PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2

PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2
seorang tamu


__ADS_3

Askar tentu merasa aneh melihat sikap dari Karlina, dimana harusnya tidak ada alasan dia untuk memikirkan kejadian yang dilihat dari Askar dan Resya.


Tapi wanita ini membenamkan diri di dalam selimut seakan tidak berani melihat Askar secara langsung.


"Ini masih tengah malam, dan kau mau tidur ?, Bukankah masih banyak yang bisa kita lakukan."


"Untuk apa ?, kau harusnya sudah cukup dengan Resya tadi."


"Hmmm apa kau pikir hanya dengan Resya itu membuatku kenyang."


"Lantas aku akan menjadi hidangan penutup untukmu Askar ?."


"Tidak ada hidangan pembuka, utama atau pun penutup untukku, karena kau tahu, aku memiliki enam istri yang menemaniku sepanjang hari."


Mendengar perkataan Askar, Karlina segera bangkit dan menujukan wajah sedikit layu... "Enam ?."


"Kenapa kau terkejut."


"Kau tidak pernah cerita jika kau memiliki enam istri."


"Enam istri sah, dan masih ada beberapa wanita dalam proses untuk di ACC."


Seakan itu membuat Karlina terganggu, bahkan dengan daftar wanita lain yang belum Askar sebutkan, jelas jika dia mendapat antrian panjang.


"Kalau begitu bagiamana denganku." Bertanya Karlina yang merasa malu untuk bicara.


"Bukankah sejak awal, hubungan kita hanya sebatas perjanjian dari taruhan yang disepakati bersama."


"Tapi...." Ragu-ragu Karlina untuk membalas perkataan Askar.


Dia sadar, tidak ada alasan baginya meminta lebih, sedangkan di sisi Askar masih banyak wanita lain, termasuk juga Su yiu, yang sudah di klaim sebagai tunangan Askar.


"Tapi apa Karlina." Askar bertanya dengan sedikit menggoda.


"Tidak bukan apa-apa." Jawab Karlina dengan berbalik badan tanpa mau melihat askar yang ada di belakangnya.

__ADS_1


Askar memahami isi pikiran dari Karlina, wanita ini cukup sederhana untuk ditebak, walau begitu cepat dia menaruh perasaan.


Sedangkan Askar sebatas kenalan yang tidak sengaja membantu adiknya untuk sembuh, tapi bukan hanya itu, dia adalah lelaki yang pertama kali berhubungan dekat dengannya.


Sebagai wanita yang tidak pernah tahu seperti apa perhatian dari lelaki, kehadiran Askar memang sangat kuat, Karlina merasa berat, jika suatu hari dia tidak lagi dianggap.


Askar mendekat dan memeluk tubuh Karlina dari belakang, tidak ada perlawanan, hanya diam untuk mendengar apa yang akan Askar katakan.


"Aku mencintai setiap wanitaku, tidak perduli siapa mereka, selama mereka mau menerima aku, aku pun akan menerima mereka." Ucapan Askar bergema di telinga Karlina.


Perlahan tubuhnya berbalik, ragu-ragu menatap mata Askar, tapi jelas ada makna tersembunyi dari wajah Karlina.


"Kalau begitu, apa yang harus aku lakukan agar kau mau menerimaku." Ucap Karlina yang siap mendapat jawaban pahit.


"Aku tidak pernah memberi syarat apa pun, tapi ingat aku memiliki wanita lain yang tidak bisa aku tinggalkan." Tapi Askar dengan lembut menjawab pertanyaan Karlina.


Secara langsung, tubuh Karlina pun jatuh dengan pelan membenamkan wajah di depan dada Askar.


Anggukan kepala pelan memberi tahu jika dia mengerti setiap perkataan dari Askar, karlina menyerahkan diri bukan untuk membalas kebaikan lelaki ini.


Biarpun dia harus menerima kenyataan, bagwa Askar bukan hanya untuk dirinya sendiri, tapi Karlina rela menyerahkan semua yang dia miliki hanya untuk lelaki ini.


Jelas Askar tidak menolak apa yang Karlina inginkan, dimana sebelumnya dia pun merasa tanggung, karena belum selesai dengan Resya, Karlina datang menganggu.


