
Tidak perlu Askar bertanya tentang petunjuk arah, karena jelas kediaman putri Nanda adalah yang terbesar diantara semua bangunan di kota Loyi wilayah barat.
Sedikit tidak nyaman karena baru beberapa jam dia pergi dan sekarang harus bertemu hanya untuk meminta bantuan.
Walau begitu Askar, Rea dan Sina tidak ingin membuang waktu lebih lama di kota Loyi, karena banyak urusan yang jelas mereka perlu lakukan.
Bahkan jika urusan Askar mengenai Sam selesai, mereka tidak ada niat apa pun berlama-lama di alam semesta kerajaan bawah, dan kembali ke ruang lintasan antar alam semesta, menuju alam semesta api mulia.
Sama seperti keluarga bangsawan lainnya, dimana para penjaga sudah berdiri untuk menahan setiap tamu yang datang dengan urusan mereka di rumah majikan mereka.
"Jadi.... Ada tujuan apa kalian bertiga menemui putri Nanda." Jelas mereka melakukan tugas yang seharusnya.
Askar tidak bisa begitu saja masuk, terlebih berbuat nekad di wilayah orang lain, karena itu sebisa mungkin Askar mencoba bersabar dan bicara baik-baik.
"Kami adalah teman putri Nanda, dan kami ingin bertemu dengannya." Ucap Askar mencoba untuk bersikap sopan.
"Tapi maaf tuan dan nona-nona sekalian, kami tidak bisa memberikan izin begitu saja kepada orang asing." Balas dengan segan dan tidak memandang rendah Askar.
"Begitu kah...." Cukup kecewa Askar karena sulit untuk sekedar menemui Nanda.
Sekilas Sina tidak sengaja melihat satu sosok yang jelas-jelas tidak asing, dan itu adalah kusir kuda putri Nanda.
"Askar, itu, dia di sana ..." Tunjuk Sina ke halaman rumah dimana dia sedang membersihkan kereta kuda.
Dan mata Askar terbuka lebar karena dia mendapatkan cara untuk bisa memberikan bukti jika dirinya bukan orang asing yang berpura-pura sebagai kenalan Nanda.
"Oi, kau disana." Teriak Askar dengan kencang untuk mendapat perhatian lelaki itu.
Dia secara sadar mengarahkan pandangan ke suara yang datang, dan terkejut karena melihat Askar di luar gerbang.
"Ya kemarilah, kau... siapa ?, Apa ?, Kenapa ?, Bagaimana ?." Teriak Askar kembali karena dia sudah berjalan mendekat dan lupa namanya siapa.
"Gudo tuan, setidaknya ingatlah namaku, karena beberapa kali di sebutkan di dua chapter sebelumnya."Balas Gudo dengan wajah kecewa.
"Maaf karena aku baru di tempat ini, cukup sulit untuk mengingat wajah-wajah baru." Balas Askar yang tertawa tanpa dosa.
"Jadi Tuan Askar kenapa anda ada disini."
__ADS_1
"Ah... Ada aku ingin bertemu dengan putri Nanda, setidaknya ingin meminta bantuan kecil." Jawab Askar.
Ya sedikit Askar tidak enak karena menujukan bahwa dia seakan ingin memanfaatkan nama putri Nanda untuk tujuannya.
Hanya saja satu-satunya orang yang mungkin bisa membantu Askar jelas Nanda, anak salah satu wali dari kerajaan dan bisa menyampaikan pesan kepada Sam.
"Baiklah biar aku panggilkan." Angguk Gudo yang lekas pergi.
Cukup terheran-heran setiap penjaga melihat Gudo mengenal sosok asing yang tidak pernah mereka lihat.
Hampir sebagian besar tamu yang berkunjung tentunya adalah orang-orang besar dan terkenal, atau pun memiliki posisi penting bagi kerajaan.
Sehingga mereka merasa ragu jika membiarkan Askar untuk masuk dan bertemu dengan majikannya.
"Tuan kenapa anda mengenal kusir pribadi Putri Nanda." Bertanya salah satu penjaga karena takut akan menjadi masalah bagi mereka karena tidak membawa masuk tamu putri Nanda.
