PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2

PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2
rumah makan


__ADS_3

Askar melihat sebuah planet yang di tujukan oleh kakek Loe Teu Yiu, dimana dia mengatakan sebuah tempat bernama padepokan beladiri pedang semesta.


Itu menjadi tempat dimana Askar akan berpura-pura sebagai salah satu ponakan dari sahabat sang penguasa pedang.


"Askar, aku titipkan su yiu kepadamu." Ucap Loe Teu Yiu dengan lirih.


"Tenang saja kakek, serahkan padaku." Tegas jawaban Askar.


Askar bingung, tapi cara pak tua itu menyampaikan perkataannya, membuat Askar sadar, jika ada yang tidak beres dari tujuan Loe Teu Yiu.


"Kakek ?." Tidak ada jawaban dari panggilan Askar.


Dan nyatanya Kakek Loe Teu Yiu tidak mengantarkan Askar sampai tujuan, karena secara tiba-tiba sosoknya sudah lenyap begitu saja.


"Kakek tua itu kenapa harus pergi disaat sekarang, jika begini kita tidak tahu harus berkata apa nantinya." Askar benar-benar kesal atas tindakan Loe Teu Yiu.


Dimana hanya mengantarkan Askar sampai ditengah jalan dan membiarkan dirinya mengambil alih sendiri, ini seperti Askar sedang belajar naik mobil dan tiba-tiba instrukturnya jatuh.


Askar cukup bingung untuk bertindak seorang diri di tempat orang asing, walau pun bukan pertama kalinya, tapi tetap saja ini membuat Askar kerepotan.


Tanpa ada yang mengenal dirinya, salah-salah dia dianggap sebagai penjahat oleh para penjaga wilayah alam semesta kerajaan beladiri.


"Sudahlah Askar, kita lakukan saja apa yang kita bisa, jika memang dan juga kita tahu dimana kita harus pergi." Berkata Su yiu dengan tenang.


Askar merasa jika su yiu sudah berubah, karena dia dengan lancar berbicara kepadanya, sedangan beberapa saat yang lalu, dia lebih banyak diam.


Biar begitu, sejak dirinya pergi ke sarang phoenix, entah apa yang terjadi kepada Su yiu, dia kini lebih sering tersenyum kepada Askar.


Ini menjadi pertanda baik yang membuat dirinya bisa lebih akrab untuk sebuah hubungan lebih lanjut, Askar menantikan hari itu datang.


Beranjak pergi ke tempat yang di tunjukan oleh Loe Teu Yiu, padepokan beladiri pedang semesta, dimana tempat itu cukup jauh, karena bersebrangan dengan lokasi lubang hitam tempat Askar kini.


Askar tidak membuang waktu, bergerak dalam kecepatan tinggi melintasi bermacam-macam planet yang memang jarak tempuh untuk Askar lalui, sekitar lima ratus juta kilometer.

__ADS_1


Tapi kekuatan sebagai lord alam monarch tahap akhir, membuat perjalanan jauh lebih cepat daripada menggunakan bahtera angkasa.


Hanya saja sambutan bagi Askar tidaklah menyenangkan, karena hampir Askar mendekati planet tempat padepokan beladiri pedang semesta berdiri, tiga penjaga berzirah emas pun datang.


Ini memang biasa Askar temukan di setap dirinya memasuki alam semesta wilayah lain, dan juga, dia tidak membawa identitas sebagai lord dari alam semesta kerajaan bawah.


Jika mereka menganggap Askar hanya sekedar pengunjung, dan melihat dia bertarung dalam turnamen kerajaan, tentu masalah yang akan dihadapi menjadi sangat rumit.


"Tuan disini aku harus pergi ke padepokan beladiri pedang semesta." Askar mencoba menjelaskan.


"Itu bukan urusan ku, karena anda datang ke wilayah alam semesta kerajaan beladiri tanpa surat khusus, kami tidak bisa membiarkan anda pergi." Tapi dia cukup tegas dalam tugas sebagai penjaga.


Ini masalah pertama yang Askar temukan saat petualangan di alam semesta kerajaan beladiri baru di mulai.


Sedangkan semua surat perjalanan yang menjadi syarat masuk tertinggal di dalam bahtera angkasa di alam semesta awal penciptaan.


