PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2

PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2
jual ginjal


__ADS_3

"Bunga Queen anemoe kristal yang hanya ada di wilayah alam semesta awal penciptaan, itu pun sangat langka."


"Ya menurut kabar, jika kau berada di bawah monarch, mampu mendapatkan dua tahap peningkatan sekaligus."


"Sebuah bunga dari surga, pertama kali seumur hidupku melihat ini."


Ucapan orang-orang itu memang tidak mengada-ada, dimana langka bunga Queen anemoe kristal sempurna sangat sulit dicari.


Memang benar jika itu berada di alam semesta awal penciptaan, tapi selama sepuluh ribu tahun hanya satu yang menampakan wujud sebagai Queen anemoe dan tumbuh di tempat berunsur energi kuat.


Ingatan Asyura dengan jelas memberikan informasi tentang kekaguman semua orang akan khasiat dari barang istimewa pelelangan kali ini.


Aroma yang keluar dari kelopak bunga itu, membuat aliran energi dalam tubuh semakin kuat, dan jelas raut wajah varjo de hores menujukan minat besar untuk mendapatkan bunga Anemoe.


Atau mungkin memang ini yang menjadi tujuan utama kedatangan penguasa alam semesta kerajaan beladiri di kota Sourina.


"Tentu anda semua tahu seberapa besar manfaat dari bunga Anemoe kristal ini, seluruh jagat raya, para petinggi alam semesta, penguasa - penguasa, dan semua ahli beladiri mencarinya." Ucap pemilik lelang dengan wajah berbinar-binar dan penuh semangat.


"Sungguh, mendapatkan bunga yang langka ini tidaklah mudah, para pemburu harus berhadapan dengan monster setara tingkat lord kaisar, tentu harga cukup sepadan atas pengorbanan kami."


Semua orang jelas menantikan harga yang akan dibuka, walau mereka pun tahu itu tidaklah murah, tapi seakan rela menjual ginjal demi mendapatkan bunga Anemoe.


"Baiklah kita buka dengan harga, tiga puluh ribu koin kristal energi."


Orang-orang hampir terjengkang dari tempat duduknya, dengan harga sedemikian fantastis itu, jelas mereka tidak hanya harus menjual ginjal, tapi jantung, empedu, hati, pankreas, bahkan kotorannya sekali pun.


"Apa kau tidak salah dengan hasil hitungan mu."


"Itu sangat mahal kau tahu, jangan bercanda."


"Bahkan jika kami harus menjual organ dalam kami, aku tidak yakin akan cukup."


Dari awal semua orang sudah menyerah bahkan sebelum melakukan penawaran, tapi tidak ada keraguan di mata sang pemilik balai lelang, karena dia sendiri tahu seberapa berharga bunga Anemoe.


"Tiga puluh satu ribu." Saut varjo de hores tanpa ragu, dia jelas sangat tertarik mendapatkannya.


"Oh, tuan Varjo anda jelas memiliki uang yang banyak untuk hal ini, jadi apa ada harga lain."


"Tiga puluh dua ribu." Bersuara orang lain.


"Tiga puluh tiga ribu."


"Tiga puluh empat...."


"Tiga puluh ribu dengan satu ginjal."


"Itu cukup menjanjikan, apa ada yang mau menawar dengan dua ginjal lagi." Berkata sang pemilik tersenyum mengejek.


Dia jelas menyindir mereka yang cukup berantusias untuk mendapatkan bunga Anemoe kristal, bahkan jika harus mengorbankan nyawa karena kehilangan organ dalam.

__ADS_1


(Note : walau semua orang memiliki kekuatan regenerasi, tapi itu untuk menutup luka, bukan mengembalikan organ yang hilang, kecuali masih tersambung dalam satu urat nadi. )


"Aku...."


"Ya... Apa yang mau kau berikan, ginjal ?, hati ?, Jantung ?."


"Tidak, lima puluh ribu koin kristal." Suara itu datang dari ujung ruangan.


Varjo de hores yang awalnya santai-santai saja karena merasa yakin jika dia pasti mendapatkan bunga Anemoe, kini harus berdiri tegak.


"Lima puluh lima ribu." Varjo membalas tanpa ragu.


"Tujuh puluh ribu." Dia dengan langsung menantang varjo dalam hal kekayaan.


"Tujuh puluh satu ribu."


