
Setelah tiga hari tanpa dia sadari terlewatkan begitu saja, Askar pun kembali ke kediaman Karlina secara sembunyi-sembunyi.
Perlahan membuka pintu, satu sosok wanita dewasa dengan tubuh molek dan pakaian minim terlihat jelas di hadapan mata.
Askar tidak mengenal gadis ini, dan dia tidak merasa salah rumah, sedangkan wanita yang hampir tidak mengenakan pakaian itu melihat Askar dengan bingung.
"Maaf sepertinya aku salah rumah." Askar mencari alasan agar tidak disangka sebagai maling dan segera keluar.
Melihat sekitar dan nyatanya dia tidak salah, dimana rumah asrama milik Karlina berada cukup jauh dari gerbang masuk, dan beberapa persimpangan ke tengah-tengah perumahan.
"Ya jelas ini rumah Karlina." Askar kembali masuk, dan tetap saja sosok wanita itu masih berdiri sembari melihatnya.
Tapi kini dia secara langsung berjalan mendekat, dan tentu Askar tidak bisa memalingkan wajah dengan satu pemandangan alam yang tampak di depan mata.
"Kakak Askar kenapa kau terlihat bingung." Itu yang dia ucapkan dengan santai, bahkan tidak merasa risih untuk sebuah penampilan terbuka.
"Ya aku sedang bingung." Jawab Askar begitu saja.
"Apa yang kakak bingung kan." Balik wanita itu bertanya.
"Bagiamana tidak, ada wanita yang bertanya dengan santainya, tanpa malu memberi hal-hal yang menakjubkan." Tentu Askar tidak menolak.
Tapi jika itu wanita asing yang bahkan tidak dia kenal, Askar merasa risih sendiri, dan merasa bersalah untuk sebuah keberuntungan.
"Ah, ini aku Lelia kakak."
"Heh ?, Lelia ?, Apa yang terjadi dalam tiga hari ini." bingung Askar melihat perubahan yang terjadi.
Askar jelas bertanya-tanya, walau memang kekuatan keajaiban hidup mampu mengembalikan kondisi fisik seseorang secara langsung.
Tapi siapa sangka perubahan jelas di tubuh Lelia membuat semua berbalik seratus delapan puluh derajat, dia yang baru kemarin Askar kenal sebagai gadis kecil 14 tahun.
Dan sekarang Lelia menujukan tubuh molek yang tumbuh dengan sangat luar biasa, bahkan bisa dikatakan jauh lebih menggoda dari pada kakaknya sendiri.
__ADS_1
Biar begitu, sifat yang Lelia tunjukan masih seperti gadis kecil polos tanpa malu menujukan lekuk tubuh kepada Askar.
"Mau sampai kapan kau akan memandangi adikku ini Askar." Sebuah suara tiba-tiba saja terdengar dan membuat isi pikiran Askar kembali dalam kesadarannya.
"Sejak kapan kau ada disana karlina." Terkejut Askar melihat Karlina sudah muncul dengan tatapan tajam.
"Sejak kau datang membuka pintu." Singkat saja Askar menjawab.
Askar melihat Karlina yang membawa beberapa pakaian dan diberikan kepada Lelia. Dengan kejadian pertumbuhan yang sangat luar biasa ini, dia tidak mempersiapkan kebutuhan Lelia.
Semua pakaian yang dia kenakan saat masih bertubuh anak-anak sudah tidak bisa digunakan, karena itu Karlina memberikan beberapa pakaian yang mungkin pantas.
Hanya saja, setelah Lelia membenahi diri, kondisinya tidak jauh berbeda, dimana pakaian Karlina pun terlihat begitu ketat, khususnya di bagian atas.
"Kakak, apa tidak ada pakaian lain, ini terasa sempit." Ucap Lelia sembari meraba-raba bagian dada.
"Maaf saja jika tubuhku sangat kurus." Berkata Karlina dengan lemas.
"Apa benar kalian bersaudara." Askar sedikit bingung untuk beberapa alasan.
Askar merasa tidak nyaman melihat Karlina murung, sedangkan secara pribadi Lelia bingung kenapa kakaknya itu meminta maaf.
Walau begitu tidak ada alasan untuk Karlina iri hanya persoalan fisik, melihat kesembuhan Lelia menjadi kebahagiaan sendiri yang tidak bisa di bandingkan dengan apa pun.
