PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2

PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2
jomblo


__ADS_3

Askar menyaksikan dengan sendirinya sosok Karlina yang duduk diam dalam meditasi dan tidak berhenti mengendalikan energi.


Konsentrasi wanita satu ini Askar akui sangat hebat, kekuatan dalam tubuh Karlina memang sangat besar, bahkan lebih dari orang-orang yang ada disekitarnya.


Ini menunjukkan jika bakat yang Karlina miliki berada jauh diatas rata-rata orang lain, termasuk untuk Askar, dalam catatan Askar tidak menggunakan kekuatan gerbang skill pemangsa.


Energi Karlina berkecamuk membentuk perwujudan dari sosok bayangan berupa pohon merah yang menyala terang dan menaungi orang-orang disekitar dalam bayangan energinya.


"Tuan guru, bukankah ini terlihat aneh." Ucap Askar yang merasa tidak nyaman atas kekuatan Karlina.


"Oh jadi kau mengetahuinya."


"Ya untuk beberapa alasan aku memang pernah berhadapan dengan kekuatan yang sama seperti Karlina, tapi ini berbeda." Askar jelas masih mengingat kejadian saat bertarung dengan Sundari.


Dia pun memiliki bayangan pohon yang sama dengan Karlina, walau kekuatan antara mereka memang berbanding jauh.


Tapi bukan itu masalahnya, perbedaan kemampuan dari dua pohon inilah menjadi perhatian Askar.


"Apa yang membuatnya berbeda." Bertanya watoi atas ucapan Askar.


"Jika lawanku saat itu adalah memberikan efek pendukung untuk dirinya atau kawan yang lain, tapi milik Karlina adalah menyerap energi disekitarnya." Askar merasakan hal itu secara langsung.


"Kau benar Askar, itulah sebabnya aku tertarik membawa Karlina untuk berlatih denganku." Watoi merasa kagum untuk pemahaman Askar.


Tapi harusnya ini bukan sesuatu yang menarik bagi siapa pun, kemampuan milik Karlina sangat merugikan bagi orang lain, dan lambat laun, jika dia tidak mampu mengendalikan kekuatannya.


Energi pendukung kehidupan Karlina sendirilah yang akan dikorbankan, karena semakin banyak energi dia serap semakin kuat pula kekuatan yang dihasilkan.


Kurang lebih seperti itu yang terjadi.


Termasuk untuk sekarang, beberapa orang yang ada disekitar Karlina adalah para lord alam setengah saint tahap menengah hingga akhir.


Watoi sengaja mengutus mereka sebagai pendamping Karlina, dan dijadikan uji coba agar pohon energi itu menyerap mereka semua.


Nyatanya sedikit demi sedikit pohon semakin membesar, energi orang disekitar pun diserapnya dengan rakus menjadi pupuk.


"Dalam sekejap energi Karlina mendapat kesetaraan setingkat lord alam saint suci tahap menengah." Askar bergumam sendiri merasa terkejut.


"Ini mengagumkan bukan, jika kemampuan Karlina bisa dikendalikan secara sempurna, maka dia akan mampu berkembang dengan kecepatan mengerikan." Ucap watoi yang tersenyum puas.


Tapi itu peningkatan Karlina tidaklah permanen, dalam beberapa nafas setelah pohon lenyap, dia kembali dalam tingkat lord alam setengah saint tahap akhir seperti semula.

__ADS_1


Kini Askar sadar apa yang membuatnya tertarik kepada Karlina, dimana jika Askar menggunakan teknik meditasi gabungan jiwa dan bisa mendapatkan kemampuan pohon itu.


Perkembangan Askar akan semakin mudah dan tidak ada namanya kesulitan mencari sumber daya, dimana dia bisa saja menyerap energi dari para tubuh musuh.


Mata Karlina terbuka, dan siapa sangka tatapannya mengarah langsung kepada Askar yang tengah berbincang dengan guru besar Watoi.


Askar pun berjalan mendekat, namun sikap Karlina terlihat malu untuk membalas mata Askar yang kini hanya berjarak satu langkah didepannya.


"Askar apa yang sedang kau lakukan disini." Bertanya Karlina setelah selesai melakukan meditasi.


"Aku ingin melihatmu, apa itu salah." Singkat saja Askar menjawab seakan itu biasa terjadi antara hubungannya dengan Karlina.


Wajah Karlina semakin merah.... "Tidak juga, tapi ini bukan saat yang tepat untuk kau mengunjungiku."


"Kenapa memang."


"Aku baru selesai berlatih, dan bau keringat." Sebuah alasan yang tidak membuat Askar merasa risih.


"Aku tidak mempermasalahkan apa pun soal itu." Jawab Askar yang tersenyum sendiri menyaksikan sikap Karlina.


Bagi Karlina sendiri, di goda oleh lelaki memang bukan pertama kali dalam hidupnya, empat kali sehari, jauh lebih sering dari pada resep dokter.


Tapi entah apa yang terjadi, hanya untuk Askar Karlina merasa bingung, dia canggung, dan tidak bisa tenang.


Apa tubuhnya bau, bagaimana penampilannya, apa sudah memakai minyak wangi, pakaian kotor atau tidak, bahkan sesekali mengingat apa yang dia makan, merasa tidak nyaman saat Askar melihat sesuatu dan tidak dia sukai.


