PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2

PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2
tiga benda


__ADS_3

Askar benar-benar tidak mengerti atas tindakan Loe Teu Yiu yang menginginkan dirinya untuk ikut ke alam semesta kerajaan beladiri secara mendadak.


Tapi melihat cara Pak Tua satu ini menatap nya dengan tajam, Askar merasakan ada sesuatu yang penting dan memang harus dia lakukan.


"Tunggu, tunggu sebentar, aku tidak bisa pergi sekarang, Rea tinggal empat bulan lagi melahirkan, jika saat ini aku pergi tentu akan sangat merepotkan." Askar memberi alasan untuk berpikir sejenak, karena ini cukup membuat dirinya merasa bersalah.


"Kau bisa kembali nanti, saat Rea akan melahirkan, tapi sekarang adalah saat yang penting, dimana ini bisa menjadi pilihan tepat untukmu masuk ke dalam alam semesta kerajaan beladiri tanpa masalah." Balas Loe Teu Yiu bersikeras atas sebuah tujuan.


"Tolong jelaskan terlebih dahulu, aku masih belum mengerti." Askar gagal paham.


"Baiklah, alam semesta kerajaan beladiri akan mengadakan turnamen dan siapa pun yang mampu bertahan hingga seratus besar akan dijadikan sebagai pengawal kerajaan." Perjelas Loe Teu Yiu.


Loe Teu Yiu menjelaskan apa yang dia ketahui, termasuk juga Askar bisa memahami tujuan kenapa dia pergi cukup lama ke alam semesta kerajaan beladiri.


walau memang apa yang dikatakan oleh Loe Teu Yiu ada benarnya, dimana ini menjadi satu-satunya kesempatan tanpa resiko besar untuk Askar memasuki wilayah Varjo de hores.


Jika sekarang Askar mencoba menyelamatkan Silviana dalam posisi sebagai orang lain, tentu akan sangat berbahaya.


Karena di alam semesta kerajaan beladiri memiliki banyak petarung yang sangat kuat dan ahli, tentu sangat merepotkan jika harus berhadapan dengan mereka semua.


Tapi beda lagi ceritanya jika dia memasuki kerajaan beladiri sebagai pengawal, Askar bisa leluasa mencari celah demi menyelamatkan Silviana.


"Bukankah turnamen seperti ini hanya untuk orang-orang dalam alam semesta kerajaan beladiri." Askar menyatakan sebuah kesimpulan.


Dimana jika itu berujung kepada rencana alam semesta kerajaan beladiri untuk mencari pasukan, tentu bukan sembarang orang bisa masuk.


Karena hanya mereka yang memang berstatus sebagai penduduk alam semesta kerajaan beladiri saja memenuhi syarat untuk ikut serta.


"Itu sudah aku atur, kau akan memiliki identitas sebagai keponakan kenalanku disana, dan tidak ada yang berani menentang keputusannya." Jawab Loe Teu Yiu dengan wajah penuh semangat.

__ADS_1


Askar cukup terkejut di mana kakek Loe Teu Yiu sudah memikirkan matang-matang akan semua tindakan yang harus Askar ambil.


Bahkan ini membuat Askar bingung, dia yang sudah lepas hak dari alam semesta kerajaan beladiri masih memiliki beberapa orang sebagai orang untuknya percaya.


Askar melirik ke arah Rea, dia tidak bisa pergi begitu saja tanpa pertimbangan jika Rea ingin Askar tetap di sini sampai hari kelahiran.


"Pergilah Askar ini satu kesempatan untuk kau menyelamatkan Silviana, seperti yang di katakan oleh kakek Loe Teu Yiu, kau bisa datang ketika nanti aku melahirkan." Ucap Rea karena dia sendiri tahu janji tentang menyelamatkan Silviana kepada Azela.


"Baiklah aku mengerti Rea." Askar memang bingung, tapi mendengar keputusan Rea dia pun menjadi yakin.


Saat dia sudah mendapatkan kepastian dari Rea, kini Askar melirik ke sosok lain, dia adalah Davendra, secara tidak langsung harus mencari tahu apa yang terjadi jika dia pergi.


