
Beberapa saat sebelumnya....
Tentu kedatangan bahtera angkasa milik Padepokan beladiri semesta tidaklah sendirian, karena di langit-langit kota kerajaan sudah banyak bahtera dari perguruan lain di alam semesta kerajaan beladiri berdatangan.
Wilayah kota kerajaan yang sangat luas, tentu mampu menampung ribuan bahtera untuk ditempatkan di luar batas kota, karena disana terdapat Padang rumput luas dengan penjagaan ketat sebagai lokasi parkir.
Askar cukup mengagumi keindahan kota kerajaan beladiri, karena dari sudut mana pun, segala macam rumah terbilang megah dan sangat artistik.
Tidak ada kekumuhan, bau busuk atau pun gelandangan, hanya itu yang Askar kagumi, kecuali para manusia di dalam kota ini sudah seperti sampah.
Demi mendapatkan wilayah yang nyaman dan terhindar dari pemandangan tidak enak di lihat, Varjo de hores, selaku penguasa mutlak menyingkirkan semua orang itu ke planet terbuang.
Bagi setiap orang tentu ini adalah diskriminasi terhadap status sebagai manusia, tapi apa yang bisa mereka lakukan, tanpa kekuatan atau kekuasaan, kehidupan menjadi sebuah ketidakadilan.
Sedangkan menyingkirkan manusia yang dianggap sampah oleh mereka itu, bukanlah sebuah solusi. Ibadat sebuah sampah, tanpa adanya tindakan mendaur ulang, sampah hanya akan bertumpuk, bukan berkurang atau menjadi lebih baik.
Sama halnya dengan manusia, kerajaan hanya menyingkir mereka-mereka yang tidak berguna, sedangkan tidak memiliki keinginan untuk memberdayakan potensi manusia agar bisa dimanfaatkan demi kualitas kerajaan.
Askar benar-benar tidak menyukai cara Varjo dalam kekuasannya, terlebih lagi dengan tindakan lain yang membuat Alam semesta kerajaan suci hancur.
Di tempat ini Askar akan membalas semua yang pernah alam semesta kerajaan beladiri lakukan, demi Silviana, demi Azela, demi keluarganya, Askar akan menghancurkan Varjo atas semua kesalahannya.
Tapi sebelum itu....
"Su yiu, Lina apa kau mau berkeliling melihat kota ini." Ucap Askar yang berniat melepas kebosanan setelah sekian lama tidak bersantai.
"Jika kau memaksa aku mau saja." Balas Karlina dengan malu.
"Baiklah, aku tidak memaksa, kalau begitu, biar aku pergi dengan Su yiu saja." Jawab saja Askar.
"Hmmmm, aku mau kalau begitu, tapi..." Meralat apa yang dia katakan, dan ragu-ragu untuk berbicara.
"Tapi apa ?."
"Aku tidak memiliki uang untuk membeli sesuatu." Ini cukup membuat dia merasa malu, tapi pada kenyataannya, Karlina menghabiskan semua koin kristal yang Askar beri demi mengobati Lelia.
Wanita ini sangat sederhana, tidak mencoba bersolek atau merias diri demi hal apa pun, walau memang tanpa coretan gincu di bibirnya, kecantikan Karlina sudah melampaui batas.
__ADS_1
Askar merasa paham untuk hal ini, dia tidak pernah berusaha menggunakan semua penghasilannya demi dirinya sendiri, karena ada hal yang lebih penting dalam hidupnya.
"Kak Lina, tidak perlu kau pikirkan itu, apa kau lihat aku memiliki uang." Berkata Su yiu dengan mudah.
"Soal itu biar aku yang membayarnya." Dengan yakin Askar siap memberikan apa pun demi mereka.
Hanya saja, Askar penasaran, kemana saja seribu koin kristal energi yang dia berikan kepada Su yiu saat taruhan kemarin.
Dengan senyum penuh makna, Karlina jelas merasa bahagia untuk beberapa alasan yang bisa digambarkan dari wajah cantiknya itu.
Tepat sebelum Askar pergi, Gorongo datang untuk menghentikan mereka...
"Tunggu, tunggu, sebelum kalian semua pergi, aku beri peringatan untuk tidak melakukan apa pun yang mencari masalah kepada orang lain." Berkata Tuan Gorongo dengan terburu-buru.