"Tuan aku akan sangat merepotkan jika tidak datang tepat waktu, apa bisa aku meminta bantuan."


"Kau mau apa, jangan coba-coba menyuapiku, karena...." Belum selesai penjaga itu bercakap.


Mata penjaga itu melirik tajam, tapi dia berusaha kokoh untuk pendirian sebagai penjaga yang bertugas melindungi alam semesta kerajaan beladiri dari penyusup.


"...Karena aku tidak bisa menjual harga diri dengan dua koin kristal energi." Itu yang penjaga katakan, walau terdengar sempat ragu.


Tapi Askar tidak kekurangan apa pun soal uang, karena dia masih memiliki dua juta koin kristal energi yang bisa dia gunakan untuk membiayai semua keperluannya.


"Ini cukup menyulitkan untukku, karena hanya segini yang aku miliki." Sedikit Askar bermain acting dengan ekspresi murung.


"Siapa bilang ini sulit, kau tinggal masukan saja ke kantong ku dan semua selesai." Begitu yang dia ucapkan tanpa ragu.


"Pada akhirnya, harga diri sangat murah, tidak lebih dia koin kristal energi." Gumam Askar sendiri dengan suara lirih.


Askar memasukan koin di tangan kedalam kantong secara diam-diam, dan sebuah surat diberikan kepadanya.

__ADS_1


Ini adalah sebuah bukti sebagai surat izin masuk sebagai bagian dari alam semesta kerajaan beladiri, cukup mudah mengendalikan orang yang memang berjiwa korup.


Terlebih budaya ini seakan sudah melekat ke darah daging, sebagai bentuk apresiasi bagi mereka-mereka yang tidak perduli akan harga diri.


Askar tidak perduli, selama itu mempermudah urusannya tanpa harus membuat masalah, tentu dia tidak menolak.


Dan yang jadi masalah sekarang, Askar tidak tahu alamat lengkap dimana lokasi padepokan beladiri pedang semesta berada, sedangkan planet ini sangat luas, hampir tiga kali lipat luas dunia Askar.


Tapi seperti biasa, Askar tahu dimana dia bisa mendapatkan informasi dari bermacam-macam sumber mengenai segala hal yang ingin dia ketahui.


Rumah makan, dan tidak terlalu sulit untuk dia mencari rumah makan di salah satu kota besar dan ramai seperti kota Asporo.


Satu dari tempat yang memang menjadi pusat perdagangan di planet itu, sehingga memudahkan Askar mencari bermacam informasi tentang segala kemungkinan di turnamen nanti.


"Pelayan." Panggil Askar dengan penuh wibawa.


Satu sosok wanita berambut pendek seperti lelaki berjalan mendekat seperti yang di inginkan oleh Askar.


Askar cukup perhatian, dia bukan seorang pelayan biasa yang hanya menjadi tokoh tambahan, dimana akan di lupakan setelah satu chapter berlalu.


Dia berdiri lurus menujukan bentuk tubuh sedikit kurus namun, masih ada kelokan yang membuat Askar tertarik.


Perawakan yang memang mirip dengan Sina, dia cukup terlatih untuk sekedar menjadi pelayan di rumah makan.


"Tuan apa ada yang bisa aku bantu." Ucap pelayan dengan sedikit risih karena cara melihat Askar ke tubuhnya.


Sedangkan Askar tidak menjawab apa pun dari pertanyaan pelayan yang sudah berdiri tepat di hadapan Askar.


"Askar ?." Panggil Su yiu merasa aneh ketika melihat Askar menganggukkan kepalanya sendirian, sedangkan dia tidak tahu makna anggukan itu.


"Ah iya, maaf nona, aku ingin pesan makanan." Jawab Askar saat terbangun dari lamunannya sendiri.


"Ya iyalah pesan makanan, karena di sini rumah makan, jika kau cari alat kontrasepsi maka kami tidak menjualnya." Sedikit sengit pelayan itu menanggapi perkataan Askar.

__ADS_1


Askar tidak merasa tersinggung, karena dia wanita, jika lelaki sudah pasti Askar akan berbuat hal lain.


__ADS_2