
Entah dianggap seperti apa pun kenyataannya ada di depan mata, dua sosok yang saling bertarung itu, menunjukan kekuatan di luar batas manusia biasa.
Dalam satu peraduan pukulan saling bertemu, dampak yang di timbulkan mampu melemparkan lima belas orang sekaligus hanya dengan efek kekuatan mereka berdua.
Walau Askar sendiri belum mengeluarkan kekuatan Skill pemangsa satu gerbang pun, tapi dalam kekuatan yang setara sebagai lord alam saint suci tahap menengah.
Dia mengakui bahwa lawannya kali ini mampu menyaingi kekuatan miliknya, terlebih dengan tubuh kurus seperti orang kurang gizi itu.
Tentu ini membuat peserta lain kesal sendiri, mereka tidak lebih dari sekedar pajangan yang berada di sekitar dua petarung kuat, tanpa bisa melakukan apa pun.
"Jangan kalian pikir kami di sini hanya seperti sisa-sisa rengginang habis hajatan yang tidak dianggap penting."
"Itu benar, kami termasuk salah satu murid terbaik padepokan alam semesta kerajaan beladiri."
"Kalau kau berani, sini ... Aku pergi."
Beberapa orang mulai mengoceh tidak jelas, itu karena Askar dan satu orang asing mulai bertarung tanpa perduli peserta lain yang tidak lebih seperti peramai jalannya pertandingan.
Dua tendangan saling bertemu, ledakan energi muncul mendorong mundur semua orang dalam jarak seratus meter di sekitar pertarungan Askar.
Askar jelas terkejut, karena di alam semesta kerajaan beladiri ini masih banyak orang-orang kuat yang memiliki bakat luar biasa dan tidak diketahui olehnya.
"Aku baru tahu jika ada orang lain dari padepokan beladiri pedang semesta, selain Remure Tianmu yang bisa menyamai ku dalam kekuatan." Lelaki itu berucap dengan tatapan serius.
"Jika kau samakan aku dengan Remure Tianmu, kau salah, karena dia sudah kalah olehku."
"Oh, oh, oh, jadi siapa kau bocah."
"Aku adalah ponakan dari guru besar Gorongo, Askar."
"Pantas saja aku memiliki bakat yang tidak biasa."
Askar bersiap dalam kuda-kuda untuk bertarung kembali, tidak perlu Askar membuka skill pemangsa atau mengeluarkan kekuatan khusus para dewa awal penciptaan, karena saat ini dia mampu melawan orang-orang yang setara dengan tingkatannya.
Dalam kecepatan tinggi, setiap serangan bergerak tanpa bisa di ikuti oleh mata manusia berbakat standar, tapi karena dua pertarungan orang yang kuat ini.
Para murid lain merasakan akibatnya, ledakan demi ledakan energi membuat siapa pun terlempar jauh dan jatuh dari atas arena.
__ADS_1
Hanya orang-orang tertentu dan memang memiliki kekuatan setingkat lord alam setengah saint tahap akhir saja yang mampu bertahan.
Dan saat mereka berdua menjauh, berdiri dalam pijakan kaki, lelaki itu dengan sikap mengalirkan energi untuk menciptakan serangan.
Skill elements bumi : tingkat tiga : dinding besar persegi
Lapisan dinding besi hitam muncul dari empat arah tempat Askar berdiri, lelaki ini berniat menghimpit Askar dalam sebuah kotak persegi.
Askar bersiap untuk mengalirkan seni beladiri pernafasan, udara menyebar dari dalam paru-paru, diolah sebagai energi eksternal dan mulai memindahkannya.
Beladiri pernafasan gelombang ke tiga : hembusan badai.
Askar membawa energi nafas untuk berpusat di telapak tangan, mengalir dengan kencang hingga membentuk bola udara yang tidak lebih besar dari bola voli.
Lelaki yang kini berdiri dengan tatapan serius, memperhatikan Askar saat mengeluarkan sebuah kemampuan untuk melawan balik dirinya.
Dan saat Askar memecahkan bola udara di tangan, gelombang energi pernafasan yang tersimpan, mengikis habis semua lapisan dinding hingga habis.
