PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2

PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2
lord alam guru


__ADS_3

Kakek Loe Teu Yiu, berdiri di tepian kawah gunung dengan wajah penasaran dan juga khawatir kepada Askar.


"Semoga dia tahu kapan harus berhenti." Gumam kakek Loe Teu Yiu.


Sosok yang jelas menjadi penyebab masalah untuk Askar pun datang mendekat kepada sang penguasa pedang.


Dia memang tidak menyukai Askar karena status yang dia miliki bisa saja membahayakan posisi pangeran Ke'su, tapi di sisi lain ketika dia menghadap kepada Loe Teu Yiu, dia tersenyum lepas ditunjukkan.


"Tuan Loe Teu Yiu, boleh aku bertanya." Ucap Ke'su yang menunduk hormat saat menyapa.


"Katakanlah apa yang ingin kau tanyakan Ke'su." Balas sang penguasa pedang tanpa menolak kedatangan Ke'su.


"Kenapa tuan Loe membantu bocah itu." Sebuah pertanyaan yang memang tidak pernah terpikirkan oleh siapa pun.


Siapa sangka seorang penguasa alam semesta pedang tanpa tanding, Loe Teu Yiu yang hanya berdiri sendiri tanpa pernah tertarik menjadi pelindung orang lain, kini datang bersama dengan Askar.


Dia memang pernah menujuk beberapa orang sebagai muridnya, tapi hanya sebatas status, sedangkan untuk bertindak menjadi guru, dia tidak pernah cocok.


Karena sejak awal Loe Teu Yiu tidak memiliki seorang guru, dia bertahan hidup, berpetualang, mencari kekuatan dan melawan musuh-musuhnya tanpa bantuan siapa pun.


"Bisa kau anggap sebagai janji kepada seseorang." Singkat jawaban dari sang penguasa pedang.


"Siapa yang anda maksudkan."


"Aku tidak bisa menceritakan siapa dia, tapi dia adalah sosok yang mengalahkan ku, dan demi membayar kekalahan itu, aku menerima permintaannya, yaitu dengan menjaga Askar." Perjelas keadaan kakek loe teu yiu.


Tapi pangeran Ke'su hampir tidak percaya jika ada orang lain yang mampu mengalahkan kakek loe teu yiu selain penguasa naga.


Terlebih lagi dia adalah orang yang berada dibelakang Askar, sehingga memerintahkan kepada kakek Loe Teu Yiu untuk menjaga Askar secara pribadi.


"Aku tidak bisa menutupi rasa kesalku karena Askar datang dan menghancurkan masa depan klan ini, ." Berkata Ke'su dengan pernyataan menurut dirinya sendiri benar.


"Jika kau anggap dia adalah pengacau, aku tidak bisa membantahnya, tapi andaikan saja Askar tidak membawa Gadis pemilik jiwa phoenix kembali ke alam semesta ini, kau bisa apa Ke'su." Balas kakek Loe Teu Yiu dengan jelas memojokkan pangeran.

__ADS_1


"Tapi aku tidak bisa membiarkan dewi Asy pergi."


"Itu terserah kau saja Ke'su, biar Askar sendiri yang berjuang untuk memastikan seberapa mampu dia akan bertindak." Kakek loe teu yiu menyerahkan semua urusan kepada Askar.


Ke'su memang memberikan wajah kepada Loe Teu Yiu, tapi tekad untuk memastikan kondisi klan Phoenix tetap menjadi tujuan utama.


Seketika dirasakan energi kuat yang hadir dari dalam kawan dengan luapan magma dan tiba-tiba saja ledakan besar mengguncang seluruh permukaan gunung.


"Siapa sangka, bocah itu mendapat keuntungan." Gumam loe teu yiu dengan senyuman penuh makna.


Penguasa pedang memang mengakui bakat Askar, karena sejak awal Loe Teu Yiu menyadari siapa sosok Askar sebenarnya.


*******


Sebuah kesempatan yang tidak tahu kapan bisa Askar dapat lagi, karena didalam gunung terbesar di planet merah ini penuh dengan energi alam murni besar-besaran.


Meski begitu, ini hanya akan membawa Askar masuk kedalam tingkat lord alam guru tahap menengah dan itu sama saja menyerap habis sumber energi yang tersimpan.


