PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2

PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2
tiga hari


__ADS_3

a few moments later....


Pertarungan Askar dan Payou tidak memberi satu kesempatan untuk masing-masing dari mereka di kalahkan.


Entah sudah berapa kali mereka bertukar serangan, menangkis dan membalas, adu pukul atau pun tendangan, saling mengeluarkan kekuatan energi hingga tidak bisa dilihat lagi arena pertandingan yang sudah rata dengan tanah.


Bahkan para penonton pun tidak lagi nampak di sekitar arena, semuanya pergi, hanya tersisa Askar, Payou dan tukang sapu yang mulai membersihkan kerusakan akibat pertarungan mereka berdua.


"Ini pertama kalinya aku menemukan lawan yang bisa membuatku bersemangat, dan akan aku pastikan kau kalah Askar." Tersirat sebuah senyum di wajah Payou.


"Apa kau sedang bercanda, disini bukan tempat untuk orang yang mau melawak." Tapi Askar tidak menyukai cara lelaki itu melihatnya.


Pertarungan berlanjut, dalam sepersekian detik, ayunan pedang Payou melepas puluhan serangan jarak dekat.


Ruang akselerasi penuh yang memiliki perbandingan waktu untuk menyaksikan setiap arah serangan Payou di gunakan secara maksimal.


Tidak boleh ada satu pun kesalahan, karena segala macam cara bisa digunakan dalam serangan balasan yang mungkin berakibat fatal.


Satu tarikan nafas terasa begitu panjang, lama dan sangat berat, atmosfer suasana yang menegangkan di rasa sampai ke sumsum tulang belakang.


"Hei apa kalian belum selesai, ini sudah tiga hari dan sudah waktunya untuk pergi." Ucap seseorang yang baru saja datang.


Tapi tidak ada yang memperdulikan perkataan dari orang itu, Askar dan Payou terlalu fokus dalam pertarungan mereka.


Dia adalah Gorongo yang dengan kesal karena ucapannya tidak didengarkan, hingga pedang berat dibelakang punggung ditarik oleh tangan.


Saat dua serangan mereka bertemu, Gorongo pun melemparkan pedang itu ke arah Askar dan Payou, secara langsung keduanya dipaksa untuk mundur.


Sebuah lapisan energi kuat memisahkan mereka agar berhenti bertarung, dan di saat itulah antara Askar atau pun Payou memberi perhatian kepada Gorongo.


"Tuan Gorongo, kami sedang bertarung, anda tidak boleh menghentikan pertandingan ini." Saut Payou yang tidak menyukai cara Gorongo.


Jelas terlihat wajah emosi dari lelaki tua botak itu, tanpa ragu, Gorongo pun melompat maju menghadap kepada Payou, dan satu tamparan telak menjatuhkan tubuhnya.

__ADS_1


"Apa kau tidak tahu, jika pertandingan sudah lama berakhir." Berkata Gorongo menujukan ekspresi kesal.


"Bagaimana mungkin, kami belum selesai menentukan pemenangnya." Payou tidak bisa menerima perkataannya.


"Itu karena kalian berdua terlalu sibuk mengeluarkan bermacam-macam jurus, hingga semua padepokan sudah pergi dari tempat ini."


"Tidak mungkin..." Sekilas pandangan Payou melihat ke sekitar, dan nyatanya memang benar, jika tidak ada orang lain dari istana beladiri surgawi.


Tapi memang tidak diragukan lagi, jika Gorongo sangatlah kuat, setidaknya untuk perbandingan dengan kekuatan Askar saat ini, dimana dia mampu memisahkan serangannya hanya satu gerakan saja.


Kini Gorongo pun mengarahkan pandangan kepada Askar, cara dia menatap sama dengan Payou, bahkan berniat menampar Askar jika berani membantah.


"Dan kau juga Askar, tujuanmu adalah turnamen kerajaan beladiri, tapi kau malah sibuk bertarung." Gorongo pun berkata dengan tegas.


"Maafkan aku tuan Gorongo." Askar tidak bisa membantah perkataan itu.


Dia sampai lupa waktu dalam pertarungan ini, Askar menemukan sosok yang mampu membuat dirinya bertarung hingga tiga hari.


Walau Askar belum menggunakan transformasi hukum kegelapan dan cahaya golden darkness, tapi siapa sangka lelaki dari alam semesta keabadian ini memiliki kekuatan yang mampu membuat dirinya kerepotan.


