PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2

PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2
Tetap diam


__ADS_3

Askar tidak memberi kesempatan untuk Fei sui sue berhenti, suaranya cukup keras untuk didengarkan oleh orang di sekitar.


Meski begitu, Askar sudah terbawa oleh nafsu, tidak perduli soal suara desahan itu, hanya mementingkan keinginan pribadi yang terpuaskan.


Tapi kini, tepat diluar....


Cukup banyak orang berkumpul di luar ruangan Askar, sembari menempelkan telinga di pintu, jelas mereka bisa mendengar suara desahan keras seorang wanita yang begitu bersemangat.


(Askar sendiri yang terlalu fokus menikmati permainan Fei sui sue dia sampai melupakan kehadiran mereka, karena itu, lupakan saja tentang zona persepsi.)


"Apa ini yang disebut sebuah skandal sekertaris dengan seorang bos."


"Jangan bicara seenaknya, jika tuan Askar tahu kita bisa mati."


"Tapi aku sangat iri dengan tuan Askar, dia sudah mendapatkan calon istri cantik seperti nona Resya, dan selingkuhan sekelas Fei sui sue."


"Apa kau saja yang merasa iri, aku juga begitu."


"Bisa kalian tetap diam saat menguping kegiatan orang."


Komentar terakhir yang didengarkan itu nyatanya berasal dari Askar sendiri, dimana dia mendengar semua pembicaraan dari mereka dan itu sangat menggangu.


Sosoknya membuka pintu dan membuat semua orang terkejut seketika, meski ada pula orang yang tersenyum dan berpura-pura tidak tahu, tapi dia jelas ikut ambil bagian dalam tindakan menguping.


"Tuan Askar....." Sapa mereka seakan tidak memiliki dosa.


Tapi tanpa ragu sedikit pun Askar melepaskan sepakkan maut dan melempar tujuh orang sekaligus, terpental jauh hingga berguling di tengah lapangan.


Walau itu tidak membuat mereka terbunuh, tapi tetap saja rasa sakit karena beberapa tulang yang bergeser, membuat siapa pun harus dibantu berjalan.


"Jika kalian berniat menguping, belajarlah bagaimana cara untuk tetap diam." Tegas ucapan Askar yang menunjukan kemarahan kepada mereka semua.


Kembali memasuki ruangan, dimana Fei sui sue masih duduk di kursi dengan berbalut gaun tanpa dia pakai, hanya sekedar menutupi bagian-bagian penting agar tidak terlihat dari luar.


Askar mendekat, tangan mulai mengusap kepala Fei sui sue, sedikit tersenyum untuk beberapa alasan, meski pun Askar cukup sadar mengingat bahwa wanita ini benar-benar mencari sebuah kepuasan.


"Askar apa kau akan menikahi Resya." Bertanya Fei sui sue dengan wajah sedikit murung setalah tahu kabar tentang Askar dan putri dari Varjo de hores.


"Ya sepertinya memang harus begitu." Askar pun menjawab, meski ada sedikit keraguan di ucapannya.


"Lantas bagaimana dengan Karlina dan Su yiu."Fei sui sue memberi sedikit perhatian kepada Karlina dan Su yiu.

__ADS_1


"Mereka juga." Jawab Askar dengan santainya.


"Pada akhirnya kau pun mencari kebahagiaan dari semua wanita yang kau miliki, termasuk juga aku." Tersenyum Fei sui sue memposisikan dirinya sendiri sebagai salah satu wanita Askar.


"Hanya saja aku tidak pernah menganggap bahwa mereka sekedar alat pemuas nafsu, saat aku menyukai mereka, tentu aku akan menikahi mereka juga." Jawab Askar dengan berani.


Fei sui sue merasa aneh dalam hal ini, dia tahu bahwa kesepakatan antara dirinya dengan Askar, hanya dua orang yang menginginkan kebutuhan batin.


Tapi entah dari mana datangnya, Fei sui sue seakan tidak tertarik lagi dengan lelaki lain, dia merasa ada yang khusus kepada Askar dan tidak bisa dia melupakannya.


"Jadi Bagaimana denganku." Bertanya Fei sui sue kepada Askar.


"Aku tidak bisa berjanji sekarang, bahkan pernikahan dengan Resya sendiri bukan rencana ku." Balas Askar, sedikit menunjukan ekspresi tidak nyaman untuk membahas ini.


"Apa yang kau maksud Askar." Fei sui sue seakan menjadi penasaran sendiri untuk tahu apa yang sebenarnya terjadi kepada Resya.