*******
Su yiu cukup pendiam tapi bukan berarti dia anti sosial dan penyendiri, hanya karena jarang terlihat untuk dirinya berbincang-bincang dengan orang lain.
Dalam kehidupan Su yiu sebelum sekarang, kesehariannya di alam semesta pedang tanpa tanding, dia tidak berubah, dari sifat atau tindakan, bicara seperlunya dan tidak mencari muka untuk hal-hal yang tidak penting.
Tapi secara khusus, wanita ini memiliki daya tarik tersendiri, Askar menyadari jika aura unik dalam tubuhnya mampu menarik perhatian orang lain.
Entah itu wanita atau pun lelaki, mereka cukup mudah menerima segala sesuatu yang dimiliki oleh sifat Su Yiu.
__ADS_1
Di dalam rumah asrama yang disediakan oleh padepokan pedang semesta, Su yiu bersama dua wanita sebagai teman serumah, wanita ini bisa berbaur dengan mudah dan di terima tanpa ada rasa persaingan.
Sebut saja namanya dengan Wanita A dan Wanita B, karena mereka hanya tokoh tambahan yang sekedar mampir.
Wanita A bertanya .... "Saudara Yiu kau mengatakan, jika Askar adalah tunangan mu."
"Ya itu benar, memang kenapa ?." Jawab Su Yiu dengan mudah.
Su yiu tidak menyembunyikan apa pun, karena memang saat pertandingan beberapa hari lalu, secara terang-terangan dia mengatakan sendiri kepada Jariko.
"Tapi kenapa aku jarang sekali melihat kalian berdua bersama." Balas kembali teman wanita A untuk satu alasan lain.
"Soal itu.... Ya aku menyerahkan semuanya kepada Askar." Jawab Su Yiu.
Kini teman wanita B pun angkat bicara... ... "Kau tidak boleh memberi Askar kebebasan terlalu lebar Saudara Yiu, karena kau tahu, ada banyak wanita yang tertarik dengan lelaki berbakat seperti dia."
Sejenak su yiu terdiam, dia mengerti apa yang di katakan oleh teman wanita A kepadanya. Karena memang sejak kejadian di menara puncak semesta, banyak wanita mulai mengakrabkan diri secara terang-terangan.
"Itu benar.. karena kau tahu, aku mendengar kabar juga, jika Karlina dan Resya dekat dengan Askar, bahkan kemarin aku sendiri melihat dia bersama senior Fei sui sue." Berkata Teman wanita A membenarkan ucapan salah satu kawannya.
"Sepertinya itu tidaklah aneh, karena aku sendiri mengenal wanita-wanita lain yang memang terikat dengan Askar." Secara biasa saja Su yiu menjawab.
Karena itu memang tidaklah aneh, dia mengenal Rea dan Sina secara akrab, mereka mengatakan bahwa Askar masih memiliki banyak wanita, bahkan bisa dipastikan, ada juga yang belum mereka ketahui.
"Anda terlalu polos gadis muda." Wanita B menanggapi perkataan Su yiu.
"Benarkah begitu ?." Su yiu tidak paham atas ucapan wanita B.
"Tentu saja... Memang benar jika lelaki di alam semesta mana pun ingin memiliki banyak istri, jika mereka mampu dan adil, itu tidak jadi masalah. Tapi apa kau tahu, para istri bersaing agar mereka bisa mendapatkan perhatian khusus."
Entah itu Teman wanita A atau pun B mereka pun sama-sama tertarik dengan lelaki kuat seperti Askar, karena di seluruh alam semesta masih menganut sistem, siapa yang kuat dialah yang akan berkuasa.
Dan kekuasaan yang mungkin didapatkan oleh Askar tidak mungkin sederhana, dia bisa saja menjadi pemimpin suatu wilayah, atau orang penting di istana karena bakat yang dia miliki.
__ADS_1
"Aku bisa mengerti." Su yiu mengangguk paham.
"Dan kau yang hanya diam disini, tanpa bertindak apa pun, tanpa menujukan kelebihan di atas ranjang, apa mungkin tuan Askar akan memberikan cintanya kepadamu." Ucap kawan A secara paham dan itu membuat Su yiu kembali diam.