
Sebuah rumah megah, dinding-dinding rumahan berwarna kuning berlapis emas, pernah pernik penuh ukiran, menggambarkan kepemilikan dari orang kaya.
Askar bingung atas alasan apa dirinya dibawa oleh Karlina ke tempat yang tidak dia ketahui, beranggapan jika ini adalah sebuah kedok tersembunyi bahwa Karlina sebenarnya anak orang kaya.... Dan memang sebenarnya tidak.
Rumah itu adalah tempat Resra tinggal, bahkan dari luar sudah tertulis nama De hores sebagai tanda atas kepemilikan rumah.
"Nona Resra, kau sepertinya masih tahu statusmu sebagai orang biasa, jika kau berani menolak, jangankan statusmu sebagai murid, tapi juga semua yang kau miliki akan aku ambil paksa." Ucap wanita yang berjalan dari sebuah ruangan dengan dua lelaki dibelakang.
Suara Resra cukup sombong, untuk seseorang yang sebelumnya berlari takut karena melihat sosok Askar.
Askar sudah tahu jika Karlina akan membawa dirinya ke tempat Resra, bukan tanpa alasan, dimana dia hanya tidak ingin mencari masalah dengan anak penguasa kerajaan beladiri.
Kehidupan yang dia jalani sudahlah cukup sulit, dan kehadiran Askar bisa saja membuatnya semakin sengsara, hanya dengan ini, dia ingin membersihkan nama.
Tidak akan Askar yang menyalahkan Karlina, karena Askar pun merasa paham tentang kekhawatiran terhadap masalah nanti saat Resra mengadu ke Varjo de hores.
"Tuan Askar maafkan aku, aku sangat berterimakasih karena anda menyelamatkan aku dari rasa malu, tapi rasa malu itu tidak akan bisa mengubah hidupku." Karlina jelas merasa khawatir, tapi apa yang bisa dia lakukan saat ini hanya mampu untuk menyelamatkan diri sendiri.
"Ini bukan masalah, aku yang ikut campur, dan aku akan menyelesaikannya sendiri." Askar menjawab dengan tersenyum lepas.
Sedangkan Su yiu yang hanya mengikuti Askar, terseret pula dalam masalah terlihat cukup santai, karena memang dia tidak menganggap semua orang di belakang Resra sebagai masalah.
Terlebih lagi Askar sudah maju untuk menyelesaikan urusannya, dan Su Yiu berdiri di sebelah Karlina sebagai penonton.
Karlina merasa khawatir, su yiu tidak, bahkan cukup mengejutkan bagi siapa pun melihat Su Yiu yang begitu santai walau Askar sedang berhadapan dengan masalah besar.
"Nona apa kau tidak membela saudaramu."
"Saudara ?, Dia bukan saudaraku."
"Oh begitu kah, lantas apa kau tidak khawatir jika temanmu terluka."
"Teman, dia bukan temanku."
"Maaf kalau begitu, tapi apa yang kakak anda lawan bukan wanita sembarangan."
__ADS_1
"Sekali lagi dia juga bukan kakakku."
"Aku mengerti sekarang..., pembantu anda itu loh, pembantu anda akan mendapatkan masalah, apa...."
"Siapa yang kau sebut pembantu, aku ini tunangan dari wanita itu." Askar berteriak dengan keras karena tersinggung mendengar ucapan Karlina.
Hampir semua orang terkejut, dari Karlina, Resra, dua pengawal yang berdiri siap bertarung, bahkan Su yiu sendiri.
"Oi kenapa kau juga ikut terkejut." Askar merasa kesal melihat cara Su yiu menanggapi perkataannya.
"Ya kau pertama kalinya mengatakan aku tunanganmu, jadi itu membuat ku terkejut." Balas Su yiu dengan cara berbeda.
"Baiklah, aku tidak mengharapkan apa pun." Askar pun berusaha tenang.
Tepat dihadapannya, dua pengawal yang sengaja Resra miliki, memang menjadi orang untuk menuruti setiap perintah dari Resra.
Berhadapan dengan Askar keduanya tidaklah ragu, karena sejak awal ini memang sudah menjadi tanggung jawab mereka berdua.