"Ceritanya cukup panjang."


"Bisa di singkat saja."


"Bisa."


"Jadi ?."


"Tapi ?."


"Tapi Resya bercerita berlebihan kepada ayahnya, hingga berharap jika itu akan menjadi alasan agar ayahnya marah dan membuat ku diberi pelajaran." Lanjut Askar bercerita lebih detail.


"Hanya saja, tuan Varjo berbalik mendukung Resya untuk menikah denganmu." Fei sui sue merasa paham dan mengerti cerita selanjutnya dari Askar.


"Tepat sekali."


Fei sui sue kini tahu apa yang sedang terjadi antara Askar dan Resya, walau ini jelas sangat rumit, tapi ada perasaan aneh untuk menggambarkan perasaan Askar.


"Harusnya kau merasa senang bisa menikah dengan putri penguasa alam semesta kerajaan beladiri ini."


"Apa wajahku menunjukan ekspresi bahagia, senang atau seperti orang mendapatkan hadiah lotre." Balas Askar yang menunjuk ke wajahnya sendiri.


"Tapi kenapa kau tidak menolak pernikahan itu, jika kau memang tidak mau." Resya balik bertanya kembali.


"Hei nona muda, apa kau pikir jika posisiku sekarang bisa menolak pernikahan yang sudah di setujui."

__ADS_1


"Sepertinya memang tidak."


"Itu benar Fei, sekarang mau tidak mau aku harus menerimanya, kalau tidak kepalaku bisa saja terlepas dari tubuhku." Askar tentu paham akan konsekuensi bermasalah dengan Varjo.


"Baru kali ini aku melihat orang yang akan menikah dengan putri penguasa dengan wajah sengsara." Gumam Resya perlahan dan tersenyum kecil.


"Dan itu juga bukan hal yang pantas untuk kau tertawakan."


*******


Di dalam aula singgasana kerajaan beladiri, semua sudah siap untuk acara megah yang akan di adakan oleh Varjo de hores, sang penguasa alam semesta kerajaan beladiri.


Pernak-pernik emas dan perak saling bergelantungan di setiap sudut ruangan, bahkan dua patung yang terbuat dari emas terpahat wajah lelaki dan perempuan penuh gaya.


Sedangkan di pojok ruangan duduk wanita yang melihat semua orang sedang bekerja merapikan perlengkapan untuk dirinya menikah.


Resya hanya bisa pasrah, duduk lemas dan termenung sendirian meski pun beberapa saudara-saudaranya dari kejauhan melihat bagaimana wajah cantik sang adik dipenuhi masalah.


Hingga satu lelaki yang berstatus sebagai seorang kakak meski berbeda ibu, karena Varjo memiliki banyak istri.


"Resya kenapa kau terlihat bingung, bukankah besok kau akan menikah." Ucapnya dengan cukup akrab kepada Resya.


"Begitulah kakak wirso, karena besok aku akan menikah, aku menjadi bingung." Resya dengan lemas menjawab.


"Kenapa kau harus bingung." Wirso pun balik bertanya.


"Entahlah kakak."


Wirso seakan memiliki alasan tersendiri kepada Resya, meski pun berbeda ibu, dan masih berstatus sebagai saudara, pandangan mereka tentu menganggap bahwa Resya tetaplah seorang wanita cantik.


"Tapi aku bertanya-tanya kenapa kau sampai memilih lelaki seperti itu." Lanjut saja wirso mempertanyakan tentang sosok Askar.


"Aku malas menceritakannya." Dan Resya pun tidak berharap apa pun akan kebaikan yang di tunjukkan oleh Wirso.


"Bukankah aku masih lebih baik daripada... siapa itu... Aksro, Akmo, Sarmo, Karso, Warjo." Semakin banyak dia menyebutkan nama, semakin jauh dari yang benar.


"Askar." Jawab Resya dengan tegas.


"Ya askar, meski dia mampu mengalahkan kakak Jariko, tapi aku merasa kemampuannya masih dibawah standar untuk mendapatkan wanita cantik seperti adik Resya." Warso pun mencoba mulai menjelek-jelekkan Askar.


Resya benar-benar paham seberapa kuat Askar itu, tapi dia tidak menyukai sikap semua saudara-saudara tirinya sejak dulu.

__ADS_1


"Jika memang kakak menganggap bahwa Askar tidak pantas, carikan satu orang yang pantas untuk melawan Askar." Dengan tegas Resya kesal sendiri dan segera pergi agar tidak melanjutkan perbincangan mereka.


__ADS_2