
Ini adalah sebuah ujian yang diberikan oleh pangeran Ke'su demi melepaskan Asy untuk pergi. Tapi Askar pun tahu jika ini adalah rencana pangeran Ke'su menjadikan ujian kali ini untuk memperberat kemenangan Askar.
Secara umum semua orang tahu jika orang-orang dari klan Phoenix dan penghuni planet merah memiliki tubuh yang tahan terhadap panas.
Dan dianggap bahwa Askar tidak mungkin mampu melewati ujian ini, biar pun dia memiliki darah Phoenix, akan tetapi tubuhnya bukan makhluk dari alam semesta api mulia.
Karena itu, sebagai anggapan Ke'su, jika Askar memiliki batasan untuk menahan panas magma dalam gunung, termasuk juga Lao'mo yang sengaja dia pilih tentu menjadi sosok dengan ketahanan tubuh kuat terhadap magma.
"Baiklah jika kau inginkan hal itu." Askar menjawab tanpa sedikitpun keraguan.
"Tunggu sebentar." Kakek loe teu yiu maju untuk menahan Askar mengikuti keinginan Ke'su.
"Ada apa tuan Loe Teu Yiu." Ke'su pun bertanya.
"Ke'su ini bukan sebuah keadilan namanya."
"Kenapa tuan bilang begitu, Askar menerimanya, tentu dia memiliki kepercayaan diri untuk menang kali ini." Jawab Ke'su dengan pernyataan yang dia lempar kepada Askar.
"Tapi dia bukan dari alam semesta ini, ketahanan tubuhnya tidak mumpuni, dan kau Askar... Jika kau lakukan ini sama saja dengan bunuh diri." Tegas perkataan kakek loe teu yiu menujuk kepada Askar.
Tentu Askar sudah mempertimbangkan semua kemungkinan, didalam tubuhnya terdapat skill penciptaan elements, termasuk api, sepeti yang dikatakan oleh Re sejak awal, jika skill penciptaan elements dalam tingkat maksimal tubuhnya mampu menjadi api itu sendiri.
"Kakek Yiu semua bukan masalah, aku memiliki cara sendiri untuk menyelesaikan ujian dari pangeran ku*nyuk ini." Ucap Askar dengan sindiran jelas dan tegas.
"Hei aku tidak terima kau memanggilku ku*nyuk." Ke'su tentu merasakan arti khusus dari cara Askar berbicara.
"Memang kau tahu apa itu ku*nyuk." Askar pun tahu membalas perkataan Ke'su.
"Walau aku tidak tahu, aku merasa jika itu adalah penghinaan." Memang itu sebuah penghinaan.
"Makanya sekolah...oh maaf disini tidak ada sekolah... Kau tahu kunyuk itu adalah orang berwibawa dan karisma tinggi." Asal saja Askar memberi penjelasan.
"Oh begitukah, aku rasa memang pantas dipanggil ku*nyuk." Terlihat bahagia Ke'su menyandang panggilan baru, sebagai seorang ku*nyuk.
"Ya sangat pantas, pantas sekali, bahkan tidak ada yang terlewat sedikit pun." Jawab Askar mengacungkan jempol.
__ADS_1
Lepas dari pembahasan soal ku*nyuk.
Askar hanya perlu beradu waktu dan ketahanan fisik selama berada didalam gunung, yang jadi masalah adalah seberapa tangguh sosok Lao'mo untuk hal ini.
Dia adalah seroang lord alam setengah saint tahap menengah, dari status itu saja sudah dipastikan seberapa tangguh Lao'mo bertarung.
Biasanya saja Askar bertahan hingga satu bulan penuh, tapi itu akan memakan waktu lama, dan juga Lao'mo mungkin mampu lebih dari batasan Askar.
Kakek Loe Teu Yiu jelas mengkhawatirkan Askar, jika sekedar pertarungan biasa, dia masih mampu menyelamatkannya dari kematian.
Tapi ini adalah didalam gunung, dia pribadi tahu seberapa ganas gunung di planet merah, karena pengaruh panas itu mampu meleburkan segala benda.
"Askar pikirkan lagi, didalam gunung itu memiliki suhu hingga ratusan ribu derajat, bahkan aku tidak bisa bertahan hidup selama satu Minggu." Berkata Kakek loe teu yiu memberi peringatan.