"Tuan Gorongo memangnya anda pikir aku siapa ?." Askar tidak menyukai cara tuan Gorongo
"Ya... Aku hanya merasa jika segala masalah akan selalu datang kepadamu." Merasa Gorongo paham atas jalan hidup Askar.
"Itu karena mereka yang datang sendiri untuk mencari masalah, sedangkan aku hanya bersikap fleksibel, mereka jual maka aku beli." Balas Askar dengan tersenyum mengejek.
"Terserah kau saja, tapi ingat jangan berbuat nekad." Sekali lagi Gorongo memberi nasihat.
Ramai kota kerajaan memang sama di setiap tempat, mereka hadir untuk urusan sendiri, tidak perduli siapa, tidak perduli kenapa, hanya menginginkan keuntungan pribadi.
Tapi perhatian semua orang tentu tertuju kepada Askar, dimana dua wanita cantik yang memang berjalan beriringan di sebelah kiri dan kanan sangatlah menggoda.
Siapa pun orang yang melihat tentu tidak akan percaya bahw IU
a seorang lelaki dengan penampilan biasa saja, bahkan dibawah standar rata-rata, mampu menggandeng dua wanita luar biasa.
Hanya saja ada perasaan tidak nyaman ketika mulai berjalan ke pusat kota, samar-samar aura busuk muncul dalam zona persepsi.
"Askar ada yang mengikuti kita." Ucap Su yiu yang memang memiliki kepekaan terhadap aura seseorang.
"Aku tahu itu, kita cari tempat untuk mengetahui niat makhluk satu ini." Balas Askar yang segera berbelok mencari lokasi sepi.
Melangkah naik dan melayang, hingga sosok itu datang mencari keberadaan Askar yang tiba-tiba saja menghilang.
__ADS_1
Tanpa ragu Askar melepaskan kekuatan untuk mengunci pergerakan lelaki misterius yang memiliki niat tersembunyi itu.
Tekanan kuat membuatnya diam tanpa mampu bergerak, makhluk yang setara dengan lord alam monarch tahap menengah, tidak kuasa menahan aura milik Askar.
"Aura ini... Aku tahu sekarang, kau adalah ras iblis." Ucap Askar dengan jelas.
Dia menolak percaya, tapi Askar memang mengetahui kedoknya walau menggunakan item khusus pelenyap aura iblisnya itu.
Tapi tidak bisa menipu kemampuan zona persepsi, dimana bisa membedakan jutaan aura tanpa ada satu pun terlewat.
Saat Askar membuka paksa topeng polos yang menutupi wajahnya itu, satu buah wajah penuh kenangan pun diingat oleh Askar.
"Iblis, kenapa ras iblis ada di alam semesta atas." Terkejut Karlina dengan melihat wajah makhluk satu ini.
"Oh, jadi seperti ini bentuk iblis, kakek pernah berkata jika ras iblis memiliki kebencian kepada manusia." Su yiu pun cukup tahu tentang para ras iblis.
"Apa jagat raya ini terlalu sempit untuk kita berdua, benar begitu Suras man." Askar menujukan senyum mengejek.
Karena sekarang, Suras bukan iblis yang mampu mengancam dirinya, bahkan untuk sekedar lepas dari tekanan aura, dia hampir pingsan.
"Askar apa kau mengenal makhluk ini." Karlina jelas mempertanyakan hubungan Askar dengan iblis bernama Suras.
"Bukan kenal lagi, kami berdua sangat dekat, hingga bisa saling bunuh." Jawab Askar dengan cara tidak menyenangkan.
"Ah jadi begitu..."
Askar jelas memiliki niat untuk menyingkirkan Suras karena perbuatan yang terjadi di dunia asalnya.
"Jadi apa yang akan kau lakukan, apa kita bunuh saja." Su yiu memberi pendapat.
"Jangan, aku yakin jika ada alasan kenapa iblis ini ada di kerajaan beladiri." Askar tidak ingin membuat kesalahan karena membunuh Suras.
Dia adalah kaki tangan dari lord iblis, Askar sendiri menaruh masalah kepada majikannya karena kaum Ao ing.
"Lantas ?." Karlina bingung.
"Aku memiliki cara yang lain." Jawab Askar.
__ADS_1
Sebuah kekuatan abnormal yang dia dapatkan dari Su yiu menjadi rencananya. Tanpa ragu Askar mencengkram kepala Suras man dan mengalirkan kekuatan Dewi kematian memasuki tubuh iblis ini.