PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2

PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2
dosa


__ADS_3

Kehidupan manusia di segala penjuru jagat raya, memang tidak pernah lepas dari kerakusan, nafsu, iri, sombong dan dendam, dimana pun mereka berada, atau siapa pun orangnya.


Di alam semesta kerajaan suci.


Ini adalah sebuah kebencian yang mendalam bagi orang-orang alam semesta kerajaan suci, mereka telah dihancurkan, di jajah dan terinjak-injak oleh sesama manusia.


Tidak pernah sekali pun mereka mengusik ketenangan wilayah dari penguasa lain, hidup dalami tanpa mencari musuh, atau bersikap sombong dengan kekuatan yang dimiliki.


Tapi satu ketika, alam semesta kerajaan suci dikhianati oleh saudara sendiri, dimana hubungan damai yang terjalin selama puluhan ribu tahun hancur karena sebuah kerakusan.


Di deretan pegunungan batu, terdapat satu gua gelap tanpa penerangan.


Langkah kaki seorang wanita yang berjalan perlahan dengan gaun putih kuning keemasan, rambut pirang bermata biru menujukan sebuah keangunan layaknya dewi turun dari khayangan.


Setiap pijakan kaki menggema, tetesan air yang jatuh dari stalaktit diatap dan pecah diatas batu, suasana hening namun seketika berubah saat wanita itu melewati pembatas tidak terlihat mata.


Beberapa orang dengan jubah putih tunduk penuh hormat atas kehadiran sosok wanita yang kini masuk ke sebuah tempat dengan lingkaran prasasti super besar.


"Bagaimana kondisinya." Ucap wanita itu dengan nada perlahan.


"Empat jiwa binatang mistik Phoenix merah, tiga jiwa Garuda, dan lima jiwa binatang iblis tingkat lord, masih belum cukup untuk membangkitkan binatang suci, ratu." Balas sosok yang tertunduk dengan hormat itu.


"Jadi ?, Berapa banyak lagi yang di butuhkan untuk membangkitkan Sphinx." Bertanya sang ratu dengan tujuannya.


"Sedikit lagi ratu, tiga jiwa binatang mistik, dan Sphinx akan bangkit."


"Kalau begitu segera cari semua yang dibutuhkan, aku ingin membawa silviana kembali dari alam semesta kerajaan beladiri, dan menghancurkan mereka menjadi debu."


"Baik ratu." Jawaban tegas untuk menerima perintah yang di berikan.


Dia adalah ratu Azela, leluhur dari penguasa alam semesta kerajaan suci dan juga nenek dari Silviana yang bertujuan untuk membangkitkan binatang suci.

__ADS_1


Sebuah sosok yang menjadi lambang keadilan dan penjaga alam semesta kerajaan suci, binatang peliharaan dari Dewi keajaiban hidup, Sunawa, dengan kekuatan setara seorang dewa awal penciptaan.


Ada sepuluh orang dengan jubah putih berdiri mengitari pola lingkaran prasasti dengan wujud bayangan dari sosok binatang berkepala wanita.


Itu adalah Sphinx, sang pelindung, dia kalah ketika harus melindungi Dewi Sunawa dari serangan kaisar akhir zaman, dan jazadnya sengaja Sunawa semayamkan di sebuah gua dalam alam semesta kerajaan suci.


Kebencian terhadap varjo de hores sudah mengakar didalam urat nadi Azela, anak-anaknya, menantunya, cucu-cucunya tewas, ketika alam semesta kerajaan beladiri menyerang.


Dan saat dia mengetahui tentang silviana yang selamat, Azela pun tidak lagi bisa berdiam diri, biarpun membangkitkan kembali binatang dewa suci membutuhkan pengorbanan yang sangat besar.


Terlebih lagi, semua jiwa yang lenyap untuk perbuatan Azela adalah sebuah dosa, dosa besar dan jika diketahui oleh mereka-mereka yang berhubungan dengan jiwa-jiwa itu, tentu kebencian akan dia tanggung.


Azela sudah siap dengan konsekuensi yang harus dia hadapi, semua itu adalah demi ambisi untuk membalaskan dendam kepada alam semesta kerajaan beladiri.


