.


Bagaimana pun Davendra mencoba berpikir, dia tetap tidak menemukan ingatan tentang Taurus di alam semesta kerajaan beladiri.


Bahkan ada beberapa bagian dalam memorinya seperti hilang, sebagai orang yang memiliki ingatan tajam, tentu Askar merasa tidak nyaman.


"Tapi kenapa aku tidak tahu apa pun soal ini." Davendra merasa bingung sendiri.


"Aku hanya beranggapan jika ini adalah faktor usia." Asal saja Omen menjawab.


"Apa kau pikir dengan usiaku sekarang, aku jadi pikun." Merasa tersinggung Davendra atas ucapan Omen.


"Ya... Tuan sudah jutaan tahun hidup, tentu bisa saja terjadi demikian." Itu cukup beralasan.

__ADS_1


"Semoga saja memang begitu." Sedikit hati Davendra berharap ini hanya sekedar faktor usia.


Jika tidak maka ada satu kejadian di masa depan yang terlepas dari pantauannya, Davendra merasa khawatir kepada Askar sekarang.


Taurus bukan lawan yang mudah untuk Askar hadapi di kekuatannya saat ini, dan mungkin ada satu hubungan antara hilangnya ingatan tentang Sano dari isi kepalanya.


Dan mungkin akan memerintahkan Omen untuk pergi mengawasi Askar, siapa tahu kejadian yang tidak bisa dia ingat cukup mengkhawatirkan.


Davendra mencoba tidak ingin berpikir terlalu berat, dan masuk kedalam rumah, disana berkumpul Sina, Rea dan Ke'su, dengan wajah kebingungan.


Mereka semua tidak tahu apa yang terjadi, tapi guncangan besar beberapa saat sebelumnya, menujukan ada sebuah pertarungan besar terjadi.


"Tuan Davendra, apa yang sebenarnya terjadi." Bertanya Rea cukup khawatir.


"Ah itu bukan masalah besar, aku hanya mengeluarkan sedikit kekuatanku untuk menyingkirkan orang tidak berguna." Santai saja Davendra menjawab.


"Sedikit ?, Aku bisa merasakan jika kekuatan itu bisa membelah dua seluruh wilayah ini." Rea tidak bisa percaya dengan perkataan Davendra.


*******


Beberapa hari setelah Taurus kembali, dan saat itu juga dirinya dipanggil oleh Hydra, walau kondisi masih belum pulih, dia tidak berani membantah perintah.


Tapi saat dirinya datang, jelas terlihat hydra marah besar dihadapan banyak orang, tanpa ragu dia melayangkan pukulan kepada satu orang yang kini berdiri didepannya.


Orang itu adalah Taurus, dia menerima kemarahan dari Hydra dan diperhatikan oleh 88 ketua rasi bintang yang di kumpulkan untuk sebuah alasan.


Taurus terpental jauh, dan jatuh berguling tanpa bisa lagi berdiri, tidak ada yang berani berkomentar, atau pun membela, karena mereka tahu tindakan Taurus adalah kesalahannya sendiri.


"Tuanku, aku pergi ke alam semesta awal penciptaan, karena Ah meng mengatakan ada wanita yang menjadi titisan Phoenix, aku hanya ingin memberikan sebagai hadiah kepada anda." Taurus berbicara untuk membela diri.


"Jangan melemparkan kesalahanmu kepada Ah Meng, walau dia yang memberitahu tentang informasi itu, tapi kau tidak memiliki alasan mencari masalah dengan Davendra." Hanya saja Hydra secara keras memberi peringatan kepada Taurus.


"Tapi tuan, bukankah kita memiliki banyak pasukan yang mungkin saja bisa mengalahkan Davendra."


"Taurus, coba kau pikirkan, apa aku harus mengorbankan seluruh pasukan di alam semesta samudera bintang, hanya karena satu orang yang berbuat salah." Perkataan itu ditunjukan kepada Taurus.


Kini dirinya sadar seberapa besar ketakutan Hydra jika Davendra berniat melawan balik alam semesta samudera bintang, walau dengan kekuatan seluruh ketua rasi bintang.

__ADS_1


Itu masih belum cukup menghentikan perlawanan dari sosok Davendra, sebagai yang tersisa dari para dewa awal penciptaan.


Tatapan Hydra tajam dengan cara yang tidak menyenangkan bagi siapa pun, ini menjadi akhir dari pembicaraan kepada Taurus, karena segala keputusan ada ditangan Hydra.


"Tolong maafkan aku tuan Hydra, aku akan memperbaiki semua yang aku lakukan, aku akan bersujud meminta maaf kepada Davendra." Taurus bersujud dengan takut.


"Sagitarius, Leo, singkirkan bocah ini, aku tidak ingin melihatnya lagi di alam semestaku." Perintah Hydra sebagai pemimpin dari para rasi bintang lain.


"Baik tuanku."


"Baik tuanku." Dua sosok yang duduk di meja bundar berdiri atas perintah Hydra.


Wajah Sano yang kini bukan sebagai bagian rasi bintang Taurus terkejut, dia tidak pernah menyangka dampak dari perbuatannya, mengakhiri karir sebagai ketua dari bintang.


Ditarik paksa tubuh besar Sano oleh dua orang itu, dia meronta, mencoba memberontak, nyatanya berhasil dan kembali bersujud di hadapan Hydra.


"Tuanku tolong, beri aku kesempatan, aku tidak akan melakukan kesalahan lagi." Dengan membentur kepala ke lantai, Sano memohon untuk satu kesempatan lain.


"Sano, kau memang aku akui memiliki bakat terkuat di generasi muda, dan prospek masa depan yang sangat besar, tapi sayangnya, perbuatanmu itu adalah kesalahan terbesar." Hydra tidak bisa menerima sebuah kesalahan yang telah di lakukan oleh Sano.


"Aku mohon tuanku, akan aku lakukan apapun demi mendapatkan maaf dari anda tuan." Tapi Sano tidak mau pergi.


Sejenak Hydra berpikir, tangannya diangkat untuk menghentikan Sagitarius dan Leo membawa Sano keluar ruangan.


Berharap atas keputusan yang bisa mengembalikan status sebagai ketua rasi bintang dari Hydra, walau harus membuang harga dirinya sendiri.


"Baiklah, aku beri kau satu kesempatan." Ucap Hydra dengan mengangkat jari ke hadapan Sano.


"Tentu tuanku, apa pun akan aku lakukan." Terlintas senyum yang lebar di wajah.


"Bawa padaku putri alam semesta kerajaan suci, Silviana dari tangan varjo de hores, tapi ingat kali ini kau tidak boleh menujukan diri sebagai bagian alam semesta samudera bintang." Itu menjadi syarat Hydra kepada Sano.


"Aku siap melakukannya." Tidak ada keraguan Sano siap melaksanakan perintah.


"Sekarang kau pergi dari hadapanku, dan jangan kembali sampai kau membawa Silviana." Tegas ucapan Hydra sebagai syarat kepada Sano.


Dia pun berdiri tanpa ragu, tujuannya saat ini adalah merebut Silviana dari Varjo de hores, di alam semesta kerajaan beladiri.

__ADS_1


__ADS_2