PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2

PERTARUNGAN TANPA BATAS : DUNIA DI BALIK BATAS 2
tidak sepenting itu


__ADS_3

Hukuman atas tindakan Satya dan beberapa anggota keluarga yang tersangkut dalam rencana pembunuhan Askar tersebar cepat dari mulut ke mulut.


Sebagian besar dari penduduk kota Loyi merasa senang, karena orang yang membuat mereka selalu dalam posisi sulit telah disingkirkan.


Monopoli pasar dalam wilayah selatan, memang dimiliki oleh keluarga Saguna, atau keluarga Satya, itu menjadikan perekonomian orang-orang dibawah garis kemiskinan semakin buruk.


Memang semua seakan tidak terlihat oleh publik, tapi bukan hal baru bagi orang-orang di kota kerajaan Loyi, karena semua telah di atur sedemikian rupa, sehingga siapa pun tidak bisa melakukan tindakan.


Lepas dari itu....


Tepat sebelum Askar dan yang lain pergi, mereka menempatkan diri untuk singgah ke rumah Virnda dan bertemu dengan Nanda.


Tentu ada banyak alasan kenapa Askar cukup memperhatikan Nanda, selain dia adalah orang pertama yang membantunya memasuki kota Loyi tanpa masalah, walau pada akhirnya masalah lain tetap datang.


Nanda memberikan kontribusi besar terhadap kelancaran tujuan Askar di alam semesta kerajaan bawah ini, akan terasa aneh jika mereka pergi begitu saja tanpa permisi.


Dan kini dihadapkan Askar untuk bertemu dengan Nanda, seperti yang diinginkan oleh Virnda.


"Jadi tuan Askar bagiamana untuk posisi anda sebagai lord." Nanda pun bertanya demikian.


"Ya kau tahu, aku tidak benar-benar melakukan tugas-tugas sebagai lord, itu akan di kerajaan oleh para wali, sedangkan waktu untuk aku berada di alam semesta atas hanya untuk lima tahun saja." Balas Askar yang menjelaskan situasi perihal statusnya di alam semesta kerajaan bawah.


"Tapi apa dimasa depan nanti, anda akan kembali ke sini lagi." Bertanya Nanda sedikit ragu.


"Tentu, karena dalam sepuluh tahun, aku sudah menjanjikan diri untuk ikut berpartisipasi di ujian tingkat kasta jagat raya."


"Baiklah, aku mengerti." Mengangguk Nanda dengan perlahan.


Entah apa yang dia pahami, sedangkan semua itu masih belum pasti, ada banyak hal di masa depan, tanpa pernah bisa Askar pastikan.


Alam semesta atas yang akan Askar datangi, tentu tidak semudah pulang pergi dari kamar ke ******, tempat-tempat berbahaya, orang-orang kuat dan berbagai makhluk mengerikan mungkin akan membunuhnya.


"Kalau begitu aku akan pergi sekarang." Ucap Askar yang kini berdiri untuk berjalan keluar.


"Ta...." Berhenti Nanda untuk melanjutkan perkataannya.


Dilihat oleh Askar wajah Nanda yang merah merona, sedikit malu, ada gugupnya, tapi juga kebingungan, Askar tahu isi pikiran Nanda.


Termasuk Rea atau pun Sina, dia jelas memahami perasaan seorang wanita yang mudah sekali terikat perasaan kepada sosok lelaki seperti Askar.

__ADS_1


"Sebenarnya sampai sekarang aku berpikir, kenapa Askar mudah sekali membuat seorang wanita baper." Ucap Rea dengan suara lirih.


"Ya seperti kita."


"Aku benci mengakuinya, tapi itu memang benar."


"Dia hanya lelaki udik, tidak tahu malu, seenaknya sendiri, tidak setia, tukang gombal, rayu sana, rayu sini, tidak bermoral...."


"Tapi semua yang kau sebutkan memanglah Askar, dan kita berdua memang mencintai orang itu."


Tentu Askar atau pun Nanda mendengar suara lirih dari Rea dan Sina, secara tidak langsung Askar merasa tidak nyaman sendiri mendengar pengakuan itu.


"Tuan Askar jika kita bertemu lagi apa aku mau membawaku pergi." Ucap Nanda dengan tatapan serius.


Askar tidak bisa menyembunyikan rasa tertariknya kepada Nanda, sebagai lelaki yang menjunjung tinggi kejujuran dalam berperasaan, tentu dia tidak bisa mengelak dari nanda.


