PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2

PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2
jauh lebih aneh


__ADS_3

Dalam keheningan hutan yang rimbun di alam semesta penguasaan naga, tidak perlu dia merasa khawatir untuk keselamatan Omen atau pun Silviana.


Long Wei mau menerima tawaran Askar untuk membantunya, meskipun ini akan membuat dia berhutang budi dan suatu saat penguasa naga akan meminta pembalasan dari Askar.


Seorang dewa pemangsa berada di pihaknya, tentu menjadi sebuah keuntungan besar yang bisa didapatkan oleh Long Wei untuk keselamatan alam semesta penguasa naga, jika suatu hari ada masalah datang.


Meski demikian, Askar tidak yakin ada yang berani membuat masalah dengan long Wei, terlebih di wilayah kekuatan para ras dragonic yang sangat dikenal oleh jagat raya perihal kekuatannya.


Saat ini Askar lebih memfokuskan diri untuk menyetabilkan kekuatan dengan seni beladiri pernafasan, pertarungan melawan Suzong masih belum bisa dipastikan bahwa Askar mampu menang.


Meski begitu, Askar memiliki kesempatan di masa depan nanti, ketika kekuatannya beranjak naik ke tingkat lord alam keabadian tertinggi.


Tidak perlu waktu lama untuk Askar menunggu kedatangan Omen dan Long Wei, dimana baru beberapa jam sang penguasa naga pergi, dia sudah kembali membawa apa yang Askar inginkan.


Seekor kucing dan bola emas berisi tubuh Silviana, mereka berdua kembali kepadanya dalam kondisi sehat walafiat, tidak ada kendala apa pun.


"Tuan Askar, aku kembali." Ucap Omen yang segera saja turun dari atas punggung naga besar berwarna merah.


"Bagiamana dengan kondisimu omen." Bertanya Askar.


"Hanya beberapa luka kecil dan tidak sampai membahayakan kehidupanku tuan." Jawab Omen dengan menunduk hormat kepada sang tuan.


"Syukurlah kalau begitu, aku akan sangat menyesal jika terjadi sesuatu kepadamu Omen." Askar jelas memperhatikan setiap orang-orang yang dekat dengannya.


Omen pun segera menyerahkan bola emas yang mengurung Silviana di dalamnya, dia masih hidup, tidak ada kondisi bahwa wanita pemilik kekuatan keajaiban hidup ini sedang terluka.


"Tuan kenapa Silviana terkurung dalam bola emas, memang apa yang membuatnya seperti ini." Bertanya Omen yang tidak memahami tentang seluk beluk kekuatan keajaiban hidup.


"Bukan apa, tapi kenapa ini terjadi."


"Apa yang berbeda tuan."


"Karena ini adalah sistem pertahanan otomatis yang dimiliki oleh kekuatan keajaiban hidup, saat nyawa Silviana terancam kekuatan keajaiban hidup itu membentuk sebuah perisai yang akan melindungi Silviana." Jawab Askar dengan menjelaskan secara rinci.

__ADS_1


Hampir sama seperti keadaan Silviana saat pertama Askar bertemu dengannya, kecuali satu hal, untuk sekarang Silviana masih berada dalam tubuhnya sendiri sedangkan sebelumnya, itu hanya jiwa Silviana yang sengaja di selamatkan oleh keajaiban hidup milik Azela sang nenek.


Dan itu berarti, sebelumnya Silviana memang diserang oleh Suzong, dimana dia tidak berniat membunuhnya, secara sengaja membawa pemilik kekuatan keajaiban hidup dalam keadaan sehat.


Long Wei yang sudah berubah kembali dalam wujud manusia, kini berjalan menghampiri Askar, dia melihat sendiri benda apa yang di perebutkan oleh tiga orang dari alam semesta samudera bintang itu.


Matanya terbuka, dia terkejut dan menang baru menyadari bahwa sejak awal, tujuan Asyura adalah menyelamatkan seseorang yang sangat penting.


"Putri alam semesta kerajaan suci, Silviana, Pantas saja anda mau memberikan tawaran kepadaku." Ucap long Wei tersenyum penuh arti mengetahui tentang tujuan Asyura.


"Tentu saja, dia adalah penerus takdir dari Dewi Sunawa, bagaimana pun juga aku akan menyelamatkan gadis ini." Askar tidak menutupi apa pun.


