PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2

PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2
jenis baru


__ADS_3

Omen menujukan sosok yang tersimpan dalam tubuhnya, sebagai salah satu binatang mistik zaman kuno, tentunya Aryon tahu mengenai perwujudan dari kucing belang-belang oren putih itu.


Biar pun tidak mendapat peningkatan yang sangat signifikan, tapi saat ini Omen menjadi setara lord alam raja tahap awal, dia benar-benar menujukan hasil untuk beberapa tahun terakhir.


Terlebih lagi kemampuan khusus Omen seperti sembilan nyawa, skill ilusi, dan ketahanan tubuh sebagai binatang mistik kuno jelas menjadi nilai lebih.


"Sudah cukup lama aku tidak melihat keberadaan sosok chimera." Ucap Aryon dengan wajah datar walau dihadapannya berdiri monster besar tiga puluh meter.


"Tapi aku tidak ingin berlama-lama melihat sosok seperti dirimu." Balas Omen yang jelas siap untuk bertarung.


Satu kaki berayun jatuh mengarah menghantam tubuh Aryon, kekuatan yang cukup untuk melukai lawan biar pun dia adalah seorang lord alam monarch.


Aryon terdorong mundur, dimana secara langsung menerima serangan Omen dalam bentuk nyata dan bernilai puluhan kali lebih kuat dari sebelumnya.


Biar pun begitu perbedaan kekuatan yang sangat jauh, menujukan perbandingan ibarat langit dan bumi, sekuat apa pun Omen, itu hanya akan menjadi luka gores saja.


"Tidak aku sangka, dalam beberapa menit, kucing gemuk yang menggemaskan kini sudah besar." Ucapnya dengan sedikit perasaan kecewa.


Dia yang memang menyukai seekor kucing tentu tidak ada minat, ketika kini Omen mengganti wujudnya lebih menyeramkan bahkan tidak ada imut-imutnya sama sekali.


"Kenapa aku merasa kau tidak ingin bertarung sekarang." Kata Omen yang melihat Aryon kini tidak bersemangat.


"Tidak, tidak, jangan berpikiran lain, aku hanya tidak bisa bermain-main lagi dengan wujudmu tadi." Balasnya dengan nada lemas.


"Sejak awal aku tidak bermain-main denganmu." Tapi itu membuat Omen tersinggung.


"Begitukah, jadi kali ini aku akan serius."


"Apa aku sedang menginjak ranjau." Omen tentu tidak menyangka, jika sejak awal lelaki yang dia hadapi tidaklah serius dalam bertarung.


Sedangkan ketika dia menunjukan wujud lain, lawannya bersiap dalam kekuatan penuh untuk bertarung, jika memang begitu, ini menjadi pilihan yang salah.


Omen merasa waspada, dia memang belum pernah bertarung dengan sosok lord alam monarch, tapi dia pun sadar jika kekuatan lelaki itu sangat luar biasa tinggi.


Dimana satu ayunan tangan yang dipenuhi energi mengalirkan cahaya keemasan, memberikan efek kejut dan melempar tubuh besar tiga puluh meter seakan tidak berarti sama sekali.

__ADS_1


Berusaha keras dalam pertahanan, dimana energi ledakan yang hadir membuat Omen tidak bisa bergerak, saat keterbatasannya dalam mengatur posisi, sosok Aryon berdiri diatas tubuh Omen.


Kaki terangkat, dan menginjak keras hingga menjatuhkan Omen dengan keras ke tanah, kekuatan itu jelas baru dirasakan oleh Omen.


Seorang lord alam monarch, sangat berbeda jauh, bahkan ketika harus dia samakan dengan perlawanan terhadap Dwargoun x'pander dalam wujud dragonic.


"Kau menyingkir dari kepalaku." Kesal Omen yang tidak bisa berkutik saat Aryon berdiri diatas Omen.


Ekor ular Omen bukan sekedar pajangan, cepat menyerang dengan gigitan beracun walau masih mudah untuk dia hindari.


Satu kesempatan dimana pijakan Aryon goyah, Omen mengangkat tubuh untuk melemparkan dia pergi, tanpa menunggu lama, bayangan lain datang dan melompat untuk menerkam.


Sebuah tongkat kayu polos dia tarik, menahun cepat dan menghadang serangan yang sudah siap merobek tubuhnya dengan taring tajam.


