PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2

PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2
momentum


__ADS_3

Didalam perjalanan menuju alam semesta hutan hidup.


Askar memulai kegiatannya yang baru, yaitu melatih teknik beladiri pedang dengan sang penguasa pedang, Loe Teu Yiu.


Dalam urusan dunia perpedangan kakek Loe Teu Yiu adalah yang terkuat di seluruh jagat raya, ada banyak orang menginginkan dirinya menjadi guru bagi orang-orang penting di alam semesta atas.


Tapi Loe Teu Yiu jarang sekali mengangkat murid, bahkan untuk beberapa alasan dia hanya menerima orang sebagai murid karena sedang gabut, tidak ada kegiatan, atau bosan akan rutinitas yang itu-itu saja.


Salah satunya adalah Esa Rodzik salah satu wali kerajaan dari alam semesta kerajaan bawah yang memang menjadi keberuntungan bisa menjadi murid dari sang penguasa pedang.


Biar pun pelatihan kakek loe teu yiu tidak lebih dari dasar-dasar teknik yang dia miliki, tapi nama sebagai murid penguasa pedang sangat besar dan bisa dibanggakan oleh siapa pun.


"Askar sejak awal aku melihat kemampuan pedang mu itu sangat tidak teratur, acak-acakan dan menjadi gerakan yang percuma." Ucap kakek loe teu yiu dengan nada serius.


"Sejak awal pula aku tidak pernah berlatih seni beladiri pedang, jadi maaf kalau itu acak-acakan." Lemas Askar menerima kenyataan itu.


"Masa ?."


"Seperti itulah." Mengangguk perlahan dengan senyum asam.


"Aku cukup terkejut kau bisa bertahan melawan musuh-musuh pengguna beladiri pedang yang lebih mumpuni." Jawab dengan sedikit rasa terkejut.


Terlihat jelas jika kakek Loe Teu Yiu binggung sekaligus mengejek Askar yang membuang kesempatan dalam pelatihan pedang sejak awal.


"Pada akhirnya yang aku tahu, pedang itu hanya mengayun sekuat tenaga dan menebas kepala lawan." Askar pun berkata tentang cara bertarung yang memang sederhana.


"Itu dia yang membuatmu kesulitan ketika berhadapan dengan sosok pemilik keterampilan pedang tingkat atas." Tegas ucapan Loe Teu Yiu menujukan kelemahan Askar dalam ilmu pedang.


"Aku tahu itu." Askar tidak membantah perkataan Loe Teu Yiu.


Selama ini Askar bisa memenangkan pertarungan dengan lawan yang memiliki kemampuan beladiri pedang hanya karena refleks, kekuatan dan skill penciptaan ruang.


Terlebih lagi pedang khusus yang Askar gunakan adalah senjata utama dari dewa Asyura, pedang pemangsa kematian.

__ADS_1


Dengan semua kemampuan Askar itu, memang benar lawan seperti Safir, resla dan Quan Qian mampu dia hadapi walau harus merasa kesulitan.


Seperti yang terjadi saat Askar berada dalam posisi sulit melawan Quan Qian, jika bukan karena kehadiran Loe Teu Yiu sudah dipastikan Askar akan tewas oleh serangan pedang ditangannya.


"Karena itu cepat kau keluarkan senjata andalanmu." Perintah Loe Teu Yiu dengan jelas.


"Baiklah." Seketika sinar merah terang menyala di tangan Askar dan membentuk sebilah pedang besar.


Memang ini adalah senjata yang biasa askar gunakan dalam pertarungan, pedang besar dengan berat tiga ratus ton dimana mampu meratakan sebuah gunung dalam satu ayunan penuh.


Tidak terlihat ekspresi terkejut dari wajah Loe Teu Yiu ketika dia melihat wujud senjata yang biasa Askar gunakan untuk bertarung.


"Berikan kepadaku." Ucap Kakek loe teu yiu meminta senjata ditangan Askar.


Tanpa ragu dan santai saja, Askar melemparkan pedang ditangannya dengan mudah, tapi ekspresi wajah sang penguasa pedang berubah, ketika dia merasakan sendiri bagaimana pegangan pedang yang di miliki Askar.


"Apa kau bodoh menggunakan pedang seberat ini." Tegas perkataan kakek loe teu yiu.


