PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2

PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2
para bedebah


__ADS_3

Askar memang tidak tahu apa pun dengan kekuatan yang dimiliki oleh Su Yiu, tapi didalam ingatan Asyura, dewi kematian, Lutos adalah penghancur realitas.


Dimana sinar kegelapan dari serangan Lutos, mampu menghancurkan segala bentuk material yang nyata, entah itu benda mati atau pun hidup, hanya ingatan atau pun pikiran, semua bisa hancur dan diubah seperti keinginan Lutos.


Tapi saat ini yang Askar tahu, su yiu adalah pengguna teknik beladiri senjata pedang, terlebih lagi di latih langsung oleh penguasa pedang.


Jelas dalam pertarungan senjata, su yiu tidak bisa dianggap remeh, dan Askar pun cukup yakin kalau keahliannya sekarang akan mampu bersaing dengan teknik pedang dari penguasa alam semesta pedang tanpa tanding.


Su yiu melangkah cepat dengan mengayunkan pedang tipis terarah ke hadapan Askar, tapi jelas gerakan itu terlihat.


Siap Askar berniat menangkis dan tepat dua pedang bertemu dalam satu peraduan serangan yang tidak bisa dihindarkan.


Hanya saja, tanpa disangka, dan sangat mengejutkan, ketika pedang ditangan Askar tiba-tiba terpotong oleh serangan Su yiu. Askar secara refleks bergerak menghindar sebelum pedang tipis Su yiu memotong lehernya.


"Pedang apa itu."


"Itu hanya pedang tipis biasa." Balas Kakek Loe Teu Yiu singkat saja.


"Tidak mungkin, harusnya kakek tahu, pedangku adalah senjata lord, tapi dengan mudahnya terpotong seperti roti."


"Pedang itu hanya sebuah alat Askar, berapa kali pun menggunakannya, alat tetaplah menjadi alat, tanpa kau gerakan, alat tidak akan berguna." Kakek loe teu yiu pun menjelaskan.


"Apa maksud anda kakek Yiu." Askar tidak bisa memahami perkataan sang penguasa pedang.


"Teknik pedang yang su yiu gunakan adalah untuk memahami kemampuan pedang, selama dia tahu kemana harus mengarahkan serangannya, maka itu akan memotong senjata lain dengan mudah." Perjelas kakek Loe Teu Yiu akan teknik yang Su yiu gunakan.


Lebih tepatnya itu bukan sekedar teknik, tapi pemahaman su yiu tentang gaya bertarung dari ajaran oleh sang penguasa pedang tidak lah harus kebanyakan gaya.


"Bukankah itu berbahaya, Jika tadi aku tidak sempat menghindar, kepalaku sudah terpotong."


"Tapi kau masih selamat kan ?." Santai saja kakek yiu berkata.


"Ya begitulah." Askar tidak bisa membantah itu.

__ADS_1


"Jadi apa masalahnya, jika memang kau mampu, lawan Su yiu dan kalahkan dia." Ucapnya dengan mudah.


"Baiklah jika memang begitu."


Skill penciptaan senjata.


Tanpa ragu sinar cahaya merah menyala terang di telapak tangan dan puluhan pedang pun jatuh dari atas langit.


Semua senjata tertancap disekeliling Askar, dalam perlawanan terhadap su yiu, Askar masih memiliki beberapa kelebihan, salah satunya adalah refleks yang sangat sensitif, zona persepsi, skill penciptaan ruang akselerasi dan penglihatan masa depan.


Karena kelebihan inilah Askar mampu melawan para ahli senjata seperti Safir atau pun Quan Qian, harusnya su yiu masih jauh dari pendekar mata api itu.


Tanpa ragu Askar kembali bergerak dalam kecepatan tinggi, dua senjata ditarik, dan berayun datang tanpa ragu tepat dihadapan Su yiu.


Tapi sama seperti sebelumnya, ketika Su yiu memperhatikan dan menangkis serangan Askar, saat itulah dua pedang ditangan pun terpotong.


Askar tidak berhenti, menarik pedang lain dan terus bergantian tanpa memberikan jeda, terlebih dengan kendali atas penciptaan senjata, Askar meluncurkan tiga pedang lain untuk menyerang dari belakang.