Jelas Askar tidak ragu sedikit pun, aliran energi alam murni mulai berputar cepat mengelilingi tubuh, penyerapan super besar dilakukan tanpa jeda, semua itu demi mempersingkat waktu.


Entah itu baik atau buruk untuk Lao'mo tapi dia masih memiliki sisi baik karena Askar tidak dianggap sebagai sosok berbahaya dan mampu mengalahkan dirinya.


Nyatanya ledakan besar muncul dari tubuh Askar, cahaya merah diantara letupan api itu menujukan sebuah kejutan bagi Lao'mo, karena Askar berhasil mencapai tingkat lord alam guru tahap awal dalam waktu sangat singkat.


Askar tidak berhenti, dia masih belum menyelesaikan penyerapan energi, dan dalam sepuluh hembusan nafas itu, ledakan lain datang kembali.


Luapan aura yang dikeluarkan dari tubuh Askar jelas berbeda dari sebelumnya, karena Lao'mo bisa merasakan seberapa besar kemampuan lawan.


"Apa ini nyata, dia mampu mendapat dua peningkatan beruntun dalam waktu singkat." Ucap Lao'mo tanpa bisa membantah tentang rasa terkejut kepada Askar.


Walau begitu dia masih santai dan yakin karena Askar cukup jauh dari kesetaraan melawan dirinya untuk sekarang.


Askar pun membuka mata, tubuh yang masih terselimuti api itu terasa ringan, sangat berbeda dari lord alam kaisar, dan kekuatan meluap-luap dengan ganas.

__ADS_1


"Maaf membuatmu menunggu, dan terimakasih." Ucap Askar yang masih menujukan hormat kepada Lao'mo.


"Hanya sekedar memberi waktu untukmu menikmati kebahagiaan, sebelum kau tewas." Balas Lao'mo dengan tatapan serius.


"Apakah memang begitu." Jawab Askar yang tersenyum mengejek.


Skill pemangsa gerbang kelima murka penguasa.


Transformasi hukum kegelapan dan cahaya golden darkness.


Pedang dewa pemangsa kematian.


Askar tidak bisa santai untuk bertarung dengan Lao'mo, dia adalah lord alam setengah saint tahap menengah, dan kini Askar pun setara dengan lord alam saint tahap awal.


Tapi dengan pedang dewa pemangsa kematian yang dia gunakan, biar pun Lao'mo jauh lebih kuat dari Kan'so atau Bo're, tidak bisa melawan kemampuannya sekarang.


Melayang satu ayunan pedang dari tangan Lao'mo, benturan dengan pedang dewa pemangsa kematian milik Askar menghasilkan daya ledak besar.


Tidak berhenti sampai disitu, gerakan Askar yang memang sangat kuat mampu mendorong mundur Lao'mo.


Hanya saja jelas sekali perbedaan yang dirasakan oleh Lao'mo, dia pun tidak pernah terpikir jika kesempatan yang dia berikan mampu membalik posisi Askar menjadi lebih kuat.


"Aku benar-benar salah memberimu kesempatan untuk menaikkan tingkat." Lao'mo jelas menyesali tindakannya.


"Itu salahmu sendiri, dan aku tidak mungkin membiarkan kau membunuhku dengan mudah." Balas Askar dengan senyuman sombong.


Lao'mo tidak ragu lagi untuk bergerak dalam satu serangan kuat yang dipenuhi energi besar mengarah lurus menuju Askar.


Tapi sekarang Askar cukup yakin dengan keputusan untuk melawam, karena dia hanya perlu mengarahkan satu ayunan pedang, tubuh Lao'mo tidak bisa mengimbangi kekuatan Askar yang baru.


"Ini kesalahan ku, jika saja aku tidak membiarkanmu menyerap energi magma aku tidak akan kesulitan seperti sekarang." Terdengar kekesalan dari ucapan Lao'mo.


"Itulah yang namanya menyesal, karena datang terakhir, kalau datang awal, namanya nyobain." Ejek Askar dengan senyuman penuh arti.

__ADS_1


Hanya saja Lao'mo bukan sosok sembarangan, dia tetaplah salah satu petarung terkuat di klan Phoenix.


(hari Minggu kita off dulu ya kakak, lanjut nanti hari Senin.)


__ADS_2