"Kakek aku tahu apa yang aku lakukan, setidaknya bisa memastikan ketahanan tubuhku sendiri." Askar menjawab penuh keyakinan.
"Baiklah jika kau merasa mampu, tapi lekas keluar sebelum tubuhmu melebur." Ucap kakek loe teu yiu yang tentu mementingkan keselamatan Askar.
Memang kakek loe teu yiu tidak bertanggung jawab atas Asy atau Sina, tapi dia harus memenuhi janji untuk menyelamatkan Askar seperti keinginan dewa Davendra.
Gunung yang di jadikan tempat ujian untuk Askar dan Lao'mo bukan tempat sebarangan, itu menjadi gunung terbesar dan paling berbahaya di seluruh planet merah.
Luapan panas magma bisa dirasakan dari jarak puluhan kilometer jauhnya, memang benar, jika panas ini sangat berbahaya, bahkan untuk mereka dari alam semesta api mulia.
"Hua.... Daging Sapi masuk bisa langsung hangus." Gumam Askar dengan tersenyum kecut.
"Jangankan seonggok daging, batu adamantium hitam pun akan lebur dengan cepat." Ucap kakek Loe Teu Yiu membalas perkataan Askar.
Tapi tanpa ragu, Askar pun melompat masuk setelah mengalirkan energi skill penciptaan elements ke seluruh tubuh.
Biar pun secara khusus Askar tidak memiliki ketahanan tubuh terhadap api yang sangat panas, tapi energi skill penciptaan elements mampu mengubah struktur tubuh Askar agar menyatu dengan api.
Askar belum pernah mencoba untuk ini, karena sebelumnya semua lawan yang menggunakan serangan api, selalu kalah dengan pedang saja.
"Re monitoring tubuh untuk ketahanan terhadap panas magma."
__ADS_1
'Jawab : Baik tuan, empat puluh tiga ribu dua ratus menit batas waktu untuk skill penciptaan elements aktif.'
"Baiklah, terus awasi setiap perubahan, jika terlalu berbahaya bagi tubuhku segera katakan."
'Jawab : baik tuan.'
Askar mencoba untuk masuk dalam konsentrasi penuh, suhu yang luar biasa panas ini, tapi memang seperti perkiraannya, kalau lokasi magma gunung adalah sumber energi alam murni.
Gunung aktif sudah muncul sejak zaman awal penciptaan, itu semua menyimpan berbagai macam sumber energi dari perut planet. Tidak akan habis, biar pun banyak orang menyerapnya.
Ini jelas kesempatan untuk Askar, walau dia belum menyerap energi dari bunga Anemoe, tapi energi panas gunung harusnya mampu membawa Askar ke tingkat lord alam guru.
Konsentrasi penuh yang Askar lakukan, dia pun secara langsung menarik sumber energi dari panas magma di sekeliling tempatnya bersila.
"Ya ini sangat luar biasa." Gumam Askar dengan kekaguman akan energi yang di serap masuk.
Didalam jurang pengisian energi pun perlahan terisi dan hampir penuh, akan tetapi saat Askar memusatkan konsentrasi demi sebuah peningkatan.
Sebilah pedang datang cepat mengarah kepada Askar, zona persepsi yang menangkap arah serangan segera memberi peringatan untuk menghindar.
Nyatanya sosok Lao'mo hadir
"Yang aku tahu jika ujian ini hanya ketahanan, tidak ada pertarungan didalamnya." Ucap Askar gema suara.
"Apa yang kau harapkan dari seseorang demi kemenangan." Balas Lao'mo.
"Apa artinya sebuah kemenangan jika harga dirimu kau buang."
"Harga diri tidak lebih penting dari pada sebuah pembodohan, karena aku masih memiliki hal yang dipertaruhkan." Jawaban Lao'mo jelas memiliki arti yang dalam.
"Jika memang begitu, boleh aku minta waktu sebentar lagi." Ucap Askar dengan mengulur waktu demi mencapai tingkat lord alam guru.
"Baiklah, jika kau ingin mempersiapkan kekalahamu."
"Ya kau bisa anggap permintaan ini seperti yang kau pikirkan." Jawab saja Askar seadaanya.
__ADS_1