Tidak berhenti sampai di situ, Askar segera melompat dan siap melepas satu pukulan telak ketika posisi lawan sedang tidak seimbang.
Ini satu kesempatan, setelah dia membentuk skill element dengan kekuatan besar dan tentu pertahanannya terbuka lebar.
Askar sudah siap melayangkan pukulannya ke kepala lawan, tapi siapa sangka jika pengawas pertandingan pun menghentikan pertarungan mereka.
"Kalian berdua sudah cukup bertarungnya, ujian sudah selesai."
"Bagiamana mungkin, kita baru bertarung 30 menit."
"Lihat sekeliling kalian, hampir semua peserta telah keluar arena, dan hanya tersisa sepuluh orang saja."
Jelas ini diluar perhitungan, dimana harusnya seleksi tahap kedua hanya untuk memilih seratus orang yang terbaik dalam pertarungan.
Tapi karena Askar dan lelaki kurus ini, dua ratus delapan puluh delapan telah tersingkir, menyisakan dua belas orang yang masih bisa bertahan.
Itu pun karena mereka cukup kuat dalam membentuk mencari posisi agar tidak terkena dampak ledakan dari pertarungan Askar sebelumnya.
"Walau ini jauh dari jumlah peserta, tapi kalian yang masih bertahan di atas arena lulus untuk seleksi ke tiga." Ucap pengawas dengan keputusan mutlak.
__ADS_1
Segera saja Askar dan sebelas orang lainnya yang tersisa turun dari atas arena, karena untuk selanjutnya, kelompok kedua harus bertarung.
Di ruang istirahat itu, Askar segera berjalan mendekat kepada Fei sui sue, dimana wanita ini bisa bertahan namun kondisinya cukup tidak baik.
"Apa yang terjadi denganmu."
"Kenapa kau bertanya, harusnya kau sudah tahu."
"Apa ini salahku ?, Padahal aku hanya bertarung."
"Aku tahu itu, tapi .... Ya sudahlah paling tidak aku masih bisa bertahan, untuk seleksi selanjutnya."
Ya... Rambut dan semua kosmetik yang dia gunakan tampak kacau balau dan semua itu karena kuatnya gelombang energi dari dua kekuatan yang saling beradu.
Sedikit demi sedikit Fei sui sue merapikan rambut dan pakaiannya, tentu dia merasa tidak nyaman jika ada yang melihat penampilan seperti orang gila.
"Askar aku penasaran, dari mana kau mendapatkan kekuatan sebesar ini, Dan juga, peningkatanmu terlalu cepat dan mengerikan." Bertanya Fei sui sue.
"Karena aku rajin minum susu." Asal saja Askar menjawab.
"Susu apa yang kau maksud."
"Ya kau bisa cari tahu sendiri." Jawab Askar dengan penuh makna.
"Apa mungkin kau menggunakan teknik meditasi gabungan jiwa." Ucap Fei sui sue yang bukan sebuah tebakan.
Sejenak Askar terdiam, apa yang Fei sui sue ucapkan tentu tidak asal dia berbicara mengenai meditasi gabungan jiwa, karena kemampuan ini sebenarnya bukan sesuatu yang aneh.
Ada banyak manusia yang memanfaatkan energi itu demi meningkatkan kekuatan mereka secara langsung.
Dan tidak menutup kemungkinan begitu juga dengan Fei sui sue karena dia sendiri pun ingin mencapai sebuah tujuan yang lebih tinggi.
"Darimana kau memiliki pemikiran itu." Askar menujukan tatapan yang serius karena suatu alasan.
"Karena aku sendiri pun melakukannya, jadi aku seperti paham denganmu." Balas Fei sui sue menujukan senyumnya.
Kini Askar mengetahui alasan dimana Fei sui sue melakukan kegiatan bersama banyak lelaki, tapi untuk kali ini sang wanita itu sendiri yang menyerap kekuatan lawannya.
__ADS_1
Tidak seperti Askar yang memberikan energi dan diolah dalam satu sinkronisasi antara lelaki dan perempuan agar sama rata.