"Tapi ini sangat efisien, hanya perlu satu ayunan, seribu pasukan lenyap seketika."


"Aku tidak bisa menyangkalnya, tapi untuk sekarang aku sudah terbiasa dengan berat pedang itu."


Kakek loe teu yiu yang seorang lord alam keabadian tertinggi pun mengakui jika pedang Askar sangatlah berat, dia memang mampu menggunakannya, tapi tidak leluasa.


Sebagai sosok penguasa pedang, berbagai macam aliran seni beladiri, jenis pedang dia mampu menguasainya dengan mudah.


"Aku akan menggunakan pedang ini, dan coba serang aku Askar." Jelas Loe Teu Yiu ingin menguji kemampuan Askar.


"Apa anda yakin kakek, aku takut jika kau menggunakan pedang berat encokmu akan kambuh." Askar benar-benar khawatir.


"Aku tidak pernah sakit encok." Berteriak kakek loe teu yiu dengan kesal.


"Baiklah, tapi jangan salahkan aku jika setelah ini kau mengeluh karena sakit pinggang."

__ADS_1


"Tenang saja, dan jangan remehkan aku Askar." Sedikit terlihat kekesalan di cara Loe Teu Yiu berucap.


Askar memunculkan pedang besar yang lain, dan membuka skill pemangsa gerbang ke empat kebangkitan penguasa, jika dalam kondisi normal, Askar hanya bisa mengayunkan pedang seberat tiga ratus ton itu sebanyak tiga kali.


Jika lebih dari batas itu, maka Askar akan cidera otot, yang lebih penting lagi, ketika sirkuit energi dalam tubuhnya pun akan terluka.


"Tapi kakek, bisa kau samakan kekuatanmu denganku, jika aku harus menahan serangan dari lord alam keabadian, ini sangat mustahil." Lawan


"Itu ada benarnya, baiklah, aku akan buat kekuatanku setara denganmu."


Lawan latih tanding Askar kali ini bukan main-main jelas sekali perbedaan jarak yang sangat jauh antara lord alam guru dan lord alam keabadian tertinggi.


Bahkan jika membuka gerbang ke enam, Askar hanya menyetarakan kekuatannya setingkat lord alam saint suci tahap awal.


Tapi untungnya ini hanya sekedar latihan, andai saja bukan, Askar tanpa bisa bergerak satu langkah, nyawanya sudah lunas dari badan.


Terlebih lagi Loe Teu Yiu mau menanggapi permintaan Askar untuk menyetarakan kekuatannya.


"Baiklah aku akan mulai." Askar secara cepat mengayunkan pedang berat secara lurus ke depan.


Tanpa ada rasa takut diwajah Loe Teu Yiu, dia pun mengambil satu langkah menyamping dan berayun pedang berat dengan tumpuan satu kaki secara vertikal.


Itu bukan tentang seberapa kuat Loe Teu Yiu mengayunkan pedang berat, tapi dia menggunakan teknik momentum dimana berat pedang itu sendiri yang menjadi kekuatan utama.


Dari ayunan pedang Loe Teu Yiu, secara langsung membentur sebelah kiri sisi pedang milik Askar, secara ajaib pijakan kaki pun menjadi goyang.


Kuda-kudanya kokoh yang mampu menahan gunung, seakan terhempas karena kekuatan Loe Teu Yiu yang jauh lebih besar.


Tapi Askar masih belum jatuh, biar pun langkah kaki pijakannya terhenti, pedang di tangan masih cukup bebas melanjutkan serangan lain.


Hanya, satu langkah kaki santai bergerak mundur melewati jarak serangan Askar, dan tepat Askar jatuh, pedang besar sudah berhenti di atas kepala.


"Lihat aku yang bahkan kesulitan untuk mengangkat pedang, mampu membuatmu kewalahan."

__ADS_1


"Aku tidak tahu." Bingung Askar untuk menjawab.


"Kau harusnya memahami gerakanku, aku jelas tidak mengandalkan seberapa kuat tahan mengayunkan pedang, tapi memaksimalkan potensi pada gerakan agar pedang yang menghasilkan momentum serangan." Jawab sang penguasa pedang dengan pemahaman tinggi di ilmu beladiri.


__ADS_2