PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2

PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2
dipaksa kembali


__ADS_3

Sagna jelas merasakan perbedaan yang terjadi ketika Askar berganti posisi dengan roh kontraknya.


Kemampuan beladiri harimau memiliki efek langsung terhadap lawan yang mendapat serangan, yaitu energi lain memberikan tambahan luka seperti cakaran harimau, dan itu tidak bisa dihindari.


Kekuatan energi yang dikeluarkan oleh Sagna, cukup besar hingga melebar ke sekeliling tangannya, itu mampu melenyapkan segala efek pelindung dan memberikan serangan secara khusus.


Bagi Askar yang bisa melihat aura, semua tergambar jelas, bahwa wujud energi dari tubuh Sagna seperti sosok harimau, dan kemungkinan besar terjadi karena terbentuk dari keahlian beladiri harimau.


Akan tetapi, tubuh Aza El haramale sangat keras, jauh lebih keras dari kepalanya, bahkan senjata kelas lord hampir mustahil menembus kulit raja roh.


"Ternyata memang ini sangat berpengaruh, aku tidak bisa membantahnya, ketahanan tubuh roh kontrak yang kau miliki, keras bukan main." Berkata Sagna dengan nada tidak menyenangkan kepada Askar.


"Apa itu pujian."


"Kau bisa mengartikannya sendiri." Sengit Sagna tidak menyukai cara Askar membalas perkataannya.


"Baiklah, aku anggap itu sebagai pujian." Santai Askar menjawab.


Tubuh Askar memang keras seperti besi, tapi tetap saja itu terbuat dari daging, sedangkan Aza, Askar pun tidak tahu dalam pembentukan wujud rohnya, kulit Aza terbuat dari apa.


Tapi setebal apa pun kulitnya, Aza termasuk makhluk yang mudah tersinggung, jika membicarakan tentang bentuk tubuhnya bisa dia mengamuk dan membunuh mereka.


"Oi lawanmu adalah aku, kenapa kau harus berbicara dengan lelaki tidak tahu diri itu." Teriak Resla dengan kesal dimana Askar mengacuhkan dia dalam pertarungan.


"Maaf, maaf, sebagai orang yang tahu tentang tata Krama, kita harus menjawab pertanyaan dari orang lain."


"Aku tidak perduli kau tahu tentang, tata krama atau tata usaha, jika kau kehilangan kepalamu, maka jangan salahkan aku." Balas Resla marah.


Kemampuan Resla dalam pertarungan memang bisa Askar akui, hanya saja lawan yang harus dia hadapi adalah orang dengan kemampuan melihat segalanya.


Secepat apa pun Resla bergerak, Askar bisa merasakan dimana dia akan melancarkan serangan, terlebih lagi jika Askar menggunakan kekuatan skill penciptaan ruang dalam akselerasi penuh.


Gerakan yang cepat namun indah, tarian Phoenix menjadi keahlian beladiri dari klan Phoenix, kakek Esa mendapatkan itu setelah belajar dalam semesta api mulia.


Dan kini mewariskan kemampuan yang menjadi andalan klan Phoenix kepada Resla,


"Kau adalah satu-satunya orang yang mampu mengimbangi gerakanku di tingkatan setara, aku benar-benar tidak menyangka." Ucap Resla dengan nada kesal.

__ADS_1


Bagiamana tidak, seakan tanpa celah untuk memberi serangan kepada Askar, setiap gerakan terbaca dan juga mampu membalikkan setiap pukulannya.


"Bukan maksudku untuk sombong, tapi aku memiliki bermacam kemampuan guna melawan orang-orang seperti anda nona Resla." Jawab Askar yang tersenyum menujukan sikap sopan.


"Benarkah begitu."


"Tentu saja." Setelah Askar menjawab.


Tekanan aura Resla semakin kuat, kini peningkatan energi sepuluh kali lebih besar dan tidak main-main, zona persepsi yang mampu melihat segala sesuatu didalam wilayah, kini kehilangan kemampuan untuk memprediksi arah serangan itu.


Ayunan kaki putih mulus melayang telak mengarah ke kepala Askar, walau lembut, tapi sangat kuat, dihantam telak hingga membuatnya berguling dilantai.


Ini tidaklah main-main, Askar memiliki kepercayaan diri dalam hal kecepatan, tapi Resla sepuluh kali lebih cepat daripada dirinya.