Skill takdir : sembilan nyawa.


Sembilan bayangan Chimera mengelilingi tubuh Aryon, ini jelas berbeda dari kemampuan bayangan biasa, karena sembilan nyawa adalah nyata.


Ini menjadi kemampuan khusus dimana Omen tidak akan mati selama satu nyawa tersisa, dan akan kembali menjadi sembilan ketika dibentuk kembali.


Omen secara langsung mampu menjadi lawan yang sangat merepotkan, walau tidak bisa menang, tapi dia menjadi penghalang bahkan untuk musuh bertingkat lebih tinggi daripada dirinya.


Satu titik cahaya keemasan menyala terang ditengah kerumunan sembilan Chimera yang siap menyerang dengan kekuatan penuh.


"Aku yakin kau akan berguna untuk membangkitkan Sphinx." Satu perkataan terakhir, dimana kesadaran Omen lenyap seketika.


*******


Askar dan Ke'su secepat mungkin mengejar Omen, saat itu kilatan sinar keemasan menyala membentuk tiang cahaya ke atas langit.


Dari jarak yang cukup jauh silau tiang cahaya seakan mampu menyingkirkan kegelapan malam dan Askar bisa tahu jika kekuatan itu sangatlah besar.


Sejenak Askar berhenti, dia melihat titik penghubung yang menunjukan lokasi keberadaan omen di tempat orang-orang itu membawa pergi Asy.


"Aura kehidupan Omen sangat tipis." Gumam Askar yang jelas melihat titik lemah di dalam zona persepsi.

__ADS_1


Dia tahu jika Omen memiliki sembilan nyawa yang sangat sulit di kalahkan, karena biar pun dia kalah, tubuh nyatanya akan baik-baik saja.


Tanpa perduli lagi, Askar membuka gerbang ke lima murka penguasa dan menambah laju kecepatan kearah tempat Omen.


Ke'su tampak terkejut karena laju kecepatan Askar benar-benar tidak bisa dia kejar, walau pun dirinya masih seorang lord alam saint suci.


Askar diam di tempat, melihat lubang besar sisa tempat pertarungan yang ada di lokasi keberadaan omen.


"Tuan, tuan." Suara lirih itu terdengar di telinga Askar.


Itu jelas sekali suara Omen, walau dia tidak bisa ditemukan dari pandangan mata Askar...."Omen kau ada dimana."


"Dibawah anda tuan." Balas suara Omen.


Melirik ke bawah, nyatanya itu seekor kucing kecil yang sebesar ibu jari, Askar binggung atas kejadian hingga membuat Omen membentuk wujud sekecil ini.


Ke'su yang baru saja tiba, terlihat aneh atas tubuh Omen yang jelas berbeda dari sebelumnya.


"Hei kucing, apa kau sekarang berganti jenis kucing yang baru." Berkata Ke'su yang menujukan tatapan mengejek.


"Diam kau, aku tidak ingin mendengar apa pun dari orang seperti mu." Balas Omen dengan kesal.


"Kenapa kau berubah menjadi kecil Omen." Bertanya Askar.


"Aku berhasil menyelamatkan diri dari serangan salah satu lelaki itu, jika tidak aku memisahkan sedikit nyawa, mungkin aku akan benar-benar tewas karena serangan sebelumnya." Balas Omen menceritakan.


Ini seperti metode cicak yang melepaskan ekornya, hanya menyisakan sedikit nyawa untuk bertahan hidup, walau tubuh Omen yang nyata dikalahkan dan hampir tewas.


"Jadi kemana orang-orang itu pergi." Askar tidak ingin membuang waktu.


"Mereka masuk ke dalam gua itu tuan." Tunjuk Omen.


Dari zona persepsi, Askar tidak bisa menemukan keberadaan Asy, seakan terdapat segel untuk menyembunyikan sesuatu.


"Tuan mereka mengatakan jika, aku juga akan dikorbankan untuk membangkitkan Sphinx." Berkata Omen atas informasi dari Aryon sebelum mengeluarkan kekuatan penghancur.

__ADS_1


Askar tahu siapa sosok Sphinx, karena dalam ingatan Asyura, sosok itu hadir sebagai pemeliharaan Dewi Sunawa.


Dan kekuatannya hampir setingkat menyamai dewa sejati, ini jelas cukup untuk menghancurkan alam semesta kerajaan beladiri.


__ADS_2