PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2

PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2
barang bawaan


__ADS_3

(note : ini belum di jelaskan, karena Asy melakukan hubungan dengan tubuh Sina, karenanya tidak ada pengaruh apa pun dalam teknik meditasi gabungan jiwa.)


Setelah Rea menempatkan diri di rumah Salora, bersama Omen dan Su yiu. Askar, Sina dan kakek loe teu yiu berangkat menuju planet merah di alam semesta api mulia ini.


Mereka pergi menggunakan bahtera angkasa kurang lebih dua jam, sedangkan, jauh di sebelahnya adalah planet putih dari dunia beku.


Walau dari pandangan Askar planet beku sebesar bola kasti, tapi semua tampak putih dan cincin lingkaran yang berputar-putar di sekitarnya.


Tapi rasa penasaran Askar itu menjadi urusan lain, karena saat ini dia lebih mementingkan persoalan Sina dan Asy.


Planet merah dari alam semesta api mulia memiliki lima klan binatang mistik dengan kekuatan besar, masing-masing menghuni berbagai wilayah.


Klan Phoenix merah, klan harimau api, klan burung vermilion, klan gagak emas, dan klan ular terbakar. Lima klan itu adalah kelompok besar yang menguasai planet merah.


Tidak hanya sebagai penguasa, tapi masing-masing dari ketua klan diakui sebagai petarung yang mampu membawa alam semesta api mulia ke atas kasta tertinggi.


Begitu juga dengan dunia beku, antara keduanya menujukan persaingan, dimana sebelum ujian kasta jagat raya mulai, pertandingan lain pun terjadi, itu semua adalah untuk para petarung dari dua dunia sebagai perwakilan alam semesta mereka.


Kekuatan antara dunia beku dan api mulia sama-sama kuat, sama-sama menggunakan kekuatan binatang mistik, tapi mereka tidak begitu saja menyerah, karena harga diri dalam persaingan satu sama lain sudah mengakar dari zaman leluhur.


"Kakek Yiu, misalkan saja, pangeran dari klan Phoenix itu ngajak ribut, apa kau mau membelaku."


"Tidak, aku hanya akan menyelamatkanmu ketika dalam posisi sulit dan akan tewas, kalau soal membela, aku tidak berpihak kepada siapa pun, biar pun kau benar atau salah." Perjelas kakek Yiu untuk segala tindakan yang akan dia lakukan.


"Aku mengerti, aku harus berusaha melindungi diri sendiri." Mengangguk Askar perlahan.


"Itu benar, jika kau bergantung kepadaku, kau tidak akan mendapat pengalaman apa pun Askar, tapi anggaplah nyawamu sebagai taruhannya." Kakek Yiu dengan jelas memberi Askar peringatan.


Wilayah klan Phoenix merah berada di sekitar pegunungan api yang masih aktif, bahkan sebagian besar planet merah adalah gunung dan semua lahar menyala dari dalam kawah.


Planet ini memang dipenuhi sumber energi, bagi orang-orang dengan atribut kekuatan berupa elements api, seluruh tempat adalah surga untuk mereka meningkatkan kekuatan.

__ADS_1


Diatas langit merah, Askar, kakek Loe Teu Yiu dan Sina beranjak turun, sebuah perkampungan dengan rumah-rumah berdinding batu dan beratapkan tanah liat.


Itu menjadi tempat para klan Phoenix tinggal, mereka lebih seperti suku pedalaman gurun pasir dengan semua pakaian minim dan kulit kecoklatan.


Kehadiran bahtera angkasa diatas tempat tinggal klan Phoenix menjadi pusat perhatian bagi semua orang yang hidup didalamnya.


Tapi ketika sosok Asy berganti dengan Sina, dia menujukan aura kuat sebagai sang Phoenix merah yang nyata, tanpa perlu diperintahkan semua orang menunduk hormat dihadapan Asy.


"Sang leluhur Phoenix Asyifa va'seri larik, selamat datang kembali." Ucap pangeran Ke'su sebagai pimpinan di klan Phoenix.


"Ya... Bangkitlah semua." Balas Asy dengan wibawanya.