"Ada urusan kecil yang membuat kami memiliki hubungan saling menguntungkan." Balas Askar yang menujukan senyum sedikit bangga.
"Maaf jika kami tidak percaya kepada anda, karena kami memiliki tugas untuk mengamankan tempat ini." Merasa bersalah mereka terhadap Askar.
"Tidak masalah tuan, aku tahu kalian hanya menjalankan tugas, jadi santai saja." Balas Askar tanpa dendam sedikit pun.
Berjalan sedikit terburu-buru dan hampir terjatuh tapi cukup handal putri Nanda mengatur keseimbangan untuk berjalan lagi penuh keanggunan.
"Tuan askar, nona Rea dan nona Sina kebetulan sekali kau berkunjung." Berkata Nanda yang jelas-jelas merasa senang atas kunjungan Askar.
"Ada keperluan mendadak kami harus meminta bantuan anda putri Nanda." Tapi Askar tidak basa basi untuk mengatakan maksud dan tujuan.
"Kalau begitu masuklah." Mengarah pandangan putri Nanda memberikan kode kepada penjaga... "Cepat buka gerbangnya."
Berkata Nanda sedikit tegas membuat mereka takut, dan cepat melaksanan perintah.
"Baik putri..."
Askar masuk bersama Rea dan Sina yang segera dibawa ke ruang tamu.
Memang benar jika keluarga dari Nanda adalah orang kaya, setiap ornamen ruang tamu terbuat dari lapisan emas dan ada pula beberapa memiliki aura kuno.
__ADS_1
Semua itu cukup membuat Askar membandingkan dengan kekayaan yang ada didalam istana Zilogia sebelum jatuh, bahkan isi semua kekayaan Putri Nanda memang menakjubkan.
"Jadi tuan Askar apa yang bisa aku bantu." Bertanya Nanda dengan senyuman diwajah.
"Ya ini memang sedikit memalukan, karena satu kali kami membantu, tapi kami meminta banyak balasan." Sedikit Askar berbasa-basi demi mendapatkan simpati dan tidak dianggap
"Itu tidak jadi masalah tuan Askar, selama masih bisa aku lakukan, maka tidak akan aku abaikan." Jawab putri Nanda dengan tatapan serius.
"Baiklah kalau begitu putri Nanda, aku ingin menyampaikan pesan kepada Lord Sam." Berkata Askar dengan serius.
Tapi ekspresi Nanda seperti terkejut, dia tidak pernah menyangka jika Askar memiliki tujuan kepada Sam.
"Maaf tuan Askar, kalau boleh tahu, apa hubungan anda dengan lord Sam." Bertanya Nanda ragu-ragu.
"Aku hanya tamu, dan aku memiliki janji, tapi sayangnya kehadiran kami sebagai orang asing tentu tidak disambut baik oleh para penjaga kerajaan." Askar pun menjelaskan kepada Nanda.
Dan dia pun mengangguk paham atas penjelasan Askar, walau terlihat ekspresi rumit yang membuat Askar tidak merasa nyaman.
"Bukan aku tidak mau tuan Askar, tapi kerajaan sedang dalam masalah internal." Berkata Nanda yang rumit dilihat.
"Masalah internal apa yang anda maksudkan." Askar penasaran, Rea dan Sina tidak perduli.
"Harusnya ini sudah menjadi kabar umum jika ada sepuluh wali yang menjadi pilar kekuatan kerajaan."
"Ya aku sudah mendengarnya."
"Dan ada lima wali ingin lord Sam turun jabatan." Penjelasan Nanda tampak biasa saja bagi Askar.
"Begitukah, tapi kami hanya ingin menyampaikan pesan, apa anda bisa membantu ?." Tapi Askar tetap dalam tujuannya.
Karena kedatangannya ke alam semesta kerajaan bawah, bukan untuk mengurusi masalah Sam, jika bukan untuk permintaan ibunya, Askar pun ogah datang.
"Aku tidak bisa masuk, tapi ibuku bisa membantu anda." Ucap Nanda dengan jawaban yang membuat Askar lega.
"Hanya saja."
"Hanya saja...?." Askar menjadi ragu.
__ADS_1
"Anda sendiri harus menyakinkan ibuku tuan Askar." Jawab Nanda.