Long Wei pun paham, takdir dari kekuatan para dewa awal penciptaan, adalah sesuatu yang pantas untuk Asyura jaga, bahkan saat sebelumnya, Varjo berniat mendapatkan kekuatan keajaiban hidup yang Silviana miliki.


Sungguh sebuah kehidupan pahit yang harus Silviana terima, dia tidak bisa menolak takdir sebagai penerus kekuatan Dewi Sunawa.


Mungkin ada banyak orang yang dengan segala cara demi memiliki Silviana, bahkan jika itu harus menghancurkan alam semesta kerajaan suci, seperti yang dilakukan oleh Varjo de hores.


"Aku bisa melakukannya."


Dengan mengalirkan energi keajaiban hidup di dalam bola emas itu, Kilauan cahaya kuning keemasan membentuk pusaran angin.


Perlahan namun pasti, energi Askar diserap oleh bola emas, dalam beberapa nafas retakan demi retakan terjadi di setiap sisi dan kemudian pecah.


Satu wujud wanita cantik berambut pirang, dan bermata biru muncul, aura agung yang membuat seluruh pohon hutan disekitar Askar terhembus angin sejuk.


Pancaran cahaya silau menujukan sebuah keindahan yang tidak bisa dituliskan hingga satu buku novel tamat, kecantikan yang membuat jagat raya merasa iri, Silviana sekali lagi mendapat kebebasan


Saat itu juga tubuh Silviana Askar tanggap dalam pelukannya, tidak ada satu pun yang bisa menggambarkan perasaan Askar karena sekian lama dia menunggu hari ini.


Perjalanan panjang melewati puluhan alam semesta, mempertaruhkan nyawa demi satu wanita yang memiliki kontribusi besar dalam hidupnya.


Long Wei pun mengakui bahwa putri alam semesta kerajaan suci memang sebanding dengan sang putri naga.

__ADS_1


"Hei... apa kau tidak mau melepaskanku, aku tidak menggunakan pakaian sekarang." Ucap Silviana untuk cara yang dirindukan.


Perkataan cepat dan suara yang terdengar menghina, tapi disitulah Askar merasa senang, hampir empat tahun dia tidak pernah mendengar Silviana bicara.


"Oh maaf, aku terlalu bahagia karena bisa bertemu denganmu secara langsung." Balas Askar yang masih tersenyum-senyum sendiri.


"Baiklah, untuk sekarang aku tidak mempermasalahkannya." Jawab Silviana.


Askar bingung, dia baru pertama kalinya mendengar jika Silviana memperbolehkan dipeluk olehnya, merasa aneh, Askar segera mundur.


Tidak biasanya Silviana menerima pelukan Askar, bahkan jika sebelumnya Askar mencoba menggoda gadis ini, dia sudah dilemparkan jauh tanpa perduli apa pun.


"Nona apa kau sedang sakit." Bertanya Askar sembari memastikan kening gadis yang ada di hadapannya.


"Aku merasa kau sedang menghinaku." Balas Silviana dengan kesal.


"Tidak, tidak, ini aneh, sungguh aneh, bahkan jika aku melihat seekor kucing yang bisa makan dengan sendok, sikap nona jauh lebih aneh." Padahal Omen sering melakukan itu.


Dan saat Askar mengatakan hal itu, tanpa ragu Silviana melepaskan satu pukulan telak, Askar tidak menghindar, tidak pula membalas, malah merasa senang karena Silviana dihadapannya, menang Silviana yang dia kenal.


"Askar kau...." Dia pun terkejut saat menyadari apa yang berbeda dari Askar.


"Ya... Aku sekarang bukan orang lemah lagi, aku bisa melindungimu nona." Jawab Askar penuh keyakinan.


Dan begitu pula saat melihat Omen, jelas dalam tiga tahun kepergiannya, banyak hal terjadi, tapi harusnya itu bukan masalah.


Askar adalah sang Asyura, dewa pemangsa, tapi untuk Omen, kekuatan setingkat lord alam awal keabadian, Silviana bertanya-tanya dari mana dia memiliki kekuatan yang begitu besar.


"Nona.... Ada yang ingin berbicara dengan anda." Ucap Omen.


"Siapa ?." Silviana bingung, sebab tidak ada siapa pun di sekitarnya selain penguasa naga, Askar dan Omen itu sendiri.


"Sphinx."

__ADS_1


__ADS_2