"Lanjutkan pekerjaan kalian untuk menjaga jiwa Sphinx, aku akan kembali ke kerajaan." Ucap Azela yang berjalan pergi melewati dinding penghalang tidak terlihat.


Di kota utama kerajaan suci dengan gedung berdinding batu putih separuh hancur dan retak di segala sisi, itu menjadi sisa-sisa penyerangan alam semesta kerajaan beladiri di tempat ini.


Dendam membakar hati suci yang diberkahi oleh dewa Sunawa, tidak sekali pun alam semesta kerajaan suci berniat buruk terhadap wilayah lain, tapi luka jelas menyayat kehidupan setiap penduduk, dan Azela siap menanggung kebencian demi membalaskan dendam.


Istana putih keemasan yang indah untuk dipandang dengan suara lonceng diantara delapan menara disetiap sisi, langkah Azela menapaki anak tangga menuju pintu masuk.


Tapi sesosok lelaki dengan baju serba putih berjalan mendekat untuk menghadap Azela sebelum sampai didepan pintu.


"Ratu Azela, para ketua tujuh pilar suci sudah berkumpul di ruang pertemuan." Ucap lelaki itu yang sudah menunduk hormat dihadapan sang ratu.


"Untuk apa orang-orang tua itu ingin bertemu denganku."


"Ini soal putri Silviana, mereka tentu ingin memaksa anda menyerahkan Silviana kepada alam semesta kerajaan beladiri." Jawab dengan sepengetahuannya itu.


"Padahal sudah aku tegaskan berkali-kali, aku tidak akan mengorbankan Silviana demi kerajaan, yang harus kita lakukan adalah melawan balik, bukan tunduk kepada penguasa lain." Berkata Azela yang menujukan nada marah.

__ADS_1


"Tolong jangan berkata itu kepadaku, karena aku hanya seorang pesuruh ratuku."


"Baiklah aku akan menemui mereka, katakan untuk bersabar." Perintahnya dengan tegas.


"Baik ratu." Balas sang pesuruh yang segera pergi atas perintah Azela.


*******


Kembali ke kota Sourina.


Berjalan Rea di sekitar kota Sourina dengan Su yiu dan juga Omen untuk sekedar melepas kepenatan dihari-hari yang membosankan.


Sudah satu Minggu Askar belum kembali dari planet merah untuk membawa Sina ke klan Phoenix.


Secara pribadi Rea tidak khawatir jika Askar mendapat masalah yang mengancam nyawa, karena dia memiliki kemampuan yang cukup untuk melawan, terlebih lagi ada kakek loe teu yiu sebagai pelindung.


Tapi perasaan khawatir jelas ada, karena Rea takut jika Askar melakukan hal yang berbahaya, dan itu menimbulkan masalah yang berkelanjutan.


"Nah Su yiu, aku penasaran kenapa kakekmu ingin kau menikah dengan Askar." Bertanya Rea sebagai bahan pembicaraan.


"Aku tidak tahu pasti, karena kakek hanya mengatakan kalau Askar adalah jodoh yang sudah ditentukan saat aku lahir." Jawab Su yiu dengan sikap polos.


"Ini cukup aneh, aku tahu tentang perjalanan hidup Askar, jelas-jelas Askar lahir di dunia tersembunyi yang tidak ikut dalam wilayah alam semesta atas, tapi kenapa kakek loe teu yiu tahu jika Askar adalah jodohmu." Ucap Rea dengan rasa penasaran kepada jalan hidup Askar.


"Entahlah, tapi saat aku bertanya kenapa harus Askar yang menjadi jodohku nanti, jawabannya selalu sama." Su yiu pun membalas ucapan Rea dengan santai.


"Seperti apa jawaban dari kakekmu." Rea pun semakin penasaran.


"Semua adalah perintah dari dewa Davendra." Ucap Su yiu atas jawaban yang pernah kakeknya berikan.


Rea mengenal nama itu, dalam pencernaan di alam bawah sadar ketika bermeditasi, sosok bernama Davendra pun menjadi alasan untuk Rea pergi ke alam semesta awal penciptaan.

__ADS_1


Sekilas Rea melihat bahtera angkasa melintas diatas kota Sourina, mereka semua tentu tahu jika Askar sudah kembali dan bergegas menuju lokasi pendaratan.


__ADS_2