Masih jelas dirasakan oleh Askar, ketika Pengeran Ke'su mengarahkan pandangan mata kepadanya, rasa permusuhan dan niat yang tidak menyenangkan datang.


Hanya saja, dia masih menjunjung sikap kepada Asy, tanpa perlu melanjutkan kekesalannya itu, pangeran Ke'su hanya bersikap hormat karena Asy yang meminta.


"Penguasa pedang, tuan Loe Teu Yiu, kami menyambut Anda di klan Phoenix ini." Ditunjukan sebuah salam dari Pangeran Ke'su untuk penghormatan kepada Kakek Loe Teu Yiu.


"Tidak mungkin aku bisa menganggapnya begitu, karena anda sudah seperti saudara bagi klan ini." Hanya saja pangeran Ke'su tidak bisa melakukannya.


Usut punya usut tentang kakek loe teu yiu, ketika dia melakukan perjalanan bersama dengan kakek Esa, salah satu tempat yang dia singgahi adalah klan Phoenix.


Disini pula kakek Esa mempelajari ilmu pedang tarian Phoenix dan pukulan harimau api yang diturunkan kepada dua muridnya lagi, Resla dan Sagna.


Sebuah masa ketika kakek loe teu yiu sangat menikmati pertarungan, dan berhadapan dengan para kepala klan di alam semesta api mulia.


Tapi karena itulah kakek loe teu yiu mendapat gelar kehormatan dari klan Phoenix merah dari akrabnya dia dan para kepala klan lain.


"Aku disini juga sebagai tamu kali." Ucap Askar dengan sedikit sindiran.


"Huh ?, Kau tamu, aku kira tukang angkut barang." Balas Pangeran Ke'su yang jelas tidak melihat Askar dalam hal apa pun.

__ADS_1


"Ya barang yang aku angkut adalah leluhur kalian bernama Asyifa va'seri larik tahu." Tapi Askar cukup handal dalam menjawab.


"Apa kau bilang ?, Leluhur kami adalah barang." Jelas menjadi masalah untuk Askar.


"Kalau bukan aku yang membawa leluhurmu datang kemari, apa yang bisa kau lakukan." Tegas jawaban Askar dengan tersenyum sendiri.


Sebuah fakta yang tidak bisa dibantah oleh siapa pun, kehadiran jiwa Phoenix di dunia tersembunyi tentu tidak akan mencapai alam semesta atas tanpa bantuan Askar.


Tanpa menjawab apa pun pangeran Ke'su memalingkan wajah, seakan tidak ingin mengakui jika bantuan Askar sangatlah penting, dan dia berjalan pergi menuju Asy.


"Kami sudah mempersiapkan altar kebangkitan untuk anda, nona leluhur." Berkata pangeran Ke'su.


"Baiklah, antarkan aku ke tempatnya." Asy pun memberikan perintah.


"Silakan ikuti aku."


Altar kebangkitan Phoenix, sebuah meja batu yang memiliki lambang burung Phoenix itu sendiri, muncul pula kobaran api merah darah bergejolak diatas meja.


Dari yang Askar ketahui, untuk membentuk tubuh jiwa Phoenix, maka tubuh manusia itu akan dibakar hangus dan abu sisa pembakaran itu akan membangkitkan sang Phoenix dalam kehidupan baru.


Begitu juga untuk Sina yang menjadi wadahnya, karena dirinya tergabung menjadi satu dengan jiwa Phoenix, dalam tubuhnya pun memiliki darah yang akan membangkitkan Sina kembali.


Tapi berjalan Asy mendekat kepada Askar, dia berbisik jelas di telinga.


"Askar aku ingin minta sesuatu kepadamu." Ucap Asy dengan suara lirih.


"Apa yang kau inginkan Asy." Balas Askar.


"Ketika kebangkitan tubuhku sudah sempurna, kau bawa aku pergi secepat mungkin." Berkata Asy yang memiliki niat sendiri.


"Aku mengerti." Askar jelas tahu kenapa Asy menginginkan untuk pergi.

__ADS_1


Askar pun bisa merasakan ada niat lain tersembunyi dari Pangeran Ke'su, entah apa yang menjadi tujuannya, tapi Saya tidak ingin ikut terikat dalam keinginan pangeran Ke'su.


__ADS_2