Soal kekuatan pun dua pengawal Resra tidaklah lemah, dimana mereka setingkat dengan lord alam monarch tahap akhir dan kemampuan luar biasa sebagai ahli beladiri senjata.
Tidak ada yang mau mencari masalah dengan Resra, konsekuensinya terlalu besar, bahkan bisa saja mereka akan dibuang dari alam semesta kerajaan beladiri ini.
"Aku harap kalian tidaklah menyesal karena mencari masalah denganku." Ucap Askar yang menujukan senyum sombong
"Harusnya aku yang berkata seperti itu, sadar posisi kau." Tapi Resra tidak terima atas perkataan Askar.
Askar sudah mempersiapkan pedang yang biasa dia gunakan, dan membuka gerbang skill pemangsa kebangkitan penguasa.
Ini sudah lebih dari cukup untuk membawa Askar setara dengan lord alam monarch tahap awal, ditambah kekuatan yang melampaui batas, dua pengawal itu bukan lagi masalah.
Ciat ... Bak... Bik... Buk, bak ... Bik... Buk... Dan semua selesai.
Tanpa perlu banyak gaya, banyak jurus yang dikeluarkan, serta segala macam teknik rahasia karena terlalu buang-buang waktu.
Dua pengawal sudah terbang bebas, tersungkur dihadapan Resra, ya ini tentu mengejutkan, bahkan Karlina yang merasa kasihan di awal, tidak bisa menutup mulutnya.
__ADS_1
Siapa yang menyangka, lelaki tanpa asal-usul itu mengalahkan dua orang dengan kekuatan jauh diatas Askar, terlebih lagi semua selesai dalam waktu singkat.
"Siapa kau sebenarnya." Bertanya Karlina yang jelas tidak percaya dari kekuatan Askar .
Askar ingat perkataan dari Loe Teu Yiu, tentang apa yang harus dia sebutkan jika ada pertanyaan tentang dirinya,
"Aku adalah Askar, murid dari sang penguasaan pedang Loe Teu Yiu." Cukup sombong untuk Askar mengatakan hal itu.
Entah itu Resra, atau pun Karlina mengenal betul siapa sosok penguasa pedang Loe Teu Yiu, karena dia adalah legenda hidup yang membanggakan bagi alam semesta kerajaan beladiri.
Biar pun banyak orang tahu kepergian Loe Teu Yiu dari alam semesta kerajaan beladiri adalah berita lama yang diakibatkan oleh Varjo de hores.
Tapi asal usul sang penguasa pedang masihlah bersangkutan dengan padepokan beladiri pedang semesta dari alam semesta kerajaan beladiri.
Askar berdiri dihadapan Resra tanpa takut.... "Nona Resra de hores, jika kau ingin mencari perhitungan, carilah aku jangan libatkan Karlina, karena ini adalah masalah kita berdua."
Atas kemunculan Askar yang mengaku sebagai murid Loe Teu Yiu, kini Resra pun sadar, jika kekuatan yang dia miliki memang jauh diatas dirinya.
Secara langsung Askar tidak ingin membuang waktu menanggapi Resra, dan juga biar pun dia menaruh dendam, kemungkin untuk bertemu tidak mungkin terjadi dalam waktu dekat.
"Su yiu ayo kita pergi." Ucap Askar yang berjalan melewati Karlina tanpa perduli atas penghinaan terhadap Resra.
"Tuan Askar...." Panggil Karlina dengan ragu-ragu.
"Nona Karlina, maaf sudah membuat masalah dalam kehidupanmu, aku tidak bermaksud apa pun." Askar lekas saja berjalan dari hadapan Karlina tanpa memberi tahu kemana dia akan pergi.
Tapi....
Di sinilah Askar berada, padepokan beladiri pedang semesta, yang menjadi awal tujuan untuk dia menghadapi Varjo de hores dan menyelamatkan Silviana.
"Baiklah kita cari pak tua bernama Gorongo itu." Berkata Askar kepada Su yiu.
"Sepertinya itu tidak perlu."
Karena sosok yang dia cari sudah menyadari akan kehadiran Su yiu dan memang dia mengenal betul cucu dari sahabatnya, Loe Teu Yiu.
__ADS_1