Ada dua alasan, jika Davendra menolak maka itu artinya Askar akan gagal, tapi jika Davendra membiarkan Askar, maka ada satu kejadian yang pernah dia alami dan mendapat satu kesempatan.


Dalam hal ini, Askar tidak ingin bertindak atas dasar keinginannya saja, tapi juga untuk semua orang yang benar-benar penting bagi dirinya.


"Kenapa kau melihatku seperti itu, maaf saja aku tidak tertarik denganmu." Asal saja Davendra menanggapi makna wajah Askar.


"Itu terserah kau Askar, karena semua tidakanmu adalah pilihanmu sendiri, tapi jika aku jadi kau...."


'Sejak awal memang kita ini satu orang.' pikir Askar.


"Aku akan melakukannya, karena semua cukup baik untuk sebuah rencana yang mendadak seperti ini." Lanjut Davendra.


Sebuah jawaban dari Davendra menjadikan Askar yakin untuk melakukan rencana besar memasuki wilayah alam semesta kerajaan beladiri.


"Mungkin kau ada benarnya, cara yang kakek Loe Teu Yiu katakan tidak akan datang untuk ke dua kalinya." Ucap Askar dengan anggukan paham.


Tapi sebelum itu, Askar segera saja mengeluarkan sesuatu yang dia dapat dari dalam sarang Phoenix.

__ADS_1


Sebuah altar batu yang jelas memiliki simbol burung api, dan 99% mirip, hanya jauh lebih usang dari pada Altar di alam semesta api mulia.


Setelah terkubur selama ratusan ribu tahun, tidak ada yang merawat dan kondisi lingkungan lembab menjadikan altar dipenuhi lumut serta debu.


"Askar sejak kapan kau membawa altar kebangkitan milik klan Phoenix." Bertanya Sina melihat altar kebangkitan.


"Tidak, ini bukan altar milik klan Phoenix, tapi tempat pertama jiwa-jiwa Phoenix dibangkitkan oleh tuhan sejati." Jawab Asy yang memang tahu akan barang satu ini.


"Ya, ini adalah altar yang aku ambil dari bawah sarang Phoenix." Seperti yang Askar janjikan, dimana dia akan membawa apa pun dari bawah sangkar.


"Tapi kenapa kau membawa barang ini, sedangkan bagiku ini seperti barang rongsok, bahkan aku tidak yakin dikilo tidak akan laku." Berkata Sina seakan tidak tertarik melihat altar yang sudah dipenuhi karat dan lumut.


"Aku juga berpikiran seperti itu." Askar mengangguk paham, dia pun menyetujui cara berpikir Sina.


Tapi dilihat wajah Asy yang begitu kesal atas ucapan sina dan Askar.... "Jangan anggap altar ini seenak jidat, kau tahu... ini barang antik, langka dan hanya ada satu-satunya yang asli di dunia, terlebih lagi ini adalah tempat kelahiran ku."


Dari cara Asy berbicara dengan kesal penuh emosi, Askar memahami jika dirinya tentu memiliki ikatan khusus dengan altar di sarang Phoenix awal.


"Jadi di klan Phoenix itu palsu." Itu yang Askar permasalahkan.


"Bukan palsu, itu hanya replika tapi kegunaannya sama dan dibuat dari bahan yang sama pula." Jawab Asy.


"Tapi didalam altar ini aku merasakan kekuatan kuno yang tersimpan, Asy apa kau tahu apa yang ada didalamnya." Bertanya Askar karena dia tidak bisa membuka bagian atas altar bahkan dengan ayunan pedang.


Bahkan lebih ditakutkan jika barang yang tersimpan di dalam altar hancur karena Askar membukanya secara paksa.


"Ah soal itu, ini jelas sangat berharga, bahkan para penguasa akan berperang demi mendapatkan barang ini." Asy yang mengetahui cara membuka altar.


Dimana itu hanya mengenali mereka-mereka dalam garis darah asli para Phoenix merah dari awal penciptaan.

__ADS_1


Asy menujukan tiga buah barang yang tersimpan di dalam ruang penyimpanan khusus dalam altar, dan itu pun di tunjukan kepada Askar.


"Pedang Phoenix merah, jubah bulu Phoenix dan ini yang paling penting, dua puluh tetes inti darah saudara kami." Asy pun menjelaskan semua.


__ADS_2