Tidak berhenti untuk menunggu Askar siap, sosok Resla dalam kecepatan tinggi menendang Askar tanpa sedikit pun kesempatan menghindar.


"Apa ini, energiku berkurang dengan cepat, jangan-jangan Aza.." gumam Askar yang jelas merasakan keanehan didalam sirkuit energi.


Dan jelas saja, ketika Askar mengarahkan pandangan ke tempat Aza, roh kontrak itu sedang mengamuk.


Aza berada dalam posisi menang, berulang kali saling beradu pukulan, kekuatan beladiri harimau terpatahkan karena tidak mampu mengoyak kulit roh kontrak.


Andai pun Aza adalah roh kontak biasa yang di beri perwujudan, tentu mereka sudah kehilangan separuh energinya, dan hampir lenyap.


"Manusia apa hanya itu kemampuan yang bisa kau lakukan untuk melawanku." Aza berkata dengan sombongnya, tapi itu bisa di pertanggungjawabkan.


"Hanya roh kontrak, kau terlalu besar kepala, ingat derajatmu yang hanya budak bagi kami para manusia." Sagna marah dan tidak terima atas penghinaan dari Aza.


"Kau tidak tahu apa pun tentang kehidupan para roh, lebih baik urusi wajahmu yang akan menanggung malu karena kekalahan ini." Balas Aza El haramale dengan kemarahan.


Kobaran api diatas tanduk Aza semakin besar, kekuatan yang sebelumnya sengaja dia batasi untuk menjaga keseimbangan energi Askar, kini meledak kuat.


Saat kemarahan Aza tidak lagi dibendung, satu ayunan tangan menghantam lantai arena, getaran kuat mengguncang ruangan, bahkan gelombang energi meledak dan itu sangat berbahaya.


Sagna masih mampu menghindar, sangat waspada, jika salah langkah maka habislah nyawanya karena kekuatan mengerikan dari Aza.


Muncul sebuah bola ungu kehitaman ditangan Aza, dilemparkan menuju Sagna dengan daya hancur berkonsentrasi tinggi, ledakan besar membuat semua orang menggigil ketakutan.

__ADS_1


"Askar bagaimana kau mendidik peliharaan mu ini."


"Hei apa peliharaan mu tidak tahu untuk menahan diri."


"Jika dia berbuat seenaknya, kami bisa celaka nanti."


Teriakan para penonton tidak Askar perduli kan, karena sengit serangan Resla tanpa memberi ampun dan kesempatan mengambil nafas sejenak.


Askar merasakan energinya terkuras cukup besar karena Aza tidak main-main dalam menggunakan kekuatan, dan jelas ini akan sangat berpengaruh terhadap pertarungan.


Karena kehilangan separuh energi untuk menjaga perwujudan Aza, tentu itu akan berimbas kembali bagi Askar.


"Aza kau kembalilah." Ucap Askar dengan membuka segel prasasti roh dibawah tubuh Aza.


Secara paksa Askar pun melenyapkan Aza El haramale dari pertarungannya melawan Sagna.


Ini bukan satu hal yang mudah, bertarung dengan Resla dan menjaga wujud Aza, seperti kekuatannya harus dibagi menjadi dua.


"Jadi tuan Askar, apa dengan ini kau mengaku sudah kalah." Ucap Sagna yang kini berdiri bersilang tangan didepan dada.


"Kata siapa ?." Askar menarik nafas dalam-dalam.


"Oh jadi anda masih belum menyerah." Resla pun demikian, dia sama-sama ingin mengalahkan Askar.


"Tentu saja." Tegas jawaban Askar.


Sagna dan Resla pun berdiri sejajar, Askar sendiri, tapi ini menujukan bahasa dirinya tidak perlu menahan kekuatan lagi.


Skill pemangsa gerbang keempat kebangkitan penguasa.


Transformasi hukum kegelapan dan cahaya : golden darkness.


Penampakan Askar dalam wujud transformasi membuat semua orang terkejut, karena kekuatan Askar menyamai seorang lord alam monarch tahap menengah.


(note : ada yang bertanya tentang keadaan Silviana, tapi untuk cuplikan keadaan Silviana, mungkin setelah Askar menyelesaikan urusan di alam semesta kerajaan bawah.


Karena akan terjadi beberapa konflik dalam alur cerita setelah Askar beranjak ke alam semesta api mulia dan alam kerajaan beladiri nanti.)

__ADS_1


__ADS_2