*******


Alam semesta awal penciptaan.


Enam bahtera angkasa melewati lubang hitam diatas wilayah alam semesta awal penciptaan, simbol puluhan bintang membentuk delapan lingkaran saling terhubung, tergambar jelas di lambung bahtera.


Alam semesta samudera bintang, menjadi tamu yang tidak diundang menuju wilayah kekuatan milik dewa Davendra.


Satu lelaki paruh baya berdiri dihaluan depan bahtera, jubah putih kebesaran dan agak longgar dengan banyak coretan merah menggores membentuk corak gambar yang cukup karakteristik.


Tubuh gemuk, wajahnya tangguh, alis tajam, berkulit putih dan sorot mata kebiruan, bisa di katakan jika lelaki ini memiliki ketampanan diatas rata-rata sebagai perbandingan dari mamalia darat yang lain.

__ADS_1


Dia adalah taurus, sang lembu jantan, yang menjadi salah satu rasi bintang dibawah kekuasaan Hydra dan termasuk dalam dua belas bintang penjaga utama.


"Tuan Taurus, apa kita harus turun." Ucap orang yang memegang kendali bahtera meminta perintah.


"Tentu saja, aku datang ke sini bukan untuk melihat-lihat pemandangan dari atas." Tapi tanggapan Taurus cukup sengit.


"Tapi tuan, disini adalah wilayah kekuasaan dewa Davendra, kita tidak bisa asal masuk tanpa izin dari beliau." Ucapnya sedikit takut.


Dia sadar akan konsekuensi melawan dewa Davendra, tapi pekerjaannya pun dipertaruhkan jika tidak mengikuti keinginan majikan.


"Kau diam saja, cepat lakukan perintahku." Taurus lebih mementingkan keinginannya dari pada keselamatan semua orang.


Satu tegukan air ludah melewati tenggorokan, dimana mereka sadar akan bahaya jika harus menjadikan penguasa wilayah ini diganggu.


Karena dia adalah seorang dewa, satu-satunya orang yang tidak mungkin mereka lawan, bahkan jika itu terjadi tidak mungkin mereka selamat.


"Ini tidak baik tuan, jika dewa Davendra tahu kita datang atas niat buruk, kita semua akan tewas."


"Apa yang kau takutkan, aku adalah Taurus dari sepuluh penjaga utama alam semesta samudera bintang, dan kau masih takut untuk melawan Davendra, aku yakin dia akan cium tangan saat melihat kewibawaan Huang aku miliki." Dengan sombong Taurus membanggakan diri.


"Anda baru kemarin naik jabatan menjadi bintang Taurus, dan sudah bersikap seperti seorang penguasa, jangan bercanda." Gumam salah orang yang menjadi pengawalnya dengan pelan.


Mau tidak mau, lelaki itu mengikuti keinginan Taurus, walau pun dia sendiri tahu siapa Davendra.


Tentu bukan tanpa alasan hadirnya Taurus di alam semesta awal penciptaan ini, karena sebelumnya dia mendapat informasi aan kehadiran sesosok manusia yang memiliki jiwa Phoenix.


"Tuan bagaimana jika Ah Meng berbicara bohong mengenai Phoenix yang telah bangkit itu."


"Harusnya dia tahu konsekuensi tentang hal itu, ya kalau dia memiliki masalah dengan hidupnya, maka kita ambil saja hidup lelaki tua itu agar masalah selesai." Ucap Taurus dengan tertawa.


Sedangkan dia menganggap jika perkataannya adalah sebuah lelucon, walau bagi orang lain yang ada di sekitar tidak ada satu orang pun bisa tertawa.


Dari tempat Davendra duduk.


Secara tiba-tiba kehadiran para tamu itu membuat Davendra terusik, dia berdiri melihat ke ujung barat langit alam semesta awal penciptaan.

__ADS_1


Matanya menyipit dan melihat langsung, sebuah lambang bintang yang bergerak turun memasuki atmosfer permukaan planet.


"Omen jaga mereka semua, jangan ada satu orang pun masuk, aku akan mengurus tamu ini." Tegas perintah Davendra dan kucing putih abu-abu itu mengangguk paham.


__ADS_2