"Tuan Gorongo, dengan tidak mengurasi rasa hormatku, aku tidak bisa melakukannya, karena ini menyangkut harga diri kita berdua." Balas Payou dengan nada hormat.


"Kita ?, Sama bapakmu saja kali." Ucap Askar tidak mau di sangkut pautkan dengan Payou.


Askar tidak mempermasalahkan tentang hal ini, meskipun Payou menolak, tentu waktunya akan terbuang sia-sia hanya untuk mengurusi permasalahan dengan satu lelaki tidak tahu diri.


"Dalam beberapa hari lagi, turnamen kerajaan beladiri akan di mulai, Askar harus menjadi salah satu peserta, jika dihari ini dia mengalami cidera, tentu padepokan beladiri pedang semesta yang akan dirugikan." Mencoba Gorongo menjelaskan.


"Baiklah, aku menerima hasil pertandingan ini sebagai seri, tapi di lain waktu aku akan kembali untuk bertarung denganmu, Askar." Tunjuk Payou dengan sikap sombong.


"Selama aku tidak sibuk, aku tidak mempermasalahkannya." Jawab Askar dengan santai.


Permasalah Askar dan Payou akhirnya selesai, tentu cukup merepotkan jika terus berlanjut, karena dua kekuatan dalam skala besar mereka gunakan, tidak hanya menghancurkan arena saja, tapi dengan seluruh padepokan tentunya.

__ADS_1


Kerugian yang harus di tanggung oleh padepokan beladiri pedang semesta akan sangat besar, dan jelas Gorongo tidak ingin itu terjadi.


*******


Istana kerajaan beladiri.


Segala hal yang di rencanakan untuk turnamen kerajaan beladiri telah selesai, dimana sebuah arena pertandingan sudah dibangun megah di luar pelataran istana.


Putaran pertama diawali dengan seleksi para peserta yang terbagi menjadi dua ratus kelompok dan hanya akan dipilih dua orang dari masing-masing kelompok.


Empat ratus orang yang terpilih itu sudah dipastikan menjadi bagian dalam istana kerajaan beladiri, tapi tidak sampai di situ.


Pertandingan duel akan berlangsung sebagai bentuk penilaian mencari yang terbaik diantara mereka, tentu ini adalah rencana menjadikan bakat-bakat paling berpotensi untuk menempati posisi penting.


Varjo de hores menginginkan pasukan dari para generasi muda yang berbakat, tujuannya jelas, jika dia ingin mengembangkan pasukan di masa depan.


Silviana berjalan keluar ruangan, bersama dengan para penjaga yang diperintahkan untuk menemani dirinya agar tidak kabur.


Walau pun tidak ada niat dari Silviana melakukannya, karena bisa saja terjadi hal buruk kepada alam semesta kerajaan suci, jika dia nekad pergi.


Melihat di luar istana, sosok Varjo dengan bersikap layaknya mandor bangunan, berdiri tegap mengatur semua pekerja.


Bertubuh besar sedikit buntal, kumis melintang dan berdiri bersilang tangan dengan cara yang tidak menyenangkan.


"Singkirkan sampah-sampah itu, jangan merusak pemandangan, dan sekalian juga kau pergi dari sana." Perintah varjo dengan sikap tegas.


Saat berbalik dia melihat sebuah kecantikan yang membuat semesta menjadi iri datang, walau sikapnya dingin tapi tidak bisa dipungkiri jika varjo sampai lupa bernafas.


"Nona Silviana apa yang membuat anda datang keluar, oh apa kau merindukanku." Bertanya Varjo dengan tersenyum cerah.


"Aku hanya bosan di dalam ruangan, jangan berharap aku akan merindukanmu, melihatmu hidup saja aku tidak berminat." Jelas jawaban Silviana tanpa mau melihat ke arah Varjo.


"Saat semua orang di seluruh penjuru alam semesta kerajaan beladiri berkumpul dan para penguasa jagat raya datang, akan aku perkenalkan kepada mereka, jika kau akan aku jadikan sebagai calon istri." Sebuah ucapan tidak menyenangkan terdengar di telinga Silviana.

__ADS_1


Silviana tidak perduli dengan hal itu, hanya berharap jika ada keajaiban yang dia nanti untuk menyelamatkan dirinya.


__ADS_2