
Askar tidak mengharapkan jika dirinya harus berhadapan dengan Davendra, tapi tindakan Davendra itu sendiri ingin membunuh Askar, jelas Askar tidak bisa pasrah begitu saja.
Tapi sedikit keberuntungan karena saat ini Davendra disibukkan oleh para pasukan Falsus yang membuat Askar bisa lolos dari serangan Davendra.
Hanya saja Askar tidak ingin pergi, masih banyak hal untuk dia ketahui dengan pasti tentang segala tindakan dirinya di masa depan nanti.
Dan siapa sangka, kehadiran zilogia di dalam dunia di balik batas menyajikan sebuah informasi lain tentang Davendra di masa lalunya.
"Soal Davendra, aku memang melenyapkan informasi itu dari ingatan yang dikirim kepadamu." Zilogia pun menjawab dengan tersenyum tanpa dosa.
"Lantas ada hubungan apa antara kau dan Davendra." Askar bertanya tanpa peduli saat melihat sikap zilogia yang merasa enggan untuk bercerita.
"Karena dia adalah orang yang menitipkan kekuatan penciptaan dan pemangsa untuk di serahkan kepadamu." Balas zilogia karena itu memanglah kenyataan yang terjadi.
"Tunggu, bukankah itu delapan puluh ribu tahun yang lalu." Askar tahu dengan kejadian zilogia, meski pun sebagian besar cerita zilogia adalah karangan bebas.
"Ya bisa dibilang ini adalah sekenario yang dibentuk Davendra, dimana setelah kau diturunkan untuk di temukan oleh Hana ibumu, barulah aku mempersiapkan segala sesuatu agar kekuatan ini sampai kepadamu." Zilogia pun mengakui jika ini terjadi karena rencana Davendra.
Askar mulai paham, jarak renkarnasi awal adalah Dua ratus ribu setelah Davendra memaksa Asyura berrenkarnasi, dan selama kurun waktu yang menjadi celah untuk Davendra memerintahkan zilogia agar menyerahkan kekuatan penciptaan dan pemangsa kepada Dirinya.
Davendra mulai membentuk segala macam sekenario untuk di jalani oleh Askar, kemana dia akan pergi, atau kejadian-kejadian di masa depan yang tidak diketahui, begitu pula pertemuan dengan Loe teu yiu demi memberi bantuan.
Entah kenapa Askar merasa, jika rencana itu semua adalah tujuan Davendra agar membentuk pertumbuhan Askar seperti yang dia inginkan.
Semuanya kini jelas bahwa Davendra mempersiapkan Askar untuk melawan bencana besar di masa depan nanti, dan membutuhkan kekuatan lima dewa awal penciptaan demi membuka gerbang menuju alam surga.
Tapi beberapa kejadian harusnya membuat Askar akan berubah, salah satunya adalah kematian Rea, itu menjadi masalah utama sehingga Davendra mencari cara agar kejadian serupa tidak terjadi di dalam kehidupannya.
Membentuk persimpangan waktu dan mengurung Rea di dalamnya, dengan cara demikian Askar tidak akan berubah menjadi sosok berbeda karena kematian Rea adalah pukulan telak yang sangat mempengaruhi Askar.
__ADS_1
Meski pun makhluk dari alam surga, sang penjaga roda takdir, kaki tangan Tuhan sejati mencoba menghentikan Davendra melakukan tujuannya, tapi itu masih belum membuat dirinya takut.
Davendra ingin mengubah segala yang pernah terjadi entah seberapa besar harga untuk dia bayar, termasuk menjadikan dirinya sendiri sebagai orang yang bersalah, tapi tujuan utama itu adalah mengubah roda takdir di alam surga.
Saat Askar memikirkan semua itu, sosok Davendra sudah menyelesaikan pertarungannya dengan para pasukan dimensi Falsus.
Sepuluh ribu pasukan telah lenyap, dan kesadaran dimensi Falsus sendiri sudah di tekan oleh kekuatan Davendra agar tidak ada hang menganggu.
"Askar, untuk sekarang kau tentu memiliki banyak pertanyaan tentang segala tindakan yang pernah terjadi." Ucap Davendra.
