
Payou sudah berdiri di tengah arena dengan wajah damai sembari menunggu kedatangan lawan yang sudah di pastikan, dia adalah Askar.
Walau ada alasan untuk lelaki satu ini bertarung dengan Askar, yaitu sebagai pembuktian atas spekulasi yang menjadikan Askar sebagai anak dalam ramalan.
Satu orang yang masih memiliki hubungan datang mendekat, walau tidak ada lagi sikap sopan dari Payou kepada Jariko.
"Kau terlalu cepat datang ke atas arena, Payou." Berkata Jariko mencoba untuk tetap akrab.
"Aku sudah menunggunya di sini, sejak jam lima." Jawab Payou dengan sikap tenang.
"Bukankah itu terlalu pagi... Sedangkan semua orang masih tertidur saat aku ada di sini." Jariko merasa kagum atas tindakan Payou ini.
"Tidak, tapi Jam lima sore hari kemarin." Itu yang dia tegaskan.
Lelaki satu ini sangat serius untuk sebuah pertarungan melawan sosok kuat yang mungkin bisa memuaskan hasratnya dalam beradu kekuatan.
"Kau terlalu bersemangat ternyata, tapi jangan lupa kau harus mandi." Jawab Jariko lemas.
"Itu tidak perlu."
"Ya ... Mandi itu perlu, didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat, kau harus tahu itu." Memang benar apa yang dikatakan oleh mantan tuannya ini.
"Akan aku pikirkan nanti." Santai saja Payou menjawab.
Tidak berselang lama, sosok Askar datang bersama dengan seorang wanita, itu adalah Fei Sue sui, biar pun kekalahan dari Payou cukup disesalkan tapi tetap saja, dia sangat terkenal di setiap padepokan alam semesta kerajaan beladiri.
Terlebih lagi dari kalangan murid lelaki yang mengagumi kecantikan serta bakat luar biasa dari Fei sui sue ini.
Tentu karena kehadiran Askar bersama salah satu idola di padepokan beladiri pedang semesta membuat siapa pun merasa kesal sendiri, dan hampir semaput dibuatnya.
"Bukankah kau keterlaluan Askar, kemarin Karlina, lalu Resya, dan ini nona Fei sui sue pun akan kau embat."
"Bagaimana dengan nasib kami para jomblo kadaluarsa ini."
"Sebaiknya kau mati saja sana Askar."
__ADS_1
Askar tidak perduli dengan semua komentar dari para manusia itu, karena untuk mereka berdua tidak memiliki hubungan khusus, tapi kali ini Askar harus fokus dalam pertandingan melawan Payou.
"Jadi kau masih memiliki nyali untuk datang kemari Askar." Terdengar suara Payou mengejek dan meremehkan Askar.
"Oh, kalau begitu aku lebih baik pulang, karena ada banyak hal yang harus aku lakukan dari pada harus bertemu denganmu." Jawab Askar yang sudah berjalan pergi.
Dia merasa kesal atas ucapan Payou, Askar sudah memaksakan diri untuk datang dan berlatih keras semalam penuh, tapi Payou seakan tidak menghargai tujuannya.
"Tunggu, tunggu, aku hanya bercanda, aku sudah lama menunggu, dan kau akan pulang begitu saja, bukankah kau tidak memiliki hati nurani." Bergegas Payou meralat kembali perkataan yang dia ucapkan.
"Untuk apa aku mengasih hati kepadamu, sedangkan kau seenaknya sendiri menantang ku, ini membuang waktuku saja." Jawab Askar dengan kesal.
"Kau terlalu terbawa perasaan Askar, aku tahu jika kau memiliki keberanian, jadi jangan pulang dulu sebelum kita bertarung." Payou mencoba merayu.
Askar yang sudah datang tentu tidak akan pergi begitu saja, dimana perkataan sebelumnya adalah gertakan semata, agar Payou menyadari bahwa tidak semua orang memiliki waktu luang hanya untuk bertarung.
Melompat tinggi ke atas arena, Askar pun berdiri menghadap Payou dengan tangan bersilang di depan dada.