Sebuah perubahan dari sikap yang sebelumnya masa bodoh, menjadi lebih memperhatikan sekitar, terlebih ketika itu berhubungan dengan Askar.


"Oh, oh, oh, aku kini menyaksikan dua orang yang mengumbar kemesraan bukan di tempat seharusnya." Seseorang angkat bicara soal kehadiran Askar.


Lelaki itu berada di ruang yang sama dengan tempat Karlina berlatih, dia pun adalah seorang murid langsung dari guru besar Watoi.


"Senior aku tidak merasa apa yang aku lakukan ini salah, karena tidak ada peraturan di padepokan beladiri pedang semesta jika melarang seorang murid untuk bermesraan dan mencari Jodoh." Jawab Askar atas sindiran dari lelaki yang berjalan mendekat.


Walau pun sudah banyak wanita yang terjodohkan kepada Askar, dan Karlina adalah satu dari beberapa wanita itu.


"Itu memang benar, tapi ini cukup mengganggu untuk kami disini." Balasnya kembali dengan nada sindiran.


"Ah aku tahu, apa karena anda jomblo dan merasa iri atas hubunganku dengan Lina." Askar sedikit bercanda untuk saat ini.


"Iri, tentu tidak, jika aku mau satu dua wanita akan datang dengan sendirinya." Jawab sosok itu dengan sedikit kesombongan.

__ADS_1


"..... Aku tahu, karena dia mau menaguh hutang kepadamu, atau karena kau mencuri ****** ********." Balas Askar yang menyinggung langsung kepadanya.


Karlina terkejut atas tanggapan Askar yang jelas menyindir Remure Tianmu, terlebih dia benar-benar tahu cara untuk mencari masalah.


"Askar, jangan asal bicara, dia itu senior Remure Tianmu, kau bisa mendapatkan masalah lagi nanti." Bisik Karlina yang bingung sendiri atas tindakan Askar.


Askar mendengar nama yang di sebutkan sebagai dirinya, salah satu murid berpotensi yang tercantum di pilar batu, dan itu tidak berarti apa pun.


"Tenang saja, aku tidak pernah berbicara asal-asalan kepada seseorang." Jawab Askar dengan tersenyum santai.


"Apa yang kau ucapkan, terkadang tidak meyakinkan Askar." Gumam Karlina dan sedikit dia tahu orang seperti apa Askar.


Walah begitu, Karlina merasa aneh, dimana dia tidak tahu harus berbuat apa, antara Askar memang orang yang mencari masalah, atau masalah datang dengan sendiri kepada Askar.


Tapi kini Askar berjalan maju menghadap kepada Remure Tianmu tanpa perlu bersiap sopan.


Askar selalu menjunjung tinggi pedoman hidup, dimana dia tidak akan mencari masalah untuk orang yang bersikap sopan dan tidak mencoba mengusiknya.


Hanya saja Askar bisa merasakan bahwa Remure Tianmu memang secara sengaja menunjukan kesombongan, alasannya sederhana, dia mempermasalahkan tentang nama Askar yang membuat nama Remure Tianmu turun peringkat.


"Senior, katakan padaku, apa anda memiliki masalah ?." Bertanya Askar secara langsung.


"Masalah ?, Kenapa kau menganggap aku bermasalah denganmu." Remure Tianmu tersenyum mengejek kepada Askar.


"Aku hanya bertanya, mungkin merasa bahwa hidup senior kurang bahagia, dan saat melihat orang lain bahagia, anda mempermasalahkannya." Jawab Askar.


"Hmmm mungkin kau memang benar Askar, aku sedang tidak bahagia, melihat seseorang yang berbuat curang di menara puncak semesta ada di depanku." Berkata Remure Tianmu.


"Itu cukup wajar, aku juga merasa kesal saat melihat orang yang berbuat curang." Seakan Askar sengaja untuk dia berlagak bodoh menanggapi perkataan Remure Tianmu.


"Bercermin lah Askar, yang aku maksudkan adalah kau." Dengan nada keras Remure menujuk Askar.


"Aku ?, Aku baru tahu kalau aku curang lina bagaimana menurutmu." Askar melemparkan persoalan ini kepada Karlina.


"Aku tidak merasa kau curang Askar." Jawab Karlina dengan jelas.


"Dengarkan itu senior, wanita cantik ini saja tidak menganggapku curang, dan ada yang memiliki wajah dibawah standar rata-rata, seenaknya saja berbicara." Balas kembali Askar.


Remure Tianmu tersinggung atas penghinaan dari Askar, tanpa perlu basa basi lagi, dia pun mengeluarkan senjata.


"Kalau begitu lawan aku, buktikan sekarang Askar jika kau tidaklah curang." Secara terang-terangan Remure Tianmu mengacungkan senjata.

__ADS_1


"Jika itu memang keinginan anda aku tidak bisa lagi berkomentar banyak." Askar menerima tantangan Remure.


(note : untuk malam nanti kita off dulu kakak, dilanjutkan Senin malam jam 8, karena satu keperluan mendadak, jadi maaf ya kakak.)


__ADS_2