"Tentu, tapi entah kenapa aku seakan paham jika tujuanmu adalah membuatku siap di masa depan nanti." Balas Askar yang sedikit tersenyum.
"Itu benar, tapi tidak akan lengkap sampai kau melihat bagaimana masa lalu dari segala penciptaan di jagat raya ini." Jawab Davendra untuk anggapan Askar.
Zilogia hanya diam melihat kedua orang yang sama itu saling bicara, dia memahami bahwa segala sesuatu mengenai Davendra bukan sesuatu sederhana.
Semua itu demi menghindari ramalan bencana besar yang akan terjadi dalam 14 tahun nanti, zilogia tahu akan ramalannya dan merasa harapan satu-satunya adalah kepada Askar.
"Lantas apa yang harus aku lakukan untuk melihat masa lalu itu." Bertanya Askar.
"Mati." Singkat jawaban Davendra yang tentu membuat Askar atau pun zilogia terkejut.
"Apa kau serius." Bertanya Askar dengan perasaan tidak nyaman
"Ya.. aku serius." Balas Davendra karena semua yang dia lakukan tentu memiliki alasan.
Askar ragu-ragu untuk bertanya lebih lanjut, tapi dia tidak bisa berdiam diri tanpa mengetahui apa pun, sedangkan Davendra mencoba membunuh dirinya sekarang.
"Kenapa aku harus mati, bisa aku tahu alasannya." Itu yang Askar pertanyakan, karena jelas ini sesuatu yang berbahaya, bahkan dipastikan bahwa nyawa sudah menjadi taruhan.
__ADS_1
"Dengan mengambil inti kehidupanmu, aku akan mengirimkan dirimu ke masa lalu, sebuah awal dari segalanya." Jawab Davendra cukup tenang.
"Baiklah aku mengerti, jadi.... Bagaimana dengan tingkat keberhasilannya."
"50 banding 50."
"Bahkan separuh kemungkinan itu dipastikan aku akan mati." Askar merasa lemas sendiri memikirkan nasibnya seperti sedang dipermainkan.
"Tidak... kau tidak akan mati, 50 persen kau akan menjadi manusia, 50 persen lagi, jika ada kesalahan maka kau akan menjadi selain manusia." Jawaban Davendra terdengar mudah saja untuk dia sebutkan.
Tapi harusnya ini bukanlah sebuah masalah, karena sejak awal Davendra yang sudah kembali ke masa lalu, dan di masa sekarang dia tetap menjadi manusia.
Hanya saja Askar tidak tahu seperti apa kehidupan di sana, itu menjadi tanah antah berantah yang jelas berbeda dari manusia di saat sekarang.
"Jika aku kembali ke masa lalu, apa yang harus aku lakukan di sana."
"Dapatkan semua kekuatan dewa awal penciptaan, terutama kekuatan dewa Waktu yusita, karena itulah yang akan membawamu kembali ke masa sekarang." Jawaban dari Davendra membuat Askar memahami atas segala hal.
Sejenak Askar terdiam, dia benar-benar berpikir bahwa ini akan menjadi perjalanan panjang bagi dirinya, memang saat Askar di lempar ke masa lalu, Askar bisa kembali ke masa depan tanpa kehilangan satu detik pun.
Tapi bukan perkara mudah Askar menyelesaikan tugas dari Davendra ini, mereka adalah para dewa awal penciptaan, tentu sangat sulit bagi dia mendapat semua kekuatan itu.
"Bisa beri aku waktu beberapa hari untuk melakukan tugas ini." Bertanya Askar yang masih belum meyakinkan diri.
"Baiklah, sekarang kau bisa kembali untuk menikmati waktu bersama istri-istrimu itu dan kembali lagi ke tempat ini." Davendra pun merasa paham dengan keinginan Askar.
"Kenapa harus disini."
"Di dimensi falsus inilah satu-satunya tempat yang memiliki formasi perpindahan waktu dari dewa yusita, tanpa itu, kau tidak akan mungkin pergi atau kembali setelah melintas waktu." Davendra menjawabnya.
__ADS_1