Seketika itu juga, dari mata Su yiu mengeluarkan kilatan cahaya hitam, dan menyebar kesegala arah, semua pedang Askar, bahkan yang ada di tangannya pun lenyap begitu saja.


Askar yang memiliki ingatan Asyura, merasakan keakraban khusus dengan kekuatan milik Lutos. Karena sejak awal hubungan Asyura dan Lutos memang sepasang suami istri.


Biar pun belum sepenuhnya sempurna, tapi kekuatan dari dewa kematian sangat luar biasa, bahkan jauh lebih mengerikan dari skill pemangsa milik Asyura.


*******


Alam semesta awal penciptaan.


Sebuah pondok kayu di tepian danau biru cerah, Lelaki itu duduk dengan seekor kucing tua belang-belang putih Oren yang berbaring diatas pangkuannya, dibelai lembut dari kepala hingga ekor.


Suara kemrosok radio tua tanpa musik yang sudah termakan usia, terdengar sendu, naik turun, senyap sebentar dan kembali bersuara. Tapi wajah lelaki itu menujukan lamunan dalam tentang kehidupannya.


Itu adalah sebuah peninggalan yang tidak pernah bisa dilepaskan, karena ingatan masa lalu terlihat jelas bagaimana keluarganya menikmati nyanyian sendu dari semenanjung Malaysia.

__ADS_1


Duduk bersama, tertawa-tawa, walau makanan diatas meja tidak ada, namun kebahagiaan jelas dirasakan, karena semua orang yang dia cintai ada dalam satu tempat.


Dia adalah Askar, dimana saat ini sosoknya dikenal sebagai seorang dewa, Davendra sang dewa penciptaan, termasuk kucing Oren dipangkuan adalah Omen.


Pandangan Davendra jauh mengarah ke langit biru, tertuju ke sebuah tempat dimana kehidupannya sebagai seorang lelaki tidak berguna dan penuh kesengsaraan dimulai.


"Tuan ?." Ucap kucing Oren itu dengan suara lemas.


"Ada apa Omen."


"Tidak, anda terlalu banyak melamunkan sesuatu."


"Bukankah ini sudah biasa, kita berdua disini untuk waktu yang sangat lama, menantikan hari dimana semua akan berubah." Lirih suara Davendra menjadwab.


Dia yang sudah melewati putaran aliran waktu, menghancurkan realitas, dan menjadikan dirinya sebagai dewa penciptaan, hanya untuk mengubah takdir didalam kehidupannya.


"Ya tuan, enam belas tahun lagi, maka tujuan kita untuk mengubah takdir akan tercapai." Balas Omen yang memahami Davendra lebih dari siapa pun.


"Lama, sungguh perjalanan yang sangat panjang." Ucap Davendra lirih.


Sebuah tujuan besar dimana Davendra membutuhkan ke lima kekuatan dewa awal penciptaan dan kekuatan kaisar akhir zaman, semua itu untuk membuka jalan masuk menuju alam surga.


Demi mengubah takdir kehidupan yang terus berputar dalam aliran waktu berulang tanpa akhir, Davendra harus melawan aturan tuhan sejati.


Segala konsekuensi siap untuk dirinya terima, bahkan jika harus kehilangan nyawa, Davendra tidaklah ragu, semua itu hanya untuk mencapai tujuan.


Dia telah kehilangan segalanya, keluarganya, istri-istrinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya, sahabat-sahabatnya dan setiap orang memiliki nilai penting bagi Askar.


"Jika bukan karena orang-orang bedebah itu, maka keluarga kita masih hidup." Omen pun menujukan kemarahannya, saat mengingat kejadian di aliran waktu sebelumnya.


"Aku tahu itu, tapi kita tidak bisa melakukan tindakan apa pun kepada orang-orang itu."


"Tapi tuan, nona Rea..." Berkata kembali Omen atas sebuah penyesalan yang begitu berat untuk dia lanjutkan.

__ADS_1


"Kematian Rea, adalah alasan dimana nanti Askar membangkitkan kekuatan kaisar akhir zaman didalam tubuhnya, karena itu, kita harus membuat persimpangan takdir untuk menyelamatkannya." Balas Davendra untuk alasan yang pasti.


Dengan mengorbankan kekuatan dewa waktu, Yusita. Davendra melawan takdir tuhan sejati, dia ingin membawa Rea keluar dari kematian.


__ADS_2