"Jika dalam waktu sepuluh tahun nanti, perasaan anda tidak berubah, aku pasti akan membawa anda, nona Nanda." Ucap Askar yang kini berjalan menuju pintu.


Tapi tepat di belakang pintu keluar, sosok wanita yang jelas menjadi biang permasalahan tentang perasaan Nanda pun menampakan diri.


Dia adalah Virnda, ibu dari Nanda, yang dengan lemas mulai menggelengkan kepala dan Askar pun tahu, jika sejak awal Virnda memperhatikan mereka.


"Dasar gadis muda, dia tidak tahu bagaimana cara merayu lelaki." Ucap Nanda yang menujukan senyuman lembut.


"Tapi Nanda kurang pengalaman dalam urusan perasaan, seharusnya langsung saja bertindak." Tegas ucapan Virnda kepada Askar.


"Apa yang nona maksudkan dengan bertindak."


"Kau tahu ...." Balas Virnda menujukan kode tangan yang mengapit ibu jadi diantara telunjuk.


Askar tentu paham apa artinya itu, dan menggeleng pusing karena sifat Virnda yang cukup liar dalam hal-hal tertentu.


"Aku penasaran apa anda benar-benar ibu Nanda." Gumam Askar yang memikirkan hal cukup rumit.


Pergi Askar menuju tempat parkir bahtera angkasa di sebelah istana kerajaan.


Semua sudah disiapkan oleh kerajaan dan para wali, bahtera angkasa, batu kristal energi kualitas murni untuk bahan bakar, dan segala macam keperluan selama perjalanan mereka.


Di ujung selatan alam semesta kerajaan bawah, terdapat sebuah pangkalan penjaga lubang hitam, dimana tidak hanya ada satu jalan pergi, tapi ada delapan lubang hitam.

__ADS_1


Setiap lubang hitam mengarah ke setiap wilayah alam semesta atas lain, jika arah satu tujuan itu tidak membawa Askar langsung ke alam semesta api mulia, bahtera angkasa harus melakukan perpindahan di lubang hitam milik alam semesta lain.


Bersama dengan kakek loe teu yiu, dan cucunya, Su yiu, mereka berdua mengikuti Askar ke alam semesta api mulia, walau entah tujuan kakek loe teu yiu itu apa, tapi Askar memiliki banyak pertanyaan tentang dewa Davendra.


"Jadi kakek, apa alasan kau ikut denganku ini adalah perintah dari dewa Davendra juga." Bertanya Askar yang masih bingung atas tindakan Kakek Yiu.


"Hmmm itu memang benar, tapi aku sendiri sudah cukup lama tidak berjalan-jalan, jadi biarkan saja kami berdua." Jawabnya dengan santai.


Bahkan ketika Askar melihat Su yiu, wanita itu terlihat begitu senang, sangat bersemangat, berlarian ke sana kemari melihat isi ruangan dari bahtera angkasa super megah milik kerajaan bawah.


Jelas sekali kalau Su yiu tidak pernah tahu tentang hal lain di luar alam semesta pedang tanpa tanding, dan ini menjadi pengalaman hebat yang bisa dia saksikan.


"Su yiu, jangan terlalu banyak berlarian, kau akan membuat kakakmu ini merasa malu." Berteriak kakek Loe Teu Yiu kepada Su yiu.


"Sudahlah tidak apa-apa kakek Yiu, mungkin Su yiu hanya mengekspresikan kekagumannya." Balas Askar yang memahami sikap Su yiu.


*******


Di sisi lain, sosok Sam duduk termenung dengan wajah lemas tanpa daya, satu hembusan nafas berat keluar dari mulutnya, kemudian berkata.


"Kenapa aku tidak ditampilkan di chapter sebelumnya, apa memang aku tidak sepenting itu."


(Note : ini adalah daftar untuk nama-nama orang penting yang harus di ingat dalam perjalanan Askar di alam semesta atas.



varjo de hores : penguasa alam semesta kerajaan beladiri.


Radulu Dooma : lord iblis dari alam semesta dunia gelap.


Loe Teu Yiu : penguasa pedang, dari alam semesta pedang tanpa tanding.


Hydra : ketua dari delapan puluh delapan rasi samudera bintang.


Long Wang : penguasa alam semesta naga.



__ADS_1


dan masih banyak lagi.)



__ADS_2