Ini adalah pertarungan terakhir di acara latih tanding bersama dengan padepokan beladiri di wilayah lain, walau pun begitu, istana beladiri surgawi sudah dipastikan menjadi pemenang.
Dan jika Askar bisa mengalahkan Payou ini, padepokan beladiri pedang semesta akan menjadi juara kedua, tentu ini lebih baik daripada tersiksa batin karena mendapat posisi terakhir.
"Jadi Askar, apa yang ingin kau gunakan, pertarungan senjata atau tangan kosong." Ucap Payou dengan memberi pilihan kepada Askar.
"Aku merasa kurang percaya diri untuk bertarung dengan tangan kosong, karena itu, kita suit saja." Askar pun menjawab dengan caranya sendiri.
"Tidak ada pilihan suit dalam pertarungan ini." Payou jelas tidak menyukai jawabannya.
"Kalau begitu lakukan seperti biasa." Segera saja Askar mengeluarkan senjata andalan.
Pedang besar tertancap di depan hadapan Askar, hanya dengan itu saja semua orang bisa mengetahui jika senjata yang Askar gunakan bukan pedang biasa.
Itu memiliki berat yang sama dengan pedang Gorongo, bahkan mungkin lebih berat lagi, siapa pun sadar jika mereka-mereka dengan senjata kelas tinggi, tidak sembarang orang bisa menggunakannya.
"Apa kau yakin dengan senjatamu itu." Payou jelas meremehkan Askar.
__ADS_1
"Jika tidak, untuk apa aku menggunakan ini." Jawab Askar dengan tersenyum kecut.
"Aku tidak ingin kau bertarung hanya dengan dua ayunan dan keseleo, tentu tidak akan menarik." Itu yang dianggapnya sebagai masalah.
"Kau benar-benar meremehkan ku Payou." Tapi Askar merasa tidak nyaman untuk perhatian Payou.
Askar menarik pedang yang tertancap di lantai arena, keras suara ayunan pedangnya memberikan gelombang udara hingga bisa mendorong mundur beberapa orang di sekitar.
"Mari kita lihat, apa yang bisa kau lakukan dengan ini." Ucap Askar dengan tegas.
Skill pemangsa gerbang keempat kebangkitan penguasa.
Ledakan energi besar secara tiba-tiba muncul di dalam tubuh Askar, peningkatan secara signifikan terhadap kekuatan itu, membawa dirinya naik beberapa tingkat.
Dari awal sebagai lord alam setengah saint suci tahap awal, kini beranjak naik hingga mencapai tingkat lord alam saint suci tahap awal.
Hanya berbeda satu tingkat dengan Payou yang memang memiliki kekuatan sebagai lord alam saint suci tahap menengah.
Saat semua sudah siap, hakim pertandingan pun memulai perkelahian antara Askar dan Payou.
Satu gerakan cepat saling mengayunkan senjata kelas lord untuk saling beradu, benturan dua kekuatan yang tidaklah lemah itu membentuk gelombang besar.
Hanya perlu satu gerakan itu, seluruh lantai arena hancur berantakan, puing-puing berhamburan ke segala arah.
Jika bukan karena lapisan pelindung di sekitar arena, tentu efek yang dihasilkan bisa membuat orang lain terluka.
Dalam pertemuan dua senjata yang saling mendorong, satu tangan Payou mengeluarkan sebuah energi lain dan siap menyerang ke tubuh Askar.
Tapi skill penciptaan ruang akselerasi, melihat segala sesuatu yang akan di lakukan oleh payou, Askar bisa menghindar, di lepaskan tendangan keras dan menjatuhkan Payou.
Walau itu masih jauh dari kata mampu untuk bisa mengalahkan lelaki satu ini, Askar cukup yakin ada banyak kesempatan dalam pertarungan.
"Dari sekian banyak lawan, kau satu-satunya yang bisa melepaskan serangan ke tubuhku." Terlihat Payou sangat bahagia atas serangan Askar.
"Apa itu bisa aku anggap pujian." Bertanya Askar.
__ADS_1
"Tentu saja."