Bisa dipastikan jika varjo hampir mencapai batas penggunaan koin kristal yang dia bawa untuk melakukan lelang.


Askar segera bertindak, karena harga jelas semakin naik... "Tuan apa kau menerima penukaran barang ?."


"Maaf tuan, untuk sebelumnya kami bisa menerimanya, tapi dengan jumlah harga yang sedemikian besar, kami jelas mendapatkan masalah jika stok barang kami terlalu banyak." Balas sang pemilik dengan penjelasan.


Lemas Askar kembali duduk di bangku, jika dia tahu kalau benda seperti bunga Anemoe akan muncul, sebelumnya Askar akan menjual banyak senjata dan membeli barang satu ini.


"Seratus ribu koin kristal." Teriak orang itu dengan suara keras.


Sedikit anggapan, bahwa balai lelang melakukan kecurangan dengan menaruh satu orang untuk menaikan harga, jika itu terjadi tidak hanya kerugian karena barang tidak terjual, tapi nama baik balai lelang pun akan jatuh.


"Kakek Yiu apa kau bisa melihat siapa orang yang sedang melakukan penawaran di sana." Ucap Askar kepada kakek Loe Teu Yiu.


"Apa yang kau harapkan dari kakek tua seperti ku, mataku sudah rabun."


"Tidak, aku lihat jika orang itu adalah wanita cantik tidak pakai celana."


"Mana." Saut kakek loe teu yiu mengarahkan pandangan ke t jari telunjuk Askar.


Seketika penyesalan terlihat jelas di wajah kakek loe teu yiu, decakan lidah dan ekspresi rumit tidak bisa di gambaran.


"Dia hanya lelaki bercadar biasa, bukan wanita, bocah." Ucap kakek loe teu yiu.


"Tapi aku tidak bisa melihat kehadirannya, bagiamana mungkin, apa dia mampu merusak zona persepsi." Gumam Askar yang merasa aneh.


Kembali ke perebutan bunga Anemoe.


Nominal harga kini jatuh ke angka seratus seribu koin, dan Varjo tidak lagi mampu menujukan suaranya untuk bersaing.


"Jika tidak ada lagi, maka akan aku putuskan kalau bunga Anemoe ini menjadi milik tuan... Tuan siapa lah itu terserah." Ketukan palu menjadi final penentuan.


"Gila apa yang dia pikirkan sampai mau mengeluarkan seratus ribu koin."

__ADS_1


"Dengan uang sebanyak itu, aku bisa hidup damai bersama sepuluh istri tanpa perlu khawatir kehabisan beras."


"Lupakan itu, tapi siapa dia sebenarnya, berani bersaing dengan penguasa alam semesta kerajaan beladiri."


Varjo jelas kesal, dia marah dan ingin membalik meja untuk melemparkannya ke orang yang di sana, hanya saja ketika dia melihat, sosok itu sudah lenyap dan bunga Anemoe tergantikan oleh setumpuk koin kristal seperti harganya.


Lepas dari kejadian yang tidak biasa tentang sosok misterius pembeli bunga Anemoe, benda ke tiga untuk lelang pun akan di buka.


"Ini adalah pusaka yang tidak diragukan lagi, sebuah pedang terkuat diantara yang terkuat, mampu membelah ruang, mampu menghancurkan energi, meleburkan segala material, dan yang jelas ini adalah milik seorang dewa pada jamannya." Deskripsi pemilik lelang dengan kesombongan.


Kata dewa yang di sebutkan oleh pemilik lelang, tentu menjadi perhatian bagi semua orang dan hampir tidak bisa mereka percaya, jika senjata dari dewa di perjual belikan di tempat lelang.


Apa yang mereka pikir, kalau dewa itu sudah kehabisan uang dan rela menjual pusakanya, tapi jelas itu tidak mungkin.


"Karena ini adalah pedang dewa pemangsa kematian."


(Note yang mungkin lupa tingkatan-tingkatan dalam kekuatan Dunia di balik batas.



lord dibawah surga


lord yang nyata


lord diatas surga


lord alam raja


lord alam kaisar


lord alam master


lord alam monarch


lord alam setengah saint


lord alam saint suci


lord awal keabadian


lord keabadian tertinggi


Dewa sejati awal


....... Dan masih dirahasiakan.



Ini adalah tahapan yang harus Askar capai untuk menjadi seorang dewa.)

__ADS_1


(Satunya nanti malam jam 8.)


__ADS_2